Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
69


__ADS_3

"apakah Pangeran ada di balik pintu ini..? " tanya Sebastian


"benar.. ia dan yang lainnya ada di dalam.. " kata Argus


"kalo begitu mari masuk.. " ucap Sebastian.


"Roland..!! "


.


.


. __________\=Skip\=_________


"Roland..!! " Teriak Sebastian.


Para kesatria yang juga terluka namun masih sadarkan diri itu terkejut dengan teriakan Sebastian. Dan saat melihat siapa yang datang, mereka sangat senang.


"Tuan...!! " Ucap para kesatria itu.


Sebastian melewati kesatria itu dan datang ke arah Roland yang masih terbaring di sana. Dan ia mulai memeriksanya.


"Syukurlah anda datang ke sini..


Kami sudah bersiap untuk bunuh diri bersama jika terjadi sesuatu pada pangeran.. " Ucap salah satu kesatria itu


"Pangeran saat ini masih koma dan terluka parah, kita harus segera mengeluarkannya segera.. " Kata satunya lagi.


"Terimakasih kalian tetap setia menjaga pangeran.. " Ucap Sebastian.


"Itu sudah menjadi kewajiban kami tuan..


Tapi lebih baik kita bahas masalah itu lain kali, dan Sekarang lebih baik kita bawa pangeran keluar segera untuk mendapatkan pertolongan.. " Ucap salah satu kesatria.


"Kau benar Jak.. Mari kita bawa keluar segera.. " Ucap Sebastian kepada salah satu kesatria yang bernama Jak.


Jak adalah bawahan langsung Pangeran dan merupakan orang kepercayaan miliknya. Ia juga selalu menemani pangeran kemanapun mendapatkan tugas.


"Emm.. Biar aku yang membawa pangeran, Anda bisa memimpin jalan..


Benar, apakah tak ada pasukan lain yang membantu..? " Tanya Jak


"Tak ada. Karena terlalu banyak hanya akan memperlambat langkah kami.. "


"Kalo begitu Roy, Dan', kalian amankan jalan di depan.. " Ucap Jak kepada dua rekannya yang tersisa.


"Baiklah.. Aku takan membiarkan satupun monster mendekat.. " Ucap Daniel yang biasa di panggil Dan' oleh rekannya.


"Lukamu terlalu parah, kau jaga bagian belakang saja. Aku akan membuka jalan di depan.. " Ucap Roy.


Argus yang sedari tadi diam pun menggaruk bagian belakang Kepalanya. Ia merasa aneh kepada ketiga prajurit itu.


Karena mereka berhasil masuk, artinya Argus dan Sebastian bisa melewati semua monster di sana. Namun dari percakapan ketiga orang itu sepertinya mengisyaratkan bahwa keluar dari sana saat ini masih sama bahayanya seperti saat Argus dan Sebastian belum masuk.


Namun Argus tak memotong pembicaraan mereka segera, karena bagaimana pun ia merasa ke-tiga sangat setia dan mengapresiasi ketulusan ketiga kesatria itu.


mungkin karena terlalu lama tertekan di dalam sini membuat mereka tak bisa berfikir jernih saat ini. Dan berfikir demikian.


"Maaf memotong pembicaraan kalian.. Tapi seperti itu semua tak perlu saat ini.. " Ucap Argus yang melihat ketiga kesatria itu masih berdebat soal siapa yang akan memimpin jalan.


"Ehh.. Kamu siapa..?" Tanya Jak yang baru sadar bahwa saat ini ada orang ke-lima di sana.


Sebelumnya karena terlalu senang melihat Sebastian, ia sampai tak memperhatikan Argus. Ya sebenarnya bukan hanya Jak, namun juga Roy dan Daniel juga tak memperhatikan kehadiran Argus..


"Dia Argus, petualang yang membawaku sampai ke sini dengan selamat.. " Ucap Sebastian memperkenalkan Argus.


"Apakah maksud anda Dia yang sudah mengamankan jalan sejauh ini sendirian membawa Anda ke sini..?? " Tanya Daniel.


"Benar.. Hanya dia, bahkan aku tak melakukan apapun sepanjang jalan.. " Ucap Sebastian


"Jangan bilang dia juga yang telah mengalahkan dua monster sialan itu di luar pintu yang telah membunuh hampir semua kesatria.. ??" Tanya Roy


"Ya, dan itu pun di lakukan kurang dari lima detik untuk mengalahkan keduanya.. " Ucap Sebastian, dia terlihat sangat bangga atas pencapaian Argus itu.


