
"Suara ledakan apa itu..?? " Tanya salah satu petualang yang saat ini menangani para Undead di dekat Dungeon.
"Sialan..!! Lihat langit di sana..!! " Teriak yang lainnya.
Lalu mereka akhirnya melihat langit yang cerah tanpa awan di depan Argus.
"Apakah ia benar-benar seorang petualang Rank A..?? "
"Aku rasa ia lebih tepat di kategorikan sebagai Rank Ss bukan..??! " Ucap petualang lainnya di sana.
Mereka sudah mengetahui identitas Argus yang telah menyelamatkan pangeran Roland.
Dan yang membuat mereka terkejut ternyata Argus baru Rank A, namun kekuatannya sudah melebihi Rank S seperti mereka.
Dan sekarang pertunjukan yang di lakukan Argus benar-benar meyakinkan mereka yang awalnya masih ragu dengan kekuatan Argus.
Skeleton dragon adalah monster yang kebal terhadap serangan Sihir, namun Makhluk itu tak berdaya saat menghadapi sihir Argus..
Bahkan skeleton dragon tak meninggalkan Core sama sekali saat ia musnah. Atau bisa di bilang Core itu mungkin sudah ikut hancur saat terkena serangan Argus.
Mereka semakin bertanya-tanya, apakah itu karena Skeleton dragon itu terlalu lemah atau karena sihir Argus terlalu kuat..??
"Apa yang kalian lakukan.. Jangan melamun, selesaikan monster di depan kalian..!! " Teriak salah satu Petualang Rank S di sana..
"Ya itu benar.. Mari kita juga selesaikan yang kecil ini dulu, jangan membuat nama kita sebagai Rank S kehilangan muka.. " Ucap petualang Rank S lainnya.
Kemudian mereka mulai satu persatu bisa membunuh Undead lainnya.. Namun untuk Zombie Dragon dan Cerberus sedikit lebih sulit.
Bagaimana pun Naga Zombie memiliki ketahanan yang hampir sama seperti saat mereka masih hidup.
Jadi walaupun ia tak bisa bergerak bebas, tapi mereka masih cukup kuat. Apa lagi yang satu ini masih bisa menyemburkan api, hal ini menambah kesulitan untuk menanganinya.
Dan saat ini kebanyakan orang masih dalam kondisi terluka, jadi cukup sulit menghadapi dua makhluk itu.
"Semuanya fokus menyerang Zombie Cerberus dulu dan biarkan Naga Zombie itu untuk sementara..!! " Teriak Sebastian saat melihat mereka kesulitan.
Bagaimana pun ia saat ini sudah tak memiliki tenaga lagi karena harus menghadapi Dua makhluk itu secara langsung sebelum para petualang akhirnya datang membantunya.
Sayangnya walaupun ia bisa bertahan, Sebastian mengalami banyak luka di tubuhnya. Jadi saat ini ia hanya bisa memberikan komando tanpa bisa membantu lagi.
"Apakah anda masih butuh bantuan untuk menangani bocah besar ini..?? " Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan nya..
"Argus..!! Haihh syukurlah kau bisa datang tepat waktu..
Aku malu menemui mu dalam kondisi seperti ini.. " Ucap Sebastian.
"Hahah Anda tak perlu malu, bagi seorang kesatria.. Luka di tubuh bukanlah Aib, tetapi suatu tanda kehormatan dan sebagai Bukti perjuangan yang telah Anda raih.. " Ucap Argus.
"Malu lah jika seorang kesatria meninggalkan tugasnya karena ketakutan atau meninggalkan Rekan-rekannya yang masih berjuang..
Jadi untuk Anda aku rasa Anda tak perlu malu, Anda harus bangga akan prestasi Anda.. "
"Jika Anda tak berjuang sampai sekarang, aku rasa akan lebih banyak korban yang berjatuhan daripada saat ini.. " Ucap Argus.
"Ya kau benar.. Luka ini adalah bukti perjuangan seorang kesatria seperti ku..
Hahahhaa... Aku makin menyukaimu nak..
Tak hanya kuat, namun kamu juga sangat bijak. Sekali lagi terimakasih sudah datang membantu tepat waktu.. " Ucap Sebastian.
"Jadi jika tak merepotkan.. "
Sebastian memberikan isyarat tolong untuk menyelesaikan Zombie Dragon itu.
"Tak masalah.. " Ucap Argus. Kemudian ia mendekati Zombie dragon itu.
"Apa yang sebaiknya aku lakukan terhadap makhluk ini..?? "
"Hemm aku rasa aku bisa menggunakan sihir cahaya sebagai percobaan terhadap Undead..
