
"Aku akan memilih Pulau Naga itu.. " Ucap Argus.
Ke-dua orang di depannya sedikit terkejut saat mendengar jawaban Argus yang sangat cepat itu tanpa berfikir lagi.
"Apakah kamu yakin..?? Itu adalah Pulau yang benar-benar terlarang, selain Monster laut juga diketahui banyak monster di pulau itu.. " Tanya Sebastian.
"Ya, aku yakin.. Itu adalah pilihan terbaik.
Aku lebih suka tempat yang sepi dan tak terlalu berisik.. " Ucap Argus.
"Walaupun itu di sebut pulau terlarang tiga kerajaan, namun itu sebenarnya masuk ke dalam wilayah kerajaan Isak..
Dan karena bahkan kerajaan lainnya lain tak ada yang mau menerimanya, maka kami semua sepakat untuk menghapusnya dari peta dunia.. " Ucap Raja Rodrike.
"Namun jika kamu benar-benar memilih Pulau itu, aku bisa memberikannya kepadamu.. "
"Terimakasih, aku akan tetap memilih pulau itu.. " Kata Argus tetap tak berubah.
"Baiklah, masalah pulau kita singkirkan dulu..
Sekarang kita kembali ke bisnis utama.. " Ucap Sebastian.
"Masalah Quest itu, aku benar-benar berharap kau bisa menyelamatkan Pangeran secepatnya.. "
"Ya aku tau, karena itulah aku datang kesini secepatnya.. " Ucap Argus.
"Dan dari apa yang aku tau, saat ini kondisi pangeran benar-benar dalam keadaan yang buruk karena ia terluka cukup parah.. "
"Apa..??!! " Teriak Sebastian dan Raja Rodrike bersamaan.
"Darimana kau tau itu..? Bukankah kau baru pertama kali kesini..? " Tanya Raja Rodrike.
"Aku punya cara tersendiri untuk mengetahui hal tersebut.. Dan aku bisa menjamin keaslian hal ini.. " Ucap Argus
"Untuk sekarang tak perlu bertanya bagaimana atau darimana aku tau, yang terpenting adalah kapan aku bisa menjalankan Quest ini..? "
Sebastian dan Rodrike saling memandang sesaat, kemudian Raja Rodrike mengangguk kepada Sebastian.
"Baiklah, apa kau butuh persiapan untuk melakukan Quest ini..? Kami akan menyediakan semuanya yang kamu butuhkan.. " Ucap Sebastian.
"Tak perlu, karena menurutku semakin cepat semakin bagus. Aku takut pangeran takan mampu menunggu lebih lama lagi.. " Kata Argus.
"Kalo begitu, aku akan mengantarkan mu ke Dungeon itu sekarang.. Dan aku juga akan ikut denganmu memasuki Dungeon itu.." Ucap Sebastian.
"Apakah anda yakin..? Aku tak menghawatirkan serangan para Monster di sana, tapi karena kebanyakan yang ada di sana adalah Monster tipe Undead. Maka ada kemungkinan jika anda mungkin secara tak sengaja akan terkena efek racunnya.. " Ucap Argus.
"Monster tipe Undead terutama Zombi biasanya akan sangat beracun bagi makhluk hidup lainnya, apa lagi ada juga monster Wraith."
"Monster yang wujudnya mirip dengan Lich ini terlihat berkeliaran diantar lorong awal di Dungeon itu. Mungkin ini juga yang menyebabkan Raja teracuni.. "
"Wraith..? Sepertinya memang seperti itu.
Salah satu prajurit yang selamat mengatakan ia melihat Lich di sana, namun karena hanya dia yang sempat melihat. Kami meragukan hal tersebut.. " Ucap Raja Rodrike
"Jika itu Wraith, maka semuanya masuk akal.. "
"Emm.. Jadi apa anda yakin masih ingin masuk ke sana juga..? " Tanya Argus.
"Ya aku akan tetap ikut dengan mu.. " Ucap Sebastian.
