Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
96


__ADS_3

Tak lama setelah Putri Wilona di antar ke istana kerajaan, ia akhirnya sampai di sana dan di antar ke ruang tunggu sementara..


Dan sementara itu prajurit yang sebelumnya mengantarkan putri Wilona datang ke ruangan lainnya..


Setelah mengetuk pintu ia masuk ke dalam, di sana sudah ada Raja Rodrike, Ratu Silvia dan Putri Olivia.


"Lapor Yang Mulia.. Saat ini di ruang tunggu ada seseorang yang mengatakan bahwa ia adalah Putri Wilona dari kerjaan Jura. Ia datang dari Kota Baisi menggunakan Sihir ruang milik Tuan Argus dan Tuan Sebastian memerintahkan saya untuk membawanya kemari dan melaporkan ke Yang mulia. " Ucap prajurit itu.


"Emm.. Baiklah, bawa dia ke sini.. " Ucap Raja Rodrike.


"Siap laksanakan Yang Mulia.. "Ucap prajurit itu, kemudian ia keluar dari sana.


" Bagaimana menurut kalian..?? " Tanya Raja Rodrike.


"Putri Wilona yang aku tau dia memiliki sifat yang sedikit buruk.. Aku dengar ia sering membuat masalah hingga Ratu Evi sangat kewalahan menghadapinya.. " Ucap Ratu Silvia.


"Ya aku tau itu, namun yang aku pertanyakan adalah apa tujuannya..? " Tanya Raja Rodrike.


"Ayah.. Jika memang seperti yang prajurit itu katakan, maka ada kemungkinan ia akan mengeluh soal Baisi.. " Ucap Olivia.


Raja dan Ratu memandang Olivia karena masih belum paham apa maksudnya. Olivia kemudian tersenyum dan melanjutkan untuk menjelaskan lagi.


"Maksudnya, dari perkataan prajurit sebelumnya bahwa ia datang dari Baisi menggunakan sihir gerbang milik Argus bersama warga lainnya.. " Ucap Olivia.


"Dan mengingat sifatnya yang kalian sudah ketahui, seharusnya ia takan mau bercampur bersama para warga.. "


"Namun prajurit itu tak mengatakan ia datang sendirian namun juga tak terlihat pengawal yang mengikutinya, yang artinya ia datang bersama warga lainnya dari Baisi.. Dari sini bisa di simpulkan bahwa kemungkinan ia mendapatkan masalah di Baisi yang membuat pengawalnya mati atau terpisah.. " Ucap Olivia


"Dan kemungkinan ia juga mendapatkan peringatan dari Argus agar mau pergi bersama warga lainnya.. "


"Kalau tidak dengan sifatnya yang terkenal sombong dan bermasalah, maka ia tak mungkin datang dengan Warga ke tempat pengungsian. Tetapi seharusnya datang langsung ke sini.. "


"Apakah maksudnya ia juga akan mengeluh tentang Argus juga..?? " Tanya Raja Rodrike


"Ada kemungkinan besar seperti itu.. " Ucap Olivia


"Ini akan merepotkan.. " Ucap Raja Rodrike.


"Sebas sialan.. Dia tak menghentikan gadis bermasalah itu malah membawanya ke sini.. "


"Tenang.. Mungkin Sebastian memiliki tujuan lainnya.. " Ucap Ratu Silvia.


"Dengan kepribadiannya, seharusnya dia tau apa tujuan Gadis Wilona itu.. Tapi ia tetap membawanya ke sini. Artinya ia memiliki tujuan lain yang mungkin baik untuk kita.. "


"Mungkinkah..?? " Ucap Raja Rodrike sambil melihat Olivia. Lalu ia tersenyum..


"Dasar Sebastian, Ternyata ia sudah belajar menjadi rubah tua.. "


"Ada apa ayah..? " Tanya Olivia.


"Sebastian bermaksud. . " Sebelum Raja mengatakan sesuatu, Tiba-tiba pintu sudah di ketuk lagi.


"Lapor Yang Mulia, Putri Wilona sudah ada di depan pintu.. " Ucap prajurit itu.


"Persilahkan dia masuk.. " Ucap Raja Rodrike.


Setelah itu Gadis Elf itu masuk ke sana dan duduk di depan mereka.


"Jadi.. Ada keperluan apa putri Wilona sampai datang ke sini..?? " Tanya Raja Rodrike.


"Aku datang untuk mengeluh tentang keamanan kerajaan ini..!! " Ucap Putri Wilona.


"Aku datang ke kerajaan ini karena ingin membuat senjata, namun siapa sangka keamanan kerajaan ini sangat buruk.. Aku sampai kehilangan semua Pengawal ku.. "


" Apakah kamu mengacu kepada pecahnya Dungeon..?? "Tanya Raja Rodrike.


