
Pertarungan Argus dengan Golem Adamantium terus berlanjut. Tak terasa waktu terus berjalan dah sudah lebih berjam-jam telah berlalu..
Lisa yang melihat mereka bertarung sudah mulai bosan dan saat ini sedang duduk dan memanggang beberapa daging yang ia bawa di penyimpanan nya.
Lisa mulai terbiasa makan daging setiap saat karena kebiasaan Argus yang terus berburu dan memakan dagingnya. Jadi mau tak mau lisa pun mengikuti kebiasaan Argus itu.
Selain lamanya pertarungan ini juga Karena Argus dan Lisa mulai memasuki reruntuhan ini pada siang hari dan hampir sore. Saat ini bahkan di luar Reruntuhan pun sebenarnya sudah mulai malam hari.
Argus tak menyadari hal ini karena ia masih asyik beradu teknik pedang dengan Golem itu.
Ini adalah pertama kalinya Argus bisa mempelajari teknik berpedang di dunia ini. Karena sebelumnya saat bertarung dengan Sebastian, Argus tidak menggunakan pedang.
Ia takut tak bisa menahan diri saat itu, dan sekarang ia melawan Golem Adamantium. Jadi ia tak perlu menahan diri lagi dan akhirnya ia pun merasakan perasaan dimana ia bisa bebas menggunakan pedangnya tanpa khawatir lagi.
Dan saat ia masih asyik bertarung serta mempelajari teknik Pedang dari Golem itu, ia mendengar suara Lisa yang membuatnya kembali sadar.
"Master..!! Apakah masih lama..? Aku sudah menyiapkan makan malam..!! " Teriak Lisa dari kejauhan.
"Ehh..?? Apakah ini sudah masuk waktu malam..? " Gumam Argus.
"Ok..! Tunggu sebentar, aku akan segera mengakhiri ini..!! " Teriak Argus.
Kemudian Argus sebenarnya ingin menggunakan teknik pedang Laser miliknya, Argus berniat mengakhiri pertarungan ini sesegera mungkin saat ini. Namun ia ingin mencoba cara lainnya saat ini.
Argus menduga akan masih terasa sulit untuk memotong Adamantium ini jika hanya menggunakan Laser dari jarak jauh.
Argus ingin menggunakan teknik yang bisa ia gunakan dari jauh, lalu Argus memutuskan mengeluarkan semua Mana miliknya dan memusatkan Mana itu ke katana miliknya.
Katana yang awalnya berwarna putih itu saat ini mulai di selimuti lapisan merah kehitaman. Dan akhirnya warnanya berubah menjadi merah tua saat ini.. Argus merasakan ada kecenderungan mulai retak pada Katana miliknya itu saat ini.
Argus menarik jarak antara ia dan golem itu. Kemudian ia mengambil posisi mengangkat katana ke atas kepalanya, kemudian Argus mengerahkan sihir gravitasi pada kakinya agar bisa berdiri lebih stabil dan kokoh.
Setelah itu ia mulai meningkatkan jumlah mana ke sihir cahaya di pedang itu.
"Bersiaplah..!! Hhaaaaaaa yaaaa....!!!! "
Teriak Argus sambil mengarahkan pedangnya untuk memotong secara Vertikal ke depan..
Sampai katana Argus mengarah ke bawah, tak ada efek apapun yang terjadi. Namun beberapa saat kemudian, sesuatu seperti ledakan sonic terjadi di sana.
Sementara itu Baik Golem maupun Core itu sudah menguap dan menghilang dari sana, menyisakan lubang besar di tempat ia berdiri.
Di ikuti dengan munculnya celah besar di tanah berpusat dari Argus mengarah ke depannya. Itu membentuk selokan besar bahkan lantai bawah pun saat ini terlihat, dinding Tower sihir saat ini kembali terbuka lebar.
Argus tak menyadari bahwa saat ini reruntuhan serta sebagian hutan di luar sana sudah terbelah menjadi dua bagian karena serangan Argus itu.
Beberapa monster ikut menguap karena efeknya, namun untungnya saat ini masih tak ada orang di area sekitar reruntuhan.
Hanya para prajurit yang menjaga reruntuhan yang di buat takut dan bingung, pasalnya ini adalah kali ke-dua terjadi ledakan.
