Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
111


__ADS_3

Pada pagi harinya mereka melanjutkan perjalanan lagi..


Perjalanan mereka terbilang aman karena hanya ada beberapa monster kecil yang mereka temui yang langsung Argus lewati begitu saja..


Pada siang harinya Argus dan yang lainnya sudah hampir memasuki wilayah perbatasan. Itu bukan sebuah Desa, melainkan hanya tembok yang membentang membatasi semuanya agar tak bisa lewat..


Dan perbatasan hanya memiliki dua buah gerbang besar yang memisahkan orang masuk dan keluar kota Taito..


Di dekat tembok hanya ada beberapa rumah yang menjadi tempat untuk para prajurit tinggal dan beberapa rumah milik pedagang.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka mendekati perbatasan itu, nampak banyak orang yang juga ingin melewati perbatasan itu...


"Haih Lihat itu..! "


"Apa itu..?? Apakah itu Golem..?? "


"Mungkinkah itu adalah sesuatu yang sudah menjadi rumor belakangan ini..?? "


Mereka sangat tertarik dengan Mobil yang di kendari oleh Argus dan yang lainnya, apalagi mereka keluar dari jalur hutan.


Argus awalnya ingin ikut mengantri namun Roland mengatakan agar lewat saja, jadi Argus langsung menuju pos pemeriksaan..


"Berhenti..!! Maaf anda harus..


Ehh..?? Pangeran..?? " Ucap prajurit itu.


Ia berniat menyuruh Argus untuk mengantri, namun tiba-tiba ia melihat Roland di dalam sana..


"Buka gerbangnya.. Kami akan pergi sekarang.. " Ucap Roland.


"Baik pangeran.. " Ucap prajurit itu.


"Buka gerbang biarkan lewat..!! "


Lantas gerbang di buka agar Kendaraan Argus bisa lewat. Sistem di sana adalah pemeriksaan satu-persatu, dan jika di rasa aman mereka baru akan membukakan gerbang..


Di setiap gerbang ada dua jalur, pejalan kaki dan jalur kereta.. Dan gerbang sendiri hanya ada di jalur kereta,namun walaupun di sana di sebut gerbang sebenarnya dari sudut pandang Argus itu lebih mirip Portal saja..


Itu bukan berbentuk pintu tapi sebuah portal pembatas. Tapi Mungkin karena fungsinya untuk menghentikan sama dengan gerbang, maka di sebut gerbang di sana.


"Hei..!! Kenapa benda itu bisa langsung lewat tanpa di periksa..?? " Tanya seseorang yang sedang di periksa dan masih belum bisa lewat.


"Tentu saja.. Di dalam benda itu ada keluarga kerajaan, siapa yang berani memeriksanya..?? " Ucap prajurit di sana..


"Apa..?? Apakah mungkin itu produk artefak sihir jenis kendaraan baru..?? " Tanya orang itu lagi.


"Entahlah.. Itu bukan tanggung jawab ku, sudah keluarkan ijinnya segera.. Masih banyak yang menunggu di belakang.. " Ucap prajurit itu.


"Tidak.. Aku tak jadi pergi.. " Ucap orang itu tiba-tiba.


"Jika itu produk baru, aku juga menginginkan nya.. Jadi aku akan kembali ke kota Taito untuk menunggu beritanya.. "


Setelah mengatakan itu ia langsung memutar balik keretanya dan kembali melaju ke arah kota..


Percakapan keduanya juga di dengar banyak orang yang antri di belakang, dan beberapa orang mulai memikirkan kembali dan akhirnya memutuskan untuk tinggal di Taito lagi.


"Siapa lagi yang ingin kembali juga..??!! " Teriak prajurit itu saat melihat beberapa orang berbalik.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu Argus dan yang lainnya melanjutkan perjalanan, dan tak lama kemudian Argus melihat langit mulai gelap walaupun masih siang hari.


"Apakah akan hujan..?? " Ucap Argus.


"Haih saudara ku.. Apakah kendaraan ini bisa menahan hujan dan masih berfungsi jika hujan turun..?? "


"Tenang saja.. Mobil ini masih bisa melaju di bawah hujan.. " Ucap Argus.


"Itu bagus.. " Ucap Roland.


Kemudian kendaraan terus melaju dan akhirnya mulai memasuki kawasan lereng perbukitan batu.


Dan saat itu juga bersamaan dengan Hujan turun. Jadi Argus memperlambat kendaraan miliknya agar tak tergelincir di tebing itu.


Namun saat mereka melewati salah satu tebing. Mereka mendengar bunyi keras yang ternyata di depan mereka saat ini sudah longsoran dan memutui jalur kendaraan mereka. .

