
"Kenapa aku tak pernah dengar cerita itu Ayah..? Dan juga sepertinya tak pernah ada buku yang menceritakan tentang Magus di manapun..? " Tanya Renda
"Tentu saja kamu tak pernah mendengar atau membacanya..
Karena ini merupakan rahasia kerjaan.. " Ucap Mitchell
"Rahasia Kerajaan..? Lantas darimana Ayah membaca hal itu jika itu adalah rahasia..?? " Tanya Renda
"Itu karena sebenarnya catatan itu di temukan oleh kakek buyut mu. Atau kakeknya Ayah..
Beliau adalah salah satu orang yang menemukan reruntuhan itu, walaupun sebenarnya itu karena ketidak sengaja yang terjadi.. " Ucap Mitchell
"Pada saat itu Kakek Buyut mu Sedang dalam perjalanan ke kerajaan Reika. Namun saat beliau dalam perjalanan, rombongan Kakek buyut mu mengalami kecelakaan karena di serang Monster.. "
"Dan untuk menyelamatkan dirinya, kakek buyut lari ke dalam hutan dan di sana ia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang ternyata itu adalah reruntuhan.. "
"Dan dari sanalah ia mendapatkan catatan itu, lalu kakek buyut membawa catatan itu bersamanya dan tidak melaporkan catatan itu kepada siapapun..
Jadi setelah reruntuhan itu di umumkan ke kerajaan Reika, catatan itu tetap bersama kakek buyut mu.. "
"Dan saat di bawa pulang, Kakek buyut mencoba mengartikan tulisan di dalam Catatan itu.. Butuh waktu bertahun-tahun dan banyak upaya dan harga yang harus di bayar untuk mengartikan catatan itu.
Dan sampai Ayah berumur 10 tahun, catatan itu akhirnya selesai di terjemahkan seluruhnya.. "
"Dan dari sana Ayah mendengar isi catatan itu yang ternyata adalah sebuah ramalan yang sudah ada lebih dari lima ratus tahun lalu. Dan ramalan itu menceritakan tentang kemunculan seorang Magus, seperti yang sudah Ayah jelaskan sebelumnya... " Ucap Mitchell
"Jadi pada dasarnya Magus bukan sebuah Job melainkan hanya Judul atau julukan saja..? " Tanya Renda
"Kau benar.. Memang dari deskripsi catatan itu sepertinya Magus adalah julukan untuk Mage yang mencari kebenaran Dunia ini.
Seseorang yang tertarik dengan pengetahuan tentang segala misteri di dunia ini.. " Ucap Mitchell
"Ya walaupun kita tak tau apakah Tuan Argus termasuk dalam kategori orang yang tertarik dengan misteri dunia ini, tapi mengingat pengetahuannya tentang tekhnologi dan kepandaiannya dalam sihir. Sepertinya memang Tuan Argus itu mirip dengan deskripsi Magus.. " Kata Renda.
"Ya.. Jika memang benar, artinya kita saat ini sedang berpergian dengan orang yang mungkin akan tercatat dalam sejarah dunia ini..
Jadi kita harus memperlakukan Tuan Argus dengan baik.. " Ucap Mitchell
"Emm.. Aku mengerti.. " Kata Renda
.
.
. __________\=Skip\=_________
Siang hari berikutnya rombongan Argus dan Mitchell akhirnya melewati pegunungan dan sudah terlihat tembok kota yang besar di depan mereka.
Hanya butuh beberapa saat lagi bagi rombongan untuk sampai di tembok kota dan melewati pemeriksaan di gerbang masuk.
Saat semakin dekat dengan tembok kota, Argus akhirnya melihat ukuran aslinya. Ternyata itu jauh lebih besar dari yang Argus bayangkan sebelum nya.
Dan di sana terdapat banyak antrian rombongan lain yang juga ingin masuk ke dalam kota. Dan sepertinya Rombongan kereta kuda dan rombongan orang yang berjalan kaki di sini di pisahkan tempat masuknya.
Ini cukup bagus karena mempermudah para rombongan kereta karena tidak takut secara tak sengaja menabrak atau menyenggol pejalan kaki, dan barang bawaan juga akan lebih aman. Karena tak takut lagi ada yang mencuri saat mengantri dan berdesakan.
