Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
62


__ADS_3

Setelah kedua kereta semakin dekat dengan pohon tumbang itu, Argus menyuruh untuk berhenti di sana dan tak terlalu dekat dengan pohon itu.


Lalu Argus turun dari sana dan berjalan ke depan kereta.


"Tuan Mitchell, tetap di kereta.. Ada beberapa serangga yang mengganggu di depan. Jadi aku sarankan jika ingin selamat, jangan turun dari kereta.. " Ucap Argus


"Serangga..?? " Mitchell cukup bingung dengan perkataan Argus.


"Maaf, maksud Master adalah ada beberapa Bandit gunung di depan. Jadi Master berharap anda tetap di tempat agar tak terluka.. " Ucap Alfred


"Bandit..?? Apakah Tuan Argus akan baik-baik saja..? " Tanya Mitchell


"Tak masalah.. Karena alasan Master menyebut mereka Serangga karena di mata master, para bandit itu benar-benar seperti serangga dan tak ada di matanya.. " Ucap Alfred


"Itu.. " Mitchell cukup bingung. Ia ingin membantu tapi tak tau harus membantu apa. Jadi ia akhirnya tetap diam dan melihat Argus yang sudah sampai di depan pohon tumbang itu.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu Argus yang sudah sampai di sana hanya diam dan melihat sekeliling dan tersenyum.


"Apakah kalian akan tetap bersembunyi..? Tidakkah ini waktunya kalian muncul..? Apa kalian menunggu ku membunuh kalian..? " Ucap Argus dengan suara yang cukup keras.


Lalu tak lama beberapa orang mulai muncul dari semak-semak di samping Argus. lima di kanan dan Empat di sebelah kiri Argus, mereka mengenakan Armor kulit Dan membawa pedang.


Sepertinya semuanya yang ada di sini adalah warior tak ada seorangpun yang Mage. Argus tersenyum melihat itu, karena ini akan lebih mudah untuk Argus.


"Cukup bernyali juga kau bocah..


Kalo begitu, aku akan memberikan kesempatan untuk kalian.. Tinggalkan semua barang bawaan kalian. Dan pergi dari sini..!! " Ucap Bos bandit itu.


"Bos jangan lupa anak dan wanita.. " Ucap salah satu bandit di sampingnya..


"Ohh benar juga.. Tinggalkan para wanita juga untuk melayani kami... Kalo tidak.. Kami akan membunuh kalian semuanya.. " Ucap bos bandit.


"Hahhaaa.. Benar, Wanita dan harta, dan juga anak-anak yang bisa kami jual..


Hahhahaa.. " Semua bandit itu tertawa saat mendengar perkataan bos mereka


"Apa sudah selesai..? " Tanya Argus


"Apa..? " Ucap Bos Bandit yang bingung.


"Ya.. Apa sudah selesai berbicara.. Kalo sudah, aku akan mengirim kalian berlibur..


Aku lihat kalian sudah bosan hidup, jadi alangkah baiknya jika kalian berlibur ke neraka..


Bagaimana..? " Ucap Argus


"Kurang ajar..!! Kau habisi dia..!! " Ucap bos bandit.


Salah satu bandit maju dan mengeluarkan pedang miliknya.


"Bocah, jangan Salahkan diriku karena tak membiarkan mu pergi. Salahkan dirimu sendiri Karena kau mencari mati.. " Ucap bandit itu


Lalu ia berlari dan mulai menegaskan pedang miliknya ke Arah Argus. Namun Argus dengan mudah mengindari semua serangannya dengan kedua tangan masih di dalam sakunya.


"Sial.. Apa kau hanya bisa menghindar saja..!??! " Ucap bandit itu.


"Ohh.. Sesuai permintaan mu.. " Kata Argus.


Kemudian ia mulai mengeluarkan tangan kirinya dan kemudian ia menangkap pedang itu dengan kedua jari tangannya.


Bandit itu mencoba menarik kembali pedangnya namun itu seperti tersangkut dan tak bisa lepas dari tangan Argus.


"Sial.. Lepaskan pedang ku..!! " Ucap bandit itu


"Sesuai permintaan mu.. " Ucap Argus sambil tersenyum.


Kemudian Argus melonggarkan kedua jarinya dan sang bandit yang sedang berusaha menarik kembali pedangnya itu tiba-tiba langsung terjatuh kebelakang karena Argus melepaskan pedang itu saat ia menarik sekuat tenaga.


"Sialan.. Akan ku bunuh kau.. " Ucap bandit itu lalu mencoba menyerang Argus lagi.


