
"Bagus, kau kembali tepat waktu.. " Ucap Argus kearah semut itu. Lalu meletakkannya di pundak satunya lagi.
"Dan kalian berdua sepertinya siap untuk permainan lainnya.. " Kata Argus sambil tersenyum kearah dua orang itu.
Kemudian Argus membuat rantai itu menutupi mulut kedua orang tadi.
Dan menyuruh semut itu memimpin para ulat untuk memasuki pakaian ketiga orang itu, tak butuh waktu lama ketiganya kembali berteriak namun tak bisa karena mulutnya saat ini di tutupi dengan Rantai.
Ketiganya saat ini merasakan gatal di seluruh tubuhnya, kali ini Argus membuat tangan dan kaki ketiganya terlentang agar tak bisa menggaruk sedikitpun bagian tubuh mereka.
Hasilnya ketiganya benar-benar tersiksa, mereka sudah melewati latihan rasa sakit yang membuat ketiganya tahan akan sakit. Namun penyiksaan dengan rasa gatal merupakan pertama kalinya mereka melihat dan merasakannya..
Mereka hanya bisa menangis kegagalan di sekujur tubuhnya. Perasaan gatal ini melebihi siksaan yang bisa mereka bayangkan.
"Alfred, kumpulan mayat mereka semua jadi satu, lalu kumpulan semu kuda itu, jangan sampai lepas.. " Ucap Argus
Argus kemudian kembali duduk di sana, dan kemudian Lisa datang membawa secangkir kopi dan melihat ketiganya yang masih menahan rasa gatal itu.
Lisa tak mengatakan apapun, ia hanya berdiri di belakang Argus. Sementara Hawa duduk di pangkuan Argus.
Saat Argus melihat salah satunya akan pingsan, Argus akan menyembuhkan mereka. Lalu membiarkan mereka merasakan gatal lagi.
Hal ini terus terjadi sampai beberapa jam kedepan. Argus tak berniat mengakhiri penderitaan mereka seperti itu. Dan membiarkan mereka merasakan rasa gatal itu untuk beberapa waktu lagi.
Setelah beberapa jam mengalami penyiksaan itu.
Ketiga prajurit itu pun menyerah, mereka akhirnya menjawab pertanyaan Argus.
Ternyata mereka dikirim oleh Marquez dan Viscount dari kota Isak. Dan saat Argus bertanya kenapa..? Mereka tak bisa menjawabnya, karena memang mereka tak tau alasan sebenarnya.
Mereka hanya prajurit yang menerima perintah, jadi mereka tak tau alasan pasti dari tugas ini.
Argus mulai berfikir, ia sepertinya tak memiliki masalah dengan orang lain apa lagi dengan Marquez dan viscount setempat.
Namun saat itu Argus teringat kata-kata dari Williams, ia pernah menyebutkan tentang pemimpin pusat sebagai babi rakus.
Dari sana Argus akhirnya sedikit paham motif dari penyerangan ini, sepertinya sang Marquez dan Viscount menginginkan hasil jarahan Adamantoise itu.
Jika Argus pemilik dari Mayat Adamantoise tiba-tiba menghilang, maka uang dari hasil pe jualan material Adamantoise itu akan jatuh ke tangan mereka. Untuk alasan, spertinya mereka tak membutuhkannya. Karena mereka penguasa Kota Isak, maka takan ada yang berani Komplain.
Jadi dengan membunuh Argus adalah cara tercepat untuk mengklaim kepemilikan dari Adamantoise itu, tanpa perlu melakukan berbagai siasat untuk menjebak Argus.
Dan lagi mungkin karena Waktu muncul berita Adamantoise telah di taklukkan dan kepergian Argus terlalu cepat, jadi mereka memilih cara ini.
"Sepertinya aku mengerti sekarang.. " Gumam Argus.
"Jadi sebelum aku membunuhmu, aku memerlukan sesuatu dari kalian..
Tatapan Supremasi supreme..!! "
Teknik yang di dapatkan dari job Overlord ini memberikan kemampuan untuk melihat ingatan dari target yang di lihat. Dan juga mempengaruhi jiwa target yang memberikan dampak ilusi atau hipnosis.
Argus menggunakan teknik ini untuk mengetahui apakah yang di katakan mereka benar atau tidak, dan juga Argus ingin mengetahui letak kediaman Marquez dan Viscount.
__ADS_1
Awalnya ia ingin membuat ketiganya untuk pergi ke kediaman Marquez dan Viscount, lalu membunuh mereka yang mengetahui cerita ini atau dalang di balik semua ini. Setelah itu mereka akan bunuh diri.
Namun dari ingatan yang Argus lihat, mereka sepertinya adalah bawahan dari Count. Dan bukan bawahan Viscount atau Marquez, mereka melakukan ini karena Perintah dari Viscount dan Marquez.