"Apa..??!! " 3x teriak ketiga kesatria di sana.


Lalu mereka mengamati Argus jauh lebih teliti lagi, dan dari penglihatan mereka. Argus sama sekali tak terlihat seperti seseorang yang kuat, ia terlihat seperti seorang mage dengan pakaian aneh.


Karena jubah yang di pakai Argus saat ini adalah jubah pemberian Mitchell. Itu seperti pakaian Armor kulit petualang umumnya namun memiliki jubah mage yang menutupi tubuhnya.


"Maaf sekali lagi.. Tapi bisakah kita bahas masalah itu lain kali saja..?? " Ucap Argus yang merasa risih saat di perhatian seperti itu oleh mereka.


"Jika kita menunda lagi, mungkin pangeran takan selamat.. "


"Oh benar.. Mari kita segera bergerak.. " Ucap Sebastian.


"Maafkan kami menunda waktu.. Ayo berangkat sekarang.. " Kata Jak.

__ADS_1


Kemudian saat mereka hendak pergi dari sana Argus menghentikan mereka.


"Tunggu..!! " Ucap Argus.


"Apakah ada masalah.? " Tanya Sebastian.


"Tidak, tapi kupikir lebih baik kita pakai jalan pintas agar lebih cepat keluar dari sini.." Ucap Argus


"Jalan pintas..?? " Mereka yang mendengar itu sedikit bingung dengan apa yang di maksudkan Argus sebenarnya.


"Ya.. Aku memiliki mantra sihir yang bisa membawa kita segera keluar dari sini.. " Ucap Argus


"Benarkah..? Kalau begitu aku serahkan semuanya kepada mu.. " Ucap Sebastian sangat senang.


Pasalnya ia bisa membawa Roland segera meninggalkan tempat terkutuk itu dan memberikan pengobatan segera..


Dan lagi ia sangat penasaran dengan sihir apa yang akan di pakai Argus, pasalnya dalam duel sebelumnya Argus bisa di bilang tidak menggunakan sihir apapun.


Argus kemudian mengangguk dan berjalan sedikit menjauh dari mereka. Kemudian Argus berbalik dan pura-pura membaca mantra acak..


Pasalnya Sihir Gerbang miliknya walaupun memiliki rune sihir, itu bukan mantra yang harus di baca. Sedangkan kebanyakan penyihir biasanya akan membaca mantra terutama untuk sihir yang kuat dan berbahaya. Atau sihir yang membutuhkan banyak mana penggunanya.


Argus tak ingin orang lain tau bahwa Sihir gerbang miliknya adalah sihir yang mudah ia gunakan dan bisa ia pakai sesuka hati, ia ingin orang lain berfikir itu membutuhkan sedikit waktu dan memerlukan banyak usaha dan mana untuk melakukannya.


Ia awalnya tak ingin menunjukkan sihir ini, namun saat melihat Roland dari mata wawasan miliknya. Argus melihat bahwa ia sudah tak sanggup bertahan lebih lama lagi.


Jadi untuk menghindari meninggalnya pangeran saat dalam misinya, Argus terpaksa memperlihatkan Sihir gerbang itu di depan umum.


Walaupun sihir ini bukan rahasia lagi, namun kemudahan dalam penggunaan sihir gerbang ini harus di rahasiakan. Bagaimanapun ini merupakan sihir yang bisa menyelamatkan nyawa dirinya dan orang dekatnya.


Setelah beberapa saat sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk di depan Argus dan kemudian dari sana mulai muncul sihir gerbang milik Argus.


Dari sihir itu bisa di lihat bahwa di balik sihir itu adalah istana. Lebih tepatnya ruangan di istana yang sebelumnya di pakai untuk menunggu oleh Argus.


"Silahkan bawa Pangeran masuk.. " Ucap Argus.


Keempat orang disana yang awalnya masih terkejut oleh sihir yang baru saja Argus perlihatkan itu kemabli tersadar. Kemudian mereka mulai memasuki Sihir gerbang itu satu persatu.


"Ini benar-benar di istana..??!! " Teriak Roy saat melihat keluar jendela di dalam ruangan itu.


