Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
139


__ADS_3

Argus tidak terburu-buru dan tetap memilih menunggu di desa itu, satu hari berlalu tanpa ada masalah, dua hari berlalu dan akhirnya pada hari ke tiga terjadi sesuatu..


Kapal akhirnya kembali ke desa setelah sekian lama, dan banyak penduduk yang berkumpul untuk melihat kedatangan kapal..


Namun apa yang terjadi kemudian membuat mereka sangat terkejut, pasalnya apa yang turun adalah orang-orang yang memakai pakaian prajurit kerajaan..


Namun hal yang membuat semuanya semakin aneh adalah para prajurit itu tiba-tiba secara bersamaan meminum semacam ramuan berwarna merah dan kemudian mereka mulai terlihat membengkak dan berubah menjadi semacam monster aneh..


Sosok mereka menjadi sangat besar dan berotot, mereka juga menjadi merah karena berlumuran darah.. Itu mirip karakter pahlawan di TV bumi, Red H*ULK..


Para monster itu lantas langsung mengamuk, menghancurkan dan membunuh siapapun di sekeliling mereka..


Penantian kapal yang mereka kira membawa barang dari kota ternyata berubah menjadi bencana..


"Roland, Dominik mari bereskan mereka, lalu Kalian coba selamatkan sebanyak mungkin warga.. "Ucap Argus.


Kemudian mereka mulai melawan para monster itu . Setelah mereka berubah menjadi monster, mereka menjadi jauh lebih kuat secara fisik namun sepertinya perubahan itu membuat mereka mengamuk tanpa terkendali..


Mereka hanya menghancurkan apapun seperti binatang buas yang mengamuk, hanya mengandalkan fisik tanpa sihir..


Namun sepertinya hal ini membuat mereka tidak bisa merasakan sakit, jadi luka seperti apapun takan menghentikan mereka kecuali membunuh mereka..


Dan cara tercepat adalah memenggal kepala mereka, karena jika hanya menusuk tubuh mereka itu takan menghentikan mereka..


Hanya dengan memenggal kepala merekalah baru bisa menghentikan mereka dengan cepat...


"Apa ini salah satu kemampuan pasukan kerajaan Raika..? " Tanya Argus. Setelah membunuh beberapa dari mereka.


"Bukan.. Tak ada hal seperti ini di Raika.." Jawab Dominik.


"Selain itu perubahan mereka sepertinya di rangsangan oleh sesuatu, Ini bukan hal yang di kembangkan kerajaan.. Aku bahkan yakin mereka bukan prajurit kerajaan.."


"Jadi ini adalah apa yang mereka persiapkan juga..? " Ucap Argus.


"Mereka..? Apakah maksudnya organisasi itu..? " Tanya Roland.


"Ya.. Walaupun karena perubahan ini kita tak bisa melihat tato mereka, namun aku yakin ini yang sudah kita tunggu.. " Ucap Argus.


"Seperti yang sebelumnya aku katakan, masih ada yang tau kedatangan ku selain Beast.. "


"Namun untuk berfikir mereka bahkan bisa mendapatkan peralatan prajurit Raika, itu artinya mereka memiliki orang di kalangan kerjaan.. " Ucap Argus.


"Paman..?? Tidak, itu tidak mungkin.. " Gumam Dominik.


"Ini yang terakhir.. " Ucap Roland saat membunuh yang terakhir.


"Jadi..? Apa rencana selanjutnya..? "


"Tunggu sampai besok, jika tak ada yang lainnya lagi kita akan berangkat.. " Ucap Argus.


"Ya tak masalah.. Lagipula kapal juga baru saja sampai.. " Ucap Roland.


Setelah itu mereka kembali ke penginapan, dan di sana pemilik penginapan memberikan makanan secara gratis karena telah membantu menyelesaikan masalah di pelabuhan sebelumnya hingga tidak mengakibatkan kerusakan pada penginapan yang tak jauh dari sana..


Di malam harinya Argus membuat sesuatu memanfaatkan beberapa barang yang ia temui di sekitar sana..


Bagas mencampur beberapa bahan yang aneh di mata Roland dan yang lainnya.


"Hai Argus.. Apa yang sebenarnya kau buat..?? Kau bahkan menggunakan kotoran binatang.. " Ucap Roland saat melihat bahan-bahan milik Argus di sana. Di sana ada kotoran binatang, arang belerang dan bahan lainnya..


"Sesuatu yang menarik.. " Ucap Argus.


Setelah menyelesaikan beberapa campuran dan beberapa perubahan Argus akhirnya tersenyum, lalu ia memisahkan sedikit bahan dan meletakkan sedikit jauh dari sana.


Lalu Argus mulai membuat api kecil dengan sihir miliknya, lalu saat ia membakar bahan buatannya itu ternyata langsung menyala dan meledak..


