
Keesokan harinya hampir semuanya terlihat jauh lebih pendiam saat makan pagi..
"Hei..! Ada apa dengan kalian.? Kita makan bersama namun seperti makan sendirian.. " Tanya Roland.
"Tak ada apapun.. Itu mungkin cuma perasaan mu saja.. " Ucap Argus.
"Benarkah..?? Hei Lona, kau merasakannya juga bukan.. ? " Tanya Roland.
"Aku tak tau.. " Ucap Wilona.
Kemudian ia melanjutkan makanannya tanpa memperdulikan Roland.
"Aku hanya bertanya, kenapa kau sangat kesal..?? " Ucap Roland.
Lalu mereka melanjutkan makan mereka lagi sampai tiba-tiba ada ketukan di pintu depan..
"Ehh..?? Siapa yang mengetuk pintu di Pulau ini..? " Ucap Roland.
"Biar aku buka. " Ucap Argus.
Lalu ia berdiri bersiap membuka pintu. Namun ia di cegah oleh Roland.
"Tak perlu.. Biar aku saja, rasanya tak enak makan bersama kalian sekarang.. Ini membuatku merinding setiap saat.. " Ucap Roland.
Lalu ia berjalan kearah pintu dan bersiap melihat siapa yang datang..
Dan saat ia membuka pintu, ia sedikit terkejut karena yang ada di sana adalah seorang wanita cantik lainnya.. Ia terlihat seperti memakai kimono Jepang, namun di mata Roland itu adalah pakaian aneh karena ia belum pernah melihatnya..
Ia memiliki rambut hitam panjang dengan di ikat ekor kuda di belakang. Ia juga terlihat memiliki pedang di sampingnya yang ia pegang. Dan jika argus melihatnya, maka ia akan tau itu adalah katana.
"Hai Nona.. Kau ini masih hidup atau Hantu..?? "Tanya Roland.
" Apa itu hantu..?? " Ucap wanita itu.
"Sepertinya kau masih Hidup, kalau begitu itu melegakan.. "Ucap Roland.
" Lalu darimana kau datang..? Sepertinya tak ada yang tinggal di sini selain kami, Dan ada keperluan apa..?? "
"Aku tinggal tak jauh dari pulau ini, dan datang untuk menemui master ku.. " Ucap wanita itu.
"Master mu..?? Siapa..? Apakah dia laki-laki atau perempuan..? " Tanya Roland.
"Master seorang laki-laki.. " Ucap wanita itu.
"Laki-laki..?? Tunggu.. Jangan bilang itu Argus..? " Ucap Roland.
"Eh..?? Aku belum bertanya nama Master, namun aku bisa merasakan ia ada di dalam.. " Ucap Wanita itu.
"Sial.. Sepertinya itu benar, sebenarnya bagaimana Argus selalu bisa memikat banyak wanita cantik..? " Ucap Roland.
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan memanggilnya.. "
Setelah itu Roland masuk ke dalam untuk memanggil Argus..
"Aku menyesal menawarkan diri tadi, jika tau seperti ini lebih baik aku melanjutkan makan saja.. " Gumam Roland saat ia berjalan.
"Siapa..?? " Tanya Argus.
"Wanita mu yang lainnya.. " Ucap Roland.
"Apa maksudnya..?? Wanita mana lagi..? " Tanya Argus.
"Siapa namanya..? "
"Entah lah.. Aku lupa bertanya, yang jelas ia mencari masternya.. "Ucap Roland.
"Siapa lagi di sini jika bukan kamu..?? "
"Masternya..?? Sial, apa mungkin itu dia..? " Gumam Argus.
"Kalian lanjutkan saja, aku akan memeriksanya.. " Ucap Argus Lalu ia berdiri dan berjalan ke luar.
Dan sesampainya di sana ia terpana melihat penampilan wanita itu. Bukan karena ia mengenalinya, namun karena ia mengenali penampilan wanita itu.
Itu adalah penampilan khas orang Jepang. Namun Argus tak pernah mengingat wanita itu sebelumnya..
"Kau..?? Siapa..?? " Tanya Argus.
"Ini saya Master.. Marlin.. Pesaria De Marlin.. " Ucap Marlin.
"Ini kamu..?? Tapi darimana kamu mendapatkan pakaian kimono dan katana itu..?? "Tanya Argus.
" Jadi ini namanya kimono dan katana..?? "Ucap Marlin.
" Tunggu.. Jangan bilang kau memakainya tanpa tau namanya..?? " Ucap Argus.
"Ya itu benar Master.. Aku membuatnya karena ku pikir ini cukup bagus.. " Ucap Marlin.
"Darimana kau mengetahui Kimono dan katana.. ?? " Tanya Argus.
__ADS_1
"Seharusnya di dunia ini tak ada yang seperti itu dan hanya ada satu katana di dunia ini, itu adalah ini.. "
Argus mengeluarkan Katana miliknya dan memperlihatkan ke arah Marlin.
"Sebenarnya aku mengetahui semua ini dari ingatan Master.. " Ucap Marlin.
