
Perjalanan kali ini akan memakan waktu lumayan lama sampai tujuan. Pasalnya di sini Argus tak bisa menggunakan jalan lain selain jalan yang sudah tersedia.
Karena di daerah kota Taito atau di luar tembok kota arah ke kota Baisi hutan sekitar terlalu terjal untuk di lalui kereta kuda.
Jadi jalan satu-satunya adalah menggunakan jalan yang telah tersedia sampai melewati perbatasan.
Setelah meninggalkan Kota, Argus langsung duduk di depan seperti biasa bersama Alfred.
Dan kali ini Hawa juga ikut duduk di depan, ia duduk di pangkuan Argus.
Tiba-tiba saat dalam perjalanan Hawa merasakan sesuatu di dekat sana.
"Ayah.. Sepertinya Hawa merasakan ada daging besar di sana.. "Ucap Hawa.
" Oh benarkah..?? "Tanya Argus. Lalu ia melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Hawa.
Arah itu terlihat ada danau cukup luas di sana dan ada seekor monster yang sedang minum di tepi danau.
Itu adalah seekor Harimau dengan ukuran yang sangat besar, ia memiliki tinggi lebih dari Tujuh meter.
"Sepertinya kulitnya bisa di jadikan baju hangat atau untuk lapisan bangku kereta agar empuk.. " Gumam Argus.
"Alfred berhenti di sini..
Hana kau tunggu sebentar ok.."
"Emm.. " Angguk Hawa sebagai jawaban.
Setelah kereta berhenti, Argus turun dari sana dan kemudian ia mengeluarkan sesuatu yang sudah lama tak ia gunakan.
Itu adalah senapan sniper miliknya.
"Apa itu Ayah..? Apakah itu mainan Ayah..?? " Tanya Hawa.
"Ya.. Benar. Ini adalah salah satu mainan yang Ayah buat.. " Ucap Argus
"Sudah lama aku tak memakainya.. " Ucap Argus saat ia menggosok permukaan senapan itu.
"Hawa juga mau.. Hawa juga mau.. " Ucap Hawa.
"Tunggu sampai Hawa besar dulu ok..!! Ini terlalu berbahaya untuk Hawa sekarang.. " Ucap Argus
"Ada apa Master..? Apakah kita akan istirahat di sini..?? " Tanya Lisa.
"Ya.. Kita akan istirahat sebentar.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai menyiapkannya untuk membidik Harimau raksasa itu. Argus menggunakan kekuatan paling kecil kali ini karena ia ingin memanfaatkan kulitnya.
Jadi Argus perlu meminimalkan kerusakannya nanti. Lalu setelah memastikan sasarannya, Argus segera menembaknya.
Sama seperti sebelumnya, Argus juga menggunakan Sihir Gerbang untuk mencegah Harimau itu menghindar.
*Bbaammm....!!
Terlihat Harimau itu langsung jatuh di kejauhan dan sepertinya tembakan barusan tepat sasaran.
Dan pada saat itu Argus juga mendengar pemberitahuan kenaikan level, tapi ia tak memperdulikan nya.
"Sepertinya kena.. Alfred bawa keretanya, Mari kita periksa.. " Ucap Argus.
"Senjata apa itu..?? " Tanya Olivia saat ia melihat senapan yang di pakai Argus.
"Artefak buatan Master.. " Ucap Lisa.
"Artefak..?? Aku tak pernah melihat yang seperti itu. Dan itu sangat kuat dan akurat.. "Ucap Olivia.
" Ya.. Artefak itu bernama Senapan Sniper.. jenis SPR-2 Kaliber 12,7 mm. Itu cukup kuat untuk membunuh Monster Rank s dalam sekali serang.. "Ucap Lisa.
"Apakah sekuat itu..? Namun, Senapan Sniper..? SPR-2 Kaliber 12,7 mm.? Aku sama sekali tak paham.. "Ucap Olivia.
" Yaa aku juga sama tak paham dengan bahasa Master untuk menjabarkan sesuatu..
Mungkin ini sejenis kode masa lalu yang telah hilang atau sesuatu sejenisnya.. "Ucap Lisa.
" Ya mungkin saja.. "Kata Olivia.
Lalu kereta kuda mereka sampai di samping danau tempat Harimau itu tergeletak.
Ada Sebuah lubang seukuran kepalan tangan muncul di kepala Harimau itu yang langsung menewaskannya.
"Ini.. Bukankah ini..?? " Ucap Olivia.
"Ada apa..? " Tanya Argus.
"Ini adalah Monster yang selama ini di cari-cari oleh banyak petualang dan prajurit.. " Ucap Olivia.
"Ada Quest istimewa yang akan diberikan Untuk sekedar informasi keberadaannya saja. Dan Harimau ini masuk dalam kategori Rank S karena selain kekuatannya ia selalu bisa menghilang setiap saat.. "
"Dan karena itulah sangat sulit untuk menangkap atau membunuhnya.. Sudah banyak korban akibat serangan Monster satu ini, namun kerugian terbesar adalah karena Harimau ini selalu mengincar ternak serta kuda atau kereta yang ia temui. "
"Namanya kalau tidak salah adalah Monster Harimau Bayangan.. " Ucap Olivia.
