
Setelah Argus menyimpan mayat Ular berkepala Delapan itu dan membantu menyembuhkan luka Lisa, Argus memotong-motong salah satu Dari Elang itu dan kemudian memanggangnya untuk mereka makan.
Setalah memakan Burung itu Tak lupa Argus belajar dari pengalaman ini juga tentang keamanan mereka, untuk Argus sendiri mungkin tak masalah namun saat ini Argus memiliki partner.
Jadi Argus juga perlu memikirkan masalah keamanan mereka.
Jadi Argus mulai membuat Rune Sihir baru, kali ini ia ingin membuat Sihir pelindung Mana yang bisa ia buat untuk melindungi apapun selama dalam jarak jangkauan Argus.
Rune yang Argus buat kali ini lumayan Rumit dan panjang, karena Argus menginginkan pertahanan mutlak yang bisa menahan berbagai serangan.
ᚲᛂᚲᚢᚨᛏᚨᚾ ᚢᚨᚾᚷ ᛗᛂᛚᛁᚾᛞᚢᚾᚷᛁ ᛋᛂᛗᚢᚨᚾᚢᚨ, ᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᚲᛂᚲᚢᚨᛏᚨᚾ Rᛂᛋᛁᛋᛏᛂᚾᛋᛁ Dᚨᛗᛈᚨᚲ ᚠᛁᛋᛁᚲ ᛈᚨᛞᚨᚲᚢ. Rᛟᚺ ᚢᚨᚾᚷ ᛗᛂᛗᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᛋᚢᛗᛒᛂᚱ ᛂᛚᛂᛗᛂᚾ ᛈᚨᛞᚨ ᛞᚢᚾᛁᚨ, ᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᚱᛂᛋᛁᛋᛏᛂᚾᛋᛁ ᛋᛂᚱᚨᚾᚷᚨᚾ Sᛁᚺᛁᚱ Eᛚᛂᛗᛂᚾ ᛈᚨᛞᚨᚲᚢ. ᚲᛂᚷᛂᛚᚨᛈᚨᚾ ᚢᚨᚾᚷ ᛗᛂᛗᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᚲᛂᚺᚨᚾᚲᚢᚱᚨᚾ ᛞᚨᚾ ᛗᛂᚾᚷᚺᛁᛋᚨᛈ ᛋᛂᚷᚨᛚᚨᚾᚢᚨ, ᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᚲᛂᛈᚨᛞᚨᚲᚢ ᚱᛂᛋᛁᛋᛏᛂᚾᛋᛁ ᛋᛂᚱᚨᚾᚷᚨᚾ Rᚨᚲᚢᚾ ᛞᚨᚾ ᚱᛂᛋᛁᛋᛏᛂᚾᛋᛁ ᛋᛂᚱᚨᚾᚷᚨᚾ Kᚢᛏᚢᚲᚨᚾ. Cᚨᚺᚨᚢᚨ ᚢᚨᚾᚷ ᛗᛂᚾᛂᚱᚨᚾᚷᛁ ᛋᛂᚷᚨᛚᚨᚾᚢᚨ ᛞᚨᚾ ᛗᛂᛗᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᛈᛂᚾᚷᛚᛁᚺᚨᛏᚨᚾ ᚨᛈᚨᛈᚢᚾ ᛈᚨᛞᚨ ᛞᚢᚾᛁᚨ, ᛒᛂᚱᛁᚲᚨᚾ ᚱᛂᛋᛁᛋᛏᛂᚾᛋᛁ ᛋᛂᚱᚨᚾᚷᚨᚾ Iᛚᚢᛋᛁ ᛈᚨᛞᚨ ᚲᚢ.
Bukan hanya fokus pada satu macam serangan, Argus membuat resistensi serangan Fisik, serangan Elemen, lalu ada juga Resistensi Racun kutukan dan Ilusi juga..
Setelah selesai membuat Mana Shield itu, Argus juga tak lupa mencobanya.