"Hahaha kita selamat.. Pangeran selamat...!!! " Teriak Daniel.


"Roy, Dan' cepat panggil penyihir penyembuh istana..


Suruh secepatnya kemarin segera..! " Ucap Sebastian


Kemudian saat Roy dan Daniel mendengar perintah itu mereka langsung lari meninggalkan ruangan itu. Sementara Jak mulai meletakkan Pangeran di sofa.


Argus sebenarnya bisa saja menyembuhkan pangeran, namun ia tak terlalu ingin menonjolkan diri dengan berbagai kemampuan di depan banyak orang. Jadi kali ini Argus memutuskan diam dan hanya menyaksikan semuanya.


Beberapa saat kemudian datanglah beberapa penyihir elemen cahaya. Mereka memakai jubah berwarna putih khas mereka.


Lalu sesampainya di sana,, mereka langsung menggunakan sihir penyembuhan kepada pangeran Roland. Argus mengamati bahwa sihir yang di gunakan oleh mereka sepertinya hanya sihir penyembuhan kelas rendah tier 4/5 saja.


Pasalnya, walaupun ada banyak penyihir yang memberikan sihir penyembuhan secara bersama-sama. Namun efeknya sangat lambat.


Dan lagi saat ini terlihat sepertinya mereka sangat kelelahan hanya setelah beberapa saat saja, ini sepertinya sangat sulit untuk mereka.


Argus merasa bersyukur karena tidak menggunakan atau menawarkan diri untuk menyembuhkan pangeran. Atau jika ia melakukan hal itu, mungkin mereka akan terkejut. karen jika di nilai dengan tingkat sihir di dunia ini, maka itu sudah mencapai tier 8/9 dan bahkan Argus bisa meregenerasi bagian tubuh yang hilang jika ia mau.


Dan hal ini mungkin akan menyebabkan banyak masalah untuk Argus nantinya. Jadi tidak menawarkan diri adalah keputusan terbaik untuk Argus.


Dan setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka selesai. Walaupun pangeran Roland masih tak sadarkan diri, namun sepertinya ia sudah sembuh sekarang.


"Maaf membuatmu kembali menunggu.. " Ucap Sebastian kepada Argus setelah melihat kondisi Roland saat ini sudah baik-baik saja.


"Itu bukan masalah.. " Ucap Argus.


"Karena ini sudah selesai, aku akan pergi sekarang. Dan masalah hadiah Quest mungkin lebih baik kita bahas besok saja... "


"Emm terimakasih sekali lagi.. " Ucap Sebastian


"Sama-sama.. Oh benar, aku juga ingin mengambil pembayaran dari hasil lelang material dari Guild. Jadi, kemana aku harus pergi..? " Tanya Argus.


"Masalah keuangan ada di bagian selatan Istana. sebentar, aku akan menyuruh seseorang mengantarkan mu ke sana. " Ucap Sebastian.


Kemudian ia keluar dari ruangan itu untuk memanggil salah satu prajurit agar mengantarkan Argus ke tempat bagian keuangan berada.


Setelah beberapa saat ia kembali bersama satu prajurit, lalu ia menyuruh mengantarkan Argus segera.


Argus kemudian mengikuti prajurit itu menyusuri koridor di istana itu. Mereka melewati sebuah kebun dimana Argus melihat putri Olivia saat ini sedang di sana dan merawat bunga-bunga.


Argus hanya melihat sesaat saja, kemudian kembali melanjutkan perjalanannya ke bagian keuangan.


Sementara itu Putri Olivia sepertinya merasakan ada yang mengawasinya barusan dan kemudian ia melihat ke arah tempat Argus saat ini berada.


"Argus..??! " Gumam putri Olivia.

__ADS_1


Kemudian ia segera meninggalkan area taman itu dan berlari ke arah istana.


Dan di sisi lainnya, Argus akhirnya sampai di bagian keuangan. Dan kemudian Argus memasuki ruangan itu, di sana Argus melihat orang yang bertugas ternyata seorang dari ras Elf.


"Permisi.. " Ucap Argus


"Ya.. Adakah yang bisa saya bantu..? " Tanya orang di sana


"Hallo.. Aku ingin mengambil pembayaran dari lelang material Adamantium dari monster Adamantoise.. " Kemudian Argus mengeluarkan pemberitahuan dari Guild sebelumnya.