" Ya.. Karena hal itu, aku kehilangan pengawalku, dan aku juga sempat di culik oleh para penculik... "Ucap Putri Wilona.


" Putri Wilona.. Apakah anda tau apa itu peristiwa pecahnya Dungeon..?? "Tanya Ratu Silvia.


" Tentu saja aku tau.. Apa kalian menganggap ku bodoh..? "Tanya putri Wilona.


" Kalau begitu.. Kenapa kau menyalahkan kerajaan untuk hal ini jika kau sudah tau bahwa pecahnya Dungeon adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali siapapun..?? "Tanya Ratu Silvia dengan tersenyum..


"Itu.. Itu...

__ADS_1


Lupakan, Selain itu aku juga ingin anda menghukum seseorang yang sudah berani menyerang ku..


Namanya Argus dan Lisa.. "Ucap Putri Wilona.


"Sebelum itu, saya ingin menanyakan sesuatu.. " Ucap Ratu Silvia mendahului Raja Rodrike yang ingin menjawab.


"Anda mengatakan bahwa anda di culik bukan..?? Lantas bagaimana anda bisa selamat dan bisa keluar dari kota Baisi..?? "


"Itu.. Itu..


Tapi tetap saja ia sudah menyerang ku.. Aku tak menerima ini.. " Ucap Putri Wilona.


"Oh apakah maksudnya anda bisa selamat karena di selamatkan oleh orang yang sama yang membawamu ke Taito yaitu Argus bukan.?? " Ucap Ratu Silvia.


"Lantas kenapa ia sampai melukaimu..? "


"Itu. Itu... Itu karena dia orang yang jahat..!! Aku tak tau ia tiba-tiba menyerang ku dan mencoba membunuh ku.." Ucap Putri Wilona


"Jika Argus jahat seperti perkataan mu.. Maka kenapa ia tak membunuhmu Tapi ia justru mengantarkan mu ke sini..? Dengan kemampuannya, membunuhmu itu seharusnya sangat lah mudah.." Ucap Ratu Silvia.


"Itu mungkin karena ia akhirnya takut setelah mengetahui kalau aku seorang putri.. " Ucap Putri Wilona.


"Aku meragukan soal itu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Biar aku luruskan semuanya.. Berdasarkan apa yang telah kamu katakan sejauh ini, kami pihak kerjaan Illia tidak akan bertanggung jawab atas masalah yang kau Terima.. "


"Apa anda ingin lepas tangan..?? Jika aku memberitahu ibu ku, kita bisa memulai perang apa anda tau..?? " Ucap Putri Wilona.


"Gadis kecil, lebih baik kau jaga perkataan mu..


Aku tak seperti istriku, pertama.. Masalah pecahnya Dungeon dan masalah pengawal serta penculikan mu itu tak bisa menjadi tanggung jawab kami.. " Ucap Raja Rodrike


"Kenapa..?? " Tanya Putri Wilona.


"Kenapa kau bilang..?? Pertama ini adalah sesuatu di luar kendali siapapun..


Kedua dan terpenting, kalian datang ke kerajaan Illia bahkan tanpa ada pemberitahuan resmi atau laporan apapun.. " Ucap Raja Rodrike.


"Artinya kalian masuk ke kerajaan lain secara ilegal.. Jadi apapun yang terjadi pada kalian itu bukan urusan kami.. "


"Lalu urusan Argus.. Kau mengatakan ia tak jadi membunuhmu karena takut dengan status putri milikmu..?? " Ucap Raja Rodrike.


"Dan kamu jauh lebih kenal dia daripada kamu nak, aku yakin Argus melakukan itu karena kau yang memulainya terlebih dahulu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Itu tidak benar..!! Dia yang tiba-tiba melukaiku, bukan karena aku.. " Ucap putri Wilona.


"Lupakan.. Prajurit..!! " Teriak Raja Rodrike.


"Ya yang Mulia.. " Ucap prajurit yang masuk setelah mendengar itu.


"Bawa putri Wilona ke kamar tamu kerajaan, biarkan dia beristirahat di sana dan mendinginkan kepalanya.. " Ucap Raja Rodrike.


"Siap laksanakan.. Mari tuan putri.. " Ucap Prajurit itu.


"Kalian..!! Huhh awas saja jika aku kembali aku akan mengatakan perlakuan kalian kepada ibu ku.. " Ucap putri Wilona.


"Ya kami menunggu nya.. " Ucap Raja Rodrike sambil tersenyum.


Setelah itu prajurit membwa putri Wilona keluar dari sana.


"Aku tak tau bagaimana Ratu Evi bisa sabar menghadapi iblis kecil itu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Itulah kehebatan seorang ibu.. " Ucap Ratu Silvia.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di Baisi.


Argus dan Lisa masih dalam perjalanan menuju Dungeon selanjutnya, Argus perlu mengitari Kota Baisi untuk sampai di sana.