"Alfred..! Bawakan kepala orang yang sebelumnya mencoba kabur itu.. " Ucap Argus.
"Lisa bawa Hawa masuk dulu.. Ini tidak cocok untuk di lihat Hawa.. "
Setelah Lisa membawa hawa ke dalam kabin kecil, Alfred membawa kepala dari orang yang mencoba kabur sebelumnya.
Argus kembali menggunakan tatapan supermasi ke arah kepala itu, walaupun sudah meninggal. Teknik ini masih bisa di gunakan untuk melihat ingatannya.
Dari ingatan ketiga orang sebelumnya, Argus mengetahui bahwa orang ini ternyata pelayan yang di miliki oleh Marquez, dan ikut datang untuk mengawasi dan memastikan jalannya pembunuhan ini.
Jadi kali ini Argus menggunakan teknik ini kepada kepala pelayan ini. Dari sini Argus mengetahui bahwa Count sendiri tak mengetahui hal ini, awalnya mereka di pinjam dengan alasan menangani masalah penting. Dan juga karena Viscount dan Marquez mengancam dengan Dana yang mereka pegang.
Jadi Count menyerahkan pasukan ini namun dengan jaminan bukan untuk berbuat onar. Ya sepertinya di sini Marquez dan Viscount lah yang berbohong akan hal ini. Dan juga jika masalah ini di ketahui pun Marquez sudah bersiap mengorbankan Count sebagai kambing hitam.
Sedangkan untuk para kesatria ini sendiri, marquez tak berniat membiarkan mereka kembali. Setelah semuanya selesai, pelayan yang namanya Keil ini sudah memiliki tugas untuk meracuni mereka semua.
Atau lebih tepatnya mereka sudah di racun sejak awal dan penawarannya ada pada keil ini. Karena alasan inilah mereka mau menuruti perkataan Marquez lewat Keil.
Dan Keil sendiri tidak berniat memberikan obat penawar, melainkan obat lain yang sudah di siapkan untuk membohongi mereka sebagai penawar.
Obat ini sudah di isi racun lainnya guna mempercepat efek racun pertama.
"Sepertinya nasib kalian sudah di tentukan sejak awal.. " Gumam Argus.
"Alfred, habisi mereka semua.. "
Walaupun sifat alami Argus baik. Namun ia tak suka menanam masalah. Lebih baik memusnahkan sedini mungkin Sesuatu yang bisa menyebabkan masalah untuk dirinya dan orang di sekelilingnya di masa mendatang..
Jadi apa yang Argus pikirkan adalah cara menangani dua orang itu. Jika membiarkan mereka hidup dan hanya memberi peringatan seperti yang kebanyakan orang baik lakukan, menurut Argus itu adalah perbuatan yang naif.
Jadi Argus berniat membunuh mereka, namun itu memerlukan cara yang tak memberikan kecurigaan orang lain.
Membunuh dua orang sekaligus tanpa menyebabkan kecurigaan, Satu-satunya cara adalah kematian alami dan kecelakaan atau bencana.
Kematian alami jika dua orang sekaligus pasti akan ada yang curiga jika mereka di bunuh. Jadi kematian karena kecelakaan atau bencana satu-satunya cara.
Setelah membuat keputusan, Argus kemudian terbang ke langit. Ia terbang hingga ke atas awan, lalu meluncur ke arah atas kota isak sampai di atas kediaman Marquez akhirnya Argus berhenti di sana..
Lalu ia mulai membuat rune sihir yang dulu pernah ia ciptakan di awal-awal. Sihir campur Tanah dan gravitasi. Meteor attack.
Argus membuat dengan ukuran kecil kali ini, karena sasarannya hanya satu tempat saja jadi tak perlu membuat rune sihir dengan ukuran besar.
"Semoga ini tak terlalu berlebihan..
Rune sihir lengkap.. Karena kalian ingin mengusik hidupku, maka Terima hadiah dari ku ini..
Meteor attack..!! "
Argus mengangkat tangannya dan rune itu mulai membesar, kemudian membentuk sebuah lingkaran besar dan mulai muncul sebuah batu dari tengah lingkungan itu.
__ADS_1
Ukuran baru itu hanya seukuran bola basket. Namun berwarna hitam gelap. Batu hitam itu setelah keluar dari lingkaran sihir langsung meleset dengan kecepatan tinggi hingga permukaannya mulai terbakar oleh gesekan udara..
Sementara itu orang-orang yang saat ini masih melakukan aktivasinya tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari langit. Dan saat melihat ke atas, mereka melihat sebuah api yang melesat dari atas langit.
Karena ini pertama kalinya mereka melihat meteorit yang jatuh, mereka menganggap itu adalah iblis api yang datang. Mereka semua mulai panik dan berlarian.
