Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
84


__ADS_3

Setelah beberapa saat. Kereta yang dinaiki Argus dan yang lainnya sampai di istana lagi.


Dan di sana Argus menurunkan Olivia.


"Lebih baik kau bersiap-siap mulai sekarang, kau bisa membawa apapun yang ingin kamu bawa karena mungkin akan lama bagi kita sebelum kembali lagi.. " Ucap Argus.


"Namun kamu tak perlu khawatir, karena setelah dari kota Baisi, kita mungkin akan kembali lagi karena tujuan kita adalah Pulau Naga untuk berikutnya..


Jadi kita pastinya akan kembali melewati kota Taito.. "


"Baiklah aku mengerti, aku akan menyiapkan pakaian dan keperluan lainnya..


Serta aku ingin berpamitan dengan ayah dan ibu dulu.. " Ucap Olivia.


Sebelumnya dalam rencana Argus, ia akan pergi dalam beberapa hari lagi. Tapi mengingat ia saat ini sulit untuk pergi keluar karena banyaknya orang yang selalu ingin menemui Argus, akhirnya ia mempercepat waktu kepergiannya.


Setelah itu Argus kemudian kembali ke rumah sewaan nya, dan mereka juga mengemasi barang mereka. Walau sebenarnya tak banyak yang perlu di kemas, tapi karena tak bisa pergi kemana-mana akhirnya Argus memilih tinggal di rumah saja.


Dan pada saat itu tiba-tiba ada tamu datang ke rumah Argus.


"Ya ada yang bisa saya bantu..?? " Tanya Lisa yang membukakan pintu itu.


"Apakah Tuan Argus ada di rumah..?? " Tanya orang itu.


"Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri.


Nama saya Riku, saya datang mewakili Guild petualang untuk menyampaikan pesan kepada Tuan Argus.. "


"Ok kalau begitu silahkan masuk terlebih dahulu..


Saya akan menyampaikan pada master.. " Ucap Lisa.


"Emm terimakasih.. " Ucap Riku


Setelah itu Lisa membawa Riku masuk ke ruang tamu dan memberikan Teh untuk minumnya. Di sini Riku sedikit terkejut melihat Lisa memberikan ia minum Teh.


Pasalnya baik di sini atau di manapun, Teh hanya akan di berikan kepada bangsawan. Tak pernah orang selain bangsawan bisa menikmati Teh tanpa harus membayar mahal.


Satu cangkir seharga satu koin Emas. Jadi tak ada yang pernah mencoba menghidangkan minum Teh kepada orang selain bangsawan.


Namun Riku tak mencoba mempertanyakan hal itu dan ia juga tak mencoba meminumnya. Karena ia masih takut jika tiba-tiba ia akan di suruh membayar minuman itu.


Sementara Riku masih ragu-ragu, saat ini Lisa sudah sampai di kamar Argus.


"Master.. Ada seseorang utusan dari Guild datang ingin menemui master.. " Ucap Lisa.


"Utusan Guild..?? Ada masalah apa..? " Tanya Argus


"Entahlah.. Aku belum menanyakan hal itu, aku hanya menyuruhnya menunggu di ruangan tamu dan memberinya minum saja. " Ucap Lisa.


"Baiklah.. Aku akan menemuinya, oh benar.. Buatkan aku kopi juga.. " Ucap Argus.


"Emm.. Baiklah.. " Jawab Lisa.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu


"Apakah sebegitu kaya sampai memberiku minuman Teh..?? Atau aku akan di suruh membayarnya nanti. ?? " Gumam Riku.


"Tapi aku benar-benar ingin mencoba minuman teh yang mahal ini.. "


"Tidak.. Aku tak boleh meminumnya sekarang.. " Gumam Riku.


"Haihh.. Ini benar-benar dilema.. "


Setelah beberapa saat Argus sampai di sana dan melihat Riku yang sepertinya sedang bingung.


