
Rune sihir Penciptaan Kehidupan. Dengan memasukkan jiwa ke dalam benda mati, dan benda itu kali ini adalah kelinci kecil itu.
Argus sedikit memodifikasi Rune itu, karena kali ini objeknya adalah mayat kelinci. Maka Argus menambahkan beberapa Rune lainnya agar kelinci itu nantinya bisa bertahan lama dan tidak membusuk.
Argus juga menanamkan Core monster kedalamnya sebagai prasasti yang akan aktif saat Hawa dalam bahaya, Ini adalah asuransi lainnya.
Tak lupa Argus juga mengubah dan menambah sebuah segel agar kelinci itu nantinya tidak hilang kendali dan melawan atau melukai orang lain terutama Hawa.
Setelah selesai, Argus kemudian menghidupkan kelinci itu. Terlihat ada beberapa perubahan pada fisiknya dimana bulunya terlihat lebih tebal, dan tanduknya juga mengecil.
Ada sebuah kalung di lehernya yang terbuat dari Rune sihir. Namun itu tertutup dengan bulu lebatnya. Melihat itu Argus mendekati dan mencoba memegangi kelinci itu.
Ternyata ia saat ini sangat jinak seperti anak kucing atau anak anjing. Melihat itu Argus cukup puas dan kemasukan kedalam dimensi Home miliknya.
Ia kemudian kembali ke rumah yang telah ia sewa dan melihat di halaman semuanya saat ini sudah kembali juga, di sana Argus juga melihat Olivia masih bersama mereka.
"Ayah..!!" Teriak Hawa saat melihat Argus pulang
"Hallo sayang, apakah Hawa jadi anak baik..?? " Tanya Argus.
"Ya Hawa selalu jadi anak baik.. " Ucap Hawa sambil memperlihatkan deretan giginya yang mungil.
"Itu bagus, lihat ayah punya hadiah untuk Hawa.. " Ucap Argus.
Kemudian ia mengeluarkan kelinci kecil itu dan meletakkannya di depan Hawa.
"Wahh ada daging..!! Apakah ini untuk Hawa makan ayah..?? " Tanya Hawa.
Kelinci itu yang mendengar perkataan Hawa ketakutan dan bersembunyi di belakang Argus.
"Tidak tidak tidak.. Ini untuk peliharaan saja.. Hawa bisa menjaganya mulai sekarang.. Bukan untuk di makan. " Ucap Argus
"Hawa.. Itu bukan bahan makanan, itu akan menjadi teman Hawa ok.. " Ucap Lisa.
"Master lihat apa yang Hawa pelajari dari master, ia sekarang selalu menganggap binatang atau monster hanya seperti sumber makanan seperti Master.. "
"Master harus mengubah kebiasaan master di depan Hawa mulai sekarang atau Hawa akan menjadi Aneh seperti master.. "
"Ehh.. Tapi aku tak mengajarinya seperti itu.. " Ucap Argus
"Tapi Hawa melihat master selalu menganggap monster hanya sumber makanan. Jadi Hawa sekarang juga sama, ia mengikuti kebiasaan master.. " Ucap Lisa.
"Oliv coba kau jelaskan juga pada Master.. "
"Ehh itu.. " Olivia masih Ragu-ragu saat mau mengatakannya.
"Sebenarnya Anda harus menjaga kebiasaan dan perilaku Anda jika di depan anak kecil. Mereka masih polos dan akan selalu mengikuti apa yang mereka lihat, terutama orang tuanya."
"Dan saat Anda melihat monster sebagai makanan saja di depan Hawa, ia juga akan mulai belajar dan menganggap Monster itu hanyalah bahan makanan.
Dan itu sangat berbahaya bagi Hawa karena ia masih kecil... "
"Tuhh.. Apakah master dengar..!! " Ucap Lisa
"Baiklah-baiklah aku akan lebih hati-hati kedepannya.. " Ucap Argus.
