Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
132


__ADS_3

"Itu.. " Ucap Dominik


"Apakah ada masalah..? " Tanya Argus.


"Tidak.. Hanya saja semuanya terlalu susah untuk berfikir itu adalah kenyataan.. " Ucap Dominik.


"Lupakan.. Itu hanya hal sepele..


Oh benar..Aku ingin bertanya, seperti apa saat ini kondisi gurun Gabo..?? " Tanya Argus.


"Apakah masih tak ada satupun yang pernah memasukinya lagi sampai sekarang..? "


"Gurun Gabo..?? Itu masih sama, walaupun di bilang Gurun namun sebenarnya hanya tanah gersang tanpa tumbuh bukan Gurun pasir seperti yang ada di rumor selama ini.. "Ucap Dominik


" Tak ada tanaman yang bisa tumbuh lagi di sana walaupun sebenarnya masih terdapat sumber air.. Hal ini karena mengering nya mana di tanah.. "


"Selain itu ada beberapa Dungeon yang tidak bisa di segel, jadi banyak monster yang berkeliaran di sana sekarang yang sebelumnya berasal dari Dungeon.. "


"Selain itu karena kebanyakan adalah monster tipe tanah atau sejenisnya membuat mereka sangat pandai menyamar dan bersembunyi di dalam tanah..


Hal ini membuat perjalanan ke sana semakin berbahaya.. "Ucap Dominik.


"Hei, bukankah hal ini mirip dengan kriteria beberapa monster di pulau Naga..?? " Ucap Roland..


"Ya.. Namun aku penasaran monster seperti apa yang ada di sana.. " Ucap Argus.


"Aku juga tak tau untuk sekarang.. Karena setiap petualang atau yang lainnya yang pernah kesana tak pernah melihat wujud mereka.. " Ucap Dominik


"Kebanyakan dari mereka mati tanpa tau apa yang membunuh mereka.. Dan bagi yang masih bisa keluar dengan selamat mereka kebanyakan hanya melihat sebagian dari tubuh monster yang tiba-tiba keluar dari tanah.. "


"Tak pernah ada yang melihat wujud sebenarnya dari mereka.. Namun ada tebakan jika banyak Death worm berkeliaran di sana.. "


"Death worm..?? Aku sangat membenci mereka.. " Ucap Argus.


"Apakah jenis mereka pernah membuat masalah dengan mu..?? " Tanya Roland.


"Aku hanya pernah berjumpa dengan mereka, namun mereka sangat menyebalkan.. Tak ada daging yang bisa di makan dari mereka.. " Ucap Argus.


"Ehh..?? Ya anda memang benar, mereka takan meninggalkan Daging hanya material saja.." Ucap Dominik.


"Jadi apa tak ada petunjuk lain lagi mengenai Monster lainnya..?? " Tanya Argus.


"Tidak.. " Ucap Dominik.


"Baiklah.. " Ucap Argus.


"Lalu apa ada aturan atau larangan untuk memasukinya..? "


"Ya.. Selain mereka yang telah mendapatkan izin dari Kerajaan, tak ada yang bisa memasukinya secara sembarangan.. " Ucap Dominik.


"Lalu apakah artinya wilayah Hutan Kuro menjadi wilayah terisolasi..?? " Tanya Argus.


"Itu benar.. " Ucap Dominik


"Haiihh... Karena hal inilah membuat kerjaan sangat kesal dan harus terus memikirkan cara lainnya, gurun Gabo itu benar-benar membuat wilayah Hutan Kuro menjadi wilayah terisolasi dari luar.. "


"Tak pernah ada yang bisa masuk atau keluar dari wilayah Kuro, ini sangat di sayangkan karena wilayah Kuro sangatlah subur sebelumnya.. " Ucap Dominik.


"Master.. Silahkan minumnya.. "Ucap Marlin datang membawakan minuman.


" Hei.. Bagaimana denganku..?? " Tanya Roland.


"Anda..?? Ambil sendiri di sana.. " Ucap Marlin kemudian kembali berkumpul bersama yang lainnya..


"Hei.. Kau terlalu pilih kasih.." Ucap Roland.


Lalu ia mengambil sendiri minumannya..


"Kau ambil sendiri juga.. "Ucap Roland ke Dominik.