Argus langsung membunuh setiap monster yang ia temui di jalan tanpa menghentikan laju kendaraannya..

__ADS_1


Kebanyakan mereka adalah monster terbang yang tak di temui oleh para semut, karena Argus sudah menyuruh para semut membereskan setiap monster yang ada.


Sayangnya tak ada jenis semut terbang dari semua semut milik Argus, jadi hanya monster yang ada di tanah saja yang bisa mereka hadapi saat ini.


Perjalanan saat ini masih cukup jauh dan Argus melihat hari sudah Sore, jadi ia berhenti dan beristirahat.


Dan kemudian Argus mulai memberikan perintah baru untuk para semut miliknya agar membersihkan semua monster di arah yang Argus temui terlebih dahulu. Pasalnya saat ini para semut semuanya berpencar ke segala arah.


Namun saat ia ingin beristirahat, salah satu semut miliknya melihat monster yang cukup kuat di sana. Itu adalah monster Naga Bumi..


Ia memiliki sisik yang sangat keras sehingga membuat para semut kesulitan menyalahkannya.


"Lisa.. Kau masuk saja ke Sub ruang terlebih dahulu, aku perlu melakukan sesuatu.. "Ucap Argus.


Setelah lisa masuk, Argus menggunakan sihir Gerbang untuk sampai di lokasi tempat monster itu berada.


Di sana Argus melihat sosok mirip Komodo besar dengan tanduk di kepalanya serta sisik ditubuhnya yang mirip Logam adamantium. Dan sayap besar di belakangnya yang ukurannya relatif kecil, jadi kemungkinan itu takan bisa membawanya terbang..


"Jadi.. Bagaimana sebaiknya aku mengurus yang satu ini..?? " Gumam Argus.


Ia takut jika menggunakan terlalu banyak kekuatan nantinya akan merusak penghalang di luar.


"Bagaimana jika aku mencoba sesuatu yang baru.. "Ucap Argus.


Kemudian ia mulai membuat sesuatu di atas jari telunjuknya, itu adalah listrik.. Element turunan dari api.


Petir di jari Argus awalnya kecil, lambat laun mulai terlihat membesar. Kemudian saat Argus merasa bisa mengendalikannya, ia mulai membuat bola petir.


Kemudian Argus mulai mengulurkan jari tengahnya juga, lalu kedua jari mulai membuat arus listrik di masing-masing jaringannya.


Saat arus semakin kuat medan di sekeliling jari Argus mulai terlihat terdistorsi, kemudian Argus mengarahkan ke Naga Bumi itu.


Kemudian cahaya Listrik di jari Argus mulai semakin kuat, Naga bumi itu terlihat menengok memperhatikan Argus.


"Mari kita lihat kekuatannya kali ini.. Pulsa elektromagnetik..!! " Ucap Argus.


Lalu saat listrik semakin kuat itu langsung menembakkan sesuatu seperti laser ke Arah naga Bumi itu.


Dan itu langsung menghancurkan setengah tubuh dari Naga Bumi itu. Melihat serangannya masih berlanjut Argus segera menghentikan serangannya.


"Sial.. Ini terlalu kuat.. " Gumam Argus.


"Kenapa semua yang aku buat tak ada yang normal..?? Aku kira ini hanya cukup untuk membuat lubang di tubuhnya, tapi..."


"Kenapa ini sampai membuat separuh tubuhnya hilang..?? Haih.. Mungkin aku harus membuat senjata Railgun nantinya agar mudah mengontrolnya.. " Gumam Argus.


Kemudian Argus mengambil Core monster itu, lalu ia masuk kedalam Sub Ruang miliknya.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Keesokan harinya.


Argus langsung menggunakan gerbang untuk sampai di depan Dungeon tujuannya. Karena hampir semua monster yang ada di jalan sudah di bersihkan oleh para semut.


Sesampainya di sana semuanya lancar, pada awalnya mereka tak percaya namun saat Argus membuat gerbang dan memanggil Baron Radit untuk membuktikan hal itu. Semua warga di sana langsung siap pergi.


Mereka tak membawa apapun karena memang apa yang di milik mereka saat ini sebagian besar sudah hilang, dan mereka saat ini kebanyakan sudah kelaparan.


Jadi mereka langsung setuju untuk masuk dan pergi ke Taito.


Setelah semua warga pergi dari sana, Argus dan lisa kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Baisi.


Namun kali ini ia tak terburu-buru, Karena para semut saat ini sedang menyebar di dalam kota untuk melihat semua yang terjadi di sana.


Dan Argus juga menemukan sesuatu yang membuatnya sedikit ragu untuk mengeluarkan semua orang di sana.


"Ada apa master..? " Tanya Lisa.


"Ada sesuatu yang sepertinya membuatku harus mengubah rencana kita.. "


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2