
"Maaf apakah aku mengganggu kalian..?? " Ucap Argus tiba-tiba.
"Argus..!! " Teriak mereka bertiga pada saat bersamaan saat melihat Argus tiba-tiba muncul di sana.
"Oh nak.. Kau selalu saja suka membuat orang ketakutan.. "Ucap Sebastian.
"Maafkan aku, aku hanya ingin menyampaikan masalah jadi maaf membuat kalian terkejut.. " Ucap Argus.
"Masalah..?? Apakah kalian mengalami masalah dalam perjalanan..?? Atau ada masalah dengan Olivia..?? " Ucap Raja Rodrike.
"Oh tidak bukan seperti itu maksudnya..
Ini bukan masalah tentang kami atau Olivia, kami dan Oliv baik-baik saja.. " Ucap Argus
"Ini tentang tempat tujuan kami, Baisi.. "
"Baisi..? Apakah ada masalah serius di sana sampai kau kembali ke sini..?? "Tanya Raja Rodrike.
" Sebenarnya saat ini di daerah Baisi atau lebih tepatnya saat kami sampai di perbatasan kota, kami menemukan bahwa Seluruh kota saat ini telah tertutup dengan Kubah pelindung.. "Ucap Argus.
" Itu adalah pelindung yang mencegah siapapun keluar dari sana.. Jadi kami..."
"Tunggu.. Apakah maksudnya Baisi mengalami peristiwa Pecah dungeon dalam jumlah banyak yang membuat mereka harus membuat pelindung..?? "Tanya Ratu Silvia.
" Itu adalah apa yang kami pikirkan..
Karena kami belum memasukinya, saat ini semua itu baru dugaan kami.. "Ucap Argus
" Lantas kenapa mereka sampai melakukan itu tanpa memberikan pemberitahuan pertolongan ke daerah lain..?? "Tanya Sebastian.
" Sebenarnya saat dalam perjalanan kami menemukan ada sebuah kereta yang telah hancur karena serangan Monster, namun kami tak menemukan mayat atau petunjuk apapun.. "Ucap Argus
" Jadi kami menduga itu adalah kereta utusan yang mungkin secara kebetulan Bernasib sial dengan bertemu Monster di jalan.. "
"Jika itu masalahnya.. Kemungkinan itu semua benar adanya bahwa kota Baisi mengalami masalah serius dengan pecahnya Dungeon seperti Gabo dari Reika.. " Ucap Raja Rodrike.
"Benar Argus.. Kalau memungkinkan, bisakah kau membawa para warga yang selamat dari Kota Baisi ke sini..?? Kami akan segera mengirimkan pasukan untuk menyegel Dungeon di sana sesegera mungkin, dan kami juga akan menyiapkan tempat untuk para pengungsi di sekitar kota.. " Ucap Raja Rodrike.
"Itu tak masalah..
Aku akan mencoba mencari dan mengirim mereka segera, dan jika mungkin aku juga akan membantu mengatasi masalah itu di sana.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu terima kasih.. " Ucap Raja Rodrike.
"Argus bagai mana kondisi Olivia..?? " Tanya Ratu Silvia.
"Dia baik-baik saja.. Saat aku ingin dia yang datang, dia berkata.. " Ucap Argus sedikit ragu-ragu namun seblum mengatakannya, Ratu memotong kata-katanya.
"Aku sudah tau jawabannya.. Tak masalah kami paham, jadi tak perlu mengatakannya.. " Ucap Olivia.
"Aku bertanya hanya untuk memastikan kondisinya saja.. "
"Aku paham.. Tenang saja, takan ada apapun yang terjadi.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu aku permisi dulu, aku akan segera kembali.. "
"Silahkan.. " Ucap Raja Rodrike.
Kemudian Argus pergi dari ruangan itu menggunakan Gerbang sekali lagi.
"Sebas.. Kau siapkan semuanya yang di butuhkan segera..
