
"Apa maksudnya ini..!! Katakan yang sebenarnya..!! " Ucap Roland.
"Itu.. Itu.. " Viscount tak bisa berkata-kata kali ini.
"Jangan bertele-tele, katakan yang sebenarnya..!! " Ucap Roland.
"Itu.. Maafkan aku pangeran..!! " Ucap Viscount itu sambil bersujud mendekati pengeran Roland.
Saat itu ia langsung mencoba menyerang pangeran Roland, namun terlihat jelas ia kalah level..
"Kenapa kau diam..!! Bantu aku atau kita akan di hukum.. " Ucap Viscount ke orang itu.
"Tapi.. Tapi.. " Ucap orang itu.
Ia ragu-ragu untuk menyerang pangeran.
"Bodoh.. Kita tak bisa kabur lagi.. Jadi kita harus membunuh mereka..
Karena mereka datang dengan menyamar maka artinya tak ada yang tau pangeran ada di sini.. " Ucap Viscount.
Lalu orang itu yang mendengar hal tersebut pun akhirnya memutuskan membantu Viscount melawan Roland.
Roland dengan mudah menendang Viscount itu hingga terjatuh.
Namun tiba-tiba Viscount itu melompat dan mengeluarkan senjata dari balik bajunya dan menyandra putri wilona yang kebetulan berada paling dekat dengan nya..
"Apa yang kau lakukan brengsek..!! Lepaskan aku.. Lepaskan aku, apa kau tak tau siapa aku..?? " Ucap Wilona.
"Aku tak perduli siapa kamu.. Tapi yang pasti jika pangeran tidak menyerah, maka aku akan membunuhmu.. " Ucap Viscount.
"Menyerah lah pangeran.. Atau aku akan membunuh teman mu ini.. "
"Kau..! " Roland ragu-ragu untuk menyerang.
Ia takut Viscount nekat dan membunuh wilona dan bisa berakibat masalah dengan kerjaan Jura nantinya..
Roland tak membalas serangan orang satunya dan hanya menghindari setiap serangannya saja.
"Jadi ini rencana briliant mu itu..?? "
Tiba-tiba terdengar Sebuah suara yang mengganggu pertarungan mereka. Lalu dari pintu terlihat seseorang yang berdiri di sana dan di belakangnya ada dua orang lainnya.
"Hai Argus, Ini tidak seperti apa yang telah aku rencanakan ok..! Dan bisakah kau jangan cuman menonton saja tapi membantu ku..?? " Ucap Roland.
"Baiklah.. Baiklah.. Aku sudah mengatakan lebih baik kau langsung saja tak perlu repot-repot sebelumnya, tapi kau tak percaya.. " Ucap Argus sambil mendekati Roland.
"Jangan mendekat..!! Atau aku akan membunuhnya.. " Ucap Viscount
" Membunuhnya..?? Lakukan saja.. "Ucap Argus santai.
Ia sama sekali tak takut dan masih berjalan pelan.
" Apa..??! Apa kau menggertak ku..?? Aku serius akan membunuhnya.. "Ucap Viscount
" Aku juga serius.. Seratus bahkan seribu persen serius.. "Ucap Argus.
" Jika kau ingin membunuhnya, lakukan saja... Toh Aku sudah lama ingin membunuhnya juga, tapi tak jadi.. "
Argus tiba-tiba muncul di samping orang yang sebelumnya melawan Roland dan memukul lehernya sampai patah.
"Jadi jika kamu ingin membunuhnya maka lakukan saja.. Setelah dia mati aku hanya perlu membunuhmu saja, bisa di anggap aku membalas dendam untuknya bukan..?? "Ucap Argus masih santai seolah-olah tak terjadi apa-apa..
"Lagipula kau yang akan membunuhnya bukan aku, jadi itu jauh lebih baik.. Aku mungkin malah bisa mendapatkan penghargaan karena membalaskan dendam kematiannya nanti.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
"Kau..!! Kau sialan..!! Apa kau benar-benar ingin aku mati..?!! " Teriak Wilona.
"Benar..!! Sejak awal aku sudah mengatakan aku akan membunuhmu jika menggangu ku bukan..?? Dan sekarang ada yang ingin membunuhmu juga, jadi itu bagus.. Aku tak perlu mengotori tanganku.. " Ucap Argus.
"Jadi lakukan saja bisnis kalian berdua.. Jika kau ingin membunuhnya, maka bunuh saja.. Dan jika kau ingin bebas maka lawan saja ok.. " Ucap Argus sambil mengeluarkan sebuah kursi..
"Aku akan menunggu hasilnya di sini dengan tenang.. "
"Kau..!! Kau..!! Sialan.. " Ucap Viscount itu yang malah mulai ragu.
Bagaimana pun ia masih butuh sandra, jadi dia tak bisa membunuh Wilona saat itu.
