
Tak lama setelah Olivia pergi dari Kamar Raja, Raja Rodrike mulai membuka matanya..
Ia melihat sekeliling, dan saat melihat Ratu dan Sebastian di sana, ia menghela nafas.
"Sepertinya aku berhasil di selamatkan.. " Gumam sang Raja.
"Sayang kau sudah siuman.. " Ucap Ratu saat melihat Rodrike mulai sadar.
"Saudara ku, bagaimana keadaan mu..? Apakah masih ada yang terasa salah..? " Tanya Sebastian.
"Tidak. Aku merasa baik-baik saja. Semuanya terasa normal.. " Ucap Rodrike.
"Haihh.. Kau ini terlalu ceroboh, sudah ku bilang dari dulu.. Kamu hanya perlu menangani masalah Bangsawan dan rakyat yang merepotkan..
Serahkan masalah keamanan kepada ku, lihat sekarang kau membuat istri dan keponakan kecilku khawatir setengah mati.. " Ucap Sebastian.
"Ya aku tau. Tapi sebagai Raja, aku tak bisa hanya diam di istana saja saat semua orang berusaha menahan masalah pecahnya Dungeon.. " Kata Raja Rodrike.
"Aku tau kau ini memang terlalu baik.. Tapi tak seharusnya kau maju ke depan, kau ini hanya perlu melihat dari kejauhan. " Kata Sebastian.
"Aku tau.. " Ucap Rodrike.
"Lupakan.. Selama semuanya baik-baik saja. " Kata Sebastian
"Benar, apakah masalah Dungeon sudah di tangani..? " Tanya Raja Rodrike
"Saat ini Roland sedang menanganinya.. " Ucap Sebastian
"Aku harap dia bisa menangani hal ini dengan benar, karena masalah ini sangat serius.. " Ucap Raja Rodrike
"Kamu tentang saja Sayang, Roland saat ini terlihat lebih dewasa dari biasanya.. Jadi aki yakin dia bisa menangani masalah ini dengan baik. " Ucap Ratu Silvia.
"Aku harap begitu.. oh ya Sebas, bukankah kamu dan Olivia pergi ke Hutan Orasis untuk mencari bahan obat untuk ku..? Apakah kalian baik-baik saja..?
Dimana Olivia..? Apa ia juga baik-baik saja..?" Tanya Raja Rodrike
"Semuanya baik-baik saja, walaupun kami mengalami masalah saat memasuki Hutan Orasis.. " Ucap Sebastian
"Tapi pada akhirnya kami mendapatkan bahan terpenting itu dari orang lain.. "
"Masalah..? Apakah serius..? " Tanya Raja Rodrike
"Awalnya ya... Namun sekarang tidak lagi.. " Kata Sebastian
"Maksudnya..? " Raja Rodrike tak mengerti maksud dari kata-kata Sebastian.
"Jadi seperti ini, saat kami memasuki Hutan Orasis. Awalnya semua berjalan lancar sampai kami hampir melewati batas luar dan memasuki wilayah tengah hutan.. "
"Di sana kami bertemu dengan Naga..
Lebih tepatnya Raja Naga merah.. " Ucap Sebastian.
"Apa..? Bukankah itu Naga Legenda..? Apa kamu yakin itu bukan Naga merah biasa..? " Tanya Raja Rodrike
"Tidak, itu memang Raja Naga merah. Aku yakin itu. Karena ciri-cirinya mirip dengan apa yang tertera dalam catatan kuno.. " Ucap Sebastian
"Selain ukuran yang jauh lebih besar dari Naga biasa, ia juga memiliki warna merah darah.
Itu sama persis dengan catatan, sang naga terkuat antara naga Merah lainnya.. "
"Apakah Bahkan Naga legena itu muncul sekarang, jadi bagaimana kalian bisa lolos..? " Tanya Raja Rodrike
"Jadi saat itu, saat aku berniat mengorbankan nyawaku untuk Olivia.. Tiba-tiba....... " Sebastian mulai menceritakan apa yang terjadi saat itu secara detail.