"Ingatan ku..?? Apa kau bisa membaca ingatan seseorang..?? " Tanya Argus.
"Itu benar, saya membacanya saat Master pertama kali datang ke laut.. Saat itu saya melihat ingatan master, dan karena itu juga saya tak berani melawan master.. " Ucap Marlin.
"Ingatan apa saja yang kau lihat..?? Dan jika kau melihatnya, seharusnya kau mengetahui nama Pakaian dan pedang itu bukan..?? " Tanya Argus.
"Kemampuan ku hanya membiarkan ku melihat tanpa menyegarkan masa lalu atau ingatan target, jadi saya tak mengetahui namanya.. " Ucap Marlin.
"Dan saat itu yang bisa saya lihat adalah beberapa ingatan master tentang kehidupan master di masa lalu, dan di sana saya melihat master sepertinya menyukai wanita yang memakai pakaian seperti ini.. Jadi saya menirunya.. "
"Dan selain itu saya juga melihat kematian master, lalu setelah itu Master muncul di hitam dan mulai mengalahkan banyak Monster kuat lainnya..
Bahkan Monster selevel saya juga master bisa mengalahkannya dengan mudah.. "
"Tunggu.. Tunggu.. " Ucap Argus menghentikan cerita Marlin.
"Apa tadi kau mengatakan kematianku..?? "
"Emm.. " Angguk Marlin.
"Lalu setelah itu kau melihat ku muncul di Hutan..?? " Tanya Argus.
"Itu benar Master.. " Jawab Marlin.
"Apakah antara kematian dan sebelum muncul di Hutan kau tak melihat apapun..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Aku hanya melihat kabut hitam saja, setelah itu tiba-tiba ingatan master berlanjut di hutan.. " Ucap Marlin.
"Sepertinya Dewa menyegel pertemuan kami.. " Gumam Argus.
"Jadi kau tau jika aku bukan makhluk dunia ini dan ada dunia lainnya di luar sana..?? "Tanya Argus
" Ya.. Saya tau.
Karena itu saya ingin mengikuti master.. "Ucap Marlin.
" Sepertinya. Hal seperti ini tak dapat di hindari.. "Gumam Argus.
" Baiklah.. Lalu apa tujuan mu datang ke sini..? "Tanya Argus.
" Saya ingin melaporkan jika semua Monster hiu itu telah saya urus, dan sekarang mereka juga mengenali master sebagai master mereka.. "Ucap Marlin.
"Kau sebenarnya tak perlu melaporkan hal ini kau tau..?? " Ucap Argus.
"Ehh..?? Master tak mengatakannya dan juga master tak memberikan instruksi selanjutnya, makannya saya datang ke sini.. " Ucap Marlin..
"Lupakan.. Lalu apa kau tau lokasi dari Dungeon bawah laut yang terdekat dari sini... ?? " Tanya Argus
"Emm.. Saya tau, itu tak jauh dari lokasi di saat master melihat kami sebelumnya..
Master hanya perlu menyelam sedikit lebih dalam lagi.. " Ucap Marlin.
"Monster jenis apa yang ada di sana.. " Tanya Argus.
"Itu jenis manusia ikan.. " Ucap Marlin.
"Saya biasanya masuk ke sana untuk berburu mereka sebagai makanan.. "
"Apa kau biasanya tinggal di sana..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Saya biasanya tinggal di laut dalam sedikit jauh dari sini, di sana ada Dungeon berisi manusia ubur-ubur.. Dan Dungeon itu bisa memperkuat kami, jadi saya juga tinggal tak jauh dari sana.. " Ucap Marlin
"Baiklah, aku mengerti sekarang. Jadi sekarang kau bisa kembali ke tempat mu.. " Ucap Argus.
"Itu.. " Marlin ragu untuk menjawabnya.
"Ada apa..?? Jangan bilang kau tak bisa berenang..?? " Tanya Argus.
"Saya bisa berenang, namun dengan penampilan saya sekarang.. Saya tak bisa lagi kembali ke dasar laut Karena saya tak bisa berubah menjadi seperti semula.. " Ucap Marlin.
"Apa artinya kau tak bisa bernafas di dalam air lagi..?? " Tanya Argus.
"Untuk satu atau dua jam, itu masih tak masalah.. Namun aku tak bisa bertahan lebih lama tanpa mengambil nafas lagi.. " Ucap Marlin.
"Sial.. Kenapa kalian selalu saja sama..? " Ucap Argus.
"Lalu apakah kemampuan mu yang lain masih ada..?? Maksudnya masih bisa kau pakai di wujud mu sekarang..? "
"Selain kemampuan bertahan hidup di dalam air, semuanya masih bisa.. " Ucap Marlin.
"Aku hanya memiliki dua kemampuan, pertama adalah berpedang. Dan yang kedua adalah membaca ingatan orang lain.. "
"Berpedang..? Ya kau adalah Marlin jadi itu wajar juga.. " Gumam Argus.