"Ada apa..?? Apa kenapa kau lama sekali..? Apa kau butuh senjata lain..?? Lihat ini.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengeluarkan pedang, tombak dan lainnya.
"Aku punya banyak senjata, kau bisa meminjamnya jika mau untuk membunuhnya..
__ADS_1
Atau ini..?? Ini senjata favorit ku untuk membunuh monster.. " Ucap Argus sambil menunjukkan senapan Sniper miliknya.
"Kau hanya perlu mengarahkan senjatanya dan kemudian kau hanya perlu menarik pelatuknya seperti ini..." Ucap Argus.
Mereka masih terpana dengan apa yang Argus lakukan sampai-sampai tak sadar jika senjata itu sudah mengarah ke arah Viscount sampai tiba-tiba..
"Bbaaamm...!!! "
Ledakan terdengar dengan di ikuti Munculnya lubang di kepala Viscount yang membuat Wilona terkena darah dan cair otak dari viscount itu..
"Akkkhhh....!!! " Teriak Wilona..
"Ohh.. Sepertinya aku lupa ini otomatis pelurunya.. " Ucap Argus sambil tersenyum. Lalu ia memasukkan semua senjatanya lagi.
"Lihat..! Ini sangat simple, kenapa kau membuatnya begitu sulit..?? " Ucap Argus.
"Jika kau membunuh mereka, bagaimana dengan masalah di kota ini..?? Kita bahkan tak tau informasi lainnya lagi sekarang.. " Ucap Roland.
"Itu mudah.. Aku masih bisa mencari informasi dari mayat mereka.. " Ucap Argus.
Keduanya masih asyik mengobrol sementara Lisa dan Olivia membantu Wilona membersihkan tubuhnya.
"Kau sialan..!! Kenapa kau melakukan itu..? Kau bisa membuatku tadi.. " Ucap Wilona kepada Argus.
"Jika kau mati ya sudah, kenapa repot..?? Toh kau masih hidup bukan..?? Jadi jangan berisik.. " Jawab Argus.
"Kau benar-benar menyebalkan..!! " Ucap Wilona. Setelah itu ia keluar dari sana bersama Lisa dan Olivia..
Argus hanya mengangkat bahunya tanda masabodoh.. Setelah itu ia berjalan ke arah mayat Viscount dan mulai menggunakan kemampuan miliknya..
Setelah itu ia melakukan hal yang sama dengan orang satunya lagi. Setelah itu ia meletakkan mayat keduanya.
"Baiklah.. Aku sudah tau semuanya sekarang.. " Ucap Argus.
"Sebenarnya apa yang tak bisa kau lakukan..?? Sepertinya kau bisa melakukan apapun bukan..?? " Tanya Roland.
"Aku..?? Yang jelas Aku tak bisa melahirkan.. "Ucap Argus sambil tersenyum.
" Sial.. "Ucap Roland.
" Jadi apa yang kau dapatkan dari mereka..?? "
"Ini bukan hal serius.. Hanya beberapa hal sepele sebenarnya.. " Ucap Argus.
"Dan seperti yang ia katakan sebelumnya, ia benar-benar di rampok oleh bajak laut saat berlayar di lautan sebelumnya.. "
"Lalu untuk Viscount ini.. Ia adalah bangsawan yang korup.. Dia sudah banyak mencuri uang pajak selama ini, dan sebenarnya Marquez sudah mulai menyadarinya.. "
"Ia mulai mencari bukti-bukti, namun sebelum ia berhasil.. Viscount terlebih dahulu sadar dan akhirnya memberikan racun kepada Marquez sehingga ia terlihat sakit sekarang.. "
"Setelah itu ya seperti yang kau tau, ia menggantikan posisi Marquez. Ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia telah mengirim laporan ke kerajaan dan memalsukan pengangkatannya untuk menggantikan Marquez sementara. "
"Lalu.. Ya semuanya terjadi sampai seperti sekarang.. Ia menaikan pajak sesukanya, dan ia bekerja sama dengan bajak laut mengatakan bahwa ada monster di lautan..
Walaupun sebenarnya semua itu di lakukan oleh bajak laut.. "
"Jadi tak ada monster dalam insiden ini..? " Tanya Roland.
"Benar.. Ini hanya ulahnya dan bajak laut saja.. " Ucap Argus
"Lalu apa ada yang lainnya yang terlibat..?? " Tanya Roland.
"Tidak.. Ini murni kesalahannya dan bajak laut, bangsawan lain tak ada sangkut pautnya.. " Ucap Argus.
"Bahkan bangsawan ini sebelumnya tak tau jika perahu yang mereka sewa dan naikin merupakan Perahu dari Kerajaan.. "
"Baiklah.. Ini akan jauh lebih mudah..
Kita hanya perlu menyembuhkan Marquez dan biarkan dia mengurus semuanya.. " Ucap Roland.