Sebelumnya adalah ledakan disertai munculnya sebuah lubang besar yang mengarah ke reruntuhan, walaupun terlihat lubang itu mulai menutup sedikit demi sedikit. Dan menyisakan Lubang besar saja, namun itu masih membuat para prajurit menelan ludah mereka.
Mereka merasa takut dan bertanya-tanya Monster macam apa yang ada di dalam reruntuhan itu, dan sekarang ada selokan besar yang kembali muncul dari dalam reruntuhan itu.
Bahkan Selokan itu memanjang sejauh beberapa kilometer jauhnya ke arah hutan, jika itu mengarah ke Desa. Maka ada kemungkinan akan terjadi bencana besar.
Para prajurit sebenarnya sudah ingin lari meninggalkan tempat itu, namun mereka masih bertahan karena ini adalah tugas mereka. Jika mereka kabur, maka mungkin saja mereka akan di cap sebagai melalaikan tugas dan jika tertangkap mereka mungkin akan langsung di jadikan Budak sebagai hukumnya.
"Jadi..? Apakah kita akan tetap di sini..? " Tanya salah satu prajurit yang sudah kembali ke pos jaga setelah melihat dan melaporkan selokan besar yang muncul dari dalam Reruntuhan.
"Ya.. Mau bagaimana lagi, kita sudah menerima tugas ini. Jika kita kabur, resikonya akan sangat besar.. " Ucap sang kapten prajurit di sana.
"Kita hanya bisa berdoa, semoga petualang yang masuk bisa selamat dan monster yang menyebabkan kerusakan itu takan keluar.. "
"Emmm... "
Jadi para prajurit itu hanya bisa menelan ludah dan berdoa setiap saat agar monster yang menyebabkan kerusakan itu tidak keluar.
Sementara itu Monster yang di maksudkan itu yang saat ini sedang di bicarakan para prajurit. Saat ini tengah duduk bersama Lisa.
"Haaacuuuu...!! " Argus tiba-tiba bersin.
"Apakah master sakit..? " Tanya Lisa
"Tidak.. Aku tak tau kenapa tiba-tiba bersin.. " Ucap Argus
__ADS_1
"Mungkin ada yang sedang membicarakan ku.. "
"Ehh..? Apakah ada hubungannya antara bersin dan sedang di bicarakan orang lain..? " Gumam Lisa.
"Master.. Apakah tidak apa-apa dengan selokan besar itu kali ini..? "
"Biarkan.. Biarkan.. " Ucap Argus sambil melambaikan tangannya.
"Apa kau tak memperhatikan bahwa lubang sebelumnya di lantai bawah sudah mulai menutup..? "
"Ehh..? " Lisa kemudian berjalan ke arah selokan yang di buat Argus sebelumnya.
Dan memperhatikan lubang di bawah sudah menutup dan lubang di dinding Luar reruntuhan sudah menutup juga, hanya menyisakan Selokan yang di buat Argus.
Untung saja efek serangan Argus tidak mengarah ke atas, atau jika tidak lantai atas yang belum di jelajahi mungkin akan hancur..
Kemudian Lisa memperhatikan banyak Golem kayu pekerja mulai terlihat merawat tanaman Teh dan kopi itu.
"Master..! Apakah itu..? "
"Ehh..? " Argus memperhatikan apa yang di tunjuk Lisa.
Dan melihat banyak golem kayu pekerja sedang bekerja di bawah.
"Ya itu mungkin apa yang di tunjukkan pada catatan di lantai satu, Golem kayu pekerja.. " Ucap Argus.
Argus sedikit tertarik dengan apa yang sedang di lakukan para Golem.
Namun apa yang membuat Argus tertarik di sana adalah Para golem itu sepertinya merawat tanaman kopi dan membiarkan tanaman Teh itu.
Kenapa Argus bisa berfikir seperti itu karena para Golem itu tidak memetik teh yang sudah siap tetapi malah membuang daun berlebihan itu dan di jadikan pupuk di bawahnya..
Kemudian para Golem akan mengambil biji kopi yang sudah siap umur untuk di petik, dan mengambil serta membawanya ke dalam Ruangan yang sepertinya ada di belakang Tower sihir ini.