"Haihh kau ini.. Aku sudah menuruti perkataan mu namun kau malah makin marah..? Apa kau tak punya otak..? " Kata Argus sambil menghindari semua serangannya itu.


Bos bandit yang melihat itu pun semakin marah karena bawahannya tak bisa menangani Argus dengan benar.


"Kalian serang dia bersamaan cepat dan bunuh dia..!! "


"Baik bos..!! "


Lalu kedelapan bandit itu mulai menyerang Argus bersama-sama. Namun tetap saja mereka semua tak ada yang bisa menggores Argus.


Sampai beberapa saat kemudian mereka masih tetap tak bisa sedikit pun menggores pakaian Argus. Sementara Argus sendiri hanya tersenyum dan terus menghindari semua serangannya.


"Ayah..! Apa yang kau lakukan..?! " Tiba-tiba terdengar suara Hawa.


Dan saat Argus menengok, ia melihat hawa keluar dari kereta. Argus mengerutkan keningnya saat melihat itu.


Bos Bandit yang kesal juga melihat Hawa lalu ia memerintahkan bandit lainnya.

__ADS_1


"Dru.. Serang anak itu..!! " Ucap Bos bandit


Lalu tiba-tiba Argus melihat pergerakan dari pepohonan tempat dimana salah satu bandit yang masih bersembunyi. Dan ia melihat bandit itu mulai mengincar Hawa dengan panah miliknya..


"Jangan Coba-coba..!!!! " Teriak Argus. Lalu Argus bergerak dengan sangat cepat dan langsung muncul di samping pemanah itu. Dan kemudian..


*Booommm... *


Kemudian Argus langsung memukul orang itu. Yang membuat bandit itu berubah menjadi kabut darah seketika tanpa menyisakan apapun..


Bos bandit yang melihat itu sangat ketakutan. Lalu ia menyuruh yang lainnya untuk melarikan diri dari sana.


"Monster..!! Segera Kabur dari sini....!! "


"Kau pikir bisa kabur setelah mengincar Hawa kau bisa kabur..!! " Ucap Argus saat melihat mereka mulai kabur dari sana.


"Aktifkan Job Overlord..!!


Mengikat - Bind..!! " Kata Argus


Setelah itu banyak Rantai mulai muncul dari udara dan mulai mengikat semua bandit yang mencoba kabur.


"Apa ini.. " Ucap bos bandit.


"Kenapa sangat sulit untuk lepas.. Sial lepaskan.. "


Argus menggerakkan tangannya dan membuat semua Bandit itu itu kembali ke depan kereta Argus. Dan Argus juga melompat turun dari sana.


"Maaf.. Maafkan kami.. Tolong lepaskan kami.. " Ucap bos bandit


"Maafkan kami.. " Ucap yang lainnya juga.


"Ya aku akan memaafkan mu.. Namun karena kau berani menargetkan anakku maka aku akan mengirim kalian semua ke neraka.. Bersiaplah untuk mati..!! " Kata Argus


"Tunggu tuan Argus..!! Tunggu..!! " Ucap Mitchell.


Argus melihat Mitchell dan anaknya turun dari kereta dan mendatangi Argus.


"Ada apa..? " Tanya Argus.


"Anda tidak bisa membunuh mereka.. " Ucap Mitchell


"Benar.. Anda tidak bisa membunuh mereka.. " Ucap Renda


"Katakan alasan yang tepat agar aku tak membunuh mereka..


Jika alasan itu tak layak, aku akan tetap membunuh mereka.. " Ucap Argus yang masih dalam kondisi marah.


"Mereka adalah kelompok Bandit Red Tiger.. Anda tidak bisa membunuh mereka.. " Ucap Mitchell


"Tunggu tuan Argus.. Anda benar-benar tak bisa membunuh mereka.. " Ucap Renda


"Mereka adalah kawanan bandit Red Tiger, bandit yang memiliki koneksi dengan Salah satu bangsawan.. "


"Aku mendengar rumor bahwa jika ada yang membunuh salah satu dari mereka atau melawan mereka dan menangkap mereka. Maka orang itu akan mendapatkan masalah dari Count atau Viscount.. Walaupun ini di lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Tetapi ini adalah rahasia publik.


Jadi aku harap Anda tidak membunuh mereka agar tidak mendapat masalah juga.. " Ucap Renda


"Hahhaa itu Benar.. Kami sebenarnya adalah bawah Count Kono dari ibukota.