Minta para prajurit juga menyiapkan lahan yang akan di pakai untuk para pengungsi nantinya.. " Ucap Raja Rodrike.
"Baiklah.. Aku akan segera menyiapkan semuanya.. " Ucap Sebastian.
Lalu ia meninggalkan ruangan itu.
"Apakah Kota Baisi akan mengikuti jejak kota Gabo..?? " Gumam Raja Rodrike.
"Tenang saja.. Kali ini berbeda dengan kota Gabo.. " Ucap Ratu Silvia.
"Apa perbedaannya..? " Tanya Raja Rodrike.
"Karena di sini Ada seseorang yang tak ada di Gabo..
Yaitu Argus.. Jadi aku yakin kondisi Baisi takan berakhir sama dengan kota gurun Gabo.. "Ucap Ratu Silvia
" Kau benar.. Jika ada Argus, maka masih ada kesempatan untuk Kota Gabo.. "Ucap Raja Rodrike.
" Oh benar.. Aku melupakan sesuatu.. "
"Ada apa..?? " Tanya Ratu Silvia.
"Kita bisa meminta Argus untuk menutup beberapa Dungeon yang sudah terlalu beresiko agar tak membuat wilayah Baisi menjadi Gurun.. " Ucap Raja Rodrike.
__ADS_1
"Kita bisa membiarkan beberapa Dungeon utuh dan meminta Argus memusnahkan beberapa Dungeon yang lokasinya tak baik untuk lingkungan.. "
"Kau benar, kalau begitu.. Kita harus melihat setiap lokasi Dungeon dan memilih beberapa yang terlalu dekat dengan tempat tinggal penduduk untuk di hancurkan.. " Ucap Ratu Silvia.
"Dengan begitu selain akan mengurangi resiko warga terluka, kita juga bisa mengurangi efek buruk terhadap lingkungan tampat penduduk biasa bercocok tanam dan tinggal tetap terjaga.. "
"Kalau begitu.. Mari kita mulai memilih Dungeon yang akan di hancurkan.. " Ucap Raja Rodrike
Kemudian ia memanggil bawahannya untuk membawakan peta kota Baisi.
Dan mulai menandai setiap lokasi Dungeon dan memilih Dungeon yang akan di hancurkan.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu.
Argus yang kembali ke tempat sebelumnya mulai makan bersama dengan yang lainnya. Setelah selesai, Argus memutuskan untuk mengirim lebih banyak Semut ke dalam kubah pelindung di kota Baisi.
Hal itu di lakukan untuk melihat keseluruhan kondisi Kota saat ini agar ia bisa membuat pilihan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
Malalui para semut Argus mengetahui bahwa di seluruh daerah Desa di perbatasan saat ini dalam kondisi kosong, semua penduduk di sana tak dapat dk temukan.
Argus awalnya menduga bahwa mereka mungkin bersembunyi di rumah, namun setelah memerintahkan para semut melihat ke dalam setiap Rumah ternyata tak ada satupun yang terlihat.
Dan terlihat juga ada beberapa bekas perkelahian di banyak lokasi di desa ity dan ada beberapa bekas noda darah juga.
Kemudian Argus memerintahkan para semut untuk mencari ke lokasi lainnya di kota Baisi.
Argus mengeluarkan semua 21.000 lebih semut miliknya untuk mencari ke segala lokasi, sementara itu Argus memutuskan untuk istirahat malam itu dan menunggu hasil penyelidikan para semut di sana.
Pada pagi harinya Argus mengetahui bahwa para semut terutama semut bayangan telah selesai mengecek keseluruhan wilayah Baisi.
Dan dari sana Argus tau bahwa sebagian besar penduduk desa sekitar dan desa di perbatasan ini ternyata saat ini berada di dalam Dungeon yang sudah di taklukkan, mereka menjadikan Dungeon itu sebagai Base mereka untuk bersembunyi dari monster lainnya.
Sementara itu para prajurit yang tersisa semuanya menjaga pintu masuk Dungeon dan untuk para petualang terutama petualang Rank Tinggi mencoba melawan monster lainnya di luar untuk mengamankan wilayah di sekitar Dungeon itu..
