
Perjalanan Argus dan yang lainnya terus berlanjut menggunakan Mobil yang Argus buat.
Mobil itu bergerak dengan cepat melewati jalanan tanah di sana, dan pada malam harinya mereka sudah melewati setengah jalan yang seharusnya jika di tempuh dengan menggunakan kereta kuda akan memakan waktu dua hari.
Di tengah jalan mereka menemukan kereta kuda yang telah hancur, banyak tanda cakaran di kereta itu dan tanda pertempuran juga.
Namun tak di temukan satupun mayat di sana, hanya ada bekas darah di sekeliling tempat itu.
"Sepertinya ada serangan terhadap kereta ini oleh monster.. " Ucap Lisa.
"Di lihat dari semua tanda-tandanya, ini seperti di serang oleh monster jenis kucing atau anjing.. " Ucap Argus.
"Apakah mungkin Harimau yang sebelumnya..?? Itu memang sering terlihat berkeliaran sampai sini.. " Ucap Olivia.
"Itu mungkin saja..
Lupakan mari kita lanjutkan.. " Ucap Argus.
Karena tak menemukan sesuatu di sana sebagai petunjuk lain tentang pemilik kereta itu, Argus memutuskan untuk melanjutkan dan Pada malam harinya mereka kembali masuk ke Sub ruang milik Argus untuk beristirahat.
...#Note.. mulai sekarang Dimension Home akan di sebut Sub ruang saja biar lebih nyaman.. ...
"Hawa bagaimana latihan mu..?? " Tanya Argus.
"Hawa sebentar lagi bisa menguasainya.. " Ucap Hawa.
"Kalau begitu bekerja keraslah agar nanti Hawa bisa membantu Ayah. Dan ayah juga akan mengajarkan hal lainnya agar Hawa bisa jadi kuat.. " Ucap Argus.
"Emm.. Hawa akan berusaha.. " Ucap Hawa.
"Apakah Master ingin Hawa menjadi wanita yang tomboy dengan mengajarkan teknik bertarung seperti itu..?? " Tanya Lisa.
"Mau bagaimana lagi, job Hawa adalah seorang Monk.. Petarung jarak dekat yang menggunakan tangan mereka sebagai senjata.. " Ucap Argus.
"Apakah Hawa sudah memiliki Job sekarang..?? " Tanya Lisa.
"Ya.. Karena itulah aku mulai melatihnya sejak sekarang.. " Ucap Argus.
"Lupakan.. Mari istirahat dan kita akan melanjutkan besok pagi.. "
Lalu pada pagi harinya lagi mereka melanjutkan perjalanan seperti sebelumnya, karena tak adanya orang yang melewati jalan itu. Argus bisa memacu mobilnya dengan cukup kencang.
Jadi perjalanan mereka jauh lebih cepat dari seharusnya. Dan pada sore hari selanjutnya, mereka bisa melihat daerah perbatasan.
"Perbatasan sudah terlihat, mari kita berganti kendaraan.. " Ucap Argus.
"Kenapa kita harus berganti..?? " Tanya Olivia.
"Ini karena saat ini tekhnologi Sihir masih belum di sebar luaskan, jadi aku ingin menunggu sampai pihak kerajaan Merilis pengetahuan tekhnologi Sihir dulu.. " Ucap Argus
Karena kendaraan lainnya saat ini belum di perkenalkan oleh kerjaan Jadi Argus memutuskan menyimpan mobilnya dan menggunakan Kereta kuda lagi. Dan kemudian kembali berkemah, namun kali ini mereka berkemah di luar.
Sementara yang lainnya beristirahat, Argus memerintah Semut bayangan untuk melihat daerah perbatasan di sana.
Ternyata saat ini daerah perbatasan di kendalikan oleh para monster. Dan ada barier yang menutupi daerah itu..
Kemudian Argus menyuruh semut nya untuk masuk ke sana dan ternyata Barier itu yang mencegah semua orang keluar dari sana.
Hanya keluar tapi masih bisa membiarkan semua orang masuk ke dalam. Argus bertanya-tanya apa maksud dari pelindung itu.
"Ada apa..?? " Tanya Olivia yang melihat wajah Argus seperti memikirkan sesuatu.
"Perbatasan Baisi tertutup pelindung yang sangat luas, itu mencegah apapun keluar dari sana namun masih membiarkan apapun masuk.. " Ucap Argus.
"Pelindung untuk mencegah sesuatu keluar..?? " Ucap Olivia saat ia mulai memperhatikan arah kota Baisi.
"Ya.. Aku masih belum tau apa penyebabnya.. " Ucap Argus.
"Apakah ini hal yang sama dengan apa yang terjadi di Kota Gabo kerajaan Raika..?? " Ucap Lisa yang mendengar perkataan Argus.
