Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
73


__ADS_3

"Apakah aku ketinggalan sesuatu yang penting..? " Tanya Roland ketika ia masuk kembali bersama Hawa dan Lisa.


"Tidak juga. .. " Ucap Sebastian.


"Kalo begitu, karena semuanya sudah selesai. Maka kami akan permisi dulu.. " Ucap Argus.


"Baiklah silahkan.. " Ucap Raja Rodrike.


Kemudian Argus membawa Hawa, Lisa dan Alfred pergi dari sana.


"Kalo begitu, aku akan kembali ke kamarku dan bersiap untuk besok. Aku permisi.. " Ucap Olivia.


"Persiapan untuk besok..?? Memang besok ada apa..? " Tanya Roland.


"Tak ada apa-apa.. Itu hanya untuk Oliv saja.. " Ucap Raja Rodrike.


"Maksudnya..?? Tunggu bisa cerita yang lebih jelas..? " Tanya Roland yang tambah bingung.


"Jadi seperti ini.. ... " Kemudian sang Ratu menceritakan semua yang terjadi sebelumnya..


.


.


. __________\=Skip\=_________


"Walaupun anda mengatakan hal itu. Aku masih belum bisa menikah dengan Olivia, bagaimana pun kami belum saling mengenal.. " Ucap Argus


"Tak masalah, kalian bisa bertunangan saja mulai sekarang.. Bagaimana..? " Ucap Raja Rodrike.


"Itu.. " Argus ragu-ragu untuk menjawab permintaan itu saat ini. Ia diam sejenak dan yang lainnya pun tak ada yang mengganggu Argus berfikir atau mendesaknya.


Mereka memberikan waktu untuk memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil karena ini adalah menyangkut hidupnya sendiri.


Setelah beberapa saat kemudian, Akhirnya Argus berhenti berfikir.


"Ok.. Kalo begitu aku punya syarat untuk Oliv.. Dan ini hanya bisa di lakukan oleh Olivia seorang.. " Ucap Argus.


"Dalam beberapa hari ke depan setelah ini aku mungkin akan menghabiskan waktu ku di dalam perpustakaan..


Jadi.. Aku harap selama waktu itu, Olivia bisa mendekati Hawa dan memastikan posisinya kepada Hawa.. "


"Dan apapun jawaban Hawa nantinya yang akan menentukan apakah aku akan menerimanya atau tidak.. Karena Jika Hawa sampai tak mau dekat dengan Olivia, maka aku bahkan tak akan mempertimbangkan untuk membawanya bersama kami.."ucap Argus


"Jadi.. Bagaimana..? Apakah Olivia setuju..? "


"Aku akan melakukannya.. " Ucap Olivia.


"Emmm dan ingat, ini hanya di lakukan olehmu seorang. Aku tak ingin ada satupun yang membantumu apa lagi mengikuti mu.. " Kata Argus kembali menjelaskan.


"Aku akan memastikan Alfred menjalankan Programnya dengan benar, jadi tak perlu khawatir tentang keamanan... "


"Bolehkah aku bertanya sesuatu..? " Tanya Sebastian.


"Silahkan.. "Kata Argus


" Seberapa kuat Golem milikmu ini..? " Tanya Sebastian.


"Jika hanya untuk seseorang dengan Level Anda, aku bisa menjamin ia bisa melawannya dengan mudah.. " Ucap Argus.


"Apakah benar-benar sekuat itu..? "Tanya Raja Rodrike


" Anda bisa mengujinya, namun cedera apapun takan aku tanggung..


Karena Program yang aku masukan ke dalam Alfred adalah Program pengamanan dan Program pembunuhan..


Tak ada program latihan, jadi aku tak menjamin keselamatan lawannya.. " Ucap Argus.


"Tunggu.. Apakah maksudnya kamu yang membuatnya..? " Tanya Ratu Silvia.


