Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
81


__ADS_3

"Wayland.. Dewa penempaan Wayland.. " Ucap Argus mendahului Olivia yang belum sempat mengatakan nama orang itu.


"Benar.. Darimana anda tau..?? " Tanya Olivia.


"Karena Wayland adalah orang yang membuat Tower sihir di reruntuhan Daka.. " Ucap Argus


"Jadi apakah sosok Wayland adalah salah satu orang yang menjadi Dewa kecil di masa lalu..?? " Tanya Roland


"Ya kemungkinan seperti itu.. " Ucap Raja Rodrike


"Jika benar Wayland yang di maksud adalah sama, maka apakah pemilik gelar lainnya adalah mereka yang juga membangun tower sihir..?? "


"Jika benar, maka ada kemungkinan seperti itu.. " Ucap Sebastian.


"Jadi berapa gelar yang mungkin bisa atau telah di milik setiap orangnya...? "Tanya Argus.


" Sejauh yang di ketahui hanya satu yang di miliki setiap orangnya.. Belum pernah ada yang memiliki lebih dari satu gelar.. "Ucap Olivia.


" Apakah anda memiliki lebih dari satu gelar..?? " Tanya Ratu Silvia.


"Bukan seperti itu, aku hanya penasaran.. Karena tiap gelar yang di sebutkan sebelumnya itu sepertinya menunjukkan karakteristik tertentu dari pekerjaan mereka bukan.. " Ucap Argus


"Namun gelar ku sepertinya tak seperti itu.. karena Nama gelar yang aku miliki adalah Liberator / Pembebas.. "


"Liberator / Pembebas..?? Apa itu..?? " Tanya Raja Rodrike.


"Itu.. " Argus bingung untuk menjelaskan hal ini, karena ia tak ingin memberitahukan arti sesungguhnya dari Liberator itu.


"Aku juga tak tau, intinya aku mendapatkan kemampuan untuk menghancurkan Dungeon berkat Gelar ini.. "


"Apakah seperti itu.. Ini aneh, karena sepertinya itu tak mencerminkan apapun darimu bukan..?? Ini tak seperti gelar orang lainnya.. " Ucap Ratu Silvia.


"Lupakan soal itu, walaupun kita membahasnya itu takan mendapatkan hasil apapun.. " Ucap Raja Rodrike.


"Jadi.. Apa yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan masalah Dungeon ini..?? Kau bisa mengatakannya dan kami akan menyiapkan semuanya.. "


"Seperti yang aku katakan sebelumnya.. Aku hanya perlu menyelesaikan Dungeon itu saja, dan sisanya aku hanya perlu menyentuh Core Dungeon tersebut untuk menghancurkannya.. " Ucap Argus.


"Apakah kau tak membutuhkan perlengkapan, prajurit atau mungkin petualang lainnya untuk menemani mu..?? Atau mungkin hal lainnya..?? "Tanya Sebastian.


" Tidak.. Mereka hanya akan menghambat ku saja...


Karena kebanyakan di dalam Dungeon adalah Undead, maka semakin banyak orang hanya akan membuat semuanya semakin sulit.. "Ucap Argus.


" Dan lagi sepertinya Bos terakhir di Dungeon ini adalah sebuah seekor Vampiric dragon.. "


"Apakah maksudmu Naga Vampir adalah Naga yang berubah menjadi Vampir yang bisa mengubah makhluk hidup lainnya menjadi Undead..?? " Tanya Roland.


"Yah itu benar..


Karena itulah aku tak ingin membawa orang lainnya, karena jika tak hati-hati maka ada kemungkinan mereka malah akn berubah menjadi Vampir atau Undead lainnya.. " Kata Argus.


"Aku mengerti.. " Ucap Raja Rodrike.


"Oh benar, karena masalah sebelumnya aku sampai lupa.. " Kemudian Argus mengeluarkan beberapa gulungan dan meletakkannya di atas meja.


"Ini adalah salinan dari Catatan yang ada di dalam Tower sihir itu yang sudah aku terjemahkan. Dan satunya lagi adalah prosedur yang akan mempermudah dalam pembuatan teknologinya, aku membuat hal ini agar mempermudah kalian.. " Ucap Argus.


"Benarkah..?? " Lalu mereka mulai membuka gulungan itu dan mulai membacanya.


Setelah beberapa saat membaca sekilas isi gulungan itu, raja kemudian meletakkannya kembali.


"Aku ucapkan terimakasih untuk hal ini.. " Ucap Raja Rodrike


"Karena saat ini keadaan masih kacau, aku harap kau bisa menginap di istana malam ini bersama keluarga mu.. "


"Itu.. " Argus sebenarnya tak ingin tinggal di lingkungan istana.