__ADS_1
Ya aku rasa itu cukup bagus.. "
"Sihir cahaya..!! Pemurnian..!! " Teriak Argus.
Lalu sebuah lingkaran Rune yang berwarna putih bercahaya mulai muncul di bawah Argus dan mulai meluas mencakup hampir seluruh lokasi Pertempuran.
Lalu dari lingkaran itu mulai muncul sinar cahaya yang menyilaukan memancar ke atas langit.
Dan kemudian satu persatu semua Undead mulai menghilang sedikit demi sedikit sampai pada akhirnya tak ada yang tersisa dan hanya menyisakan core monster yang berjatuhan.
"Apa yang terjadi..?? " Tanya seseorang di sana.
"Ini.. Sihir pemurnian area luas..!! Siapa yang bisa menggunakan sihir sekuat ini..?? " Tanya petualang lainnya.
"Lupakan siapa itu.. Yang jelas kita akhirnya menang..!!! " Teriak salah satu petualang.
Lalu yang lainnya pun akhirnya ikut bersorak juga. karena krisis sudah terlewati, mereka akhirnya bisa beristirahat untuk saat ini.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah semuanya di tangani. Mereka mulai menyembuhkan yang terluka dan menangani kerusakan yang terjadi.
Sementara itu Argus saat ini sedang bersama Lisa, Hawa dan Alfred menghadap Raja. Mereka di undang terutama Argus karena telah membantu untuk yang kesekian kalinya lagi.
Di ruangan itu juga ada Ratu, dan Olivia. Sedangkan Roland saat ini sedang menemani Sebastian yang sedang di rawat.
"Untuk yang kesekian kalinya, aku sebagai raja kerajaan Illia benar-benar mengucapkan terimakasih karena telah menolong kami dalam krisis kali ini.. " Ucap Raja Rodrike.
"Itu benar.. Terimakasih, berkatmu kami berhasil menghindari kerugian dan kekacauan yang lebih parah.. " Ucap Sang Ratu Silvia.
"Tak masalah.. Karena keluarga ku ada di sini, jadi aku tak bisa membiarkan para monster itu mengancam keselamatan mereka.. " Ucap Argus sambil mengelus kepala kecil Hawa yang saat ini duduk di pangkuannya.
"Ya untuk sementara krisis kali ini terlewati, namun kita harus segera menyegel Dungeon itu atau Mungkin akan menyebabkan masalah lainnya.. " Ucap Raja Rodrike.
" Tunggu.. Apakah maksudnya kamu bisa menyegel Dungeon itu sendiri..?? " Tanya Raja Rodrike.
"Tidak.. Bukan menyegel, melainkan menghancurkannya secara permanen.. " Ucap Argus.
"Apa..??!! " Teriak semuanya yang ada di sana.
"Maksudnya kamu bisa menghancurkan Dungeon bukan hanya sekedar menyegel nya..?? Apakah seperti itu..? " Tanya Ratu Silvia.
"Benar.. Aku memiliki cara untuk menghancurkan Core Dungeon.. Namun aku harus terlebih dahulu masuk dan mengalahkan Bos terakhir dari Dungeon itu.." Ucap Argus
"Apakah kau bisa mengajarkan teknik itu kepada yang lainnya..?? " Tanya Raja Rodrike.
"Aku minta maaf mengecewakan, tapi hal ini tak bisa di ajarkan kepada siapapun..
Karena ini adalah hal yang aku dapatkan dari gelar ku sebelumya.. " Ucap Argus.
"Tunggu.. Tunggu.. Apakah maksudnya kau adalah seseorang yang memiliki gelar..?? " Tanya Raja Rodrike.
"Ya.. Apakah ada masalah..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Hanya saja.. " Ratu Silvia Ragu-ragu saat hendak mengatakan sesuatu.
"Sebenarnya Gelar hanya akan di dapatkan oleh orang-orang yang terpilih saja. Dan orang terpilih adalah seseorang yang telah melakukan hal yang luar biasa yang bisa membuat Dewa kagum.. " Ucap Olivia menyambung kata-kata Ibunya.
"Dan Orang terpilih di ceritakan bahwa mereka adalah orang yang suatu saat bisa menjadi Dewa kecil, Dewa baru tergantung dari gelar yang ia miliki... "
"Dewa kecil..?? Apa itu..? " Tanya Argus.
"Dewa kecil dalam catatan adalah peringkat dewa terendah.. Aku tak tau apa saja peringkat Dewa itu karena tak ada catatan lain tentang hal itu.. " Ucap Olivia.
"Lalu apakah tak ada catatan lain yang membahas tentang itu..? " Tanya Argus.