__ADS_1
"Skia Tiger atau Harimau Bayangan..? " Ucap Lisa sambil mengamati Monster besar itu.
"Tapi ia tak terlihat seperti bayangan sama sekali.. "
"Memang tidak.. Karena nama itu berasal dari kemampuannya.. " Ucap Olivia
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, ia bisa menghilang kapanpun karena ia memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam bayangan.. "
"Kemampuan Bayangan kah.. Ini mirip dengan kemampuan semut bayangan ku.. " Gumam Argus.
Kemudian ia berjalan ke arah mayat Harimau itu dan setelah itu..
"Bongkar..!! " Ucap Argus.
Lalu sebuah cahaya menyelimuti mayat Monster itu sesaat kemudian semua materialnya sudah terpisah-pisah.
Tulang dan tengkorak, cakar, kulit dan daging semuanya sudah tersusun sendiri-sendiri..
"Ini.. Apa yang terjadi..?? " Tanya Olivia.
"Salah satu kemampuanku, ini sangat praktis untuk membongkar material.. " Ucap Argus.
"Sihir Alam- The Living forest..!! "
Lalu ia meletakkan tangannya di tanah dan kemudian dua pohon mulai tumbuh di sana dan kemudian keduanya membuat dua ranting yang saling terikat.
"Ini...?? " Olivia sekali lagi terkejut dengan apa yang bisa Argus lakukan.
Sihir tumbuhan atau sihir element alam adalah salah satu sihir yang sudah hilang.
"Kamu harus membiasakan diri dengan hal semacam ini.. " Ucap Olivia.
"Ayo kita jemur kulit Harimau ini dulu agar bisa kita gunakan.. " Ucap Argus.
Kemudian mereka membentangkan kulit Harimau itu di antara dua pohon tersebut. Sementara itu Alfred sudah mulai memasak daging Harimau tersebut.
Selain di masak dengan cara biasa, sebagian besar daging itu di panggang oleh Alfred untuk Argus. Argus juga mulai membantu memanggangnya..
Ia mengoleskan berbagai bumbu ke atasnya membuat bau dari daging itu semakin harum.
"Apa yang Argus pakai untuk memasak daging itu..?? Kenapa terasa sangat harum dan sepertinya itu bukan sesuatu yang umum..?? " Tanya Olivia.
"Entahlah.. Walaupun aku sudah lama bersama master, aku juga tak terlalu paham.
Master selalu mengeluarkan berbagai bumbu yang belum pernah aku lihat atau rasakan sebelumnya. " Ucap Lisa.
Setelah beberapa saat semua makanan siap dan mereka mulai bersiap untuk makan bersama.
{Ding. Anda mendapatkan kemapuan manipulasi Bayangan..}
"Manipulasi bayangan..?? Apakah ini mirip dengan kemampuan Ninja Klan Nara..?? " Gumam Argus
"Manipulasi bayangan..!! " Kata Argus.
Lalu bayangan di bawahnya mulai bergerak dan kemudian mulai menjadi beberapa sulur memanjang dan bergerak sesuai kehendak Argus.
Namun gerakannya masih kaku dan sedikit sulit di kendalikan. Jadi Argus membatalkannya.
"Sepertinya kali ini tak semudah skill lainnya, aku perlu membiasakan diri dan lebih fokus pada pengendalian bayangan ini.. " Ucap Argus.
Kemudian Argus terus mencoba menggunakan kemampuan itu untuk makan secara perlahan agar ia terbiasa mengontrolnya.
Ia menggunakan kekuatan Mana miliknya Sesedikit mungkin agar mudah mengendalikannya.
Argus menggunakan bayangan untuk memegang Daging dan juga memotongnya. Perlahan tapi pasti Argus mulai mahir mengendalikan hal itu.
"Ini mirip Telekinesis versi bayangan.. " Gumam Argus.
"Oh benar, aku belum mencobanya untuk menyerang.. "
"Alfred.. Coba kau berdiri di sana.. " Ucap Argus
"Baik Master.. " Lalu Alfred mulai berdiri di tempat yang Argus tunjukkan.
"Apa yang ingin kamu lakukan..?? " Tanya Olivia.
"Bereksperimen.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai mengendalikan kembali bayangan miliknya dan mulai mengikat tubuh Alfred.
"Ini..??! Sihir baru..??! " Ucap Olivia kaget saat melihat Argus sekali lagi menggunakan sihir yang belum pernah ia lihat.
"Ya kurang lebihnya.. " Ucap Argus.
"Alfred, cobalah membebaskan diri.. "
Lalu Alfred mulai mencoba membebaskan diri, dan buruh waktu sepuluh detik untuk menghancurkan bayangan Argus agar pecah seperti cermin.
"Sepertinya masih kurang.. " Gumam Argus.
Lalu ia menambah jumlah input mana miliknya.