Tidak seperti di tempat lainnya. Yang hanya menggunakan satu jalur masuk saja. Dan di sini ada dua jalur yang berbeda benar-benar membutuhkan membuat Argus cukup puas.
Argus melihat diantara rombongan kereta itu ternyata membawa berbagai macam barang yang berbeda-beda. Ada yang membawa makanan seperti sayuran, ada beberapa daging baik binatang biasa sampai monster. Ada juga yang membawa binatang hidup, material monster, logam dan sebagainya lagi. Bahkan diantara mereka ada yang membawa Budak di dalam kereta mereka.
Budak-budak itu juga dari berbagai rasi, ada manusia, DemiHuman dan ada juga Elf. Namun sepertinya Budak Dwarf sangat langka karena Argus sampai sekarang masih belum pernah melihat ada Dwarf yang menjadi budak.
Diantara budak-budak itu argus bahkan melihat bada beberapa anak kecil sampai seorang bayi yang masih di gendong wanita lainnya.
Argus bertanya-tanya. Apakah bahkan Bayi sudah menjadi budak... ? Atau itu karena ia anak dari budak..??
Kemudian dari Lisa, akhirnya Argus tau bahwa jika itu bayi maka ia takan boleh di jadikan budak. Dan jika orang tuanya menjadi budak setelah ia lahir, maka anak itu akan di berikan kepada keluarga lain atau ke panti asuhan.
Namun jika bayi itu lahir dari seorang budak, nasibnya akan di tentukan dari master budak itu. Karena bagi kebanyakan orang yang memiliki budak, seorang bayi sama sekali tak berguna dan biasanya itu akan di buang atau membiarkan sang ibu yang merupakan Budak mengasuhnya.
Namun sang Master takan bertanggung jawab atas Budak bayi itu. Jadi Budak wanita yang memiliki anak harus merawat sang bayi dengan kemampuannya sendiri. Dan jika karena bayi itu Sang Budak menjadi susah untuk melayani Masternya, maka sering terjadi kejadian dimana budak itu akan mati kelaparan karena tak di beri makan.
Jadi kebanyakan Budak wanita pasti akan membuang bayinya, dan berharap takdir akan membuat bayi itu selamat.
__ADS_1
Jadi ada kemungkinan bayi yang Argus lihat sebelumnya adalah Bayi dari seorang budak. Dan budak itu bersikeras untuk mempertahankan anaknya.
Dan saat Argus bertanya tentang Dwarf yang tak pernah terlihat menjadi budak. Jawaban lisa cukup sederhana.
Itu karena sebagian atau bahkan seluruh Ras Dwarf berprofesi sebagai seorang pengrajin atau pandai besi. Dan juga penambangan yang handal dalam mencari Logam berharga.
Jadi selama mereka tak melakukan kejahatan serius di mata kerajaan, maka kebanyakan dari mereka takan menjadi budak. Karena manfaat dari para Dwarf untuk semua Ras yang membuat mereka istimewa.
Disini mengartikan bahwa kemapuan seseorang sangat penting. Namun sangat jarang yang memperhatikan akan hal ini, dan kebanyakan orang hanya fokus pada kekuatan semata.
Ya walaupun itu tak salah juga, karena dunia ini adalah dunia pedang dan Sihir. Dimana kemapuan bertarung adalah sumber utama semua Ras untuk mencari makan dan pekerjaan yang paling populer.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Setelah menunggu hampir satu jam lebih, akhirnya giliran Rombongan Argus untuk di periksa. Dan saat itu ternyata Hawa di sini juga harus membuat plat identitas kalau ingin melewati pos dan masuk ke ibukota kerajaan.
Jadi di sini Argus harus membuatkan plat identitas untuk Hawa. Setelah itu mereka masing-masing harus membayar satu Coin Silver untuk masuk.
Setelah itu Argus meminta peta kota Taito dari prajurit penjaga di gerbang sana. Dan ternyata denah Kota Taito cukup mudah. Hanya di pisahkan oleh beberapa Zona saja.
Dimana bagian Pusat adalah wilayah untuk Keluarga kerajaan, dinamai juga sebagai Zona Merah.
Lalu ada Tempat tinggal para bangsawan yang terletak di Zona Biru, itu persis terletak di luar tempat tinggal para anggota kerajaan.
Lalu di lingkaran luarnya ada Zona Hijau yang di bagi menjadi Empat Zona, dimana Zona Hijau satu dan Tiga adalah bagian untuk zona Tempat tinggal penduduk dan penginapan.
