
"Baiklah.. Apakah ini artinya kita bisa memulai pesta ini.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
"Kau masih bisa tersenyum sekarang, namun aku akan melihat apakah kau masih bisa tersenyum nantinya.. " Ucap monster itu.
"Mari lihat saja hasilnya.. "Ucap Argus. Ia lantas mengeluarkan katana miliknya dan bersiap menyerang, sementara yang lainnya sudah mengeluarkan pistol dan senjata lainnya milik mereka..
Untuk lisa dan ana menggunakan busur mereka terlebih dahulu, sementara Roland dan Dominik menggunakan pedang mereka..
Lantas mereka langsung menyerbu ke arah para monster, pertarungan mereka yang di batasi dengan hanya kemampuan fisik tanpa tambahan atau dukungan mana membuat mereka sedikit kesulitan.
Namun dengan bantuan senapan yang Argus buat sebelumnya membuat mereka sedikit terbantu, walaupun masih membutuhkan beberapa tembakan untuk membunuh para monas itu di karenakan belum terbiasa.
Sementara itu Argus langsung maju untuk melawan para monster jadi-jadian itu.
Dengan ketajaman dan kemampuan dari kekuatan fisiknya yang luar biasa membunuh Argus dengan mudah membelah para monster itu..
Melihat itu pemimpin monster itu juga mengeluarkan pedang besar miliknya dan langsung melesat ke arah Argus. Mereka berdua beradu pedang dan saling menyerang satu sama lainnya..
"Hahaha.. Di sini dimana semua orang bergantung pada Mana, kalian hanya orang lemah di hadapan Batu Rimuba.. " Ucap monster itu.
"Dan orang seperti ku yang telah mendapatkan peningkatan kekuatan fisik oleh Tuan ku adalah pemangsa sejati.. "
"Akan aku buat kalian yang selalu meremehkan orang dengan kemampuan mana sedikit membayarnya.. !! " Teriak monster itu selama pertempuran.
"Kau itu sangat berisik.. " Ucap Argus.
"Jadi apakah kalian berniat memanfaatkan kemampuan batu itu untuk menguasai dunia..? "
"Tentu saja tidak. Tujuan organisasi ku adalah menghancurkan dunia busuk ini.. " Ucap Monster itu.
"Dan dengan bantuan dari organisasi, aku akan menjadi pemangsa untuk memusnahkan kalian semua.. "
"Apa kau pikir kemampuan palsu seperti itu akan benar-benar berguna..? " Tanya Argus.
"Tentu saja.. Aku adalah salah satu orang yang sangat cocok sehingga aku bisa mendapatkan berbagai peningkatan kekuatan melebihi orang lainnya.. " Ucap Monster itu..
"Akan aku buktikan kepada organisasi bahwa aku spesial dengan membunuh kalian semua.. Tanpa adanya mana, kau yang ada di daftar teratas pembunuhan bukan lah apa-apa selain bocah biasa.. "
Setelah itu Argus menambah sedikit kekuatan dan melemparkan monster itu cukup jauh sehingga ia bisa membuat sedikit jarak antara mereka berdua.
"Benarkah begitu..?? Kalau begitu akan aku perlihatkan kekuatan fisik yang jauh melampaui kekuatan yang kau banggakan itu." Ucap Argus.
Ia kemudian memasukkan kembali katana miliknya, dan kemudian ia mengambil posisi menyerang dengan tangan kosong.
"Kalian mundur sejauh mungkin, ini mungkin akan menyebabkan banyak debu.. " Ucap Argus ke yang lainnya.
Sementara itu mereka yang sudah berhasil hampir membunuh sebagian besar monster di sana mendengar perkataan Argus langsung memilih mundur tanpa menunda lagi dan percaya jika kemungkinan Argus akan melakukan sesuatu yang mungkin menyebabkan kerusakan besar..
"Apa kau tau, gesekan yang sangat cepat pada udara bisa menyebabkan munculnya api..?? Akan aku tunjukkan padamu sekarang bahwa bahkan seseorang yang tidak mengandalkan Mana juga bisa membuat serangan api.. " Ucap Argus.
"Aku belajar trik ini dari dua karakter yang aku tau, dengan kekuatan fisik ku saat ini aku rasa aku bisa menggunakannya juga.. "
Setelah itu ia melompat cukup tinggi ke atas, di sana Argus bisa melihat semua monster yang masih tersisa.
"Bersiaplah..!! Asakujaku..(Morning Peacock)..!! " Teriak Argus sambil mulai memukul udara di sana, ia terus meningkatkan kecepatan pukulannya.
Pada awalnya tak ada apapun yang terjadi selain hembusan angin yang semakin meningkat, namun lambat laun terlihat mulai muncul api di setiap pukulan Argus.
Dan kemudian api itu mulai berterbangan di sekeliling Argus seperti ekor dari burung merak dan kemudian setiap pukulan membuat api itu terbang menuju semua monster di sana dan membuat ledakan demi ledakan tidak kalah kuatnya dengan sihir element Api.