Argus mengeluarkan salah satu Semut miliknya kemudian memberikan pertahanan itu kepada semut tersebut, bentuk Pertahanan itu sendiri mirip dengan konsep Sarang lebah yang Argus bayangkan saat membuatnya.
Itu tersusun membentuk struktur heksagonal. Satu unit sarang lebah terdiri dari prisma segienam dan bagian bawah pada pertemuan dengan unit sel di belakangnya berbentuk limas segienam. Bentuk pertahanan itu membentuk setengah lingkaran yang menutupi obyek yang di lindungi itu.
dan setelah melihat pertahanan itu dengan teliti, kemudian ia mulai menyerangnya dengan berbagai elemen.
Dan hasilnya semua serangan itu bisa di tahan, namun sepertinya jika Argus menggunakan kekuatan yang setara dengan Kekuatan serangan Level 150. Pertahanan itu akan mulai Runtuh.
Namun mengingat kebanyakan orang hanya berada pada level tak lebih dari 70, argus merasa ini sudah cukup..
Dan dia memutuskan jika ada waktu selanjutnya ia akan memperbaiki atau membuat pertahanan yang lebih baik lagi.
Setelah selesai melakukan percobaan tentang Sihir pertahanan itu, Argus memperhatikan bahwa ini sudah mulai sore. Dan mengingat bahwa ini adalah hari kedua mereka setelah berangkat dari Kota Isak, Argus memutuskan bermalam di sini dan berangkat lagi besok pagi.
Karena selain jaraknya yang sudah dekat, Argus juga ingin menunda waktu dan membiarkan mereka sampai dalam Tiga hari perjalanan yang berarti besok. Dengan ini mereka takan menjadi perhatian pihak manapun..
Saat malam harinya, Argus memutuskan untuk membongkar dan memakan daging Elang berdarah grígora.
Lisa tak ikut menikmati daging itu, dan berkata bahwa ia sudah kenyang saat memakan Elang yang sebelumnya.
Jadi Argus memutuskan memakan semuanya sendirian. Dan di tengah makannya, Argus kembali mendengar pemberitahuan Skill baru.
{Ding. Skill insting bahaya di dapatkan}
{Ding. Skill manipulasi pikiran di dapatkan}
{Ding. Skill Cakar Adamantium di dapatkan}
"Hemm.. Insting bahaya ini seperti hal bagus, dan jika aku di dunia M*rvel mungkin aku bisa berpura-pura menjadi Manusia Laba-laba di sana..
Hhahhahaa... " Ucap argus sambil tertawa
"Tapi, Cakar Adamantium..? "
Argus mencoba skill ini dan melihat ada Tiga Cakar panjang keluar dari selah-selah jari tangannya.. Argus terpana melihat ini..
"Sial..!!! Apa sekarang aku akan menjadi seperti paman Logan.. Wolverine..??!! "Teriak Argus melihat tiga cakar di tangannya.
"Lupakan, sepertinya aku bisa memotong sayuran tanpa pisau lagi sekarang.
Dan Skill lainnya sepertinya Manipulasi pikiran ini yang membuat Elang berdarah grígora itu mampu membuat Elang lainnya mau menjadi tameng hidup untuk nya saat aku menyerang sebelumnya.. "
Dan setelah menghabiskan seluruh daging itu, Argus tak mendapatkan skill lainnya lagi.
Argus sebelumnya tak sempat melihat skill yang di miliki Elang berdarah grígora itu, jadi Argus tak dapat tau apakah ia sebenarnya hanya memiliki Dua skill ini atau ada yang lainnya lagi.
Setelah semuanya habis, Argus memutuskan untuk tidur di dalam pondok. Tak lupa ia melepaskan para semut untuk berpatroli lagi dan juga memberikan beberapa mayat Monster yang sebelumnya mereka dapatkan untuk mereka makan.
.
.
. -----------------
.
.
Pada pagi harinya, Argus setelah mandi memutuskan melanjutkan perjalanannya.
Argus bertujuan agar bisa sampai sebelum siang hari ini di Desa Daka.