Lalu di Zona Hijau Dua dan Empat adalah daerah pusat perbelanjaan.
Lalu pada Zona Hitam sendiri di sebut sebagai Zona bebas. Karena disini hukum tak terlalu berjalan.
Di Zona hitam 1 terdapat zona Pusat Perdagangan budak. Di sini semua budak tersedia untuk di jual belikan dengan bebas, baik budak yang di jual oleh pedang atau rakyat miskin yang butuh uang untuk keluarga dengan menjual dirinya sendiri.
Pada Zona Hitam 2 adalah Daerah kumuh. Tempat untuk para rakyat jelata yang miskin tinggal.
Lalu di Zona Hitam 3 adalah daerah tanpa hukum. Di sebut demikian karena di daerah ini tak ada aturan, tak ada hukum. Dan juga tak di pungut pajak sama sekali. Semuanya bebas di lakukan di sini. Bahkan Budak tanpa tuan juga biasanya akan memilih tinggal di sini.
Entah budak karena kabur atau karena tuan mereka meninggal. Karena mereka takan bisa memasuki kota lain, dan tak bisa masuk kota Taito begitu mereka keluar.
Maka mereka memilih bertahan di Zona ini, walaupun di sini keamanan sangat rentan dan mereka harus terus waspada setiap saat. Namun ini lebih baik daripada harus tinggal di luar kota yang banyak Monster berkeliaran.
Dan di Zona Hitam Empat adalah Zona terlarang. Di sebut Zona terlarang karena di Tempat ini terdapat Dungeon. Jadi pihak kerajaan menetapkan sebagai Zona terlarang untuk rakyat biasa tanpa izin.
Lalu ada juga Empat gerbang keluar yang masing-masing terdapat di empat arah angin. Dan masing-masing memiliki nama yang sama dengan Empat Makhluk Mitologi yang menjaga empat arah angin.
Diantarnya adalah Genbu adalah nama gerbang di bagian utara. Suzaku adalah nama gerbang di bagian selatan. Seiryu adalah nama gerbang di bagian timur. Dan Byakko, nama gerbang bagian barat. Dan saat ini Argus masuk melalui Gerbang Suzaku, Gerbang selatan.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Setelah Argus melewati pemeriksaan, kereta Mitchell telah menunggu di dalam. Lalu mereka melaju ke Zona Hijau Dua, karena letak Toko Mitchell ada di sana. Jadi Argus dan rombongan harus melewati Zona hijau Tiga untuk sampai di sana.
Argus melihat bahwa kemungkinan di sana lumayan rapih dan bersih. Dan di sana Argus juga melihat Guild petualang di Zona Tiga, dan teryata ada dua Guild yang ada di kota Taito.
Masing-masing terletak di Zona Hijau Tiga dan Zona Biru. Namun walaupun itu ada dua, ternyata salah satunya adalah Guild Kerajaan. Dimana keluarga kerajaan yang mengatur dan menjalankan Guild itu, dan kebanyakan anggotanya adalah bangsawan yang menjadi petualang.
Entah untuk benar-benar karena keinginan mereka dan kebutuhan, atau karena hanya untuk status dan menunjukkan kekuatan mereka saja. Itu terdapat di Zona Biru, tempat para bangsawan tinggal.
Lalu Guild satunya adalah Guild Umum yang di kelola oleh Manajer yang bukan dari keluarga bangsawan atau kerjaan. Ini sama dengan Guild lainnya di kota-kota atau desa-desa lainnya. Dan apa yang Argus lihat adalah Guild umum.
Setelah beberapa menit kemudian, Argus yang mengikuti Mitchell akhirnya sampai di toko yang di jalankan Keluarganya. Nama toko itu adalah Pericly. Dengan lambang Baju dengan pedang dan tombak di belakangnya.
"Selamat datang tuan.. " Ucap salah satu pembantu yang menyambut kedatangan Mitchell dan anaknya.
"Emm.. Apakah Ana ada di rumah..? " Tanya Mitchell
__ADS_1
#Note Ana nama istri Mitchell
"Ya Tuan, Nyonya ada di dalam menunggu Tuan.. " Ucap pembantu itu.