__ADS_1
Olivia menggelengkan Kepalanya tanda ia tak tau..
"Master, sebenarnya aku pernah membaca catatan lainnya. Namun aku tak tau apakah ini berkaitan atau tidak.. " Ucap Lisa.
"Bisa kau ceritakan..? " Tanya Argus.
"Emm.. Itu adalah catatan dari Kerajaan Jura..
Di sana terdapat catatan yang hanya sebagian saja yang tersisa, dan di katakan seseorang yang telah mendapatkan kepercayaan dari Dewa bisa pergi ke dunia atas yang lebih luas.. " Ucap Lisa.
"Dan di Dunia atas itu seseorang bisa mengubah dirinya menjadi Dewa yang sesungguhnya.. "
"Mungkin orang yang mendapatkan kepercayaan Dewa itu adalah orang yang saman yang disebutkan sebagai yang terpilih..
Dan saat mereka naik ke dunia atas, itu mungkin saat mereka menjadi Dewa kecil.. "
"Biar aku ringkas.. Jadi seseorang yang mendapatkan gelar adalah orang yang telah mendapat kepercayaan dari Dewa dan di sebuat yang terpilih.. " Ucap Argus.
"Lalu untuk orang yang terpilih itu, suatu saat ia akan menjadi Dewa, dan ia akan naik atau pindah ke dunia yang lebih luas atau disebut Dunia Atas..
Dan di sana, orang terpilih itu yang telah menjadi Dewa diklasifikasikan sebagai Dewa terlemah atau berada di tingkat Dewa Kecil.. "
"Dan di atas Dewa kecil masih ada tingkatan lainnya lagi yang pada akhirnya akan mengarahkan mereka menjadi Dewa Utama yang memiliki kedudukan yang sama dengan Tiga Dewa utama lainnya..?? Apakah seperti itu..?? "Ucap Argus
Mereka semua melongo saat mendengar rangkuman dari Argus barusan. Pasalnya Argus merangkum hanya berdasarkan sedikit penjelasan dari Olivia dan Lisa.
Namun Argus mampu menjabarkan dan membuat rangkuman yang terdengar logis di pikiran mereka..
Itu bagaikan Argus sebenarnya mengetahui akan hal itu..
Tiba-tiba suara orang lain membangunkan mereka dari keterkejutan mereka.
"Lelucon apa lagi yang kalian bicarakan kali ini..??!! " Teriak Roland yang baru saja masuk ke ruangan itu bersama Sebastian.
"Dewa apa..?? Apakah maksudnya seseorang bisa menjadi Dewa..?? Atau ini lelucon untuk menggodaku..??"
"Bisakah kau tutup mulut konyol mu itu..?? Siapa juga yang ingin membuat lelucon untuk mu..? " Ucap Sebastian sambil memukul kepala Roland..
Lalu ia melihat kearah Argus dan yang lainnya.
"Jadi apakah kemungkinan hal itu benar-benar bisa terjadi..?? " Tanya Sebastian.
"Sejauh ini orang yang memiliki gelar telah muncul.. Jadi ada kemungkinan hal ini nyata.. " Ucap Raja Rodrike.
"Duduklah dulu.. Kita bahas lagi secara perlahan.."
"Baiklah.. " Ucap Sebastian.
Lalu Sebastian mulai duduk di bantu Roland.
Setelah itu Olivia kembali menceritakan semuanya kepada Sebastian dan Roland.
"Jadi.. Argus adalah seseorang yang memiliki sebuah gelar dari Dewa..? Dan ada kemungkinan ia bisa menjadi Dewa juga..?? " Ucap Sebastian.
"Lalu.. Gelar apa yang kamu miliki Argus..?? " Tanya Sebastian.
"Sebelum itu.. Gelar apa saja yang sudah di ketahui, dan berapa banyak gelar yang di miliki setiap orangnya..?? " Tanya Argus.
"Dalam catatan itu, yang di ketahui hanya gelar Dewa penempaan, Dewa pedang, dan Dewa Binatang.salamander. Saint. shrine maiden. " Ucap Olivia.
"Namun hanya ada satu orang yang di ketahui namanya dalam catatan itu... Dan itu adalah Dewa penempaan.. .."
"Wayland.. Dewa penempaan Wayland.. " Ucap Argus mendahului Olivia yang belum sempat mengatakan nama orang itu.
"Benar.. Darimana anda tau..?? " Tanya Olivia.
"Karena Wayland adalah orang yang membuat Tower sihir di reruntuhan Daka.. " Ucap Argus
.
__ADS_1
.
. Bersambung