Sementara itu di sisi lain Roland dan yang lain melihat apa yang di lakukan Argus cukup terkejut.
"Apakah Argus benar-benar tidak bisa menggunakan mana..?? " Tanya Dominik
"Seharusnya ia sama seperti kita.. " Ucap Roland.
"Lalu bagaimana ia membuat sihir api itu..? " Tanya Dominik.
"Sepertinya ia hanya menggunakan kecepatan pukulan tangannya untuk membuat Api seperti itu.. " Ucap Olivia.
"Namun di butuhkan kecepatan dan kekuatan yang sangat besar hingga bisa membuat api seperti itu.. "
"Sial.. Apakah dia benar-benar terran..?? Bahkan di kalangan kami Demi Human yang memiliki keunggulan kekuatan fisik pun itu masih mustahil.. " Ucap Dominik
__ADS_1
"Tunggu.. Bukankah Argus seorang mage..?? "
"Ya namun sepertinya ia bukan mage biasa, ia memperkenalkan diri sebagai seorang Sage.. " Ucap Roland.
"Apakah itu Job baru perpaduan Mage dan kesatria atau semacamnya...? "Tanya Dominik.
" Entahlah, sepertinya ia mengatakan itu murni seorang Mage saja.. Itu yang aku tau dari ayah ku.. "Ucap Roland.
" Oh benar, bukankah kau juga ada di sana saat Argus menjelaskan job miliknya..?? "
"Ya.. Dan ia memang mengatakan seperti itu.. " Ucap Olivia
"Dia orang yang aneh, bagaimana bisa seorang Mage memiliki kekuatan fisik seperti itu..? " Ucap Dominik.
Sementara itu di sisi Argus ia tak berhenti sampai ia membuat ledakan di semua tempat para monster sebelumnya berdiri, dan setelah itu ia turun ke bawah.
Setelah asap debu menghilang, di sana terlihat jelas kerusakan yang Argus sebabkan sebelumnya..
Hampir semua bangunan dan tanah di sana berlubang, tak ada hal baik tersisa. Dan semua monster di sana sudah terbaring tak bernyawa...
Argus mendapatkan banyak notifikasi kenaikan level dan yang lainnya, namun ia tak perduli dan memfokuskan pandangannya ke arah bos monster sebelumnya..
"Sial.. Ini tidak mungkin, kau seharusnya seorang Mage yang hanya mengandalkan Mana milikmu.. Bagaimana kau bisa sekuat ini.. " Ucap monster itu.
"Aku tidak mungkin kalah, aku adalah makhluk yang paling istimewa karena bisa bertahan sampai akhir..
Aku tidak menerima hal ini..!! "
Setelah itu ia langsung berdiri dan berlari ke arah Argus untuk menyerangnya lagi.
"Sayangnya aku sudah tak ingin bermain lagi dengan mu.. " Ucap Argus.
"Aku akan mengakhiri ini sekarang..
Sekizo..!!!"
Argus langsung memukul udara kembali namun kali ini bukan api yang muncul, melainkan tekanan udara atau lebih tepatnya seperti menciptakan meriam udara bertekanan tinggi..
Namun ini tidak seperti yang Argus bayangkan, karena dalam ingatannya kemampuan ini menimbulkan meriam udara lurus ke depan seperti cerobong. Namun yang muncul ternyata seperti meriam udara yang bertekanan tinggi yang menyebar seperti segitiga dimana Argus menjadi pusat atau sudutnya..
"Sial.. Ini tidak sama dengan guru Guy atau Saitama.. " Ucap Argus.
"Sepertinya aku harus belajar membuatnya lebih terfokus agar tidak menyebar seperti ini.. "
"Untung saja sudah tak ada penduduk lagi di sini, kalau tidak.. Aku tak tau harus mengatakan apa nantinya.. " Ucap Argus
"Hemm..?? Apakah Batu Rimuba itu ikut hancur..?? Sepertinya aku bisa menggunakan Mana lagi sekarang.. "
"Sayang sekali padahal aku ingin meneliti nya juga.. Haih aku ingin sekali bertemu dengan ilmuan yang membuat semua ini, aku penasaran bagaimana ia membuat semua hal itu. " Gumam Argus.
"Haih Argus.. Bagaimana caramu melakukan hal sebelumnya..?? Kau tidak menggunakan mana jadi bagaimana kau memperkuat tubuhmu..? " Tanya Roland.
"Aku telah memiliki kekuatan fisik sejak lahir, namun jika kau ingin maka kau hanya perlu satu hal..
Itu adalah Latihan.." Ucap Argus.
"Latihan seperti apa..? " Tanya Argus lagi.
"Mungkin kau bisa berlatih dengan menambahkan beban pada tubuhmu, jangan gunakan mana untuk memperkuat tubuh.. " Ucap Argus.
