
Setelah mengunjunginya Tempat penelitian baru itu, Argus kemudian pergi ke ruang tunggu di istana..
Di sana ia menunggu untuk seorang prajurit memanggil Stein datang ke sana. Awalnya Argus ingin menemui Stein secara langsung, tetapi ia di suruh tetap tinggal sementara seorang prajurit memanggilnya..
Karena Basil dan yang lainnya juga ingin memanggil Stein untuk ikut meneliti bersama mereka, jadi dari pada pergi ke sana lebih baik Argus menunggu saja di istana..
Akhirnya Argus menuruti hal itu dan tinggal di ruang tunggu. Setelah beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu..
"Hallo tuan Argus.. Aku dengar anda ingin membuat senjata, jadi senjata seperti apa yang ingin anda buat..?? " Tanya Stein.
"Halo Tetua Stein.. Aku ingin membuat sesuatu seperti ini.. " Ucap Argus sambil mengeluarkan Katana miliknya.
"Hemm.. Ini pertama kalinya aku melihat sesuatu seperti ini.. " Ucap Stein.
"Ini lebih tipis dari pedang hiasan, memiliki satu mata pedang..
Menarik.. Ini benar-benar menarik.. "
"Jadi bisakah anda membuat sesuatu seperti itu..?? " Tanya Argus..
"Aku bisa mengusahakan.. Namun bagaimana dengan bahan yang ingin kau pakai.. ?? " Tanya Stein.
"Aku punya banyak bahan.. Bisakah anda membuat dari Adamantium, Mithril atau Orichalcum..?? " Tanya Argus.
"Tak masalah.. Aku bahkan mungkin bisa membuatkan sesuatu dari perpaduan keduanya dari adamantium dan Mithril.. Walaupun ini baru teori ku dan belum teruji, tapi aku yakin itu akan membuat bahan itu menjadi keras sekeras adamantium dan akan mudah menghantarkan Mana juga seperti Mithril.. "" Ucap Stein.
"Dan ini akan jauh lebih baik dari Orichalcum... "
"Ok tak masalah.. " Ucap Argus.
"Apa anda yakin..?? " Tanya Stein yang sedikit terkejut dengan jawaban Argus tanpa berfikir lagi.
"Tentu kenapa tidak.. Apakah ada masalah..??" Ucap Argus.
"Tidak bukan begitu.. Tapi Maksudku adalah ini masih teori dan belum terbukti, jadi ada kemungkinan gagal dan material berharga bisa saja terbuang secara percuma.. " Ucap Stein
"Kalau masalah itu anda tak perlu khawatir.. Aku bisa menyediakan berapapun jumlah yang di butuh kan.. " Ucap Argus.
"Apakah anda yakin..?? Kita berbicara Adamantium dan Mithril... " Ucap Stein.
"Aku yakin anda tak perlu khawatir, anda hanya perlu fokus membuatnya sedangkan untuk bahan biarkan aku yang mengurusnya.. " Ucap Argus. Lalu Argus mengeluarkan setumpuk Logam Adamantium dan Mithril di sana yang membuat Stein kaget karena nya..
"Ini.. Ini hampir sama dengan pendapatan dari seluruh dungeon selama setahun..?? Apakah anda benar-benar mengeluarkan semua ini secara langsung tanpa takut akan hilang..?? " Tanya Stein.
"Tidak.. Aku tak masalah dengan itu, lagipula aku percaya padamu.. " Ucap Argus.
"Terima kasih.. " Ucap Stein.
"Tak masalah.. Lagi pula tak ada yang bisa lolos jika berani mengambil barang miliku secara hidup-hidup.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
Walaupun Argus mengatakan seolah-olah ia hanya main-main, namun Stein bisa merasakan kengerian dari kata-kata Argus..
"Anda dapat yakin.. Aku akan melakukan semaksimal mungkin dan aku takan berani mengambil sedikitpun dari material ini.. " Ucap Stein sambil bersumpah.
"Hahaha.. Anda tak perlu seserius itu.. Sebenarnya aku hanya bercanda, Anda bisa mengambil sebanyak mungkin untuk penelitian anda.. " Ucap Argus.
"Dan jika berhasil Anda hanya perlu membuatkan aku satu Pedang seperti itu dan salinan dari catatan penelitian Anda saja..
Sisa material itu bisa Anda ambil semuanya.. Aku masih memiliki banyak di penyimpanan milikku.. "
"Apakah anda Yakin..?? " Tanya Stein sekali lagi..
Pasalnya ia sudah memikirkan semua itu sangat lama namun ia tak memiliki bahan uji coba.. Dan tak ada yang mau menyumbangkan atau mendukung penelitian Stein.
Pertama karena mahalnya bahan yang di butuhkan, dan jumlah yang belum tentu juga mempengaruhi mereka..
Selain itu mereka berfikir karena sudah ada Orichalcum jadi tak perlu lagi membuat sesuatu yang baru dan hampir sama.. Itu dianggap pemborosan saja..