"Maaf apakah anda mencari saya..?? " Tanya Argus.


"Ohh hallo Tuan Argus.. Benar, saya Riku utusan dari Guild untuk menyampaikan pesan pada anda.. " Ucap Riku.


"Emm silahkan.. Aku akan mendengarkan. " Ucap Argus.


"Jadi begini.. Karena banyaknya rekomendasi dari para petualang dan juga berdasarkan pertunjukan kekuatan Anda sebelumnya.. Kami dari Guild memutuskan untuk menaikan Rank Anda.. " Ucap Riku.


"Jadi apakah aku harus mengambil Quest kenaikan Rank..?? " Tanya Argus.


"Tidak.. Baik pihak Guild dan Kerajaan sudah sepakat untuk membuat pembasmian Undead sebelumnya yang menyerang kota sebagai Quest kenaikan Anda.. " Ucap Riku


Sementara itu Lisa masuk ke sana sambil membawa secangkir kopi untuk Argus.


"Dan Anda sekarang sudah menjadi Rank Ss di Guild.. Dan ini Kartu Anda.. " Ucap Riku sambil memberikan kartu petualang yang baru kepada Argus.


Kartu itu berwarna platinum dan ada tanda guild dan tanda naga seperti simbolik kerajaan.


"Apakah ini tak salah..?? Bukankah seharusnya aku hanya Rank S karena sebelumnya hanya Rank A..?? " Tanya Argus.


"Ini tak salah.. Karena memang ini adalah hasil dari pertemuan yang di lakukan oleh Guild, perwakilan petualang dan kerjaan.. " Ucap Riku


"Dan pada akhirnya kami sepakat bahwa Anda akan menjadi Rank Ss.. "

__ADS_1


"Rank Ss kah..?? " Gumam Argus sambil mengamati kartu miliknya..


Pada saat itu Argus memperhatikan bahwa Riku sepertinya penasaran dengan minuman miliknya.


"Apa kamu penasaran dengan ini..?? " Tanya Argus.


"Ehh tidak maaf.. " Ucap Riku.


"Tak masalah... Aku tau kau penasaran, karena memang minuman ini tak pernah beredar di manapun.. " Ucap Argus.


"Jadi ini adalah minuman yang di temukan oleh Anda sendiri..?? " Tanya Riku


"Bisa di bilang seperti itu.. " Ucap Argus.


"Ini adalah Kopi yang berasal dari tanaman Loimos.. "


"Loimos..? Maksudnya tanaman yang merambat di pohon Teh..?? " Tanya Riku.


"Benar.. Lisa berikan Ruku sedikit kopi juga agar bisa mencobanya.. " Ucap Argus.


Lalu Lisa menuangkan secangkir kecil kopi. Dan memberikannya kepada Riku.


Kemudian Riku mulai memperhatikan kopi itu dan mencium baunya sedikit.


"Baunya cukup unik.. " Ucap Riku.


Lalu ia mencobanya sedikit dan kemudian..


"Ini sangat pahit..!! " Teriak Riku.


"Apakah anda benar-benar meminum minuman seperti ini..?? "


"Ya.. Kau tak bisa meminumnya seperti itu, kau harus menikmatinya sedikit demi sedikit.. " Ucap Argus sambil meminumnya sedikit.


"Sepertinya setiap orang kuat memiliki kebiasaan unik mereka sendiri-sendiri.. Dan aku bukan salah satunya.. " Ucap Riku.


"Tak masalah, jika kau tak menyukai rasa pahitnya. Kau sebenarnya bisa menambahkan gula kedalamnya.. " Ucap Argus.


"Tidak.. Terimakasih.. " Ucap Riku.


"Baiklah. Kalau tak suka, Anda bisa meminum Teh saja. Silahkan.. " Ucap Argus.


"Apakah aku tak perlu membayar untuk ini..?? " Tanya Riku.