Dari saat kemunculan kabut, Sihir Es yang hilang dan juga kemunculan Argus menggunakan pedang bercahaya untuk memotong leher Naga itu..
"Apakah orang itu pemuda yang kau katakan sebelumnya..?
Siapa tadi, emmm.. Argus benar..? " Ucap Ratu Silvia
"Ya memang orang yang menyelamatkan kami adalah Argus, ia juga yang menyelesaikan Quest yang kami keluarkan tentang penaklukan Ular Viper Mata Ruby itu.. " Ucap Sebastian.
"Tunggu dulu.. Maksudnya seorang pemuda bisa mengalahkan Naga legenda seorang diri..? " Tanya Raja Rodrike
"Benar. Aku bahkan tak bisa mengalahkannya saat aku mengajaknya untuk melakukan pertarungan..
Tak hanya itu, aku bahkan tak bisa menyentuhnya sama sekali.. " Ucap Sebastian
"Apakah anak yang bernama Argus Okinawa sekuat itu..? " Ucap sang Raja
"Ya.. Aku akan bertanya pada kalian. Jika seorang Mage bertarung dengan Knight dalam pertarungan Jarak dekat apa hasilnya..? " Tanya Sebastian
__ADS_1
"Tentu saja Mage akan langsung kalah..
Tunggu.. Apa maksud mu kalo Argus itu Mage dan kalian bertanding jarak dekat dan kamu bahkan masih kalah..? " Tanya Raja Rodrike
"Benar sekali..
Terlebih lagi, teknik yang Argus gunakan bukanlah teknik normal yang biasa di pakai Penyihir pada umumnya.. " Ucap Sebastian.
Raja dan Ratu mulai mendengarkan dengan seksama, ia sedikit tertarik dengan teknik yang akan di katakan Sebastian yang bisa mengalahkannya..
"Teknik Yang Argus gunakan ialah teknik Avatar. Itu adalah nama yang ia buat..
Teknik ini cenderung hanya mengendalikan Elemen daripada menggabungkan elemen dengan Mantra untuk menyerang.. "
"Pada umumnya seorang Penyihir akan mempelajari mantra agar bisa mengubah Elemen tertentu dalam mana untuk menjadi senjata di tangan mereka..
Sedangkan teknik Avatar adalah teknik yang hanya fokus mengeluarkan elemen tanpa penggunaan mantra.. "
"Secara gampang nya begini.. Seorang Penyihir biasanya memiliki kedekatan dengan elemen tertentu yang akan mereka andalkan..
Biasanya mereka bisa mengeluarkan Elemen itu bahkan tanpa mantra sihir benar..? "
Keduanya mengangguk sebagai jawaban, mereka tau setiap Penyihir bisa mengeluarkan elemen tertentu bahkan tanpa mantra.
Seperti seorang Penyihir Api bisa mengeluarkan Api, walaupun itu biasanya hanya untuk menyalakan sesuatu.
Atau seorang Penyihir Air bisa mengeluarkan Air yang bisa di minum. Begitu juga yang lainnya..
"Ya dan teknik Argus hampir sama dengan mengubah mana menjadi elemen saja tanpa mengubah bentuknya menjadi senjata lainnya.. " Ucap Sebastian.
"Dan kemudian Argus akan mengeluarkan Elemen itu untuk menyerang, Argus hanya akan mengendalikan kekuatan elemen itu.
Seperti menyemburkan api dari tangannya setiap kali ia meninju atau mengeluarkan air angin dan lain-lain dari setiap bagian tubuhnya..
Teknik bertarung Argus mirip dengan fighter/Monk, tapi ia akan mengeluarkan setiap elemen pada setiap gerakan yang ia pakai.. "
"Tapi hanya mengandalkan pengendalian elemen saja bukankah serang seperti itu takan kuat..? Dan bukankah penggunaan Mana akan meningkat banyak..?" Tanya Ratu Silvia
"Seharusnya ya.. Untuk orang normal memang seperti itu, namun untuk anak ini sepertinya hal ini tidak berlaku.. " Kata Sebastian..