"Tentu.. Anda bisa menggunakan semua ini dan jika masih belum ada hasil dan semuanya habis Anda bisa menghubungi saya lagi.. " Ucap Argus.
"Dan jika saya sudah akan meninggalkan Taito, anda bisa menghubungi saya lewat guild petualang.. "
"Baiklah.. Aku pasti takan mengecewakan kepercayaan anda.. " Ucap Stein.
"Tak perlu terlalu serius.. Baiklah aku akan pergi dulu, mungkin aku akan tetap di Taito selama beberapa hari atau satu Minggu lagi.. Jadi aku akan menunggu hasilnya.. " Ucap Argus. Lalu ia mulai berjalan pergi dari sana.
"Tak masalah.. Aku akan memberikan hasil secepatnya.. " Ucap Stein.
.
__ADS_1
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah meninggalkan tempat itu Argus menjemput Lisa dan Olivia.
Argus mengantarkan Lisa membuat plat identitas baru untuk nya sementara Olivia pergi menemui keluarga nya..
"Hallo aku datang untuk membuatkan plat identitas baru untuk dia.. " Ucap Argus.
"Oh tuan Argus.. Ya saya sudah mendapatkan perintah untuk ini, jadi Nona silakan letakan tangan anda di sini.. " Ucap petugas itu.
"Emm.. " Jawab Lisa.
Lalu ia mulai menjalankan proses pembuatan identitas sesuai apa yang di perintahkan oleh petugas itu.
Dan dari plat itu akhirnya Argus tau nama lengkap Lisa yang sebenarnya..
Nama : Lisa Alexy Brynne
Umur : 16 Ras : Half-Elf
Job : Arrcer Level : 85/100
"Lisa Alexy Brynne ..?? Jadi itu namamu..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Namaku adalah Lisa dan Alexy adalah nama dari ibuku, sedangkan Brynne adalah nama kota tempat ku tinggal sebelumnya.. " Ucap Lisa.
"Aku mengerti sekarang.. " Ucap Argus.
"Maaf bisakah Nama belakang ku di hapus..?? Cukup masukan Lisa Alexy saja.. Karena aku bukan lagi anggota dari keluarga Brynne.. " Ucap Lisa.
"Itu tak masalah.. Biar aku buat ulang sekali lagi.. " Ucap petugas itu.
Lalu setelah itu ia mulai membuatkan plat baru untuk Lisa. Dan namanya hanya tertulis Lisa Alexy saja kali ini..
"Terima kasih.. " Ucap Lisa.
"Tak masalah.. Ini sudah menjadi tugasku.. " Ucap Petugas itu.
"Tuan Argus bisakah anda memberikan tanda pada pedang ku ini..?? "
"Ehh tanda..?? Untuk apa..?? " Tanya Argus.
"Oh.. Apakah seperti itu..?? Kalau begitu.. " Ucap Argus.
Lalu ia tidak memberikan tanda ke pedang milik petugas itu, melainkan mengeluarkan dua logam dan mengubahnya menjadi dua pedang.
Lalu di masing-masing pedang itu Argus memberikan tanda yang mirip dengan tanda budak. Sebuah gambar yang mirip kepala semut.
"Kalau begitu aku akan memberikan ini kepada mu dan anakmu.. Anggap saja ini untuk bayaran karena telah membantu membuatkan plat baru.. " Ucap Argus.
"Benarkah..?? Terima kasih..! " Ucap petugas itu.
Lalu ia menerima dua pedang itu.
"Maaf itu hanya berbuat dari besi hitam.. Aku ingin membuat dari adamantium atau Mithril, namun aku mengurungkan niatku dan memilih Besi hitam karena aku tak ingin nantinya pedang itu membawa masalah untuk kalian.. "Ucap Argus.
" Itu tak masalah.. Ini sudah lebih dari cukup.. Dan terimakasih karena tidak membuat dari bahan Mithril apa lagi adamantium.. "Ucap petugas itu.
" Memang benar seperti yang Anda pikirkan, jika itu Mithril apalagi adamantium. Maka itu bisa menjadi masalah dan musibah untuk keluarga kami. Jadi terimakasih.. "
"Baiklah.. Kami akan pergi sekarang.. " Ucap Argus.
"Baik.. Terima kasih sekali lagi.. " Ucap petugas itu saat melihat Argus dan Lisa pergi.
"Terima kasih Master... Tak hanya menyelamatkan ku tapi anda juga membebaskan ku dari perbudakan.. Dan sekarang aku telah mendapatkan plat identitas baru sekali lagi.. " Ucap Lisa
"Tak perlu di pikirkan.. " Ucap Argus.
"Lagi pula kau akan ikut dengan ku jadi tak mungkin aku membiarkan mu tanpa identitas.. "
Lisa hanya tersenyum mendengar itu, ia paham masih butuh waktu lama agar Argus bisa menerimanya.. Setelah itu mereka meninggalkan istana dan kembali ke sub ruang milik Argus.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
__ADS_1
Seminggu kemudian Argus mendapatkan pesan dari Stein bahwa pedang pesanannya telah selesai, jadi Argus kembali ke istana tepatnya di bengkel tempa milik kerajaan..