"Wao..! Apa itu..? " Tanya Roland yang terkejut.


"Bubuk mesiu.. "Jawab Argus.


" Bubuk mesiu..? Untuk apa.? " Tanya Roland.


"Kau akan tau nantinya. " Ucap Argus. Setelah itu Argus mulai membuat hal lainnya, itu adalah tempat untuk memasukan bubuk mesiu ke dalam selongsong kecil-kecil.


Setelah itu ia membuat beberapa alat lainnya lagi, itu mirip dengan alat atau senjata milik Olivia dan Lisa.

__ADS_1


"Apa kau membuat senapan lainnya untuk ku..? " Tanya Roland.


"Enak saja kau bicara, ini hanyalah prototipe senapan lainnya..


Aku ingin membuat sesuatu yang bahkan orang biasa bisa gunakan.. " Ucap Argus.


"Tunggu, apakah maksudnya senjata ini tidak menggunakan sihir..? " Tanya Roland.


"Ya.. Aku hanya ingin membuat sesuatu yang bisa kita gunakan jika kehabisan mana atau tak bisa mengakses mana.. " Ucap Argus. Ia berfikir karena selama ini memanfaatkan kekuatan sihir yang besar miliknya, ia bertanya-tanya apa bila sihir tak bisa di gunakan lalu apa yang harus di lakukan..?


"Benar, apakah kau mengetahui sesuatu yang bisa memblokir mana..? " Tanya Argus.


"Memblokir mana..?? Aku tak tau hal semacam itu, kenapa kau bertanya hal itu..? " Tanya Roland.


"Aku hanya terfikir saja.. " Ucap Argus.


"Baiklah ini selesai, waktunya menguji hal ini.. "


"Biarkan aku mengujinya.. " Ucap Roland.


"Tidak.. Ini belum teruji, bisa saja meledak nantinya.. " Ucap Argus.


"Aku akan pergi sendiri.. "


"Tunggu..!! " Ucap Roland.


"Sial, dia main pergi saja.. "


Argus tak menunggu jawaban Roland dan langsung menghilang dari sana, lalu ia muncul kembali di hutan yang sebelumnya ia lewati..


"Sepertinya ini cocok.. " Ucap Argus saat ia melihat monster jenis Beruang tak jauh darinya..


Argus menggunakan Bind untuk mengikat beruang itu agar tidak kabur, dan membuat beruang itu tertidur..


Setelah itu ia menggunakan sihir element listrik untuk membunuhnya, jadi Argus tak perlu menyiksa beruang itu nantinya.


"Mari coba benda ini.. Pertama gunakan yang ini.. " Ucap Argus. Lalu ia menggunakan selongsong peluru yang terbuat dari bahan besi biasa dan...


"Bam..!!! "


Lalu Argus menggantikan dengan besi hitam, hasilnya itu mampu menembus kulit beruang itu.. Argus kembali mencoba menggunakan Logam Adamantium kali ini dan hasilnya peluru itu berhasil menembus tubuh beruang itu..


"Sepertinya logam terbaik masih ada pada adamantium.. Ya kalau begitu aku hanya perlu membuat lebih banyak Peluru adamantium.. " Ucap Argus.


Setelah itu Argus menghabiskan malamnya untuk membuat lebih banyak peluru Adamantium, dan membuat beberapa senapan lainnya..


Pada pagi harinya Argus dan yang lainnya kembali ke pelabuhan namun seperti kapal masih belum bisa berlayar, karena itu Argus akhirnya memilih menggunakan kapal miliknya untuk menuju sebrang..


"Ini untuk kalian, simpan dan jangan pernah gunakan jika memang tidak perlu.. " Ucap Argus membagikan senapan yang ia buat..


"Masing-masing akan mengambil seratus peluru.. "


"Waaooo..! Akhirnya kau membuatkan ku hal ini juga.. " Ucap Roland.


"Lisa, Oliv.. Kalian ambil juga.. " Ucap Argus


"Bukankah kami sudah memilikinya master.. " Ucap Lisa.


"Tidak.. Yang satu ini berbeda.. " Ucap Argus.


"Ini tidak menggunakan sihir untuk memakainya namun kerusakan yang di timbulkan tidak jauh berbeda dengan senjata sihir.. "


"Apakah benda ini benar-benar tidak menggunakan sihir..? Bagaimana cara penggunaannya..? " Tanya Dominik.


"Kalian hanya perlu melakukan ini.. " Ucap Argus lalu ia mulai memperagakan cara penggunaan senjata itu.


Dan kemudian menembakkan ke arah lautan, dan hasilnya membuat mereka kagum..


"Walaupun kuat namun pengisian masih memerlukan pengisian manual, karena aku membuat benda ini benar-benar tidak menggunakan sihir.. " Ucap Argus.