"Secara Teknis bukan.. Namun aku yang memprogram dan mengupgrade nya.. " Ucap Argus


"Mungkin kalian sudah membaca laporan Reruntuhan Daka. Dan dari sanalah aku mendapatkan Alfred.. "


"Aku ingat sekarang, sepertinya memang reruntuhan itu di temukan tak lama ini dan itu berisi Tower sihir yang memiliki informasi tekhnologi.. " Ucap Raja Rodrike.


"Apakah maksudnya cara pembuatan Golem yang mirip dengan Alfred juga ada di sana..? "


"Tidak.. Alfred adalah satu-satunya, karena aku sudah mengubah banyak hal darinya setelah keluar dari reruntuhan itu.. " Ucap Argus.


"Sedangkan informasi lainnya yang tersedia hanya Golem pekerjaan dan beberapa hal lainnya yang tersedia di sana.. "


"Ya itu juga cukup bagus.. " Ucap Ratu sambil menepuk pundak Raja yang sedikit kecewa saat mendengar perkataan Argus.


"Tunggu.. Apakah maksudnya kamu telah mempelajari semua informasi yang ada di dalam reruntuhan itu..? "Tanya Olivia.


" Ya itu benar.. " Ucap Argus.


Karena dalam laporan pun pasti sudah di ketahui akan hal ini, jadi Argus tak perlu menutupinya lagi.

__ADS_1


"Benarkah..? Kalo begitu bisakah kau menyalin kan catatan informasinya..? Walaupun kami sudah mengirim banyak peneliti ke sana, kami masih memerlukan banyak waktu untuk mendapatkan hasilnya.. " Ucap Raja Rodrike.


"Dan lagi, kami masih perlu waktu untuk mengartikan semua catatan di sana, jadi bisakah kamu menyalin kan catatan di sana saja..? "


"Tenang saja, aku akan menganggap ini sebagai Quest dan memberikan Hadiah yang sesuai, atau kau bisa mengatakan keinginan mu.."


"Itu bukan masalah, namun sebagai hasilnya.. Bisakah kalian membantu daerah Daka..?? " Tanya Argus.


"Memang ada apa..? " Tanya Sebastian.


"Sebenarnya sebelum kami menyelesaikan Reruntuhan itu, Daerah Daka saat itu sedang di landa masalah..


Sumber penghasilan mereka hilang karena monster dan daerah Daka juga terisolasi karenanya. walaupun sekarang sudah selesai, namun krisis ekonomi masih melanda.. " Ucap Argus


"Dan apa yang ada di reruntuhan bisa membantu perekonomian mereka, namun jika saya menuliskan salinan Catatan itu. Maka artinya Daerah Daka mungkin akan lambat dalam menangani masalah mereka.. "


"Apakah kau dan Baron Daka bermaksud memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki perekonomian Daerah Daka..? " Tanya Raja Rodrike.


"Benar, dan jika aku menyalin nya. Maka semuanya akan percuma saja.. " Ucap Argus.


"Baiklah, itu tak masalah..


Kami akan membantu perekonomian daerah Daka setelah ini. " Ucap Raja Rodrike.


"Terimakasih.. " Ucap Argus.


"Tak perlu berterimakasih kepada ku, karena sebenarnya ini adalah tanggung jawab ku sebagai Raja. Dan akulah di sini yang harus berterimakasih karena telah membantu Daerah Daka.. " Ucap Raja Rodrike.


"Baiklah, kalo begitu aku akan menyempatkan untuk menyalin nya nanti di perpustakaan.." Ucap Argus.


Setelah itu ketukan pintu terdengar dan Pangeran Roland, Hawa dan Lisa kembali ke ruangan itu..


"Apakah aku ketinggalan sesuatu yang penting..? " Tanya Roland ketika ia masuk kembali bersama Hawa dan Lisa.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Kembali ke masa sekarang..


"Jadi seperti itu.. Lantas apakah Artinya Argus akan menjadi saudaraku juga..? " Tanya Roland.


