
Di suatu ruangan di tempat dengan cahaya redup. Beberapa orang berkumpul di depan meja.
Mereka semua memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh mereka yang membuat setiap dari mereka tidak dapat di kenali.
"Apakah rencana kita di Kerajaan Illia gagal..? " Tanya salah satu orang.
"Ya sepertinya memang gagal.. " Ucap yang lainnya lagi.
"Kita telah menyiapkan dua rencana dan masing-masing hampir selesai dengan sempurna, jadi adakah yang tau bagaimana bisa gagal..? " Tanya orang yang duduk di paling ujung.
"Walaupun tak ada laporan yang masuk, namun sepertinya hal itu karena satu orang yang sama.. " Ucap orang kedua yang sebelumnya berbicara.
"Siapa..? " Tanya orang sebelumnya.
"Namanya Argus.. Sepertinya ia muncul dari hutan Orasis.. " Ucap orang itu.
"Hutan Orasis..?? Bukankah itu daerah terlarang..? " Tanya orang yang pertama berbicara.
"Ya.. Dan sepertinya ia juga yang menyembuhkan Rodrike.. " Ucap orang itu.
"Kalau begitu.. Berikan data orang itu padaku, aku akan mengurusnya sendiri.. " Ucap orang lainnya yang dari tadi diam..
Ia tersenyum memperlihatkan gigi tajam dan taring di mulutnya..
"Kalau begitu. . Aku serahkan orang itu padamu Beast, dan sebarkan informasi orang itu agar di masukan ke dalam daftar pembunuhan.. "Ucap orang yang duduk di ujung.
" Hahaha.. Aku akan menerima tugas itu dengan senang hati ketua.. "Ucap orang dengn kode Beast itu.
" Kau harus memanggilku Zero, apa kau ingat.. "Ucap ketua itu.
" Baiklah.. Baiklah.. "Ucap Beast.
" Owel, apakah ada informasi lain lagi..?? "Tanya Zero atau ketua mereka.
" Ya.. Banyak anggota kita di kerjaan Illia telah terbunuh dengan sebab aneh dan berbagai alasan tak di ketahui.. "Ucap orang kedua dengan kode Owel itu...
" Cari tau alasannya.. Kita kehabisan orang di sana dan hanya beberapa pion yang tersisa.. "Ucap Zero.
" Tak masalah.. "Ucap Owel.
" Green, bagaimana dengan hutan Jura..?? " Tanya zero.
"Semuanya terkendali.. Namun sepertinya putri Wilona berhasil selamat dari rencana kita.. " Ucap Green.
"Lupakan dia.. Dia tak berguna, kau harus segera mengambil alih Jura secepatnya.. " Ucap Zero.
"Tak masalah.. Aku hanya perlu waktu sedikit lagi dan semuanya akan ada di bawah kendali ku.. " Ucap Green.
"Bagaimana denganmu Rock..?? " Tanya ketua ke orang pertama yang sebelumnya berbicara itu.
"Aku masih perlu waktu untuk mengambil alih Raika, namun aku sudah merencanakan untuk mengambil salah satu tempat sebagai Gurun Gabo ke-dua.. " Ucap Rock.
"Dan aku juga sudah menyingkirkan beberapa pengganggu.. "
"Itu bagus.. Kita harus secepatnya mengumpulkan dari mana.. " Ucap Zero.
"Kalau begitu pertemuan berakhir di sini.. "
Lalu baik Zero, Green dan Owel menghilang dari sana dan ternyata itu hanya proyeksi mereka saja. Di ruangan itu menyisakan rock dan Beast berdua yang sepertinya adalah orang asli bukan proyeksi.
"Beast.. Apa yang akan kau lakukan sekarang...??" Tanya Rock.
"Aku akan menunggu informasi dari Owel, kemudian akau akan memakan orang yang mengganggu rencana kita.. " Ucap Beast.
"Ingat..!! Jika ada barang bagus jangan memakannya.. " Ucap Rock.
"Tak masalah.. " Ucap Beast.