Jadi kamu tak bisa membunuh kami.. " Kata Bos Bandit


"Jika kamu melepaskan kami, kami janji takan mengatakan apapun pada Count Kono..


Jadi.. "


"Jadi apa..?? " Ucap Argus memotong perkataan Bos Bandit itu.


"Tuan... Tuan Argus.. Dia bawah Count.. Jadi.. Jadi.. " Ucap Mitchell sabil ketakutan.


Ia takut Argus akan mendapatkan masalah nantinya. Karena bagaimana pun juga ia mendapat banyak manfaat dan ia merasa berhutang budi.


Jadi ia tak ingin orang yang membantunya mendapatkan masalah.


"Hahaha... Count..?? Apa peduli ku.. " Ucap Argus


"Tapi.. Tapi Tuan Argus.. Count.. Count.. " Kata Renda juga takut Argus melakukan hal yang berbahaya.


"Hanya Count.. Aku bahkan bisa membunuh Marquez, jadi untuk apa aku peduli dengan Count belaka...??


Bahkan jika itu Raja aku takan perduli.. " Ucap Argus.


"Lagi pula, jika kalian semua mati disini.. Siapa yang akan mengatakan bahwa aku yang membunuh kalian..?? Jadi.. Bersiap bertemu Yama..


Hukuman kematian - Death Punishment..!! "


Setelah Argus selesai mengucapkan skill miliknya, ada sebuah gelombang energi aneh yang keluar dari tubuh Argus. Dan saat gelombang itu mengenai Para bandit, tiba-tiba hal yang menakutkan terjadi.


Pasalnya semua orang yang ada di sana dapat melihat bahwa ada sebuah bayangan tengkorak berjubah hitam memegang sabit besar dan lentera di tangan satunya lagi yang muncul di belakang Argus...


Jika itu orang yang seperti Argus yang berasal dari Bumi maka mereka akan tau, itu adalah yang ada dalam legenda dan cerita rakyat.. Sang Dewa Kematian.


"Apa itu..?? " Ucap Mitchell.

__ADS_1


Kemudian ia dan dan Renda tanpa sadar mulai menjauh dari Argus karena ketakutan.


Kemudian dari lentera itu tiba-tiba keluar beberapa api yang kemudian masing-masing api itu memasuki tubuh para bandit, Dan kemudian hal mengerikan lainnya terjadi.


Roh milik para bandit itu langsung keluar dan berdiri di belakang masing-masing bandit. Dan hanya sebuah benang yang terhubung ke masing-masing tubuh bandit.


Roh para bandit itu terlihat seperti mengucapkan kata-kata namun itu tak bisa di dengar siapapun.


Kemudian sang Dewa kematian itu menggerakkan Sabit di tangannya dan memotong semua benang yang terhubung ke tubuh masing-masing bandit.


Tiba-tiba Roh para bandit itu terlihat kesakitan dan menjerit-jerit namun kali ini setiap jeritan mereka bisa di dengar oleh siapapun. Hal ini membuat setiap orang yang mendengarnya menjadi semakin ketakutan.


Setelah semua benang itu terpotong, Dewa kematian itu lantas membuka mulutnya dan beberapa Rantai yang terlihat berkarat keluar dari mulutnya. Lantas rantai itu langsung menusuk dada para Bandit (Roh).


Setelah itu rantai itu kemudian mulai menyeret roh para bandit hingga mereka tertelan oleh sang Dewa kematian itu.


Kemudian Setelah semua selesai, bayangan Dewa kematian itupun mulai menghilang secara perlahan


Ini adalah pertama kalinya Argus menggunakan kemampuan ini sejak ia mendapatkannya. Ia juga tak menduga bahwa hal tersebut bisa terjadi. Ia tak mengira bahwa dia bisa memunculkan Dewa Kematian yang selama ini hanya ia ketahui lewat dongeng, dan legenda-legenda saja.


Setelah itu Argus melihat mayat yang saat ini tergeletak di depannya. Ia lantas melambaikan tangan dan beberapa bola api berwarna putih langsung menyelimuti para mayat itu dan pohon yang menghalangi jalan sebelumnya.


Hanya beberapa detik kemudian, semua mayat itu sudah lenyap tanpa ada sisa sedikitpun. Lalu Argus berbalik dan berjalan ke gerbong miliknya.


"Mari lanjutkan perjalanannya.. " Kata Argus.


Kemudian ia menggendong Hawa dan memasuki gerbong miliknya.