" Aku tak haus.. "Ucap Dominik.


" Sebenarnya jika ingin menyebrang ke hutan Kuro aku punya cara aman.. "Ucap Argus.


" Oh.. Apakah maksudnya naik helikopter itu lagi..?? " Tanya Roland.


"Helikopter..?? Monster jenis apa itu..? Namanya sangat aneh.. " Ucap Dominik.


"Itu bukan monster.. Tapi sejenis kendaraan terbang buatan Argus juga.. " Ucap Roland.


"Kendaraan terbang..?? " Ucap Dominik.


"Selain kapal anda bisa membuat kendaraan terbang juga..?? "


"Kau tak tau, ini sebenarnya rahasia.. Jangan mengatakan ke siapapun, Argus juga bisa membuat kendaraan darat dan saat ini kerajaan kami sedang menelitinya dan dalam tahap replikasi lagi.. " Ucap Roland.


"Benarkah..? Itu artinya kalian bisa menjadi kerajaan termaju bukan..

__ADS_1


Jika masalah ku selesai, aku akan mengusulkan kerjasama dengan Illia.. " Ucap Dominik.


"Tak masalah.. Namun kau harusnya mengatakan itu ke Argus.. " Ucap Roland.


"Setelah ini kerajaan Illia juga bermaksud membuat pengumuman resmi tentang kepemilikan Pulau Naga.. "


Tiba-tiba Roland terdiam sesaat dan kemudian ia menepuk jidatnya.


"Sial.. Aku lupa mengatakan ini.. "Ucap Roland.


" Argus.. Karena pulau Naga bukan bagian dari kerajaan manapun saat ini jadi kau harus membuat Pulau Naga menjadi kerajaan mandiri milikmu sendiri.. "Ucap Roland.


" Kalau tidak saat kau membuat kemajuan tertentu tentang pulau Naga, ada kemungkinan jika terjadi kerajaan atau orang yang iri mungkin akan mengklaim kepemilikan pulau Naga ke kerajaan mereka.. "


"Karena itu Raja memutuskan untuk mengumumkan kepemilikan pulau Naga setelah kau memutuskan membuat Naga lain untuk pulau itu.. " Ucap Roland.


"Kerjaan illia akan menjadi kerjaan pertama yang mengakui kedaulatan pulau mu itu nantinya.. Ini adalah dokumen kepemilikan pulau Naga.. "


"Kau melupakan hal seperti itu setelah pergi begitu lama bersama-sama..?? " Tanya Dominik.


"Jangan salahkan aku.. Argus selalu membuat ku melupakan hal itu.. " Ucap Roland.


"Aku..?? Apa yang aku lakukan..? " Tanya Argus.


"Kau membuat ku merasakan berbagai ciptaan mu terus menerus bukan..? Karena itu aku sampai lupa.. "Ucap Roland.


" Sial. Itu kau sendiri yang bermain-main.. Bukan salahnya.. "Ucap Dominik.


" Lupakan.. "Ucap Argus.


" Nama untuk kerajaan ku kah..?? "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Pelayaran mereka terus berlanjut, akhirnya setelah beberapa waktu melewati lautan mereka sudah bisa melihat kota pelabuhan Fista kerajaan Raika..


Mereka mulai merapat di salah satu Dermaga yang kosong, itu merupakan dermaga khusus kapal anggota kerjaan..


Argus memilih di sana karena ia bersama Roland dan Olivia, jadi tak masalah memilih di berlabuh di sana..


Dan saat perahu milik Argus mendekati pelabuhan, itu secara otomatis menjadi pusat perhatian di sana..


Dan juga selain desain itu kapal Argus juga memilih menuju dermaga khusus keluarga kerajaan..


Namun tak ada tanda kerajaan di perahu milik Argus, hal ini membuat mereka lebih penasaran.


Para prajurit yang bertugas di sana langsung waspada dan menunggu di bawah kapal agar bisa melihat siapa pemilik kapal itu..


"Ini sedikit merepotkan.. " Gumam Argus melihat itu.


"Hei Roland.. Ini Bagian Mu untuk tampil..! " Ucap Argus sedikit keras memanggil Roland.


"Ada apa..?? " Tanya Roland saat ia berjalan mendekati Argus.