Dalam perjalanan nya kali ini, walaupun Argus menjumpai beberapa Monster Rank D atau C di jalannya. Argus tidak memutuskan untuk menyerang mereka, namun memilih untuk melewati mereka dan meneruskan perjalanan itu.
Dan tepat sebelum siang harinya, Lisa menggunakan Skill matanya sudah bisa melihat Tembok Desa Daka.
Sebenarnya yang di sebut Desa di dunia ini ukurannya sebanding dengan Kota kecil daripada ukuran Desa pada umumnya.
__ADS_1
Namun di sini tetap saja di panggil Desa bukan Kota. Ya bagaimana pun Argus tak bisa protes tentang pengaturan ini, jadi Argus tetap menganggap ini sebagai desa juga.
Argus kemudian memasukkan kendaraannya dan mulai berjalan bersama Lisa ke gerbang Desa Daka.
Penjaga di depan gerbang itu mulai memperhatikan kedatangan Argus dan Lisa,
Setelah mendekat, para penjaga menghentikan Argus dan Lisa.
"Tolong keluarkan plat identitas kalian, dan katakan tujuan kalian datang ke sini.. " Ucap salah satu penjaga itu.
"Saya seorang petualang yang mengambil Quest di Daerah Daka ini.. " Ucap Argus sambil memberikan Plat identitas miliknya.
"Dan ini rekan saya Lisa, dia seorang Budak.. " Ucap Argus saat memperhatikan bahwa petugas itu sepertinya menunggu Plat identitas Lisa.
Lisa memberi Hormat dengan sedikit membungkuk, kemudian memperlihatkan Segel di lehernya..
Setelah melihat segel itu, penjaga itu mengangguk sebagai tanggapan bahwa ia mengerti.
Mengingat Lisa seorang budak yang tak di ijinkan lagi memiliki Plat identitas, jadi memang tak ada yang bisa di jadikan untuk menjamin identitas Lisa selain dengan menunjukkan Segel itu.
"Tunggu.. Apakah anda Petualang yang mengambil Quest Penjelajahan Reruntuhan itu..? " Tanya penjaga lainnya.
"Ya benar, apakah ada masalah..? " Tanya Argus
"Tidak, sama sekali tidak..
Justru sebaliknya, kami telah menunggu Anda. Saya akan menunjukkan jalan menuju kediaman Baron Daka.. " Ucap penjaga tersebut.
...#Note....
...Disini Thor lupa kasih keterangan sebelum saat membahas soal Bangsawan dan Daerah kekuasaannya. ...
...Di setiap Daerah kekuasaan akan mengikuti Nama belakang bangsawan yang bertugas menjadi pemimpin daerah tersebut. ...
...Seperti Desa Daka, dari Baron Daka. ...
...Kota Isak dari Marques Isak. ...
...Dan Kerajaan juga sama, Illia maka Raja juga akan memiliki nama belakang sama Illia, kerjaan Raika juga begitu. ...
...Sekian.. ...
"Kediaman Baron Daka..? Apakah ada urusan khusus..? " Tanya Argus
Sepertinya karena masalah Reruntuhan itu sangat penting untuk Baron Daka, jadi beliau ingin menjamu Anda sendiri daripada membiarkan Anda menginap di penginapan.. " Ucap penjaga itu
"Sepertinya Baron Daka menganggap jika membiarkan Petualang yang akan menjelajahi Reruntuhan yang hasilnya akan bermanfaat untuk Daerah Daka ini tinggal di penginapan. Maka beliau merasa itu tidak sopan, jadi saya Harap Anda bersedia pergi ke kediaman Baron segera.. "
"Ini.. Bisakah aku menolak untuk tinggal di kediaman Baron Daka Nantinya..? " Tanya Argus
"Anda bisa saja, namun lebih baik Anda mengatakan sendiri nanti di sana. Bagaimana pun saya hanya seorang penjaga, jadi mungkin kata-kata saya tak bisa meyakinkan Baron. " Ucap penjaga gerbang itu sambil tersenyum masam.