"Lakukan latihan dasar setiap hari, jangan berhenti dan jika bisa jangan melepaskan pemberat itu kecuali mandi.. "
"Sepertinya aku tak cocok dengan ide itu, lalu apa kau punya solusi lain..? " Tanya Roland.
"Solusi lain adalah berlatih di ruang dengan menggunakan peningkatan gravitasi.. " Ucap Argus.
"Apakah kau punya alatnya..?? " Tanya Roland.
"Kau ini terlalu banyak tanya kau tau..? Aku tidak memilikinya, namun aku bisa mengusahakan untuk membuatnya nanti jika ada waktu.. " Ucap Argus.
"Maaf mengganggu kalian, namun Argus.. Bisakah kau memperbaiki hal ini sama seperti sebelumnya..?? " Tanya Dominik sambil menunjuk ke arah hasil karya Argus sebelumnya..
"Oh.. Maaf, aku akan memperbaikinya.. " Ucap Argus.
__ADS_1
Lalu ia mulai memperbaiki tanah di sana dan kemudian ia mulai kembali menumbuhkan pohon lagi.
Sementara itu Roland dan yang lainnya hanya menunggu di sana.
"Aku semakin ragu apakah membawa Argus ke ibukota adalah hal yang baik atau tidak.. " Ucap Dominik.
"Untuk kita mungkin hal baik, namun untuk orang lain mungkin tidak.. " Ucap Roland.
"Apa yang kalian bicarakan..? " Tanya Argus yang baru selesai memperbaiki keadaan di sana.
"Tak ada.. " Ucap Roland.
"Oh benarkah..?? " Ucap Argus.
"Ana.. Beberapa makhluk milikku mendapatkan hasil, sepertinya keadaan di sana masih normal hanya saja keadaan di dalam sedikit tidak baik.. "
"Lalu apakah ibuku baik-baik saja..? " Tanya Ana.
"Ya.. Mereka menemukan seseorang yang mirip seperti yang kau gambarkan, walaupun ia sepertinya tidak terlalu baik namun yang pasti ia masih hidup.. " Ucap Argus.
"Emm.. Selama ibu masih hidup aku masih punya kesempatan.. " Ucap Ana.
"Ya.. Namun sepertinya keadaan di sana lebih rumit dari yang aku duga.. Aku masih perlu menyelidiki lebih lanjut.. " Ucap Argus.
"Terima kasih.. " Ucap Ana.
"Tak masalah.. Kalau begitu mari kita lanjutkan.. " Ucap Argus.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di suatu tempat yang gelap dan tersembunyi.
Seseorang yang terlihat sedang membedah tubuh manusia tiba-tiba berhenti karena salah satu bola kristal seukuran kepala tangan di sana tiba-tiba pecah..
Di sana masih terdapat banyak bola lainnya yang sama, warnanya ada yang putih, hijau, kuning dan merah..
Lalu bola yang pecah sebelumnya itu berwarna putih..
"Apakah dia gagal..?? Ya dia hanya kelinci percobaan putih, namun mengingat dia membawa Batu Rimuba aku kira anak itu lebih kuat dari yang aku kira.. " Ucap sosok itu.
"Apakah aku perlu mengujinya dengan tingkat hijau atau kuning..?? "
"Tidak.. Lebih baik aku menghemat bahan percobaan ku, aku akan menyempurnakan dan membuat mahakarya yang akan bisa membunuhnya.. " Ucap sosok itu.
"Aku harus membuat mahakarya yang tidak akan kalah dari siapapun, namun sepertinya aku masih harus memikirkan untuk membuat penangkal Batu Rimuba juga agar pasukan ku tidak terpengaruh.. " Ucap sosok itu.
Lalu ia berjalan ke arah lainnya dan di sana bisa di lihat ada sebuah penjara..
Dan saat sinar menyinari tempat itu terlihat di dalamnya terdapat banyak orang, baik terran, Demi human, Elf, Dwarf dan bahkan ada sosok seperti iblis yang di rantai di sana..
Sosok itu terus berjalan ke ujung penjara dan berhenti di salah satu ruangan.. Dia membuka dan memasukinya..
"Sepertinya ini saatnya aku mulai memanfaatkan mu.. " Ucap sosok itu.
Di depannya adalah sosok yang sangat besar berwarna hitam, ia memiliki sayap di punggungnya dan sisik menutupi seluruh tubuhnya..
Itu adalah sosok Naga hitam yang terikat dengan rantai dan pasak besi di tubuhnya..
*Gggrrroooooowww....
Naga itu membuka matanya dan mengaum keras. Namun sosok itu mengangkat tangannya dan rune aneh menyala di leher naga itu dan membuat naga itu kesakitan dan akhirnya diam.
"Kau sangat berisik, jika kau berteriak lagi maka aku akan membuatmu lebih menderita.. " Ucap sosok itu.
"Sekarang.. Waktunya kau kembali memberikan darahmu sekali lagi..
Hahahhaa... "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.