"Emm.. Kau urus kereta ku dan kereta satunya, itu adalah tamuku.. Setelah itu bongkar semua muatan seperti biasa.. " Ucap Mitchell
"Baik Tuan.. " Kata pembantu itu
"Renda, kau urus semuanya.. Data semua barang jangan sampai ada yang hilang.. " Ucap Mitchell
"Baik Ayah.. " Ucap Renda
"Aku akan menemui ibu, aku tak sabar memperlihatkan jam ini.. " Ucap Nari sambil berlari masuk.
"Ibu..!! Ibu.. Lihat apa yang kami bawa..! "
Mitchell yang melihat itu hanya tersenyum, pasalnya Nari sebelumnya adalah anak teman istrinya yang dari kecil sudah di besarkan oleh mereka.
Jadi Nari benar-benar sudah seperti anak sendiri sejak kecil sebelum akhirnya ia menikah dengan Renda.
"Kita sudah sampai.. Biarkan kuda dan kereta anda di urus pembantu saya..
Mari masuk.. Aku akan memperkenalkan kalian dengan istri ku di dalam.." Ucap Mitchell
"Emm.. " Argus hanya mengangguk sebagai jawaban.
Argus memperhatikan toko itu, dan sepertinya itu adalah toko sekaligus gudang dan rumah mereka. Pasalnya ukuran toko itu cukup besar di bandingkan dengan ukuran toko lainnya yang sudah argus lihat di sepanjang jalan itu.
Kemudian Mitchell memimpin Argus dan lainnya masuk ke dalam Toko, di sana argus melihat banyak barang yang di jual. Terutama pakaian dan Armor kulit yang hampir mendominasi semua barang di sana.
"Oh benar, biarkan para wanita memilih pakaian apapun yang mereka suka.. Aku akan memberikannya sebagai ucapan terimakasih untuk Anda karena mau berpergian bersama kami.. " Ucap Mitchell
"Itu tak perlu, aku melakukan semuanya hanya iseng karena kita satu jalur saja.. " Ucap Argus
"Tidak.. Tidak.. Tidak.. Jika kami tak bersama anda, aku bisa yakin jika kami takan pernah bisa sampai di sini dengan selamat..
Jadi aku memiliki kewajiban untuk memberikan imbalan untuk itu, dan salah satu yang bisa aku lakukan adalah memberikan Anak anda dan juga Budak anda memilih pakaian apapun yang mereka inginkan.. " Ucap Mitchell.
"Anak manis, silakan pilih pakaian yang kamu suka di sini sesuka mu..
Kakek akan memberikan itu sebagai hadiah pertemuan kita.. " Ucap Mitchell kepada Hawa sambil jongkok di depannya.
"Benarkah kakek akan memberi Hawa pakaian bagus..? " Tanya Hawa.
"Tentu.. Hawa kecil bisa mengambil sebanyak-banyaknya.." Ucap Mitchell
Sebelum menjawab, Hawa melihat ke arah Argus untuk mengonfirmasi apakah di perbolehkan atau tidak. Dan Hawa melihat Argus yang awalnya ragu-ragu akhirnya menganggukkan kepalanya kepada Hawa.
"Terimakasih Ayah..! Terimakasih kakek.. Kakek orang baik..! " Kemudian Hawa menyeret tangan Lisa pergi untuk memilih pakaian.
"Alfred temani mereka.. " Ucap Argus
"Baik master.. " Kata Alfred
Kemudian ia mulai menyusul Hawa dan Lisa.
"Maaf membuat Anda repot.. " Ucap Argus kepada Mitchell.
"Hhahaha.. Tak masalah, aku sudah lama ingin menggendong seorang cucu.. Dan melihat anakmu membuat ku bahagia, jadi tolong biarkan Hawa memilih sesukanya dan sebanyak yang ia inginkan..
Dan jangan melarang atau memarahinya nanti, karena itu hadiah dariku untuknya.. " Ucap Mitchell
"Haihh.. Aku harap ia tak mengambil terlalu banyak..
Sekali lagi terimakasih.. Dan juga jika itu lebih dari dua pakaian, tolong potong saja dari pembayaran jam sebelumnya.. " Kata Argus
"Tak usah di pikiran soal itu..
Mari masuk, aku akan memperkenalkan mu dengan istriku.. Aku pikir saat ini ia pasti sudah menunggu mu.. " Ucap Mitchell
.
.
__ADS_1
.
. Bersambung