"Tunggu master, apakah ini Monster kelinci bertanduk..? Bukankah berbahaya memberikan monster ini untuk Hawa. " Tanya Lisa.
"Tenang saja, ini adalah hasil eksperimen saja. Jadi ia tidak bahaya sama sekali..
Lihat selain tandukan kecil, ia juga memiliki bulu yang tebal.. Jadi aku pikir cocok untuk Hawa.. " Ucap Argus.
Kemudian ia memindahkan kelinci bulat itu ke depan lagi.
__ADS_1
"Ini akan menjadi majikan mu mulai sekarang ok.. "
Kelinci itu tampaknya mengerti dan mulai berjalan ke arah Hawa dan mulai mengelus kakinya.
"Kalau begitu aku akan memanggilnya Tokki.. " Ucap Hawa.
Kemudian Hawa mulai memeluk kelinci itu, dan membawanya ke dalam.
Argus hanya tersenyum melihat Hawa yang sepertinya telah mengerti kegunaan Hewan peliharaan..
Kemudian ia melihat ke arah Lisa dan Olivia, lalu memikirkan sesuatu. Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Argus membuat keputusan.
"Lisa aku akan mencoba menghilangkan Segel budak itu darimu.. " Ucap Argus tiba-tiba..
"Apa..??!! " 2X Teriak Lisa dan Olivia
.
.
. __________\=Skip\=_________
"Apa..??!! " 2X Teriak Lisa dan Olivia
"Ya aku akan menghilangkan segel itu sekarang.. Apa kamu siap..? " Tanya Argus.
Keduanya kaget namun dalam konteks yang berbeda, dimana Lisa kaget karena senang sekaligus ia tak menyangka bahwa Argus akan bisa membuat sihir untuk menghilangkan segel budak secepat ini.
Sedangkan Olivia kaget karena perkataan Argus barusan menunjukkan ia bisa menghilangkan segel dari Budak. Ini adalah hal yang tak pernah ada yang bisa melakukannya selama ini.
Setiap orang yang mendapatkan Segel budak di tubuhnya, itu berarti nasib mereka sudah di takdir kan takan pernah bebas lagi sampai mereka mati.
Hal ini karena tak adanya cara untuk menghilangkan segel tersebut. Bukan karena tak ada yang mau mencari cara, tetapi karena memang tak ada yang bisa melakukannya.
Namun baik orang dari waktu sekarang atau waktu lampau pun sama saja belum mendapatkan hasil apapun.
Dan sekarang Argus yang baru saja kembali dari perpustakaan setelah menghabiskan waktu satu hari di sana, ia mengatakan bisa menghilangkan segel itu.
Itu benar-benar membuat Olivia sangat terkejut.
Penelitian yang berlangsung selama Ratusan tahun lamanya bisa di lakukan oleh argus hanya dalam hitungan hari saja, ini benar-benar di luar nalarnya...
Kemudian ia benar-benar di buat penasaran dan ingin melihat bagaimana Argus mencoba menghilangkan segel itu.
Apa saja yang akan di butuhkan dalam prosesnya, karena ia berfikir bahwa hal ini pasti membutuhkan banyak persiapan sebelum melakukannya..
Namun apa yang ia saksikan benar-benar membuatnya kembali terkejut, pasalnya Argus sama sekali tak membutuhkan perlengkapan apapun atau bahan apapun..
Oliv bahkan menyaksikan Argus tak menggunakan tongkat sihir atau batu sihir apapun untuk menambah kekuatan dan keakuratannya.
Ia hanya menyaksikan Argus membuat Rune sihir aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya, dan Rune itu berwana putih murni seperti Rune sihir element cahaya.
Dan kemudian Rune itu berubah menjadi sebuah bola besar dengan banyak Rune mengitarinya yang mengelilingi Lisa sebagai pusatnya.
Lalu Rune itu mulai masuk satu persatu menempel pada tubuh Lisa, setelah semua Rune itu menempel pada Lisa. Terlihat Rune itu mulai bergerak ke arah posisi Segel budak itu berada.