"Kau harus hati-hati.. Aku tak ingin kehilangan saudaraku juga saat ini.. " Ucap Raja Rodrike
"Aku paham.. Dan karena aku bersama Argus, aku yakin bisa keluar dengan aman bersama Roland.. " Ucap Sebastian
Kemudian Sebastian membawa Argus ke tempat Dungeon itu muncul. Itu benar-benar dekat dengan kastil, dan akan sangat berbahaya jika ada monster yang keluar dari sana.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Di depan Pintu Dungeon saat itu terdapat banyak orang. Diantara mereka ada yang sedang bersiap-siap untuk masuk, ada juga yang sedang di obati. Dan dari semua orang di sana kebanyakan adalah petualang Rank S.
"Apakah mereka yang akan menaklukkan Dungeon ini..? " Tanya Argus.
"Kebanyakan ya, dan beberapa adalah yang datang untuk Quest itu juga.. " Ucap Sebastian.
"Benar, ini adalah Peta Dungeon ini yang sudah di dapatkan sebagian..
Ini bisa menjadi refrensi untuk mu..."
"Terimakasih, namun itu tak perlu.. Aku sudah mengingat semua jalurnya menuju tempat pangeran berada.. " Ucap Argus.
"Apa kau yakin..? " Tanya Sebastian.
"Ya, aku yakin.. Mari kita masuk sekarang.. " Ucap Argus
"Buka blokade nya..!! " Ucap Sebastian.
Kemudian para prajurit yang menjaga di sana membuka blokade di depan pintu masuk Dungeon itu.
__ADS_1
Hal ini di lakukan agar tak ada sembarangan orang yang akan masuk ke dalam, dan tak ada Monster yang mungkin akan menyelinap keluar dari sana.
Saat Argus berjalan masuk bersama dengan Sebastian, banyak petualang yang membicarakannya. Pasalnya mereka tak mengenali Argus.
"Siapa dia..? "
"Entahlah, aku belum pernah melihatnya sebelumnya di daftar petualang Rank S manapun.. "
"Terlebih lagi ia bisa sangat dekat dengan Duke, mungkin ia bukan orang sembarangan.. "
"Ya, atau mungkin dia anak bangsawan yang ingin pamer saja.. "
"Mungkin dia hanya anak Bangsawan petualang pemula yang ingin terkenal dengan mengandalkan bantuan Duke di dalam Dungeon.. "
Hal ini karena hanya petualang Rank S yang di ijinkan masuk, itu artinya Argus juga petualang Rank S. Namun tak ada satupun yang mengenali Argus sebagai petualang Rank S.
Apalagi ia bisa masuk bersama dengan Duke sekaligus kepala prajurit di Kerajaan ini, Duke Sebastian. Ini membuat mereka semakin penasaran dengan identitas Argus.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Sementara itu, setelah melewati Pintu masuk Dungeon itu. Argus memperhatikan ada energi negatif dari mana di sekitar.
Lalu tiba-tiba ia merasakan ada ancaman dari samping Sebastian..
"Awas..!! Mana barrier..!! " Teriak Argus
Argus langsung membuat pelindung mana untuk Sebastian, dan saat pelindung itu terbentuk. Ada sebuah guncangan di luar Barrier itu.
Dan di arah tepat tubrukan itu terjadi terlihat sosok seperti tengkorak dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya mulai muncul. Ia terlihat melayang bukan berjalan karena bagian kakinya tak terlihat.
"Wraith..??!! " Ucap kaget Sebastian saat melihat sosok itu.
"Mengikat- Bind..!! " Ucap Argus.
Kemudian beberapa Rantai mulai mengikat Sosok Wraith yang tubuhnya hampir transparan itu.
Wraith juga dikenal sebagi hantu dengan kemampuannya untuk menghilang dan memiliki aura negatif yang mampu meracuni seseorang.
Dan saat sosok itu terlihat oleh mata telanjang, banyak petualang dan prajurit mulai siaga, karena walaupun sosok ini tak terlalu kuat dan hanya masuk dalam Rank C monster. Namun kemampuannya untuk tak terlihat dan tak mempan oleh serangan fisik membuat mereka cukup di takuti.
Terlebih lagi kemampuan menghilang ditambahkan dengan energi negatif bisa mempengaruhi orang yang terkena dan efeknya seperti racun itu benar-benar membuat banyak petualang dan prajurit waspada.
"Ya ini adalah Wraith, sosok yang membuat Raja terkena Racun.. " Ucap Argus.