Argus mengerti maksudnya, jika ia bersikeras untuk tidak datang juga. Maka kemungkinan Penjaga ini akan mendapatkan hukuman dari Baron karena tak bisa mengajak Argus datang.
"Baiklah aku mengerti, tapi aku harap Lisa akan di perlakuan seperti warga biasa. Bukan sebagai Budak.. " Ucap Argus.
"Ini tak masalah, Baron Daka adalah tipikal orang yang sangat Baik..
Jadi saya jamin Anda takan menyesal bertemu beliau.. " Ucap penjaga itu dengan senang.
Setelah mengatakan itu, penjaga itu sepertinya pergi untuk menyiapkan kereta dari apa yang di dengar Argus.
Tak lama setelah itu, petugas sebelumnya kembali dengan mengendarai kereta kuda.
Argus dan Lisa kemudian di minta naik dan di antara ke kediaman Baron.
Dalam perjalanan itu, argus memperhatikan bahwa kebanyakan warga di sini sepertinya berprofesi sebagai nelayan. Dan sepertinya kondisi mereka saat ini tidak bagus..
Dan lagi, Argus tak melihat adanya petualang level tinggi, kebanyakan hanya ada di level 20 sampai 30 saja.
Argus menanyakan masalah ini kepada petugas yang mengantarkannya itu.
Dan jawabannya membuat Argus cukup rumit, karena kondisi ini terjadi sudah cukup lama.
Hal ini di karenakan Para nelayan akhir-akhir ini tidak bisa mendapatkan Ikan lagi.
Dan banyak nelayan yang hilang saat mencari ikan di danau yang biasanya mereka tempati untuk mencari ikan.
Baron sudah mengeluarkan Quest penyelidikan tentang masalah ini, namun sampai sekarang tak ada hasilnya sama sekali. Ini membuat kondisi warga di sini semakin menyedihkan..
Andaikan sudah di ketahui alasannya, mungkin ini akan lebih mudah. Baron bisa meminta bantuan dari guild pusat. Namun Karena tidak ada kepastian untuk alasan semua ini membuat Baron tak bisa melakukan apapun selain membatu sebisanya.
Sedangkan untuk mengandalkan berburu Monster, mereka yang hanya level rendah dan bahkan petualang tertinggi di sini hanya Rank C petualang. Membuat mereka tak bisa menjelajahi jauh kedalam hutan.
__ADS_1
Karena di hutan banyak terdapat Monster Rank B atau lebih tinggi, dan lagi sering terlihat banyak Monster Elang grígora Rank B yang terlihat di dalam hutan. Ini membuat banyak petualang tak mau memasuki kedalaman Hutan.
Untung nya Baron Daka adalah tipe orang yang baik, melihat kondisi Warga yang seperti itu saat ini. Ia mengurangi Jumlah Pajak yang harus di bayar semua warga.
Dan ia juga sering memberikan banyak bantuan kepada para warga di sini, terutama untuk mereka yang kurang mampu.
Sedangkan untuk kurangnya pajak yang harus di bayarkan ke kota Isak, itu akan di potong dari pendapatan pribadi keluarga Baron Daka untuk menutupi nya.
Untuk Argus sendiri setelah mendengar ini merasa Aneh, tanpa ia sadari sebelumnya. Ia yang hanya ingin berburu mencari daging untuk di makan, ternyata ia telah menyelesaikan masalah Daerah Daka ini.
Argus menduga Alasan semua ikan tidak ada dan alasan untuk para nelayan yang sering hilang adalah karena adanya Ular Kepala Delapan yang sebelumnya ia kalahkan di danau.
Sedangkan untuk alasan ketakutan para warga dan petualang tentang Elang grígora itu juga sudah di tangani oleh Argus.
Jadi sepertinya tak kan ada masalah lagi untuk Desa Daka ini kedepannya. Dan Argus bisa tenang menjalankan Quest penjelajahan reruntuhan itu.
Tak lama kemudian, kereta kuda yang di naiki Argus dan Lisa sampai di kediaman Baron.