Dan saat ini ada Dua Dungeon yang telah di taklukkan dimana keduanya menjadi tempat untuk semua orang bersembunyi, dan sepertinya pecahnya Dungeon ini sudah terjadi lebih dari satu Minggu.
Terlihat banyak orang mulai kelaparan karena sulitnya mengambil makanan di luar.
Hal ini karena Kota Baisi adalah pusat dari produksi logam dan tempat palingan banyak Di kelilingi Dungeon..
Dan saat ini hampir setengah dari penduduk kota Baisi telah meninggal dan menjadi santapan para monster.
Dan sebagian besar penduduk empat desa kecil lainnya adalah mereka yang bertahan di dalam Dungeon.., hal ini karena prioritas penyelamatan pertama adalah daerah para bangsawan di Baisi.
Jadi desa kecil lainnya tak mendapatkan pertolongan dan akhirnya di memilih bersembunyi di dalam Dungeon yang telah di taklukkan itu..
Saat ini populasi penduduk di kota Baisi kebanyakan dari mereka adalah Dwarf, karena hampir di setiap tempat berpenduduk penduduk di Kota ini di dominasi oleh Dwarf.
Hal ini karena para Dwarf adalah pengrajin dan penambang terbaik, jadi kota yang di penuhi oleh Dungeon adalah surga untuk mereka..
Walaupun bisa di bilang tempat paling aman saat ini adalah di dalam kota, Namun kondisi mereka di dalam tembok kota sebenarnya tak terlalu berbeda dengan para penduduk desa di dalam Dungeon.
Itu berkaitan dengan semakin menipisnya persediaan makanan Dan terutama para bangsawan yang selalu saja mengeluh.
Bahkan banyak para budak dari bangsawan banyak yang tak mendapatkan makanan sedikitpun sejak kejadian pecahnya Dungeon.
Karena para bangsawan lebih mementingkan untuk mereka sendiri, sedangkan budak di biarkan kelaparan atau mencari makan sendiri.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Saat Argus dan yang lainnya berniat melanjutkan perjalanan lagi, Argus meminta Hana untuk tinggal di Sub Ruang miliknya.
"Mari kita masuk ke dalam penghalang.. " Ucap Argus.
"Emm.. " Jawab mereka.
Lalu mereka mulai kembali melaju menuju penghalang dan memasukinya..
Kali ini Argus memutuskan menggunakan Mobilnya karena sudah tau mereka takan menemukan orang lain sepanjang jalan selanjutnya.
Lalu mobil mereka bisa melewati penghalang itu seperti tak ada sama sekali.. Kemudian karena penasaran Lisa turun dari sana untuk melihat penghalang itu dari dekat.
"Penghalang ini benar-benar tak mencegah orang masuk.. Aku sama sekali tak merasakan apapun barusan.. " Ucap Lisa. Sambil mengamati penghalang itu.
"Apakah ini benar-benar mencegah orang keluar..?? "
__ADS_1
Lisa yang penasaran mencoba keluar dari sana, dan ternyata penghalang itu berubah menjadi sesuatu seperti membran transparan yang tak bisa di tembus.
"Ya ternyata memang tak bisa lewat.. " Ucap Lisa..
"Ini sangat lembut.. " Ucap Olivia saat ia juga menyentuhnya.
Argus mengamati penghalang itu dengan mata wawasan miliknya dan melihat nama penghalang itu adalah penghalang cahaya.
Sepertinya penghalang itu mampu mencegah siapapun keluar dan mampu menahan serangan dan sihir tingkat 9.
Jadi Argus bisa yakin bahwa bahkan jika sihir gerbang miliknya tak berfungsi, ia masih bisa menghancurkan secara paksa penghalang itu.
Melihat Argus yang tersenyum Lisa sedikit penasaran.
"Ada apa master..?? " Tanya Lisa.