"Aku akan memusnahkannya sekarang, kita tak bisa memunda terlalu lama di sini.. "
"Lost Magic - Api Suci..!! " Ucap Argus membuat api kecil seukuran biji kenari. Api itu mulai terbang ke arah Wraith itu.
Para petualang yang melihat itu meremehkan api milik Argus, karena terlihat tak berenergi dan berukuran sangat kecil.
"Hahhhahaa. Api apa itu..? Api sekecil itu bisa apa.. "
"Hahaha aku kira dia akan mengeluarkan skill yang sangat hebat tenyata cuman api kecil.. "
Namun semua perkataan petualang yang melihat itu benar-benar berhenti ketika api yang sangat kecil itu mengenai Wraith itu, pasalnya suhu yang di hasilkan benar-benar di luar dugaan mereka semua.
Sosok Wraith itu langsung menjerit dan terbakar seketika menjadi abu dalam waktu kurang dari dua detik saja. Dan di lokasi Wraith itu tadinya berada, saat ini sudah telihat hangus di bawah dan sekelilingnya dan berwarna merah hampir meleleh.
Dan monster core milik Wraith itu tergeletak di sana sebagai bukti bahwa semau yang terjadi sebelumnya memang nyata.
"Apakah ini nyata..?? Bukankah api itu terlalu kuat..?? " Tanya salah satu petualang di sana yang melihat hal itu.
"Tunggu.. Apakah kalian pernah melihat api yang berwarna seperti tadi..? " Tanya yang lainnya.
"Tidak.. Aku hanya tau bahwa api terkuat berwarna biru.. " Jawab petualang lain di sana.
"Benar sekali, dan di lihat dari kemampuan membakar tadi. Ada kemungkinan Api putih berada di atas api biru bukan..? "
"Apakah itu artinya petualang tadi menggunakan api yang bahkan lebih kuat dari api yang sudah ada..?? "
Sementara para penonton terus mengomentari semua yang Argus lakukan, Argus sendiri saat ini sudah mulai berjalan ke dalam Dungeon bersama Sebastian.
"Tuan Sebastian, aku akan mempercepat langkah ku.. Aku harap anda bisa mengikuti di belakang ku..
Dan jangan terlalu jauh agar aku bisa tetap mencoba membantu Anda.. " Ucap Argus
"Aku mengerti, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan.. Aku takan menghalangi mu.. " Ucap Sebastian.
"Aku akan mulai berlari.. " Ucap Argus.
Kemudian ia mulai meleset sangat cepat di dalam Dungeon itu. Namun ia masih mencoba membatasi kecepatannya agar Sebastian bisa mengikuti di belakangnya.
Mereka berdua meleset melewati seluruh lorong dan ruangan. Dan setiap tempat yang di lalui Argus adalah tempat yang benar dan aman.
Tak ada monster yang menghalangi mereka, itu membuat Sebastian sedikit terpana. Pasalnya banyak orang butuh banyak usaha untuk melakukan hal seperti ini.
Namun di mata Argus ini seperti menjelajahi halaman belakangnya. Ia tau kemana harus berbelok atau memilih ruangan yang benar untuk melewati Dungeon itu.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama agar mereka benar-benar masuk jauh kedalam Dungeon itu. Stelah itu Argus tiba-tiba berhenti di sana.
"Ada apa..? " Tanya Sebastian.
"Setelah lorong ini, ada tempat dimana pangeran itu berada.." Ucap Argus
"Kalo begitu, Mari kita ke sana segera.. " Ucap Sebastian.
"Tenang... Kita tidak bisa terburu-buru, ada beberapa monster yang menjaga di sana.. " Ucap Argus.
"Apakah anda tau jenis apa yang ada di dalam..? " Tanya Sebastian.
"Hanya ada dua monster di sana... Monster Lich dan skeleton Wyvrin..." Ucap Argus.
"Itu adalah kombinasi yang sangat mengerikan.. " Ucap Sebastian. Ia kemudian melihat ke dalam dan mengonfirmasikan kebenarannya.
Dan Memang benar di sana ada dua monster yang sepertinya menunggu sesuatu dari dalam ruangan di belakangnya.