"Sepertinya itu mungkin saja.. " Ucap Olivia.
"Apa kalian tau sesuatu..?? " Tanya Argus.
"Begini, sebenarnya sebelum seluruh Dungeon di kota Gabao mengalami kerusakan atau pecahnya Dungeon yang menyebabkan banyak Monster keluar itu di segel.. Prosedur yang harus di lakukan suatu tempat jika itu terjadi adalah menyegel seluruh wilayah itu.. " Ucap Lisa.
"Ya. Segel itu mirip dengan pelindung yang kamu katakan sebelumnya.. Itu bertujuan agar tidak membiarkan satupun monster keluar dari wilayah itu dan menyebabkan masalah untuk wilayah lainnya.. " Ucap Olivia.
"Tapi bukankah itu berarti akan mengorbankan warga di sana juga..?? " Tanya Argus.
"Itu adalah resikonya..
__ADS_1
Namun seperti yang kamu katakan, siapapun bisa masuk ke dalam. Ini bertujuan agar bisa mendapatkan bala bantuan, namun aku tak tau kenapa wilayah Baisi tak mengirimkan utusan sebelum menyegel seluruh wilayah.. " Ucap Olivia.
"Mungkinkah kereta yang sebelumnya adalah milik utusan dari kota Baisi yang secara tak sengaja bertemu Monster dan akhirnya terbunuh sebelumnya mereka sempat sampai di kota Taito..?? " Ucap Lisa.
"Itu mungkin saja.. " Ucap Olivia.
"Apakah Barier itu juga memblokir pesan Guild..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Semua jenis pesan sihir takan bekerja di dalam sana.. " Ucap Olivia
Mendengar penjelasan mereka, Argus akhirnya paham apa yang terjadi. Lalu ia memikirkan sesuatu dan kemudian sebuah Rune Gerbang kecil terbentuk di tangannya dan kemudian satu semut kecil keluar dari sana.
Argus tersenyum melihat itu. Karena semut itu adalah semut bayangan yang ia kirim ke dalam Barier.
Dengan ini dapat di pastikan pelindung itu tidak membatasi sihir gerbang Argus, jadi ia bisa keluar dari sana sesukanya tanpa takut terjebak di sana.
"Mari istirahat dan kita akan pergi ke sana besok.. " Ucap Argus.
"Tapi bagaimana jika kita terjebak di sana..?? " Tanya Olivia
"Tenang saja, ini adalah semut yang telah aku kirim masuk ke perbatasan melewati pelindung itu. Dan sekarang ia bisa kembali dengan sihir gerbang milikku.. " Ucap Argus.
"Jadi Artinya Sihir gerbang ku tak di batasi oleh pelindung itu.. "
"Benarkah..?? Kalau begitu itu hal yang bagus.. " Ucap Olivia
"Benar Oliv, apa kau memikirkan sarana untuk menghubungi anggota kerajaan lainnya..?? " Tanya Argus.
"Sayangnya tidak..
Aku meninggalkan semua alat komunikasi, karena aku benar-benar ingin berpetualang tanpa memikirkan keluarga terus menerus. Jika aku membawanya, pasti aku akan selalu menghubungi Ibu.. Aku ingin mandiri jadi aku tak membawanya.. " Ucap Olivia.
"Sayang sekali, aku kira kau membawanya..
Aku ingin kau memberitahukan soal kota Baisi sekarang.. " Ucap Argus.
"Bukankah kamu memiliki kartu Guild petualang..?? Itu bisa digunakan untuk memberikan pesan ke Guild atau petualang lainnya.. " Ucap Olivia.
"Tapi bukan kah itu hanya bisa menghubungi Guild terdekat saja..?? Dan kita saat ini berada dekat dengan wilayah Baisi, jadi bukankah pesan itu akan terkirim ke Guild kota Baisi..?? " Ucap Lisa.
"Ehh..?? Ya kau benar.. " Ucap Olivia.
"Oh benar Master.. Bukankah kau bisa membuka gerbang dan kembali ke kerajaan sekarang..?? " Ucap Lisa.
"Benar, aku lupa soal itu.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Aku akan membuka gerbang, Oliv kau bisa kembali dan menceritakan semuanya di sini.. " Ucap Argus.
"Tidak.. Aku tak ingin kembali..
Jika aku kembali sekarang dan mengatakan soal kota Baisi. Maka ibuku pasti akan melarang ku masuk ke kota Baisi bersama mu.. Jadi aku tak mau kembali.. " Ucap Olivia.
"Kalau begitu Lisa. " Ucap Argus.
"Tidak master.. Aku tak akrab dengan siapa pun di kerjaan kecuali Olivia.. " Ucap Lisa.