"Itu tergantung pada Oliv nantinya.. " Ucap Ratu sambil tersenyum.


"Kalo begitu aku akan membantu nya.. Jadi jika Argus menjadi saudara ku, aku bisa mengajaknya untuk berlatih bersama nanti.. " Ucap Roland.


"Ehh..? Apakah seperti itu..? " Kata Roland.


"Kalo begitu, aku hanya perlu memberitahu apa yang hawa suka saja bukan kepada Oliv.. Jadi dia bisa lebih mudah mendekati Hawa, toh tak di katakan bahwa membantu sekarang tidak di perbolehkan bukan..?? "


"Kalo begitu aku akan pergi ke kamar Oliv dulu, Samapai jumpa.. " Ucap Roland, setelah itu ia lari dari ruangan itu.


"Saudara ku.. Apakah benar-benar tak masalah membiarkan Oliv pergi keluar seperti itu..? " Tanya Sebastian.


"Maksud ku, walaupun aku juga Tau Argus sangat kuat.. Tapi Oliv.. "


"Aku tau maksud mu.. " Ucap Rodrike.


"Aku tau kau sangat menyayangi Oliv bahkan lebih dari Roland.. Tapi bagaimana pun juga, ini adalah kesempatan ia bisa meninggalkan Istana dan bisa hidup Normal seperti gadis lainnya.. "


"Sejujurnya jika memang bisa, aku ingin Oliv bisa terlahir di keluarga Biasa.. Agar ia bisa tumbuh menjadi gadis yang lebih periang dan bebas menentukan jalan hidupnya sendiri.. " Ucap Raja Rodrike.


"Dan Argus menurutku adalah kandidat yang paling cocok untuk nya.. Selain kuat, ia juga sangat perduli kepada keluarga nya.. "


"Aku bisa melihat kesungguhannya dalam setiap kata-kata yang ia ucapkan terutama jika menyangkut semua orang di sekelilingnya.. "


"Karena hal inilah aku memilih membiarkan Oliv memilih pilihannya, dan seperti yang kalian lihat juga. Oliv memang menyimpan perasaan kepada Argus, ini adalah pertama kalinya ia mau dekat dengan laki-laki lain selain aku, kamu dan Roland..


Selain itu Argus juga memiliki Hobi yang sama dengan Oliv, jadi kupikir mereka bisa cocok.. "


"Ya semoga saja seperti yang kau katakan.. " Ucap Sebastian.


"Emm.. Dan untuk sekarang lebih baik kau atur semua prajurit untuk memperketat penjagaan di seluruh ibukota. Terutama keamanan di Zona Hijau.. " Ucap Raja Rodrike


"Itu benar, mulai besok Oliv akan menghabiskan waktunya di sana.. Aku perlu memastikan keamanannya.. " Ucap Sebastian.


"Kalo begitu aku permisi duluan.. "


"Emm silahkan.. " Ucap Raja Rodrike.


"Sayang.. Apa kau tak ingin membantu Oliv menyiapkan semuanya..? "


"Tidak perlu.. Oliv sudah dewasa sekarang..


Karena ia sudah membuat keputusan sendiri sekarang, maka aku rasa akan lebih baik bagi kita hanya mengawasinya serta mendukungnya saja mulai sekarang dan tak perlu ikut campur urusannya lagi.. "Ucap Ratu Silvia.


" Kau benar.. "Ucap Raja Rodrike

__ADS_1


" Aku harap keputusan ku tak salah.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu, Argus dan yang lainnya saat ini sudah pergi dari istana dan kembali ke penginapan di mana mereka menginap.


Di penginapan, Argus menjelaskan semuanya kepada lisa. Dan mengatakan mulai besok mungkin putri Olivia akan datang dan bermain bersama Hawa dalam beberapa hari ke depan.


Sedangkan Argus akan pergi ke perpustakaan kerajaan. Argus kali ini meminta Lisa tetap bersama Hawa namun ia juga harus memperlakukan Oliv seperti biasa.