Lich sangat kebal serangan fisik dan hanya bisa di lukai dengan sihir. Sedangkan Skeleton Wyvrin adalah monster kebalikannya, ia kebal sihir dan hanya bisa di lukai dengan serangan Fisik.
Jika hanya ada salah-satu dari kedua monster itu, maka itu bukan hal yang sulit. Namun jika keduanya bersama-sama, maka itu berubah menjadi bencana bagi banyak petualang.
"Aku akan mengurus keduanya, lebih baik anda menunggu di sini dan aku akan memanggil Anda nanti setelah semuanya beres.. " Kata Argus.
Ia tak menunggu jawaban dari Sebastian sama sekali, ia langsung masuk ke sana dan menghadapi dua monster itu sendiri.
"Apakah ini akan baik-baik saja..? Walaupun aku tau dia kuat, namun dua monster itu adalah kombinasi yang sangat buruk.. " Gumam Sebastian.
"Tidak.. Aku harus membantu Argus juga.. "
Namun sebelum ia sempat melangkah ke tempat Argus, Tiba-tiba Argus sudah kembali.
"Aku sudah selesai.. Mari kita temui pangeran Roland sekarang.. " Ucap Argus
Sementara Sebastian yang mendengar itu benar-benar terkejut dengan kecepatan Argus dalam menyelesaikan dua monster itu.
"Bukankah itu terlalu cepat..??! " Gumam Sebastian masih tak percaya saat melihat bahwa memang dua monster tadi sudah menghilang dan menyisakan Core monster yang tergeletak di sana.
Coret itu membuktikan kebenaran sosok kedua monster itu sebelumnya.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Beberapa saat sebelumnya.
Argus yang melangkah masuk ke lorong tempat dua monster itu berada berhenti di hadapan keduanya.
"Aku tak bisa mengulur waktu lebih lama, mari selesaikan secepatnya.. " Gumam Argus.
Saat ia berbicara, dua monster itu mulai mendatangi Argus dan bersiap menyerang Argus.
Skeleton Wyvrin itu menerkam Argus sementara Lich itu menembakkan banyak bola api ke arah Argus.
Melihat itu Argus tersenyum, kemudian..
"Time Stop..!! " Kata Argus.
Lalu semua hal di dunia itu mulai berhenti bergerak, Argus kemudian berjalan ke arah Skeleton Wyvrin itu pertama kali.
Lalu ia mengepalkan tangannya dan kemudian Argus memukul Skeleton Wyvrin itu. Tampak terlihat Tulang-tulang Skeleton Wyvrin itu mulai akan hancur, namun tulang-tulang itu berhenti di udara dalam keadaan hampir hancur.
Lalu Argus berjalan melewati banyak Bola api itu dan berjalan ke arah Lich di belakangnya. Lalu Argus mulai mengangkat tangannya ke arah Lich itu, lalu..
"Absolut Zero..!! " Ucap Argus.
Lalu mulai muncul es di seluruh tubuh Lich itu dan mulai membekukan nya. Setelah beku, Argus memukul Lich beku itu sampai hancur namun setiap pecahan itu masih berhenti di udara sama seperti skeleton Wyvrin sebelum nya..
Argus kemudian menjentikkan jarinya dan kedua monster itu langsung meledak dan hancur tak tersisa. Dan hanya dua Core monster yang menjadi bukti keberadaan dua monster itu.
Argus mengangguk melihat itu, kemudian ia berjalan kembali ke tempat Sebastian berada sebelumnya.
"Aku sudah selesai.. Mari kita temui pangeran Roland sekarang.. " Ucap Argus.
Setelah mengatakan itu Argus kembali berbalik dan berjalan ke pintu tempat dimana pangeran berada. Ia tak memperhatikan wajah heran dari Sebastian.
"apakah Pangeran ada di balik pintu ini..? " tanya Sebastian
"benar.. ia dan yang lainnya ada di dalam.. " kata Argus
"kalo begitu mari masuk.. " ucap Sebastian.
dan saat pintu itu di buka, di sana terlihat sisa prajurit yang sedang beristirahat dan pangeran Roland yang terbaring di belakang mereka.
ia terlihat terluka parah dan dan tak sadarkan diri saat ini..
"Roland..!! " teriak Sebastian..
.
__ADS_1
.
. Bersambung