Namun melihat Hawa yang saat ini sudah tertidur dan hari sudah sore, akhirnya Argus setuju.


Lalu Raja meminta pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Argus dan yang lainnya..


"Oliv, antar kan Argus dan yang lainnya ke kamar yang sudah di sediakan.. "Ucap Ratu Silvia.


" Emm baik bu.. "Ucap Olivia.

__ADS_1


"Mari aku akan mengantarkan kalian.. "


Kemudian Olivia mengantarkan Argus dan yang lainnya ke kamar mereka, di sini karena Hawa sudah tertidur di pelukan Argus. Jadi Argus tidur bersama Hawa.


Sedangkan Lisa dan Alfred di sudah di siapkan kamar sendiri-sendiri.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu setelah membaringkan Hawa di kasur, Argus tak langsung tidur.


Ia kemudian mengeluarkan dua cakar dari Typhon.. Kemudian Argus mengubah bentuknya menjadi dua senjata kecil.


Bentuknya seperti pisau pendek melengkung, dengan panjang sekitar satu jengkal tangan. Dan pada bagian gagangnya atau pegangannya terdapat lubang untuk meletakkan jati telunjuk di dalamnya.


Dan pegangan itu di buat membentuk lekukan jari agar mempermudah untuk memegangnya. Sedangkan Bilahnya sendiri berbentuk melengkung seperti kuku harimau.


Senjata Itu adalah senjata yang terinspirasi dari senjata tradisional dari Indonesia Karambit atau Kurambiak.


Itu adalah senjata tradisional yang sudah mendunia dan sering di pakai oleh beberapa tentara.


Argus membuatnya karena merasa bentuknya praktis untuk di pakai di medan sempit. Awalnya ia ingin membuat pedang, namun setelah dipikirkan lagi akhirnya ia lebih memilih bentuk Karambit atau Kurambiak.


Setelah selesai membuatnya, Argus mencoba memakainya dan terus menyesuaikan bentuknya agar lebih nyaman di pakai oleh nya.


Setelah di kira nyaman, Argus pergi ke hutan dekat kota dan mencoba menyesuaikan diri dengan senjata barunya itu.


Karena memakai Karambit itu memerlukan latihan tersendiri, itu seperti beladiri daripada pemakaian senjata lainya.


Pasalnya jarak serangan Senju itu termasuk serangan jarak dekat, jadi Argus memerlukan latihan terlebih dahulu sebelum menggunakannya secara langsung di Pertempuran..


Setelah beberapa saat berkat kemampuan belajarnya ia akhirnya bisa menguasai pemakaian Karambit itu.


Jadi Argus memutuskan untuk kembali ke ruangan yang sudah di sediakan untuknya dan beristirahat di sana.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


"Apakah kamu benar-benar tak membutuhkan apapun..? " Tanya Raja Rodrike.


"Ya.. Aku tak membutuhkannya..


Aku akan mulai sekarang.. " Ucapan Argus.


"Hati-hati.. " Ucap Olivia.


"Emm.. Terimakasih.. " Ucap Argus.


Kemudian ia melihat kearah Hawa.


"Tunggu ayah kembali dan jadilah anak baik ok.. "


"Emm Hawa akan jadi anak baik.. " Ucap Hawa.


"Jika bosan bawa Hawa jalan-jalan dan tak perlu menunggu ku kembali di sini.. " Ucap Argus kepada Lisa.


"Aku mengerti Master.. " Ucap Lisa.


Kemudian Argus mulai memasuki Dungeon itu, dan saat tak ada yang bisa melihatnya lagi. Argus kemudian mengeluarkan semua Semut miliknya dan membiarkan mereka membereskan semua Undead lainnya di sana.


Sementara Argus berjalan santai menuju ruang Bos terakhir di ujung Labirin itu. Dan sepanjang jalan Argus bisa mendengar raungan berbagai Monster Undead di sana.


Dalam perjalanan nya, Argus memikirkan apa yang akan ia gunakan untuk membunuh Vampir Naga itu.


Yang Argus tau Naga vampir selain memiliki kekuatan Naga seperti saat mereka masih hidup juga memiliki kekuatan Vampir.


Seperti bisa berubah menjadi Asap hitam untuk menghindari serangan fatal dan untuk kabur.


Mereka juga bisa mengubah makhluk lain menjadi Undead entah Vampir atau Zombie.

__ADS_1


"Vampir pada dasarnya lemah terhadap sinar matahari.. Jadi apakah aku perlu membuat lubang besar di atasnya..?? " Gumam Argus sambil berjalan.