"Kalau begitu mari kita keluar dari sini, aku tak suka berlama-lama di ruangan seperti ini.. " Ucap Rock.
"Hahahaa.. Kalian Bangsawan memang selalu sama.. " Ucap Beast.
Kemudian keduanya meninggal ruangan itu, dan di pintu keluar orang itu terdapat gambar buku hitam yang memiliki sampul berupa satu Mata.
Jika Argus melihatnya ia akan tau jika itu adalah organisasi tabut Cahaya.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Argus dan yang lainnya melakukan perjalanan laut kali ini menggunakan kapal yang baru Argus buat.
Kapal itu melanjut dengan lancar tanpa ada masalah. Dan kali ini Argus membiarkan Alfred yang mengemudikan kapal itu, Argus membantu menginstal pengetahuan tentang menjalankan kapal dari ingatannya sendiri..
Jadi ia tak perlu mengkhawatirkan masalah kapal selama perjalanan, dan selama perjalanan mereka di saat yang lainnya menikmati perjalanan itu Argus memilih membuat berbagai komponen lain untuk kendaraan lainnya yang ingin ia buat..
"Apa yang ingin master buat lagi kali ini..? " Tanya Lisa yang penasaran saat mengantarkan minum untuk Argus.
Walaupun Lisa bukan lagi seorang Budak Dan Argus juga sudah berkali-kali mengatakan agar Lisa tak perlu lagi melakukan tugas pembantu karena ada Alfred sekarang, namun ia tetap melakukan tugas untuk melayani Argus dan yang lainnya atas kemauannya sendiri.
Jadi Argus tak melarangnya selama ia mau, namun Argus memperingatkan agar ia menjaga kesehatannya sendiri jangan terlalu memaksakan diri.
"Sejenis pesawat.. " Ucap Argus.
"Dimana Hawa..?? "
"Hawa sedang bermain dengan Marlin.. " Jawab Lisa.
__ADS_1
"Pesawat seperti apa..? Apakah sama seperti sebelumnya..?? "
"Tidak.. Ini bernama Helikopter.. " Ucap Argus.
"Pesawat dengan baling-baling besar sebagai penggeraknya.. "
"Helikopter..? Nama yang aneh.. " Ucap Lisa.
Lalu ia duduk di samping Argus dan memperhatikan Argus membuat setiap bagian pesawat itu. Tanpa sadar Lisa tersenyum saat memperhatikan Argus.
"Ada apa..? " Tanya Argus.
"Tak ada apa-apa.." Ucap Lisa.
"Lalu kenapa kau tersenyum..? " Tanya Argus lagi.
"Aku hanya senang melihat master dan penasaran seperti apa helikopter yang master bicarakan itu .. " Ucap Lisa.
"Master.. Jika anda harus memilih, diantara kami siapa yang paling anda suka..? "
"Hawa.. " Jawab Argus secara langsung.
"Ehh..? Hawa tidak masuk hitungan master.. " Ucap Lisa.
"Bukankah kau bertanya diantara kalian..? Jadi jawabnya jelas Hawa.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
"Tapi.. Tapi.. Akhh..! Master pasti sudah tau apa yang aku masud. Jadi jawab selain Hawa.. " Ucap Lisa sambil menggoyangkan Argus.
"Baiklah.. Baiklah.. Berhenti mengguncang ku, aku sedang membuat sesuatu sekarang.. " Ucap Argus.
"Maka jawaban selain Hawa adalah kamu.. " Ucap Argus.
"Kau adalah yang pertama mengikuti ku, dan kau juga yang jauh lebih memahami ku dari yang lainnya.. "
"Apakah itu benar..? " Tanya Lisa.
"Ya.. " Jawab Argus.
"Kalau begitu terimakasih master.. " Ucap Lisa, lalu ia mencium pipi Argus dan kemudian berlari dari sana dengan wajah tersenyum.
"Apakah dia tak ingin melihat ku menyelesaikan helikopter..?? Kenapa dia pergi..? " Gumam Argus.