"Dan bisakah kau membiarkan semua kredit untuk masalah ini untuk ku..?? "
"Tentu.. Lagi pula Aku tak membutuhkannya.. " Ucap Argus.
"Terima kasih.. " Ucap Roland.
"Hawa.. Berhenti main-main dengan mayat mereka, mari kita pergi membeli makanan laut.. " Ucap Argus memanggil Hawa yang sedang menyodok-nyodok mayat keduanya..
Ia sepertinya memeriksa apakah keduanya sudah benar-benar mati.
"Ehh.. Ayo.. Hawa ingin membeli ikan besar.. " Ucap Hawa yang langsung berlari dan memeluk kaki Argus.
__ADS_1
"Tak masalah.. Ayo kita pergi dan mencarinya.. "Ucap Argus.
" Jika tak ada, kita bisa mencoba memancing nanti"
"Ayo.. Eh..?? Apakah paman Roland tidak ikut..?? " Ucap Hawa.
"Tidak.. Paman masih punya urusan di sini, jadi kalian bisa pergi sendiri.. Tapi jangan lupakan paman ok.. Belikan juga makanan untuk paman nanti.. " Ucap Roland.
"Emm.. Hawa akan membelikan ikan besar juga.. " Ucap Hawa.
"Kalau begitu aku akan pergi dulu.. " Ucap Argus.
"Oh benar.. Kau bisa memberikan ini untuk Marquez, ia akan sembuh segera dengan itu.. "
Argus memberikan sebotol obat penyembuhan ke Roland.
"Ok.. Terimakasih.. " Ucap Roland.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah itu Argus pergi berdua dan berkeliling di sekitar toko makanan laut.
Mereka membeli banyak makanan namun tak menemukan ikan besar apapun di sana, hanya makanan laut jenis ikan kecil saja.
Dan saat Argus bertanya kepada pedagang makanan di sana, mereka mengatakan bahwa itu karena mereka sudah lama tak melaut. Jadi tak ada ikan segar yang besar untuk di jual..
Kebanyakan hanya ikan kecil yang di dapatkan di laut dangkal sekitar sana saja..
Selain itu mereka masih takut jika terlalu jauh akan bertemu bajak laut atau monster laut, jadi hanya sedikit tangkap sekarang.
"Apakah aku perlu memancing sendiri saja..?? " Gumam Argus.
"Paman.. Apakah ada perahu yang bisa di sewakan saat ini di sekitar sini..?? " Tanya Argus.
"Perahu..?? Jika kau ingin menyewa ada banyak, bahkan jika kau ingin membeli pun banyak juga.. Itu karena hampir semuanya tak ada yang berani melaut, jadi perahu mereka menganggur sekarang.. " Ucap pedagang makanya itu.
"Kalau begitu Terima kasih.. " Ucap Argus.
"Sama-sama.. Kau hanya perlu ke pelabuhan dan bertanya ke sembarang orang, pasti mereka akan menyewakan perahunya.. !! " Teriak paman itu mengingatkan Argus.
"Ok.. " Jawab Argus.
"Ayah.. Apa kita akan mencari ikan sendiri..?? " Tanya Hawa.
"Benar.. Kita akan mencoba mencari ikan nanti.. " Ucap Argus.
"Tapi Hawa tak tau caranya.. " Ucap Hawa.
"Tak masalah.. ayah akan mengajari Hawa nanti. " Ucap Argus.
"Mari kita kembali dan kita akan pergi bersama yang lainnya nanti.. "
"Aku bertanya-tanya, bagaimana cara penangkapan ikan di dunia ini, apakah masih sama..?? " Gumam Argus.
Setelah itu ia kembali ke penginapan, ia akan pergi ke laut menunggu Roland selesai untuk menyelesaikan masalah sebelumnya terlebih dahulu.
Dan Argus juga masih perlu menunggu perbaikan kapal miliknya, jadi ia tak terburu-buru.
Sehari setelahnya, Roland kembali ke penginapan dan mengatakan semuanya sudah beres. Dan hanya tinggal menunggu Marquez untuk mengurus semuanya.
Dan ia mengatakan masih butuh waktu beberapa hari lagi sampai perahu milik Argus selesai di perbaiki..
Jadi mereka masih belum bisa melanjutkan perjalanan mereka lagi, Argus memikirkan sesuatu untuk menghabiskan waktu di sana.
"Bagaimana jika kita melaut dan menangkap bajak laut..?? Aku juga ingin menangkap ikan sekalian.. " Ucap Argus.
"Kedengarannya itu ide yang cukup bagus..
Mari kita pergi.. " Ucap Roland.
"Oh benar.. Bagaimana cara nelayan di sini mencari ikan..?? " Tanya Argus.
"Kau tak tau cara menangkap ikan dan kau ingin mencari ikan..?? "
.
.
__ADS_1
.bersambung