__ADS_1


"Apakah ada jalur lain..?? " Tanya Argus.


"Tidak.. Ini satu-satunya jalur jika ingin pergi.. " Ucap Roland.


"Sedangkan jalur masuk ke kota ada di sebrang bukit itu, jadi jika kita ingin kesana.. Artinya kita harus memutar balik.. "


"Dan itu akan sangat merepotkan jika kita berpapasan dengan kereta lainnya.. Karena jalur di sana sama dengan jalur ini, hanya muat untuk satu kereta setiap saatnya.. "


"Ini merepotkan.. " Gumam Argus, ia memikirkan apa yang harus di lakukan sekarang.


Jalur yang ada di depannya saat ini benar-benar terputus membentuk celah besar dan perlu banyak waktu jika ingin memperbaikinya..


Apa lagi saat ini sedang hujan. Bebatuan di sekitar sana saat ini tidak stabil, jadi jika ingin membuat jalur baru Argus masih perlu memikirkan keamanan lingkungan itu agar tidak longsoran lagi.


Setelah berfikir beberapa saat, Argus memutuskan untuk mundur terlebih dahulu..


Ia memundurkan kendaraan miliknya, untungnya saat ini tak ada kendaraan lain di belakang Argus.


Jadi ia bisa dengan mudah mundur tanpa harus terhalang oleh kendaraan lainnya.


Setelah sampai di tempat yang lumayan aman Argus kemudian keluar dari mobilnya.


"Aku akan memeriksa apakah aku bisa memperbaikinya.. " Ucap Argus.


Kemudian ia membuat pelindung agar bajunya tidak basah.


Setelah itu ia mulai melayang ke atas dan melihat keseluruhan jalur perbukitan itu. Dan benar saja, bagian puncak tebing sangat tidak stabil dan bisa longsor kapan saja.


Setelah itu Argus memilih untuk turun di atas bukit, kemudian ia mulai memperbaiki permukaan di sana agar jauh lebih stabil dengan memadatkan setiap Bebatuan nya menggunakan sihir tanah..


Setelah selesai ia mulai turun ke bawah ke jalan di sebelumnya.. Lalu ia mulai membersihkan seluruh longsoran batu di sana dan membuat bagian bawah sedikit lebih baik agar tidak longsor lagi.


Setelah semuanya selesai, ia kembali ke mobilnya lagi..


"Apakah ada masalah..?? " Tanya Roland.


"Tak ada. Aku sudah memperbaiki semuanya dan sekarang kita bisa melanjutkan lagi perjalanan kita.. " Ucap Argus.


Lalu ia mulai menjalankan mobilnya.


Jalan di sana sekarang sudah lebih baik karena argus membuat jauh lebih rata dari sebelumnya..


Setelah melewati perbukitan batu Argus dan yang lainnya akhirnya melihat desa pertama di kota Mania..


Saat memasuki Desa itu ternyata sebagian besar di huni oleh para pedagang. Dan desa ini ternyata adalah desa transit para pedagang yang akan dan setelah dari kota Taito..


Argus memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di sana sambil membeli beberapa kebutuhan lainnya..


Saat di sana Argus melihat Roland yang saat itu membeli sesuatu sepertinya berdebat dengan pemilik toko, mungkin karena Roland memakai penutup kepala sehingga pemilik toko tak sadar dengannya.


"Hai paman.. Walaupun aku tak pernah membeli di sini aku masih tau harga barang.. " Ucap Roland.


"Harga yang kau tawarkan itu dua kali lipat harga normal.. Itu terlalu mahal bukan..?? "


"Maafkan aku, tapi ini adalah harga sekarang.. " Ucap pemilik toko itu.


"Kenaikan harga di sini bukan hanya di toko ku saja, jika kau tak percaya coba tanya toko lainnya dan pasti harganya jauh lebih mahal sekarang.. "


"Aku masih menaikan hanya dua kali lipat, di toko lain mungkin sudah jauh lebih mahal dari di sini.. "


"Memang ada apa hingga harga setiap barang menjadi sangat tinggi sekarang..?? " Tanya Roland.


"Itu karena pajak yang di minta kota Mania saat ini menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.. Jadi kami terpaksa menaikan harga setiap barang juga.. " Ucap pemilik toko itu.


"Jika tidak.. Kami akan kesulitan membayar pajak itu... "


"Kenaikan pajak..?? Sepertinya tak ada hal seperti itu di laporan.. " Gumam Roland.


"Apakah anda tau apa yang menyebabkan kenaikan pajak sampai terjadi..?? "Tanya Roland.