Setelah beberapa saat akhirnya bagian terakhir selesai, kemudian Argus mulai merakit nya menjadi satu kesatuan mulai membentuk wujud helikopter di atas sana.
Setelah beberapa saat akhirnya bagian terakhir terpasang dan helikopter itu lengkap.
"Baiklah.. Seharusnya sudah semua, sekarang aku hanya perlu mencobanya.. " Ucap Argus.
Lalu ia membuat penutup telinga agar tidak bising.
Setelah itu bunyi helikopter yang keras dan hembusan angin yang kuat membuat mereka kaget dan terpana melihat wujud akhir dari benda yang Argus buat.
Helikopter itu mulai melayang walaupun awalnya terlihat sedikit goyang ke kiri dan ke kanan tak beraturan, namun akhirnya mulai stabil..
Argus menerbangkan pesawat itu dengan senang, karena ini kali pertama ia menerbangkan pesawat jenis helikopter..
Lalu ia kembali mendaratkan helikopter itu di atas kapal dengan lancar. Dan kemudian setelah Argus mematikan mesin yang lainya mulai datang untuk melihat helikopter itu.
"Waoowwww..!! Benda apa ini..?? " Tanya Roland.
"Ini yang aku buat selama ini.. " Jawab Argus.
"Kenapa sangat berisik Master..?? " Tanya Lisa.
"Itu karena ini tak menggunakan sihir untuk terbang dan hanya mengandalkan energi Mana dari core untuk menggerakkan baling-baling dan membuat helikopter ini terbang.. " Ucap Argus.
"Karena itu baik suara dan anginnya sangat kencang..
Namun benda ini nyaman di turunkan tanpa landasan panjang.. "
"Kalau begitu bagaimana jika kita menggunakan ini saja untuk sampai di Kerajaan Raika..?? " Tanya Roland.
"Tidak untuk sekarang.. Jika kita menggunakannya, akan sedikit sulit menyimpan kapal ini.. Dan juga jika kita kesana dengan helikopter, maka kemungkinan orang di sana akan menyerang kita dan mengira kita monster.., "ucap Argus
" Kau benar juga.. "Ucap Roland..
" Sayang sekali, aku ingin sekali menggunakan benda ini untuk kesana.. "
"Walaupun tak bisa ke sana, kita masih bisa menggunakan helikopter untuk terbang berkeliling.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu mari kita berkeliling sayang.. " Teriak Levi saat ia langsung naik ke helikopter di ikuti oleh yang lainnya..
"Kita akan melakukan itu nanti, mari makan dulu.. Aku sudah lapar.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
"Yah..!! " Mereka semua kecewa karena tak bisa naik sekarang.
Karena bagaimana pun Hanya Argus yang bisa menerbangkan helikopter itu, jadi mereka harus menunggu.
Setelah itu mereka turun dan bersiap untuk makan. Terlihat mereka makan dengan sangat terburu-buru karena ingin segera naik helikopter..
"Apa sampai segitunya kalian ingin naik..? " Tanya Argus saat melihat mereka makan dengan cepat.
"Emm.. Kami sudah tak sabar.. " Ucap Roland sambil menelan makanan nya.
"Telan dulu baru bicara.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Setelah ini kita akan terbang.. "
"Alfred, arah kan kapal ke pulau bajak laut.. Kami akan terbang ke sana nanti dan kau bisa menyusul segera.. " Ucap Argus.
__ADS_1
"Baik master.. " Jawab Alfred
"Aku selesai. " Ucap Roland.
"Aku juga.. "
Kemudian di ikuti yang lainnya selesai makan meninggalkan Argus terdiam karena kecepatan makan mereka.
"Tunggu.. Aku belum selesai.. " Ucap Argus.
"Tidak.. Ayo kita terbang sekarang..! " Ucap Roland.
Lalu yang lainnya juga menyeret Argus pergi dari sana.
"Hei.. Biarkan aku makan dulu.. " Ucap Argus.
"Tidak.. Kau bisa makan lain kali.. " Ucap Roland.