"Saat aku sudah kehabisan nafas dan Mana, aku memperhatikan bahwa anak itu masih belum berkeringat sedikit pun. Dan lagi, spertinya Mana yang ia milik masih sangat banyak..
"Awalnya saat ia menggunakan petir, walaupun tak terlalu berefek padaku. Namun itu benar-benar mengurangi dampak serangan ku.
Dan lagi ia sepertinya masih bisa meningkatkan kekuatan petir yang ia keluarkan.
Aku memutuskan untuk menyerah karena aku merasakan ancaman dari teknik petir yang ia siapkan.. "
"Apakah sampai semengerikan itu serangan nya..? "Tanya Raja Rodrike
" Ya aku yakin dengan firasat ku, mungkin itu takan membunuhku. Namun yang jelas jika itu mengenai ku, pasti itu bukan hal yang akan meninggalkan luka kecil saja.
Aku mungkin akan terluka parah, jadi aku memutuskan berhenti. Toh tujuanku hanya ingin melihat batas kemampuan yang ia miliki. " Ucap Sebastian tanpa daya.
"Tapi walaupun aku sampai menyerah, aku masih tidak bisa memaksanya mengeluarkan semua kemampuannya..
Bahkan aku yakin itu hanya sebagian kecil dari kemampuan yang ia miliki.. "
"Kenapa kau sampai mengatakan itu..? " Tanya Ratu Silvia
"Ya apa kalian ingat aku memiliki skill pendengar super..? Aku mendengar saat ia berjalan dengan Budaknya, ia mengatakan ingin mencari cara baru untuk melawanku karena sepertinya ia takut tak sengaja membunuhku.. "
"Hahhaa jika itu orang lain, aku mungkin akan membunuhnya.
Tapi untuk Argus.. Itu mungkin saja terjadi, jika ia serius aku mungkin saja mati tanpa tau penyebab kematian ku..
Karena ia bahkan belum menggunakan Sihir sama sekali, terutama sihir yang ia gunakan untuk mengalahkan Naga itu. "
"Seorang Penyihir yang mahir menggunakan pedang, dan mahir bertarung dengan tangan kosong..? Apakah kamu percaya seberapa kuat jika ia serius..? " Ucap Sebastian.
"Kalau memang ia seperti yang kamu katakan, kamu harus berusaha mengundangnya bergabung dengan Kerajaan kita.. " Ucap Raja Rodrike
"Hahhaha.. Kamu tak perlu khawatir saudara ku, aku dan kak Silvia sudah sepakat untuk menjodohkannya dengan Olivia.. " Kata Sebastian
"Apa..? Tidak.. Aku takan mengijinkan hal itu.
Walaupun ia kuat, tapi aku tak ingin menyerahkan malaikat kecilku kepada orang yang tak tau sifatnya. " Kata Raja Rodrike
"Tenang saja, selama kami berbicara sebelumnya. Aku melihat sifatnya cukup bagus dan cocok untuk Olivia.. " Ucap Sebastian
"Walaupun demikian, kita tidak bisa memaksa Oliv untuk menikahi orang yang tak ia sukai.." Ucap Raja Rodrike yang masih kukuh menolak
__ADS_1
"Saat ini Yang harus kita perhatikan bukanlah bagaimana meyakinkan Olivia untuk mau menerima Argus.
Melainkan bagaimana meyakinkan Argus agar mau menerima Olivia.. " Kata Sebastian
"Apakah maksud mu Oliv kecil ku tak pantas untuk Argus..?! " Bentak Raja Rodrike
"Bukan seperti itu, tapi pada saat itu karena Ular Viper itu ternyata adalah Varian yang lebih kuat. Aku yakin itu adalah jenis Rank S monster.
Panjangnya dua kali lipat dari yang kita tau. Jadi saat itu aku berniat menambah hadiahnya, dan aku ingin menawarkan Hadiah dengan membuat Argus menikah dengan Olivia. Ia menolak dan yang ia inginkan hanyalah ijin masuk ke perpustakaan kerajaan.. "
"Sepertinya Ia hanya tertarik dengan buku dan makanan.. "
"Dan terlebih lagi, saat kami berbicara.. Aku memperhatikan Argus bahkan sama sekali tak pernah melirik Olivia yang berada di sampingku waktu itu..