"Tidak.. Aku hanya semakin yakin penghalang ini takan menjadi masalah untuk kita, karena aku melihat penghalang ini hanya bisa menahan serangan dari tingkat Sembilan saja.. " Ucap Argus.
"Jadi walaupun sihir gerbang tak berfungsi, aku masih bisa menghancurkannya nanti.. "
"Lupakan.. Mari kita percepat menuju Kota Baisi.. Sepertinya mereka takan bisa bertahan terlalu lama lagi.. " Ucap Argus.
Lalu mereka mulai menaiki mobil dan mulai melanjutkan perjalanan mereka..
Di sana Argus membuka bagian atap dan membiarkan Lisa mulai menyerang setiap Monster yang terlihat dengan anak panahnya.
Olivia juga membantu dengan sihir serangan berbasis cahaya miliknya. Sementara Argus fokus mengemudi karena saat ini tak terlalu banyak Monster di sana.
Setelah tak terlihat Monster lagi, Argus kembali menutup atap dan dari semut ia melihat ada beberapa Monster besar menghalangi jalan di depan mereka.
Argus kemudian membuat banyak Mana Arrow dan langsung menghujani area tak jauh dari mobil mereka.
"Apakah para Monster yang berkeliaran masih sangat banyak..? " Tanya Olivia saat Argus memusnahkan banyak Monster besar di depan mereka.
"Ya.. Tapi mereka saat ini lebih banyak berkumpul di sekitar Kota, karena sebagian besar penduduk yang selamat saat ini ada di sana. " Ucap Argus.
"Jadi kita akan menuju ke Kota langsung..?? " Tanya Lisa.
"Tidak.. Saat ini kondisi mereka masih terbilang baik-baik saja, ya mungkin tidak dengan para budak.. " Ucap Argus.
"Kita akan menuju ke dua tempat terlebih dahulu... "
"Dua tempat lainnya..?? Ke mana itu..? " Tanya Olivia.
"Dungeon yang tak jauh dari sini dan Dungeon di sebelah utara kota Baisi.. " Ucap Argus.
"Keduanya adalah Dungeon..?? Apakah ada hal penting di sana master..?? " Tanya Lisa.
"Ya.. Karena semua penduduk yang selamat dari desa kecil selain kota Baisi saat ini bersembunyi di dalam Dungeon.. " Ucap Argus.
"Jadi seperti itu.. " Ucap Lisa.
"Lantas bagaimana dengan mereka yang ada di kota..?? "Tanya Olivia.
" Mereka terbilang cukup aman walaupun mulai ada masalah terkait persediaan makanan..
Tapi setidaknya mereka aman dari monster untuk sekarang.. "Ucap Argus.
" Aku mengerti.. Kalau begitu prioritas kita adalah menyelamatkan penduduk di dalam Dungeon itu bukan..?? "Tanya Olivia.
" Benar.. "Jawab Argus.
Kendaraan mereka terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju Dungeon pertama di dekat desa perbatasan itu.
Tanpa Argus sadari ada seekor burung Hantu aneh yang memperhatikan Mobil Argus dari salah satu pohon tak jauh dari jalan itu. Matanya terlihat bukan seperti mata burung hantu sama sekali, tetapi seperti mata mekanik.
Sementara itu di tempat lainnya. Ada tiga orang sedang duduk bersama..
"Haih.. Apa kau lihat itu..?? " Tanya seseorang.
"Ya.. Itu sepertinya bukan monster.. " Ucap yang lainnya.
"Emm jejaknya tak terlihat seperti jejak kaki, apakah itu Golem..?? " Tanya orang yang sebelumnya.
"Itu mungkin saja.. Tapi bentuknya sangat aneh.. " Ucap orang satunya.
"Sepertinya itu adalah jenis Golem baru.. Aku sangat penasaran dengan itu.. " Ucap orang lainnya.
"Andai saja kita bisa keluar, aku pasti akan mencarinya sampai dapat.. "
.
.
. Bersambung.
__ADS_1