"Apakah para Golem menganggap Kopi lebih baik dari Teh..? Dan menganggap Teh sebagai pakan untuk tanaman kopi saja..? " Gumam Argus.
"Dan bahkan ada kecenderungan bahwa Teh itu sepertinya tidak berharga untuk para golem ini..
Apakah ini karena kesalahan atau memang ini perintah yang di berikan Master Golem itu sebelumnya..? "
"Ya sepertinya memang seperti itu.. " Ucap Argus
"Tapi.. Tapi. Bukankah.. " Ucap Lisa terbata-bata
"Lupakan, kita mungkin akan tau jika kita menyelesaikan semua lantai di sini.. " Ucap Argus
"Sepertinya ada misteri aneh di sini.. " Gumam Argus.
Setelah mereka selesai beristirahat, Argus dan Lisa kemudian pergi ke dalam ruang Arsip. Dan mulai mempelajari serta mengumpulkan semua catatan di sana.
Dari catatan itu, Argus mengetahui bahwa konten yang ada dalam catatan itu adalah pembuatan Artefak Pesawat sihir.
Pesawat di sini tidak seperti pesawat terbang pada umumnya di kehidupan Argus sebelumnya, melainkan seperti sebuah kapal pesiar modern di Bumi sebelumnya dengan tambahan Sayap di kanan kiri dan beberapa tambahan lainnya.
Dan bahan pembuatannya adalah Tulang dari Mayat Monster terbang ukuran besar, biasanya dari tulang Wyvern, tulang Naga atau tulang mayat Monster lainnya.
Sedangkan sayapnya juga sama, bahan utamanya adalah tulang sayap. Bisa juga di ganti dengan besi namun besi biasa tidak bisa di gunakan, hanya besi hitam atau diatasnya yang bisa di pakai. namun persyaratan Core untuk prasasti akan meningkat, karena beratnya akan meningkat jadi kekuatan Core yang di gunakan akan meningkat..
Berbeda dengan bahan tulang Monster sebagai rangkanya. Itu takan terlalu berat dan kuat. Namun ini juga yang menjadikan pesawat terbang sihir ini cukup langka dan susah di buat.
Namun dalam catatan itu juga ada alternatif lain dalam bahan dasarnya. Itu menggunakan tulang Monster lain yang besar, namun itu takan bisa bertahan lama jika di bandingkan Wyvern dan Naga.
Sementara itu prasasti dalam pesawat itu membutuhkan dua buah, pertama prasasti itu berperan sebagai fungsi anti gravitasi untuk mengangkat dan menerbangkan pesawat.
Dan yang kedua berfungsi menggerakkan pesawat dengan sihir Angin
Argus agak tertarik dengan pembuatan prasasti anti Gravitasi itu, Argus memikirkan berbagai penggunaan prasasti ini untuk hal lainnya.
Jika alirannya di balik serta sedikit di lakukan perubahan lainnya, ini bisa di jadikan untuk tempat pelatihan. Dengan menambahkan gravitasi lebih besar pada area tertentu atau obyek tertentu, maka ini bisa menambah beban latihan.
Kemudian Argus mencoba mengeluarkan beberapa Core dan mulai bereksperimen membuat prasasti anti gravitasi itu.
Tak butuh waktu lama argus berhasil membuatnya, dan kemudian ia melanjutkan untuk mengubah prasasti itu dari anti gravitasi menjadi penambah gravitasi.
Argus mengeluarkan beberapa sisik Naga kemudian mengubahnya menjadi baju pelindung dada tipis, gelang pelindung tangan, pelindung kaki.
__ADS_1
Lalu memasukkan prasasti itu kedalamnya..
Setelah selesai, argus mencobanya dengan memakai pelindung kaki dan tangan. Kemudian ia memakai pelindung dada itu.
Setelah merasakan bahwa semuanya pas, argus mengalirkan mana untuk mengaktifkan prasasti itu, dan dalam sekejap mata. Tekanan gravitasi itu menambah banyak berat dari masing-masing pelindung yang Argus buat.
Argus mengatur berat masing-masing adalah 50 kg untuk masing-masing dari pelindung kaki dan tangan, lalu mengatur 100kg untuk pelindung dada.