"Hihh. Lupakan.. Sepertinya aku memang harus pergi sendiri.. " Ucap Argus. Ia melihat Hawa meringkuk tidur di kereta.
"Kalau begitu kalian istirahatlah.. Dan keluarkan Kabin kecil itu, bawa Hawa masuk.. "
"Alfred.. Aktifkan program perlindungan selama aku pergi.. " Ucap Argus.
"Baik master.. Program di jalankan.. " Ucap Alfred.
Setelah itu Argus membuka gerbang dan kemudian ia masuk untuk pergi ke kerajaan lagi.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di istana..
"Saudara ku.. Apakah tak ada kabar dari Oliv kecil..?? " Tanya Sebastian.
"Tidak.. Ia meninggalkan semua alat komunikasi.. " Ucap Raja Ridrike.
"Sepertinya Olivia benar-benar ingin mandiri kali ini.. " Ucap Ratu Silvia.
"Benar, dimana Roland..?? "
__ADS_1
"Oh anak itu.. Dia... " Ucap Sebastian
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di suatu ruangan yang di penuhi buku dan kertas laporan yang menggunung di atas meja.
"Pangeran.. Ini ada laporan lainnya yang harus anda urus.. " Ucap Jak sambil membawa tumpukan kertas lainnya..
"Akkhhhh... Sialan..!! Kepalaku sudah mau pecah rasanya...!! " Teriak Roland.
"Anda harus sabar.. Ini adalah latihan yang harus anda jalankan demi bisa menjadi Raja.. " Ucap Jak.
"Aku tak ingin menjadi Raja..
Lihat gunung kertas ini..!! " Ucap Roland
"Lebih baik aku melawan monster atau musuh yang sangat banyak daripada menghadapi tumpukan laporan seperti ini.. "
"Ini bukan latihan.. Ini penyiksaan..!! " Teriak Roland.
"Orang tua bau itu benar-benar ingin membunuhku.
"
Jak hanya tersenyum, karena ia tau walaupun Roland selalu mengejek atau mengatakan orang tua bau atau sejenisnya.
Pangeran Roland sebenarnya sangat mencintai keluarganya. Terbukti saat Raja sakit dan ayahnya Sebastian harus pergi ke Hutan terlarang, ia langsung kembali dari Kerajaan sebrang..
"Anda harus bersabar.. " Ucap jak
"Aku ingin mati saja... " Ucap Roland sambil menempelkan dahinya di atas meja.
"Aku sangat iri dengan Olivia yang bisa bebas.. "
"Awas saja kau orang tua bau..
Kau bahkan menyegel tempat ini, aku pasti akan mengalahkan mu di pertandingan selanjutnya dan aku akan meminta hadiah kebebasan ku.. " Ucap Roland
"Lupakan saja pangeran.. Anda sudah kalah Lima ratus delapan puluh sembilan kali.." Ucap Jak.
"Walaupun Anda lebih kuat, tapi anda jauh di bawah Tuan Sebastian dalam hal teknik bertempur.. "
"Tidak.. Aku akan meminta Argus untuk melatih ku.. Aku dengar ia bisa mengalahkan orang tua Bau itu dengan mudah, bahkan ia tak serius melawannya saat itu.. " Ucap Roland.
"Jadi jika aku berlatih dari Argus..
Aku pasti bisa memenangkan pertandingan selanjutnya yang ke lima ratus sembilan puluh... "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Kembali ke tempat Raja dan yang lainnya sedang mengobrol..
"Oh anak itu.. Dia sendang Aku hukum untuk mengerjakan semua laporan kemiliteran dan laporan tentang semua yang berkaitan peristiwa sebelumnya sendirian.. " Ucap Sebastian.
"Apa kau tak terlalu kejam..?? " Ucap Ratu Silvia sambil tersenyum.
"Melihat kertas laporan saja ia biasanya langsung kabur dan kau sekarang menyuruhnya mengerjakan semua laporan..?? "
"Biarkan saja.. Anak itu tak pernah mau melakukan tugasnya dengan benar, ia selalu saja berlatih dan pergi entah kemana..
Jadi kali ini aku membuatnya melakukan itu, aku juga sudah menyuruh penyihir kerajaan untuk membuat segel di ruangan itu agar ia tak kabur.. " Ucap Sebastian.
"Hhhaaaahahaa.. Itu bagus.. Jika tak seperti itu, aku takan tau kapan bisa pensiun.. " Ucap Raja Ridrike.
"Aku bisa menjamin saat ini dia sedang marah dan mengutuk mu Sebas.. "
"Biarkan saja.. " Ucap Sebastian.
"Maaf apakah aku mengganggu kalian..?? " Tiba-tiba ada suara orang lain di ruangan itu yang mengagetkan mereka semua.
.
.
__ADS_1
. Bersambung.