"Tak perlu.. Untuk apa membayar..?? Ini hanya suguhan minum sederhana jadi Anda tak perlu membayarnya.. " Ucap Argus.


"Benarkah..?? Kalau begitu aku akan meminumnya.. " Ucap Riku.


Setelah itu ia meminum teh yang hampir dingin itu karena ia membiarkannya terlalu lama.


"Apakah anda menyukainya..?? " Tanya Argus.


"Ya.. Aku menyukainya.. Terimakasih.. " Ucap Riku.


"Kalau memang Anda menyukainya, Anda bisa membawa beberapa teh untuk di bawa pulang.. " Ucap Argus


"Itu tidak perlu.. Itu terlalu mahal.. " Ucap Riku mencoba menolaknya. Walaupun ia menyukai teh dan menginginkannya, ia masih sadar bahwa teh sangat mahal dan ia tak bisa menerimanya begitu saja.


"Tak masalah.. Aku tak menyukai teh, dan hanya Lisa yang suka minum teh.. Bagiku Kopi lebih baik.


Jika Lisa tak suka juga, aku bahkan akan membuangnya sebagai pupuk tanaman.. "Ucap Argus


" Apakah anda serius..?? "Tanya Riku.


" Tentu saja, aku menyukai kopi sejak dulu dan tak menyukai teh.. Walaupun aku masih meminumnya teh tapi jika di suruh memilih aku akan tetap memilih kopi.. " Ucap Argus.


"Lisa.. Ambilkan beberapa teh untuk Riku dan juga ambilkan beberapa untuk master guild.. Dan siapkan juga agar bisa di bagikan kepada para petualang di guild.. "


"Baik master.. " Jawab Lisa. Kemudian Lisa keluar dari sana.


Sementara Riku benar-benar tak tau harus merespon apa saat ini. Ia hanya terdiam saja.


Tak lama kemudian Lisa kembali ke ruang tamu dengan membawa sebuah kotak dengan ukuran sekitar tiga puluh sentimeter dan sebuah kota kecil dengan ukuran lima belas centimeter.


"Untuk kotak besar Anda bisa mengambil sebagian dan sisanya bisa Anda bagikan dengan rekan petualang lainnya.. " Ucap Argus..


"Sedangkan untuk yang kecil Anda bisa memberikan itu untuk Manajer Guild.. "


"Benarkah..?? Kalau begitu terimakasih.. " Ucap Riku.


Setelah mengantarkan Riku keluar, Argus dan Lisa kemudian kembali duduk di ruang tamu.


"Lisa.. Kau bungkus saja semua daun teh yang ada saat ini dan sisakan sedikit saja untuk mu..


Karena terlalu banyak di simpan pun akan mubazir nantinya, lebih baik kita berikan saja kepada Raja dan yang lainnya.. " Ucap Argus


"Ehh.. Apa Anda yakin master..?? " Tanya Lisa.


"Ya.. Lagipula kita masih bisa memetiknya lagi kapanpun kamu mau bukan..?? " Ucap Argus


"Ya Anda benar.. " Ucap Lisa.


"Kalau begitu aku akan membungkus semuanya sekarang, jadi bisakah Anda membukakan pintu masuk..?? "


Lalu Argus membuka sihir Dimension Home dan membiarkan Lisa masuk ke dalam untuk menyiapkan semuanya..

__ADS_1


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Keesokan harinya.


Pada pagi hari Argus dan yang lainnya pergi ke istana lagi. Dan kali ini mereka siap untuk berangkat menuju daerah Baisi.


"Ayah.. Apakah kita akan pergi lagi..?? " Tanya Hawa yang sedang duduk di sebelah Argus sambil memeluk kelincinya.


"Ya.. Kita akan pergi ke daerah lain untuk sementara.. " Ucap Argus.


"Apa kaka Olivia akan ikut bersama kita juga..?? " Tanya Hawa.


"Ya.. Mulai sekarang Oliv akan ikut bersama kita dalam perjalanan selanjutnya.. " Ucap Argus.