Walaupun Argus belum pernah berkunjung ke kediaman Bangsawan manapun, Argus yang melihat dari luar merasa kediaman Baron ini cukup sederhana namun rapih.
Saat Argus dan Lisa turun, Penjaga gerbang itu mengatakan sesuatu kepada penjaga kediaman Baron. Sepertinya ia mengatakan tentang tujuannya yakni mengantarkan Argus.
Salah satu penjaga di sana berlari masuk dan satunya lagi berjalan kedepan Argus dan Lisa.
"Selamat datang di kediaman Baron Daka. Mari saya antar Anda Masuk, Baron sudah di beritahukan tentang kedatangan Anda.. " Kata penjaga itu.
"Terimakasih.. " Ucap Argus.
Kemudian mereka berjalan masuk di pimpin oleh penjaga itu menuju Ruang tunggu, disana Argus dan Lisa di minta untuk menunggu sebentar.
Dan tak lama setelah itu, laki-laki setengah baya berpakaian sederhana namun rapih beserta seorang wanita yang sepertinya istrinya itu datang menemui Argus.
"Selamat datang di kediaman saya, maaf jika kediaman kami kurang nyaman.. " Ucap Baron Daka itu.
"Terimakasih, ini tidak masalah.. Saya merasa nyaman karena kediaman Tuan Baron sangat rapih.. " Ucap Argus dengan jujur.
Walaupun biasanya yang Argus tau kediaman bangsawan selain mewah juga rapih, namun kediaman Baron Daka ini walaupun sederhana namun bisa di bilang sangat Rapih dan bersih.
Ini membuat Argus cukup nyaman.
"Syukur kalo tuan petualang merasa nyaman.. " Ucap Baron di ikuti seorang pelayan yang masuk menuangkan Air teh untuk mereka.
"Silahkan nikmat teh ini.. "
"Terimakasih.. " Setelah itu Argus dan Lisa meminum Teh itu.
"Teh yang Enak.. " Ucap Argus.
"Kalo Tuan petualang menyukainya, aku bisa memberikan beberapa kotak teh untuk tuan.. " Ucap Baron itu.
"Benarkah..? Terimakasih untuk itu..
Oh benar, Tuan Baron tidak perlu memangil saya Taun. Karena saya hanya seorang petualang biasa.
Anda bisa memanggil langsung nama saya, Saya Argus dan ini Lisa. " Ucap Argus.
"Kalo begitu, Anda juga tak perlu memangil saya Tuan, nama saya adalah Ivan. Dan ini istri saya Margaret..
Saya dulunya berasal dari rakyat biasa, jadi kalo bisa Tuan Argus tak perlu terlalu sopan. Cukup panggil saja Ivan dan Margaret.. " Ucap Baron Ivan
"Salam Tuan Argus, Nona Lisa.. " Ucap Istri Ivan Margaret
"Kalo begitu Tuan Ivan saja, tak sopan rasanya jika aku memangil seperti itu.
Lagipula aku sudah diajarkan untuk memangil orang yang lebih tua dengan sopan.. " Ucap Argus
"Ya kalo begitu tak masalah.. " Ucap Baron Ivan
"Sekali lagi kami ingin benar-benar mengucapkan terimakasih untuk mau mengambil Quest penjelajah ini, Hasil dari reruntuhan ini sangat penting untuk Desa Daka sekarang.
Jadi saya Mohon untuk Tuan Argus bisa menjelajahi semuanya yang ada di dalam sana.. " Ucap Nyonya Margaret.
"Jika anda memiliki kondisi yang di butihkan untuk menjelajahi reruntuhan itu kami akan berusaha mendapatkan nya..
"Ya Anda tak perlu khawatir, kami tak memerlukan apa pun.
Dan kami juga akan melakukan yang terbaik.. " Ucap Argus
"Saya juga telah mendengar kesulitan yang di alami oleh Desa Daka ini berdasarkan cerita Penjaga Gerbang tadi. Sepertinya kami tau penyebab utama masalah Anda. "
"Benarkah..?!! " Teriak Baron dan Istrinya bersamaan.
. Bersambung.
__ADS_1