Api yang jatuh dari langit itu terus meleset, karena sangat tinggi butuh waktu untuk sampai ke sasarannya. Dan saat orang dengan level tinggi melihat itu, terutama para Elf yang memiliki jarak pandang cukup jauh. Akhirnya mereka sadar jika itu adalah sebuah batu yang jatuh dari langit.
Mereka akhirnya lega, namun saat melihat lintasan dari batu itu. Mereka menyadari jika arahnya ternyata ke arah pusat kota. Atau lebih tepatnya kediaman tuan kota, Marquez Isak.
Dan akhirnya saat batu itu menghantam kediaman Marquez. Sebuah ledakan besar terjadi. Gelombang kejut menyebar dengan kediaman Marquez sebagai pusatnya.
Dalam radius seratus meter sudah menjadi lubang besar. Dan jarak lebih jauh mengalami kerusakan parah. Untungnya hampir semua kerusakan hanya terjadi di dalam kediaman Marquez yang sangat luas itu.
Bangunan penduduk lainnya hanya mengalami kerusakan ringan saja. Karena meteorit itu hanya berukuran jari kelingking saat mendarat, jadi ledakannya tak terlalu besar.
Melihat itu dari atas langit Argus cukup puas. Karena ia tak membuat banyak kerusakan kali ini, dan hanya kediaman Marquez yang benar-benar menghilang.
Argus kemudian menggunakan sihir gerbang untuk kembali ke tempat sebelumnya. Sementara itu para prajurit menyelidiki dan mencoba mencari orang yang ada di kediaman Marquez.
Dan ternyata selain Marquez yang ada di sana ternyata Viscont juga ada di dalam kediaman itu. Jadi bisa di pastikan dua orang itu sudah mati terkena efek batu jatuh dari langit itu.
Penyelidikan yang di lakukan hanyalah penyelidikan tentang jumlah korban, bukan penyebabnya.
Karena penyebab hal ini sudah di ketahui oleh semua orang, sebuah batu yang jatuh dari langit. Tak ada satupun yang berfikir ini karena sihir, pasalnya tak pernah ada sihir semacam ini dan tak pernah ada yang membayangkan untuk membuat sihir ini sebelumnya.
Jadi tak pernah ada niatan sedikit pun mengkaitkan peristiwa ini dengan sihir atau bahkan pembunuhan.
Dan di saat semua orang di kota Isak masih sibuk dengan kejadian itu, Argus sudah kembali melanjutkan perjalanan lagi. Perjalanan kali ini menunjuk Desa Baiji yang menjadi perbatasan antara kota Isak dengan Taito di perkirakan akan memakan waktu sekitar Empat hari perjalanan dengan kereta kuda.
Sebenarnya bisa saja Argus menggunakan Gerbang untuk langsung tiba di kota Taito, namun Argus ingin membawa Hawa untuk menikmati perjalanan ini.
Dan tujuan Argus ke dunia ini adalah mengeksplorasi semua hal di dunia ini. Terutama hal yang berkaitan dengan Sihir, monster dan berbagai pengetahuan dari dunia ini.
Argus ingin menggali semua misteri dunia ini. Namun juga ia tak terlalu suka dengan Masalah, jadi jika memang ada Faktor-faktor yang bisa membuat masalah di masa depan dan bisa menghilangkan kemungkinan munculnya masalah. Argus takan segan mengeliminasi semua faktor itu.
Jika bisa mengeliminasi tanpa menimbulkan masalah, maka Argus akan memilih itu. Namun jika memang untuk menghindari masalah harus membuat pandangan orang lain berubah, maka Argus takan perduli.
Selama apa yang ia inginkan tercapai, pandangan umum bukanlah suatu masalah buat Argus. Dari dulu Argus hidup dengan pandangan hidup seperti itu.
Karena ia sudah terbiasa dengan kesialan hidup. Maka ia tak lagi perduli pandangan masyarakat tentangnya, itulah yang membuat Argus bisa bertahan sampai akhir.
Kebiasaan itu pun masih terbawa sampai sekarang, namun karena sekarang ia memiliki kekuatan yang membuatnya memiliki kemampuan untuk membuat pilihan lainnya.
Maka Argus akan mencoba sebisa mungkin menghindari masalah yang tak perlu dan menyembunyikan masalah sebisa mungkin.
Saat dalam perjalanan tiba-tiba Hawa mengatakan sesuatu yang membuat Argus sedikit tertarik.
"Ayah.. Kenapa mana milik ayah sangat banyak dan mana milik hawa hanya sedikit..?? Dan kenapa warna mana Ayah berbeda dengan Hawa dan kak lisa..?
Dan Apakah semua hal di dunia ini memiliki mana..???" Tanya Hawa tiba-tiba.
.
__ADS_1
.
. Bersambung