Kemudian terlihat jelas Lisa mulai merasakan sakit dari arah segel itu. Ia mulai menjerit namun Lisa mencoba menahannya.
Segel budak itu dapat terlihat oleh mata telanjang mulai menghilang sedikit demi sedikit. Dan setelah semuanya menghilang, lingkaran cahaya yang mengelilingi Lisa terlihat seperti mulai menyembuhkan Lisa.
.
.
__ADS_1
. __________\=Skip\=_________
Di sisi Argus ia melihat proses itu cukup senang, ini sama seperti saat ia gunakan kepada beruang di hutan.
Dan selain dari rasa sakit seperti terbakar, tak ada efek lainnya. Semut yang mengikuti Beruang itu juga menyaksikan beruang itu masih sehat dan tak ada tanda kelainan apapun padanya.
"Bagaimana.. ?? Apakah ada hal aneh yang kau rasakan sekarang..? " Tanya Argus.
"Tidak, tidak ada.. Selain rasa sakit sebelumnya, tak ada hal lainnya yang aku rasakan..
Dan sepertinya semuanya baik-baik saja. " Ucap Lisa setelah beberapa saat memeriksa kondisinya..
"Terimakasih Master.. "
"Aku bukan Master Mu lagi mulai sekarang.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
"Sekarang segel budak itu sudah hilang jadi kau bebas melakukan apapun.. Dan aku bukan lah master mu lagi, kau juga bukan budak ku lagi.. "
"Mulai hari ini kau bisa bebas melakukan apapun dan pergi kemana pun yang kau suka.. "
"Tidak.. Sampai kapanpun kau akan menjadi master ku.. " Ucap Lisa sambil memeluk lengan Argus.
"Tapi kau sudah bebas.. Kau bisa melakukan apapun sekarang.. " Kata argus.
"Ya aku tau, dan inilah yang aku inginkan.. Aku ingin terus bersama master.. " Ucap Lisa.
"Lupakan, selama kau senang saja.. " Ucap Argus.
"Oh Benar Oliv, ada sesuatu yang lupa aku tanyakan kemarin..
Tolong tanyakan ke Raja, apakah ia menginginkan salinannya dalam bentuk tulisan asli atau menginginkan dalam bentuk terjemahan langsung..?? "
"Karena aku pikir keduanya memiliki manfaat masing-masing, jadi tolong sampaikan nanti saat kau kembali...."
"Baiklah, nanti akan aku tanyakan langsung kepada Ayah.. " Ucap Olivia.
"Jadi apakah kalian sudah makan..? " Tanya Argus.
"Belum.. Kami menunggu master kembali dulu.. " Ucap Lisa.
"Baiklah.. Mari kita makan bersama aku akan meminta Alfred menyiapkan makanan, Oliv mari ikut juga.. " Ucap Argus.
"Ehh baiklah.. " Ucap Oliv.
Setelah itu mereka kemudian masuk dan melihat Alfred sudah menyiapkan banyak makanan. Jadi mereka mulai makan bersama.
Setelah selesai makan, Olivia pamit undur diri dari sana. Mengingat tak ada pengawal, Argus menggunakan sihir gerbang untuk mengantar Argus sampai depan istana.
Bagaimana pun juga Argus lah yang melarang ada prajurit atau pengawal yang mengikuti Olivia, jadi ia harus memastikan ia pulang dengan selamat.
Setelah itu Argus kembali ke rumah lagi. Dan ia terlihat tertidur di ruang tamu. Walaupun sebenarnya ia sedang mengawasi Olivia saat ini.
Walaupun sebelumnya Argus sudah membiarkan semut mengikuti Olivia dan Sebastian dari kota Isak, ia tak pernah mencoba mengintip atau mendengar pembicaraan mereka.
Dan sekarang ia ingin mendengar apa yang akan ia katakan kepada raja dan yang lainnya.
Karena kali ini akan menyangkut keputusan apa yang Argus ambil untuk Olivia nantinya.
.
.
. Bersambung.
__ADS_1