"Itu benar sayang.. Lagipula berapapun kau makan juga takan kenyang kan sayang. " Ucap Levi.
"Emm.. Itu benar, " Ucap Marlin.
"Baiklah.. Baiklah.. " Ucap Argus.
Lalu mereka berjalan dan mulai naik ke helikopter.
"Pakai ini untuk melindungi telinga dan berkomunikasi.. " Ucap Argus membagikan earphones kepada mereka masing-masing.
"Pakai juga sabuk pengaman itu..
Lisa, Oliv.. Bantu yang lainnya.. "
Setelah mereka semua siap, Argus kemudian menerbangkan pesawat atau helikopter itu.
Mereka di sana sangat berisik dan menikmati pemandangan dari atas.
Jika sebelumnya mereka terbang, walaupun sama namun mereka harus fokus menerbangkan pesawat sendiri.
Namun kali ini mereka bisa bebas duduk dan menikmati pemandangan, jadi mereka sangat senang kali ini..
Setelah terbang cukup lama dan hampir mendekati pulau Bajak laut, tiba-tiba Argus melihat sesuatu di permukaan laut.
"Lisa..! Coba lihat benda itu di depan..!! " Teriak Argus.
Lisa yang mendengar itu lalu melihat apa yang Argus tunjukkan dengan kemampuan matanya, Lisa melihat titik hitam mengambang itu ternyata adalah seseorang di atas balok kayu.
"Master..! Itu sepertinya seseorang yang mengambang dengan balok kayu.."ucap Lisa
" Aku akan mengangkatnya.. Lalu coba kalian masukan dia nanti.. "Ucap Argus.
Lalu ia membawa helikopter itu mendekati orang itu, namun Argus terbang cukup tinggi di atasnya agar tak menenggelamkan orang itu karena angin dari helikopter nantinya.
Setelah tepat di atasnya Argus terbang stabil di sana..
" Aku akan menggunakan bayangan ku, kalian arahkan kemana posisi orang itu.. Aku tak bisa melihatnya dari sini..
Hati-hati jangan sampai jatuh.."ucap Argus.
Setelah itu dengan arahan dari yang lainnya Argus berhasil mengangkat orang itu ke atas helikopter. Dan saat Roland melihat wajah orang itu ia terkejut.
"Dimitri..!! " Teriak Roland.
"Siapa..?? Apa kau mengenalnya..?? " Tanya Levi.
"Dia Dimitri, Dimitri Dragonewt, pangeran dari kerjaan Raika.. " Ucap Roland.
"Apa..??!! " Teriak yang lainnya saat mendengar siapa orang itu.
"Bagaimana seorang pangeran bisa ada di tengah lautan..?? " Tanya Levi.
"Mana aku tau..? Aku tak ikut dengannya. " Ucap Roland.
"Tenang.. Kita akan tau setelah dia sadar..
Kita tak jauh dari pulau, jadi kita akan membangunkan nya nanti di sana.. " Ucap Argus.
"Kalian berpegangan, dan pegang juga orang itu jangan sampai terjatuh lagi..
Aku akan menambah kecepatan.. "
Setelah itu helikopter Argus bawa terbang jauh lebih cepat.
Tak lama setelah itu mereka sampai di pulau dan kemudian setelah menyimpan Helikopter, Argus membawa orang itu yang ternyata pangeran dari Raika ke dalam gua. Di sana ia membangunkannya.
Tak lama ia mulai sadar dan membuka matanya..
"Dimana ini..?? " Tanya Dimitri.
"Ini di pulau bajak laut.. " Ucap Argus.
"Siapa kalian..?? Roland..?? Apakah itu kamu..? " Tanya Dimitri.
"Ya ini saya.. Ada apa dengan mu..? Kenapa kau ada di tengah lautan..?? " Tanya Roland.
"Itu.. " Ucap Dimitri sambil tersenyum masam..
"Sebenarnya seperti ini.. Semuanya berawal saat aku pergi ke.. ..... "
.
__ADS_1
.
. Bersambung