Saat Argus sampai di sana ia melihat Stein masih memoles pedang itu. Argus tak mengganggu dan menunggu tak jauh dari nya.
Stein terlihat sangat fokus sampai tak menyadari Argus telah sampai di sana untuk waktu lama.
Ia masih mengamati pedang itu, lalu setelah beberapa saat kemudian ia mengangguk dan kemudian membungkus pedang itu ke dengan kain yang telah ia siapkan..
Saat ia berbalik akhirnya ia tau bahwa Argus sudah ada di sana.
"Oh tuan Argus..! Maaf aku tak menyadari anda datang.. " Ucap Stein.
"Tak masalah.. Jadi apakah pedang ku sudah siap..?? " Tanya Argus.
"Ya ini silakan.. " Ucap Stein. Saat ia menyerahkan pedang itu.
Argus menerimanya dan kemudian membuka kain di atasnya. Terlihat sebuah katana dengan warna hitam gelap dengan pegangan yang juga di buat berwarna hitam.
Ada ukuran Naga di bilah pedang itu, saat di sentuh benar-benar terasa halus dan pegangannya terasa sangat pas ditangan Argus.
Argus kemudian berjalan ke arah sisa logam Adamantium di sana dan kemudian ia mengayunkan pedang itu ke sana.
Ayunan pedang itu benar-benar sangat lancar tak terlihat seperti mengenai bongkahan logam itu, itu terlihat seperti membelah tahu.
Argus kemudian memeriksa pedang miliknya dan terlihat tak ada goresan sedikit pun di sana. Lalu Argus mulai mengalirkan mana di atasnya dan itu sangat lancar.
Argus ingin mencobanya namun ia ingat saat ini ada di lingkungan istana, jadi ia tak bisa mencoba pedang itu secara maksimal..
Kemudian Argus mengeluarkan sebatang kayu yang ia dapatkan dari golem sebelumnya. Lalu ia mengubahnya menjadi sarung pedang untuk katana itu.
"Terima kasih.. Aku menyukai katana ini.. " Ucap Argus.
"Sama-sama.. Itu adalah senjata yang paling membanggakan yang pernah aku buat.. " Ucap Stein.
"Justru akulah yang harus berterima kasih karena anda memilih ku untuk membuatnya.. "
"Baiklah.. Kalau begitu aku akan pergi sekarang...
Aku berniat memulai perjalanan ku lagi.. "Ucap Argus.
"Sampai jumpa lain kali tetua Stein.. "
"Tunggu.. Ini adalah catatan eksperimen logam itu, dan selain itu pedang itu masih belum memiliki tanda dan nama.. " Ucap Stein.
"Jadi sebelum anda pergi, bisakah anda memberitahu ku apa nama yang akan anda berikan ke pedang itu..?? "
"Aku akan menamainya Kuro.. " Ucap Argus.
"Kuro..?? Nama yang cocok.. " Ucap Stein.
"Baiklah.. Sekali lagi Terima kasih dan semoga perjalanan anda menyenangkan.. "
"Emm.. Jaga diri anda.. Sampai jumpa lain waktu.. " Ucap Argus.
Setelah itu ia pergi dari sana sambil tersenyum senang. Setelah itu ia menemui Raja dan Ratu, lalu ia mengatakan bahwa ia akan pergi setelah ini..
Raja kemudian memberikan Argus sebuah kartu dengan lambang kerajaan Bersama platinum. Itu adalah kartu pass untuk melewati setiap perbatasan..
Argus mengucapkan terimakasih lalu ia keluar dari sana, dan saat ia keluar istana Argus langsung menuju Mobilnya yang sudah di siapkan di luar, dan di sana Argus melihat Olivia dan Lisa sudah ada di sana..
"Apa kau siap..?? Kita akan pergi jauh kali ini.. " Ucap Argus ke Olivia.
"Emm.. Aku siap.. Tapi.. " Ucap Olivia, lalu ia melirik ke arah mobil.
Argus juga memperhatikan itu dan melihat Roland sudah duduk di dalam mobil bersama Hawa..
"Hehhee.. Saudara ku.. Aku akan merepotkan mu mulai sekarang.. " Ucap Roland sambil menjulurkan kepalanya keluar jendela.
"Hah..?? Maksudnya..?? " Tanya Argus yang tak paham.
"Tunggu jangan bilang kalau. .. "
"Ya kau benar... Aku dengar kau akan pergi ke ke raja Raika bukan setelah ke pulau naga..?? Kalau begitu aku akan ikut degan kalian.. " Ucap Roland.
Argus melihat ke arah Olivia untuk mendapatkan penjelasan.
"Begini... Sebenarnya.. ... "
.
__ADS_1
.
. Bersambung