Orang itu kemudian membaca surat yang di berikan Argus itu, kemudian saat melihat isinya ia sedikit takjub dengan angka yang tertulis di dalamnya.


"Ya aku sudah membacanya, namun mengingat jumlahnya sangat banyak. Mungkin akan memakan banyak waktu, jadi apakah anda tak keberatan untuk menunggu.. " Ucap orang itu


"Kira-kira memakan waktu berapa lama..? " Tanya Argus.


"Itu mungkin sekitar 3 jam.. " Ucap orang itu.


Mendengar itu Argus memikirkan baik-baik, apakah ia akan menunggu atau kembali esok hari saja.


Setelah beberapa saat akhirnya Argus membuat keputusan.


"Kalo begitu, aku akan mengambil besok saja. Apakah tak maslah..? " Tanya Argus.


"Itu tak masalah, bahkan itu lebih baik..


Kami harus menyiapkan dan menghitungnya baik-baik agar tidak salah, karena jumlahnya sangat banyak.. " Ucap orang itu.


"Baiklah..


Kalau begitu aku permisi dulu.. " Ucap Argus.


Kemudian ia keluar dari ruangan itu.


Setelah sampai di Koridor, Argus melihat tak ada orang di sana. Kemudian Argus menggunakan sihir gerbang miliknya untuk segera pergi dari istana.


Lalu Argus kembali muncul lagi saat ini di atas langit kerajaan. Ia ingin mengamati semuanya dari atas agar bisa melihat semua tempat.


Jadi Argus tak perlu lagi meminta para semut memetakan semua tempat di kota Taito itu.


Dari atas Argus bisa melihat setiap ujung tempat di seluruh kota.


Lalu dari atas Argus bisa melihat Lisa dan Hawa saat ini masih berbelanja, melihat itu Argus tersenyum.


Kemudian ia mulai menggunakan gerbang sekali lagi untuk muncul di tempat yang sepi tak jauh dari mereka.


Namun saat Argus hendak mendekati mereka, Argus melihat ada beberapa orang yang mengikuti Lisa dan Hawa..


Namun sepertinya Alfred juga sudah menyadarinya, ia saat ini sudah masuk mode waspada. Namun sepertinya karena orang-orang itu belum mengambil tindakan apapun, jadi Alfred saat ini juga tak melakukan tindakan pencegahan..


"Ya aku tak bisa mengambil resiko, jadi..


Time Stop..!! " Stelah Argus mengatakan itu, semuanya berhenti bergerak.


"Mengikat.... Bind..!! " Beberapa rantai mana mulai muncul dan mengikat orang-orang itu, lalu Argus menarik mereka semua ke tempat sepi yang sebelumnya ia pakai untuk muncul.


Kemudian Argus mengembalikan waktu berjalan seperti semula. Di sana Argus melihat Alfred sepertinya sangat waspada karena ia tiba-tiba kehilangan orang-orang yang mencurigakan itu.


Namun saat ia melihat Argus dan melihat Argus mengangguk, Alfred akhirnya tau apa yang terjadi. Ia kembali mengikuti Hawa dan Lisa.


"Apakah ada sesuatu paman..?? " Tanya Hawa.


"Tidak ada.. Sebelumnya ada beberapa orang-orang yang mencurigakan, namun sekarang mereka sudah pergi.. " Ucap Alfred.


"Jadi silakan lanjutkan, aku akan terus mengawasi di belakang.. "


"Apakah perlu memberitahu master soal ini..? " Ucap Lisa pelan kepada Alfred.


"Tidak perlu, sebenarnya Master lah yang telah mengambil tindakan..


Jadi semuanya baik-baik saja sekarang.. " Ucap Alfred pelan juga.


"Master..??!! " Ucap Lisa. Ia lantas mulai melihat sekeliling mencari keberadaan Argus.


"Master sudah pergi, jadi tak perlu mencari lagi..


Sepertinya ia sedang mengurus orang-orang itu.. " Ucap Alfred


"Kak paman.. Ayoo cepat..!! " Ucap Hawa.


Lisa dan Alfred saling memandang kemudian mereka kembali menyusul Hawa yang sudah berlarian sekarang..


"Hawa..!! jangan berlarian..!! " teriak Lisa.


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2