__ADS_1
"Lalu untuk kemampuan membaca ingatan itu bagaimana caramu melakukannya..?? "
"Aku hanya perlu melihat mata target dari jarak tertentu untuk beberapa saat.. Setelah itu saya bisa dengan mudah membaca semuanya.. " Ucap Marlin.
"Sepertinya itu akan berguna, setidaknya jauh lebih berguna dari Levi.. " Ucap Argus.
"Hei sayang, tak baik menjelek-jelekkan istrimu di depan wanita lain kau tau.. ? "Ucap Levi yang tiba-tiba datang.
" Dan kata siapa aku tak mempertahankan kemampuan ku..?? "
"Aku masih bisa berjalan di atas air, lalu kemampuan teleportasi ku masih ada bukan..? " Ucap Levi.
"Kau tak mengatakan teleportasi itu adalah kemampuan mu..?? " Tanya Argus.
"Itu karena aku perlu membuat tanda terlebih dahulu sebelum bisa berteleport.. Lagian sayang ku tak bertanya.. " Ucap Levi
"Selain itu.. Siapa dia Sayang..?? "
"Namanya Marlin.. " Ucap Argus.
"Marlin..? Apa kau ikan kecil berpedang itu..?? " Tanya Levi.
"Itu benar senior.. " Ucap Marlin.
"Kenapa kau datang kesini..?? Dan kenapa kau berubah menjadi terran juga..? " Tanya Levi.
"Aku datang untuk bertemu master.. " Ucap Marlin.
"Apa kau..?? " Ucap Levi.
"Ya.. Aku adalah budak Master.. " Ucap Marlin.
"Jadi seperti itu.. Hai sayang, kau bilang tak menyukai hal seperti itu. Kenapa kau membuatnya jadi budak mu..?? Kau bisa menjadikan ku budakmu juga kau tau..? " Tanya Levi.
"Dulu dia masih ikan, aku tak tau ia akan berubah menjadi seperti ini.. Lagi pula sudah aku katakan aku tak menyukai hal seperti itu.. " Ucap Argus.
"Hai Marlin, pakaian apa yang kau pakai itu..?? " Tanya Levi.
"Ini kimono.. " Jawab Marlin.
"Kimono..?? Apa itu..? " Tanya Levi.
"Ini adalah pakaian yang master suka di Dunia sebelumnya.. " Ucap Marlin.
"Apa..?? Apakah itu benar..?? Aku juga menginginkan hal seperti itu.. " Ucap Levi.
"Tunggu..!! Apa maksudnya dengan dunia sebelumnya..?? Darimana kau tau..?? "
"Aku memiliki kemampuan membaca ingatan lawan, jadi aku membaca ingatan master sebelumnya.. " Ucap Marlin.
"Benarkah..?? Apa artinya kau mengetahui masa lalu suami ku..?? "Tanya Levi.
" Ya.. "Jawab Marlin.
" Ayo ikut dengan ku.. Kau ceritakan semuanya yang telah kau lihat, kau salah satu dari kami sekarang jadi kau harus menceritakan semua kepada kami.. " Ucap Levi sambil menarik tangan Marlin masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Argus di sana.
" Sial.. Kapan aku mengatakan ia boleh masuk..?? " Ucap Argus.
"Dan sejak kapan Marlin menjadi bagian dari kami..?? "
"Lupakan.. Lebih baik aku cek lokasi Dungeon itu saja dulu.. " Ucap Argus.
Lalu ia langsung meleset terbang dan masuk ke dalam lautan. Dan untuk menghemat waktu saat ia sudah menyelam Argus membuka gerbang menuju lokasi sebelumnya..
Dan dari sana ia mulai menyelam lebih dalam lagi seperti yang di katakan Marlin.
Dan saat dalam perjalanan ke Dungeon Argus teringat sesuatu..
"Benar.. Aku memiliki kemampuan adaptasi, jadi apakah aku bisa beradaptasi dengan lingkungan bawah air juga..?? " Gumam Argus.
Lalu ia berhenti di sana dan menghilangkan sihir air dan udara yang mengelilingi nya itu.
Awalnya Argus langsung merasakan tekanan air di ke dalam laut itu, namun lambat lain ia bisa terbiasa..
Setelah benar-benar terbiasa dengan tekanan di sana, Argus membuat gelembung udara di tangannya untuk persiapan jika percobaan yang akan ia lakukan gagal..
"Mari mulai.. " Pikir Argus.
Lalu ia mulai sedikit demi sedikit merasakan oksigen di dalam air dan mencoba bernafas di sana.
Dan benar saja, ia mulai bisa bernafas di dalam air walaupun awalnya itu seperti bernafas namun dengan kain tebal di depan muka Argus. Itu sedikit sesak namun lambat laun Argus mulai terbiasa dan akhirnya ia bisa bernafas normal di dalam air.
"Ini bagus.. Ini akan menghemat banyak usaha.. " Ucap Argus.
Lalu ia kembali melesat masuk ke kedalaman laut untuk mencapai lokasi dari Dungeon itu..
.
.
__ADS_1
. Bersambung.