Hasilnya membuat Argus cukup senang, namun ini membuat berat Argus bertambah banyak, terbukti dengan kaki Argus yang terlihat sedikit terbenam ke dalam lantai.
Melihat ini Argus sedikit mengerutkan dahinya, Argus sedikit tidak senang saat ini. Argus kemudian melepaskan semua pelindung itu dan memasukkan nya kedalam penyimpanan.
Kemudian Argus kembali memikirkan cara lainnya agar tidak menimbulkan efek berat yang berlebihan.
Setelah berfikir beberapa saat, Argus akhirnya menemukan jawabannya.
Argus membuat benang sutra Laba-laba dengan kemampuannya, kemudian mengubahnya menjadi sarung tangan.
Setelah itu Argus mengeluarkan Core yang berukuran kecil dan kembali mengukir rune diatasnya.. Setelah beberapa saat akhirnya selesai dan Argus memadukan keduanya dan membuat sarung tangan dengan prasasti di dalamnya.
Saat Argus memakai sarung tangan itu, Argus kembali menyalurkan mana kedalamnya untuk mengaktifkan efeknya.
Setelah itu efek sarung tangan itu mulai terasa.
Argus merasakan tekanan yang lebih berat saat ini.
Apa yang Argus buat adalah sarung tangan penambah gravitasi, ini akan menambah tekanan gravitasi untuk pemakainya tanpa menambah berat badannya.
Jadi berat badan pengguna takan terpengaruh tetapi tekanannya akan tetap meningkat.
Argus membuat 2x gravitasi saat ini dan kemudian ia mulai berlatih di luar membiasakan diri dengan itu. Setelah terasa sudah terbiasa, Argus kembali menambah tekanan gravitasi itu.
Setelah beberapa jam bereksperimen, Tak terasa saat ini tekanan gravitasi yang Argus pakai sudah mencapai 11X gravitasi normal.
Setelah itu Argus kembali ke dalam ruangan Arsip untuk beristirahat.
Di dalam sana Lisa sudah menunggu Argus kembali.
"Apa yang Master buat..? " Tanya Lisa sambil mengamati sarung tangan di tangan Argus
"Ini adalah sarung tangan penambah Gravitasi.. " Ucap Argus
"Untuk apa itu..? " Tanya Lisa lagi.
"Benda ini adalah termasuk Artefak, ini akan menambah gravitasi yang akan di rasakan penggunanya..
Ini sangat cocok untuk latihan dimana pun dan kapanpun.." Ucap Argus.
"Aku juga sebelumnya telah membuat gelang pelindung tangan, pelindung kaki dan dada yang aku masukan prasasti.
Efeknya menambah berat masing-masing pelindung itu.. "
"Namun itu tak terlalu efektif, itu lebih cocok di pakai pada saat pelatih saja.. Jadi aku membuat yang satu ini.. " Ucap Argus
"Apa kamu juga menginginkannya..? "
"Apakah tak masalah..? " Tanya Lisa
"Aku tak ingin berat badanku bertambah.. "
"Ini tak masalah, kamu bisa memakai yang seperti ini.. " Kata Argus sambil menunjukkan sarung tangannya.
"Ini hanya membuat pengguna merasakan tekanan Gravitasi lebih banyak saja, dan tidak menimbulkan dampak ke luar. Jadi takan ada peningkatan berat badan sama sekali.. "
"Kali begitu aku juga menginginkannya.. " Ucap Lisa
Setelah itu Argus juga memberikan satu set untuk Lisa. Dan kemudian Lisa mencobanya dengan tekanan 2x gravitasi..
Awalnya Lisa kesulitan bergerak bebas, kemudian setelah merasa terbiasa ia juga mulai meningkatkan tekanan gravitasinya. Dan berhenti pada 3 X gravitasi, ia tak sanggup menambah lagi dan dengan 4X gravitasi ini sudah membuat Lisa mencapai batasnya. Jadi Lisa memilih memakai 3x gravitasi agar bisa membiasakan diri dulu dengan itu.
Setelah percobaan itu selesai, Argus dan Lisa memutuskan untuk istirahat tidur di dalam Ruangan Arsip itu.
.
.
__ADS_1
. Bersambung