"Hai Argus, apakah benda ini bisa di produksi masal..?? " Tanya Roland.


"Kau selalu saja ingin membuat segala hal secara masal, apa kau ingin membuat pabrik..?? " Tanya Argus.


"Itu bisa saja, namun tergantung penelitian kalian apakah bisa membongkar nya..

__ADS_1


Namun aku tidak akan membuatkan yang lain lagi.. "


"Selain itu aku sudah mengujinya, peluru dengan bahan biasa hanya bisa memberikan bekas kecil pada monster dan membutuhkan bahan setidaknya besi hitam untuk menimbulkan kerusakan.. " Ucap Argus.


"Sedangkan peluru yang aku berikan itu semuanya terbuat dari adamantium.. "


"Apa..? Jadi semua ini adamantium..?? " Tanya Dominik.


"Ya.. Apakah ada masalah..? " Tanya Argus.


"Tidak, hanya saja sebenarnya seberapa kaya kau ini.. " Ucap Dominik.


"Entahlah.. " Jawab Argus santai.


"Jadi apakah artinya bahan lainnya tidak efektif..? " Tanya Dominik.


"Tidak juga.. Jika untuk membunuh orang yang tidak menggunakan penguatan tubuh maka baja biasa baik-baik saja.. " Ucap Argus.


"Karena jika itu besi biasa memerlukan teknik penempaan khusus agar tidak hancur.. Dan logam baja adalah pilihan terbaik jika ingin membuat peluru dengan modal kecil.. "


"Sedangkan untuk monster Besi hitam aku rasa juga bagus, namun membuat beberapa peluru untuk benar-benar melukainya secara serius.. " Ucap Argus.


"Jika itu monster yang memiliki sisik yang tebal maka itu mungkin juga kurang efektif. . "


"Kau ini selalu saja mengejutkan ku dengan semua benda ciptaan mu, aku mungkin takan terkejut jika kau bisa membuat senjata tanpa sihir yang bisa memusnahkan dunia ini nantinya.. " Ucap Roland.


"Ya.. Sebenarnya jika seluruh dunia ini maka itu sulit, namun jika hanya untuk menghancurkan satu kota atau wilayah kerajaan yang tak terlalu luas itu takan sulit.. " Ucap Argus.


"Sial.. Apa kau benar-benar bisa memikirkan senjata pemusnahan masal..? " Tanya Roland


"Ya.. Bom atom atau nuklir bisa melakukannya.. "Ucap Argus.


"Itu memiliki dampak kerusakan pada semua makhluk hidup atau lingkungan.. Namun jika itu di ledakan maka efeknya tidak akan bisa di kontrol siapapun.."


"Sial.. Lebih baik kau tidak membuat hal semacam itu.. " Ucap Dominik.


"Ya.. Itu benar, kau tidak boleh membuat hal semacam itu... " Ucap Roland.


"Tenang saja, aku takan membuat hal semacam itu.. Lagi pula radiasi yang di timbulkan benar-benar bukan sesuatu yang bisa di hilangkan.. " Ucap Argus.


"Tempat yang terkena ledakan bom atom tidak akan bisa di tinggali makhluk hidup bahkan sampai seratus tahun kemudian.. "


"Sial, itu jauh lebih mengerikan efeknya.. "Ucap Roland.


" Aku benar-benar penasaran bagaimana kau bisa memikirkan hal mengerikan itu.. "


"Hai.. Kalian bisakah berhenti berdebat sebentar.. " Ucap Ana.


"Apakah kalian tidak memperhatikan pulau kecil di sana sepertinya semakin mendekati kita..? "


"Ha..?? " Mereka mulai memperhatikan jika memang benar ada pulau yang sepertinya bergerak mendekati mereka..


"Biar ku lihat.. " Ucap Argus.


Lalu ia menggunakan kemampuan mata langit untuk melihat semua yang ada di sana, dan hasilnya ternyata itu bukan pulau..


Itu adalah monster berbentuk kepiting yang sangat besar namun memiliki punggung yang menyerupai pulau dengan pepohonan di atasnya.


"Apa ada hal semacam itu juga di sini..? " Tanya Roland.


"Ini juga pertama kalinya aku melihat monster jenis itu di sekitar sini.. Seharusnya tak ada monster ukuran besar di sini kalau tidak maka tidak mungkin jalur ini di pilih.. " Ucap Dominik.


"Apakah mungkin ini juga buatan organisasi itu master..? " Tanya Lisa.


"Ada kemungkinan seperti itu juga.. "Jawab Argus.


" Sial.. Sebenarnya seberapa banyak trik mereka..? "Ucap Roland.


" Lupakan.. Untuk sekarang mari selesaikan kepiting itu dulu jangan sampai merusak kapal ini.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2