Tidak memperlakukannya seperti seorang putri, karena ada kemungkinan Oliv akan ikut berpetualang bersama mereka.


Lisa mengerti apa yang di maksudkan oleh Argus, walaupun ia sedikit cemburu namun ia tak bisa tidak mematuhi perintah Argus. Lagipula ia masih sadar dengan posisinya, walaupun Argus memperlakukannya tak seperti bawahan.


Setelah itu karena mereka belum sempat makan, maka Argus mengajak semuanya pergi mencari makanan di luar. Karena sejujurnya Argus tak terlalu menyukai makanan yang di sediakan di penginapan.


Jadi Argus membawa mereka keluar lagi sekalian ia ingin mengajak Hawa untuk jalan-jalan..


.


.


. __________\=Skip\=_________


.


Keesokan harinya, Saat Argus dan lainnya hendak mencari sarapan. Oliv ternyata sudah sampai di depan penginapan juga.


"Pagi... " Ucap Olivia.


"Pagi.. " Ucap Argus.


"Apakah anda benar-benar Tuan Putri..? " Tanya Lisa.


Pasalnya saat ini Olivia benar-benar berbeda, ia tidak memakai pakaian mewah apapun saat ini. Ia hanya memakai pakaian sederhana dan tak ada hiasan atau perhiasan apapun din tubuhnya.


Serta ia juga tak memakai make-up apapun di wajahnya, ia saat ini tampil natural. Walaupun sebelumnya ia juga sudah terlihat cantik, Namun justru kali ini ia terlihat lebih Cantik dan lebih terlihat segar.


Pakaian sederhana yang ia kenakan juga sangat cocok dengan penampilan serta usianya yang sebenarnya. Ia saat ini terlihat seperti seorang gadis yang benar-benar berbeda.


"Apakah aku terlihat aneh dan jelek..? " Tanya Olivia.


"Tidak.. Tidak.. Justru tuan putri terlihat sangat cantik seperti ini.. Benar bukan master.." Ucap Lisa.


"Ya.. Kau terlihat Cantik sekarang.. " Ucap Argus.


"Benarkah..? Terimakasih.. " Ucap Olivia sambil wajahnya memerah.


"Kaki Putri sangat Cantik..!! Apakah Hawa juga bisa secantik kakak..? " Tanya Hawa.


"Tentu.. Hawa juga sangat Cantik.. Saat dewasa pasti jauh lebih cantik lagi.. " Ucap Olivia.


"Benarkah.. ?? " Ucap Hawa.


"Tentu.. Hawa kecil Ayah sangat cantik.. " Ucap Argus.


"Heheee.. Terimakasih.. " Ucap Hawa.


"Kalo begitu, apakah Anda sudah sarapan..? " Tanya Argus.


"Aku belum.. " Ucap Olivia.


"Kalo begitu, mari ikuti bersama kami.. " Ucap Argus


"Apakah kaka putri akan ikut bersama kami ayah..? " Tanya Hawa..


"Ia.. " Kata Argus.


"Horee.. Ayo kaka putri.. " Ucap Hawa saat ia melompat menaiki kereta kuda mereka.


"Silahkan tuan putri.. " Ucap Lisa.


"Kau tak perlu memanggilku Putri lagi, mulai sekarang kau juga bisa memanggilku Oliv, karena kita mungkin mulai sekarang akan lebih sering bersama dan juga sepertinya aku lebih muda darimu... " Ucap Olivia


"Ehhh.. " Lisa melihat ke arah Argus yang ternyata ia mengangguk.


"Baiklah Oliv.. " Ucap Lisa.


Argus tak ikut duduk di dalam, ia memilih duduk di depan bersama Alfred. Bagaimanapun Argus masih belum terbiasa untuk dekat dengan wanita.


Kemudian kereta mereka mulai melakukan meninggalkan penginapan untuk mencari restoran yang buka. .


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2