Mitchell dan anaknya Renda masih terpana di sana. Mereka masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Setelah saling memandang, keduanya lantas kembali ke kereta mereka dan memulai perjalanan lagi.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Sementara itu dalam perjalanan, Mitchell dan anaknya mulai mengobrol tentang apa yang barusan terjadi.


"Ayah.. Apakah ini tak masalah..? " Tanya Renda


"Apa boleh buat..? Semua sudah terjadi, jadi tak perlu memikirkan hal ini lagi..


Berdoa saja agar tak ada masalah yang akan terjadi nantinya.. " Kata Mitchell.


"Haiihhh.. Ya ayah benar.. Semoga saja tak ada masalah lainnya.. " Ucap Renda sambil menghela nafas.


"Tapi.. Apa ayah memperhatikan kata-kata Tuan Argus sebelumnya..? Saat ia hendak membunuh para bandit itu..? "


"Kata-kata yang mana maksudnya..? " Tanya Mitchell


"Ia mengatakan bahwa itu hanya Count. Bahkan ia bisa membunuh Marquez apalagi Count.. " Ucap Renda


"Bukankah itu Artinya Tuan Argus telah membunuh seorang Marquez..? "


"Kita tak bisa mengatakan hal itu.. Terlebih lagi saat ini tak ada berita Marquez manapun yang meninggal bukan..? " Kata Mitchell


"Dan lagi Tuan Argus juga mengatakan bahwa ia bahkan tak perduli jika orang di belakang layar adalah Raja..


Itu mungkin hanya pernyataan bahwa ia tak takut siapapun. Bukan secara harfiah bahwa ia telah benar-benar membunuh Marquez atau Raja.. "


Renda yang mendengar itu terdiam dan mulai memikirkan kemungkinan hal itu. Saat Mitchell melihat Renda masih berfikir, Mitchell pun mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"Lupakan soal itu, apa kau melihat kekuatan yang di tujukan Tuan Argus barusan..? Menurutku itu kemungkinan adalah kekuatan sihir tingkat 9 atau 10.. Atau bahkan lebih tinggi.. " Ucap Mitchell


"Rantai sihir kemudian sihir yang memunculkan bayangan iblis tengkorak yang bisa memakan jiwa seseorang. Lalu sihir api berwarna putih..


Menurut ku itu bukan sesuatu yang bisa di lakukan oleh penyihir sembarangan.. "


"Aku takut kita saat ini sedang berpergian dengan sosok yang sangat kuat dan tak boleh di singgung.. Atau mungkin akan ada bencana jika hal itu terjadi.. "


Tiba-tiba Renda terfikir sesuatu dan bertanya.


"Apakah Tuan Argus itu seorang Dewa kematian atau Dewa Iblis..? " tanya Renda


"Ayah rasa tidak.. justru Ayah sepertinya mengingat sesuatu yang mirip dengan Taun Argus.


itu ada dalam catatan kuno yang pernah Ayah baca dulu saat Ayah masih kecil.. "


"dalam catatan itu di tuliskan bahwa ada sebuah ramalan yang di katakan berasal dari dewa.


ramalan itu sendiri mengatakan bahwa suatu saat nanti akan muncul seorang Magus.. "


"magus sendiri digambarkan sebagai seorang Mage, namun ia mampu menghasilkan keajaiban sejati yang tidak mungkin dilakukan oleh mage manapun..


ia juga memiliki kemampuan Fisik dan Sihir yang sangat kuat dan kepandaian yang luar biasa karena ia telah mempelajari semua hal di dunia ini"


"hak itu Magus memiliki keinginan untuk mencapai Kebenaran dunia ini. ia Tidak peduli biayanya, mereka menggunakan semua aset dan kemampuan mereka untuk mencapai tujuan itu, dan kemampuan apa pun yang diperoleh dalam prosesnya adalah produk sampingan atau tak terlalu berarti untuknya sendiri.."


"tindakan Magus tidak memiliki arti kecuali sebagai sarana untuk mencapai Kebenaran. Seorang magus juga mendedikasikan dirinya untuk mempelajari dan menyempurnakan semua Sihir sambil memisahkan dirinya dari nilai-nilai orang biasa dalam prosesnya..."


"Dia mencari kebenaran yang lebih besar dari alam semesta bukan untuk menjawab pertanyaan eksistensial, tetapi hanya demi mengetahui dan mencari jawaban pertanyaan miliknya sendiri. Idealnya, seorang magus hanya akan memikirkan egonya saja,ia takan perduli omongan orang lain."


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2