" Aku tak tau pasti.. Karena aku selalu tinggal di sini dan hanya menunggu pasokan barang datang dari kota.. "Ucap pemilik toko itu.


" Baiklah Terima kasih.. "Ucap Roland.


Setelah itu ia kembali..


" Apakah ada masalah..?? " Tanya Argus.


"Ya. Sepertinya ada masalah di Mania.. " Ucap Roland.

__ADS_1


"Pajak di kota ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.. Ini tak ada dalam laporan yang sebelumnya aku tangani.. "


"Lupakan untuk sekarang.. Kita akan tau nanti saat sampai di kota.. " Ucap Argus.


"Ya kau benar..


Aku akan tinggal di penginapan untuk mencari beberapa informasi lainnya.. Bagaimana dengan kalian..?? " Tanya Argus.


"Sebenarnya kami sudah menyewa kamar di penginapan, karena ini aku mencari mu juga. " Ucap Argus.


"Apakah harga penginapan juga naik..?? " Tanya Roland.


"Aku tak tau.. Aku belum pernah ke sini sebelumnya jadi mana aku tau harga normal nya di sini.. " Ucap Argus.


"Oh benar juga.. Maafkan aku.. " Ucap Roland.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di penginapan mereka memesan makanan.


Dan saat makan mereka mendengar percakapan orang-orang yang berniat untuk pergi ke Taito.


"Haih.. Pajak di sini semakin lama semakin keterlaluan.. " Ucap seseorang.


"Benar.. Aku tak tau lagi harus bagaimana.. Jika aku menjual barang dengan harga lebih tinggi aku bisa kehilangannya banyak pelanggan.. " Ucap temannya.


"Jika harga tetap sama dan tidak aku naikan, aku yang akan rugi.. "


"Ya.. Aku dengar banyak ke duduk yang memilih kabur ke hutan atau kota lain karena tak sanggup membayar pajak di sini.. "Ucap orang sebelumnya.


" Tentu saja.. Jika aku bukan pedagang dan warga biasa, aku juga akan kabur.. Siapa yang sanggup membayar pajak yang terus naik..?? Yang ada aku bisa menjadi budak nantinya.. "Ucap orang satunya lagi.


" Aku tak tau apa yang di pikirkan para bangsawan itu hingga mereka menaikan pajak seenak jidat mereka.. "Ucap orang sebelumnya.


" Aku tau ada masalah di laut hingga sulit untuk menjual barang keluar atau memasukan barang, namun kenaikan pajak ini terlalu berlebihan.. "


"Aku tak tau.. Aku akan pergi ke Baisi setelah ini dan mungkin akan menetap di sana saja.. " Ucap orang satunya.


"Oh aku dengar di sana harga lumayan rendah bukan..?? Aku mungkin juga akan memikirkan hal itu nanti.. " Ucap orang satunya.


Di sisi Argus.


"Jadi apakah semua ini karena masalah di laut..?? " Tanya Argus.


"Entahlah.. Namun kenaikan pajak tak bisa di ambil begitu saja tanpa persetujuan dari Kerajaan.. " Ucapan Roland.


"Jadi baik ada masalah atau tidak pihak kota Mania tak berhak menaikan pajak sesuka mereka.. "


"Ya aku sependapat denganmu.. " Ucap Argus.


"Kau harus menangani hal ini nanti di kota dan lihat apa yang sebenarnya terjadi..


Jika hanya masalah monster atau sesuatu aku bisa membantu mu, namun jika masalah bangsawan.. Aku angkat tangan, itu urusan mu."


"Aku tau.. Terimakasih.. " Ucap Roland.


Setelah mereka semua selesai makan mereka memilih istirahat dan tidur di hotel.. Keesokan harinya Argus dan yang lainnya melanjutkan perjalanan lagi.


Mereka bergegas agar bisa sampai di kota Mania secepatnya.


Namun kali ini sebelum memasuki kota Argus menggantikan kendaraan miliknya dengan kereta kuda yang biasanya..


Hal itu agar tidak menarik perhatian saat memasuki kota, jadi mereka bisa mencari informasi jauh lebih mudah.


Dan saat melewati pemeriksaan dan harus membayar biaya masuk, Roland hampir marah karena biaya yang di kenakan hampir tiga kali lipat biaya biasanya..


"Tenang.. Kita akan mencari tau apa yang terjadi sebenarnya setelah ini.. Jika kau keluar sekarang semuanya akan percuma.. " Ucap Argus.


"Aku tau.. Dan jika memang ada masalah dengan Marquez atau yang lainnya, aku takan segan mematahkan leher mereka.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2