__ADS_1
"Coba lagi..!! " Ucap Argus.
Dan kali ini butuh waktu satu menit untuk membebaskan diri dari bayangan Argus.
Dan kemudian semakin banyak percobaan semakin lama juga waktu yang di butuhkan oleh Alfred untuk membebaskan diri.
Sampai ketika Alfred benar tak bisa lagi membebaskan diri dengan seluruh kekuatannya, Argus baru berhenti melakukan percobaan itu.
"Untuk sekedar kekuatan ikatan ini sudah cukup, yang perlu aku coba sekarang adalah seberapa kuat untuk menyerang.. " Ucap Argus.
Lalu ia berjalan ke arah salah satu pohon dan mencoba menusukan bayangannya ke arah pohon itu, dan ia berhasil.
Namun saat berganti menjadi Batu besar Argus gagal dan bayangannya pecah seperti sebuah kaca yang menghantam batu.
Bahkan dengan menggunakan banyak kekuatan ujung dari bayangan Argus masih tak sanggup melubangi batu itu.
"Ya sepertinya aku perlu memikirkan cara lainnya, atau ini hanya bisa di gunung Untuk memukul..?? "
Lalu Argus mengepalkan tangannya dan melihat bayangan mulai menyelimuti tinjunya.
Lalu saat Argus mencoba memanipulasinya, terlihat jelas bayangan itu membentuk tangan raksasa mengikuti pergerakan jari dan tangan Argus.
Itu lebih seperti perpanjangan dari tangan Argus.
Kemudian Argus mencoba memukul ke arah batu sebelumnya dan kali ini dengan mudah Argus bisa menghancurkannya.
"Sepertinya ini memang tak di gunakan untuk menusuk seperti milik Shikamaru.. " Gumam Argus memperhatikan Bayangan di tangannya.
Lalu Argus mencoba memperpanjang bayangan itu dan memegang batu lainnya di kejauhan. Dan kemudian ia menggenggamnya, ternyata itu langsung menghancurkan batu itu.
"Sepertinya memang seperti ini versi pengendalian bayangan milikku.. " Ucap Argus.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di tempat lainnya.
"Sebenarnya ada berapa banyak skill yang di miliki Argus..?? " Tanya Olivia
"Entahlah.. Master selalu saja bisa melakukan banyak hal baru..
Seringkali master akan mempelajari atau membuat sihir baru begitu ia memiliki inspirasi atau apapun yang bisa ia bayangkan.. " Ucap Lisa.
"Aku bahkan tak tau apa yang tak bisa di lakukan master.. Seolah-olah dewa akan selalu memberikan Master sihir baru setiap saat.. "
"Dan sepertinya master memiliki pengetahuan yang entah berasal dari mana yang membuatnya bisa melakukan atau memikirkan sesuatu yang mungkin belum pernah ada yang memikirkannya.. "
"Aku sarankan agar kau tak terkejut terlalu dini, karena mungkin setelah ini kamu akan melihat sesuatu yang bisa menjungkirbalikkan akal sehat dunia ini.. " Ucap Lisa sambil menyuapi Hawa.
"Siapa sebenarnya Argus ini..?? " Gumam Olivia saat ia mengamatinya Argus yang masih mencoba melakukan sesuatu dengan sihir barunya.
Setelah di rasa cukup untuk eksperimen kali ini, Argus kemudian kembali melanjutkan makannya.. Ia menghabiskan seluruh Daging dari Monster Harimau itu.
"Sepertinya aku perlu berburu lebih banyak daging lagi..
Saat ini stok yang aku milik tinggal sedikit.. " Ucap Argus
"Oliv, apa kau tau tempat di sekitar sini yang terdapat banyak Monster..?? Kalau bisa Monster yang memiliki ukuran besar.. " Ucap Argus.
"Monster besar.. Biar aku ingat dulu.. " Ucap Olivia.
Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Olivia ingat.
"Oh benar.. Dalam beberapa ratus meter ke depan akan ada danau lainnya, di sana di katakan memiliki Monster ular yang menghuninya... "
"Namun aku tak tau kepastian rumor itu. Karena tak ada bukti nyata serta saat di lakukan penyelidikan juga tak di temukan apapun di dalam air itu.
Namun beberapa petualang akan secara aneh menghilang di sekitar danau itu.. " Ucap Olivia.
"Monster ular Air kah..?? Menarik, mungkin dagingnya akan enak jika di sate.. " Ucap Argus
"Baiklah kalau begitu kita pergi ke sana sekarang, mari berkemas lagi.. "
"tunggu.. apakah kamu ingin menangkapnya..?? " tanya Olivia
"yap.. benar sekali.. " ucap Argus sambil memasukan kembali kulit Harimau sebelumnya.
"kita akan memasak daging ular di pemberhentian selanjutnya.. "
"itu.. " Olivia ragu-ragu dan takut Argus terluka.
"tenang saja.. tak ada yang bisa melukai Master sampai sekarang.. jadi kau tak perlu khawatir.. " ucap Lisa.
.
.
. Bersambung
__ADS_1