"Tidak, aku tak tau lokasinya berada di bawah bangunan apa di atas sana. Jika aku sembarangan membuat lubang, nanti aku mungkin akan secara tak sengaja menghancurkan Istana.. "


"Lupakan ide itu, lalu apakah aku harus menusuk jantungnya saja..?? Atau membuat matahari kecil saja..?? "


"Bagaimana jika aku menggunakan kedua cara itu sekaligus..?? Aku bisa membuat tombak matahari untuk menusuk jantungnya bukan..?? "


Setelah itu Argus kemudian mulai membuat rune sihir baru. Ia memakai Element api untuk membentuk matahari kecil dengan Api putih miliknya.


Lalu setelah itu Argus mengubah bentuknya menjadi sebuah tombak panjang dengan ulir di depannya.


"Sepertinya ini cukup.. " Ucap Argus melihat Tombak api di tangannya.


Tak lama kemudian Argus sampai di salah satu ruangan yang berkilau. Dan saat melihatnya lebih jelas, Argus bisa melihat itu berasal dari tumpukan emas.


Atau lebih tepatnya itu adalah Gunung emas. Ada berbagai perhiasan di sana, dari cincin kalung gelang dan ada juga Armor dan mahkota dari emas dan permata lainnya.


"Ok ini mirip dengan apa yang aku lihat dalam salah satu film..


Jadi... Dimana kau bersembunyi..?? " Argus kemudian mencari pergerakan sekecil apapun dari tumpukan emas itu.


"Haaahh.. Masa bodoh, aku hanya perlu mengarahkan serangan ku ke berbagai tempat secara acak saja.. " Ucap Argus.


Kemudian ia mulai membuat tombak api seperti sebelumnya lagi. Suhu di ruangan itu mulai naik secara drastis.


Beberapa perhiasan di bawah Argus bahkan terlihat mulai meleleh karena panas dari tombak api itu.


"Lost Magic - Api Suci.. Tombak dewa matahari..!! "Ucap Argus.


Itu adalah nama yang muncul saat Argus membuat sihir tombak api itu, dan bukan Nama yang Argus berikan.


Lalu Tombak api muncul di atas Argus dan mulai berputar. Argus mengangkat tangannya dan mengayunkannya ke arah salah satu tumpukan Emas paling tinggi.


Dan tombak itu langsung meluncurkan dan menembus Tumpukan emas itu. Dan melelehkan emas di sana, lalu..


"Ggrrroooowww.... Sialan kau serangga..!! Berani-beraninya kau menghancurkan emas milikku..!! " Tiba-tiba raungan keras dan suara keras muncul di tumpukan salah satu emas di sana.


Lalu Naga berwarna hitam keluar dan langsung menyemburkan nafas Naga ke arah Argus.


Dan setelah selesai menyemburkan nafas Naga, ia langsung tertawa.


"Hahaha.. Rasakan serangga, inilah akibatnya jika kau berani merusak harta milik ku..!! " Ucap sang Naga itu.


"Kau itu sangat berisik.. " Namun suara Argus masih dapat di dengar dari asap tempat Argus berdiri sebelumnya.


Lalu Tombak api kembali muncul dan menyerang Vampir Naga itu.


Naga Vampir itu merasakan bahaya dari tombak api itu dan langsung mengubah tubuhnya menjadi Asap.


"Ohh kau berhasil menghindarinya rupanya.. " Ucap Argus saat melihat Naga itu berhasil menghindari serangannya.


"Lalu bagaimana jika dengan ini..


Infinite Lost Magic - Api Suci.. Tombak dewa matahari..!!"


Lalu Rune Sihir mulai muncul dalam jumlah banyak. Dan kemudian Tombak yang sama kembali muncul namun kali ini dalam jumlah banyak.


"Sialan kau serangga..!! " Teriak Naga vampir itu.


Lalu ia mulai menyemburkan Api dari mulutnya namun kali ini sangat besar dan ia tak memperdulikan lagi Harta miliknya yang mungkin akan meleleh.


Lalu Argus kembali melemparkan Tombak itu dan tombak-tombak itu sama sekali tak terpengaruh oleh serangan Naga itu dan langsung melewatinya dan mengenai Naga Vampir itu.


Setiap tombak itu langsung membuat lubang di sekujur tubuh Naga Vampir itu dan bahkan membuat lubang di atap Dungeon itu sampai menembus ke luar Dungeon..


"Baiklah, selain Core monster kalian bisa memakannya.. " Ucap Argus kepada semut miliknya yang langsung menyerbu dan memakan Naga vampir itu yang sudah sekarat dan tak bisa melakukan apapun lagi..


Lalu Argus berjalan ke arah belakang Naga itu dan melihat ruangan yang lebih kecil di sana. Dan kemudian Argus melihat sebuah core di sana.


"Sepertinya sudah berakhir.. " Ucap Argus sambil memegang Core Dungeon itu.


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2