Apa kamu pernah pesona Oliv kecil kalah dengan Buku di depan anak muda lainnya..? " Ucap Sebastian.
"Ia menolak Olivia dan memilih ijin membaca buku..? " Kata Raja dan Ratu bersamaan.
"Ya.. Itu adalah apa yang ia inginkan..
Sepertinya itu berkaitan dengan Job miliknya.
Saat ia memperkenalkan diri ia memiliki Job Sage.. Apa kalian pernah mendengar hal ini..? " Tanya Sebastian
"Tidak.. Aku tak pernah mendengar hal itu. " Kata Raja Rodrike
"Tunggu sepertinya aku pernah membacanya.. " Ucap Ratu Silvia.
"Sayang, kau tau kan kalo dulu ayahku sangat suka mengoleksi buku berkaitan sejarah dan buku kuno lainnya..? "
"Di salah satu buku yang rusak aku pernah membaca tentang Sage.
Itu adalah Job yang lebih tinggi dari Mage.. "
"Apakah Argus memiliki job yang kuat..? " Tanya Sebastian
"Ya seharusnya.. Di buku itu walaupun hanya sedikit kata yang bisa di baca karena rusak.
Di sana di jelaskan bahwa untuk mendapatkan Job Sage, orang itu harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. "
"Namun aku hanya mengetahui
Syarat yang ada.
Pertama, ia adalah Job Mage. Kedua, ia harus memiliki jumlah kapasitas mana yang banyak. Ketiga, ia harus mengetahui banyak mantra sihir. Di sini aku tak tau sihir apa yang harus di miliki karena bagian ini telah rusak.
Dan yang terakhir yang bisa aku baca adalah.. " Ratu Silvia berhenti dan melihat keduanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan
"Ia terlebih dahulu harus melewati batas level 100.." Ucap Ratu Silvia
"Apakah maksudmu anak itu sudah mencapai level 100 saat ini..? " Tanya Raja Rodrike
"Tidak mungkin, dari yang ku ketahui tentang Argus melalui kartu Guild miliknya, ia hanya baru level 75 atau sekitarnya saat ini.. " Ucap Sebastian.
"Aku tak tau, tapi itu yang tertulis dalam buku waktu itu.. Dan juga apa kamu yakin Sebas, Argus bisa mengalahkan mu walaupun ia menahan diri.
Dan lagi menurut mu barusan, Argus juga yang mengalahkan Raja Naga Merah yang seharusnya memiliki Level lebih dari seratus.. " Ucap Ratu Silvia
"Ini..? Apakah mungkin Argus menyembunyikan level miliknya..? " Tanya Sebastian
"Ya itu satu-satunya penjelasan yang bisa kita ambil.. " Kata Raja Rodrike
"Sebas, karena kamu telah berhubungan dengan Argus dan tau tentang dia.
Aku akan memberimu tugas khusus, aku ingin bagaimana pun caranya. Aku harap kamu bisa menarik Argus ke kerajaan kita.. "
"Bahkan jika dengan menjodohkan Olivia..? " Tanya Sebastian sambil meledek Rodrike
Sebastian tau bahwa Rodrike sangat protektif terhadap putrinya Olivia.
"Ini..? Selama Olivia menyukainya, aku akan membiarkannya..
Tapi ingat jika Olivia tidak menyukai anak itu, bahkan jika aku harus menjadikannya musuh. Aku akan tetap mendukung Olivia.. " Kata Raja Rodrike dengan tegas.
Sebastian dan Ratu Silvia hanya tersenyum.
Baik Sebastian maupun Ratu telah melihat tingkah Olivia saat membahas Argus, dan dari sana terlihat jelas bahwa Olivia yang jelas tidak membenci Argus.
Jadi masih ada kemungkinan untuk membuatnya dekat dengan Argus.
. Bersambung
__ADS_1