"Apa Hawa tak suka.. "


"Tidak.. Hawa suka, karena kaka Olivia sangat baik pada Hawa.. " Ucap Argus.


Sesampainya di istana, para prajurit yang menjaga gerbang langsung membukakan gerbang tanpa memeriksa lagi.


Mereka sekarang sudah paham kalau kereta yang di kendalikan oleh Golem humanoid adalah kereta Argus. Dan dari Raja sudah memerintahkan kapanpun mereka datang agar langsung membukakan pintu tanpa harus memeriksa lagi.


Argus sudah di perlakukan seperti keluarga kerajaan saat ini dan semua prajurit di sana sudah tau tentang kedekatan Putri Olivia dengan Argus. Dan juga mereka sudah melihat kekuatan Argus sebelumnya.


Jadi tak ada yang keberatan tentang perlakuan istimewa itu.


Dan sesampainya di dalam, Olivia sudah berdiri di depan pintu bersama dengan Raja, Ratu serta Sebastian dan Roland.


"Argus.. Mulai sekarang aku titipkan Olivia kepada mu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Tolong jaga dia.. Aku tau ini permintaan yang berlebihan, tapi aku berharap kau bisa menjaganya seperti ia adalah istrimu.. " Ucap Ratu Silvia.


"Tenang saja, aku akan menjaga Oliv seperti aku menjaga Hawa dan Lisa.. " Ucap Argus.


"Semoga petualangan kalian menyenangkan.. " Ucap Sebastian.


"Saat kau kembali lagi, mari kita bertarung.. Aku tak sempat menantang mu sebelumnya.. " Ucap Roland.


"Baiklah.. Pastikan kau tak langsung kalah dalam sekejap. .. " Goda Argus.


"Tenang saja.. Aku lebih kuat dari orang tua ini.. " Ucap Roland.


Argus hanya tersenyum mendengar itu, sementara Sebastian di sampingnya langsung menyeret Roland pergi dari sana.


"Oh benar.. Lisa.. " Ucap Argus.


Kemudian Lisa kembali ke dalam kereta dan menyuruh Alfred mengeluarkan semu peti dengan ukuran panjang dua kali satu meter dengan tinggi setengah meter.


"Ini adalah Daun teh.. Sebagian adalah teh hijau yang masih segar dan sebagian adalah teh yang sudah di proses.. " Ucap Argus


"Aku akan memberikan ini sebagai hadiah.. "


"Hahhaha... Aku akan menerimanya..


Kau memiliki teh yang sangat banyak rupanya.. " Ucap Raja Rodrike.


"Aku akan mencobanya nanti.. "


"Apakah ini tak terlalu banyak..?? Maksudnya apakah kau masih memiliki sisanya..? " Tanya Ratu Silvia.


"Aku masih memiliki banyak.. Lagipula, hanya Lisa yang suka meminumnya, sedangkan saya sendiri tak terlalu suka teh dan lebih menyukai jenis lainnya.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu.. Oliv, apa kau sudah siap..?? "


"Aku sudah siap.. " Ucap Olivia.


Di belakangnya ada sebuah tas berukuran cukup kecil.


"Apakah hanya ini barang yang ingin kamu bawa..?? " Tanya Argus.


"Ya.. Aku tak ingin merepotkan dengan membawa banyak barang.. " Ucap Olivia.


"Sebenarnya seberapa banyak pun yang kau bawa itu tak masalah.. " Ucap Argus.


"Tidak terimakasih.. Aku hanya akan membawa ini saja. Ini sudah cukup.. " Ucap Olivia.


"Baiklah kalau begitu..


Alfred. Bawa masuk tas itu.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu kami akan berangkat sekarang.. "


Lalu setelah Olivia berpamitan, kereta kuda Argus pun mulai meninggalkan istana kerajaan dan kota taito..


Perjalanan baru mereka pun di mulai lagi sekarang..


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2