"Sama seperti sebelumnya.. Kau keluar duluan untuk membuka jalan.. " Ucap Argus.


"Kenapa aku semakin merasa kau selalu memanfaatkan jabatan ku untuk hal semacam ini..? " Ucap Roland.


"Mau bagaimana lagi, aku tak mungkin menjelaskan semuanya.. Mereka tak mengenal ku.. " Ucap Argus.


"Dimitri saat ini menyamar menjadi Dominik, Wilona juga menyamar sekarang.. Apa kau ingin Olivia yang menangani hal ini..? "


"Dan juga.. Kau kan yang mengusulkan memakai dermaga khusus ini..?? " Ucap Argus.


"Baiklah.. Baiklah.. Biarkan orang tampan ini membukakan jalan untuk kalian semua.. " Ucap Roland sambil membenarkan kerah bajunya..


Lalu ia berjalan turun lebih dahulu menemui prajurit di sana..


Setelah beberapa saat para prajurit memberikan hormat dan mempersilahkan Roland untuk lewat.


"Yo...!! Kalian turunlah.. Kalian bisa mengikuti pangeran ini sekarang.. "Ucap Roland.


"Aku benar-benar ingin memukulnya.. "Ucap Dominik.


" Banyak kesempatan.. Kalau kau ingin memukulnya pukul saja.. "Ucap Argus.


"Mari kita turun.., "


Lalu Argus menyuruh yang lainnya untuk turun dari kapal, penampilan semua wanita di kapal itu membuat mereka di sana sangat terkejut..


Karena semuanya adalah wanita cantik, hal ini membuat para laki-laki di sana tak bisa mengalihkan pandangan mereka semua..


Setelah turun Argus menyimpan kapal besar itu ke penyimpanan miliknya. Ini membuat semuanya terkejut, tak terkecuali Dominik..

__ADS_1


"Seberapa besar alat penyimpanan milikmu..?? Kau bahkan bisa memasukkan kapal..? " Ucap Dominik.


"Aku tak bisa mengatakannya.. Yang jelas apapun bisa aku simpan.. " Ucap Argus.


"Mari kita cari penginapan.. "


"Kenapa kita menginap..?? Lebih baik kita berangkat sekarang saja.. " Ucap Roland.


"Mau berangkat dengan apa..? " Tanya Argus.


"Kau kan punya mobil. Pakai saja mobilnya.. " Ucap Roland.


"Apa kau mau duduk di atap..?? " Tanya Argus.


"Yang benar saja.. " Ucap Roland.


"Lalu apa kau melupakan kapasitas mobil itu..?? Kita sekarang ada sepuluh orang kau ingat..? " Ucap Argus.


"Eh..?? " Roland baru sadar saat itu.


Ia melihat Ke sekeliling dan ia melihat yang lainnya di sana.


"Aku melupakan nya.. Kalau begitu apa kita akan jalan kaki..? "


"Pertama mari cari tempat istirahat dulu, setelah itu kita akan membahasnya.. " Ucap Argus.


Setelah itu mereka mencari penginapan yang masih kosong, namun sedikit susah mencarinya..


Karena Argus membutuhkan kamar untuk banyak orang saat ini, jadi pada akhirnya setelah mencari sampai sore mereka mendapatkan kamar yang pas..


Mereka berkumpul di salah satu kamar untuk membahas apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..


"Jadi untuk sekarang kita memerlukan kendaraan.. Aku memiliki tiga opsi sekarang.. " Ucap Argus.


"Pertama aku bisa membuatnya, namun kita masih membutuhkan material dan binatang untuk menariknya.. "


"Kedua, kita bisa membeli jika ada yang menjualnya di sini..? " Ucap Argus sambil melihat Dominik.


Karena dia orang lokal jadi seharusnya dia paham di sini.


"Di sini tak ada yang menjual kendaraan atau binatang untuk menarik kereta, namun kita bisa menyewa mereka.. " Ucap Dominik.


"Tidak.. Aku tak ingin menyewa. Terlalu beresiko hal itu.." Ucap Argus.


"Lalu opsi ketiga..? " Tanya Roland.


"Melakukan perjalanan dengan mengendarai monster panggilan atau yang ada di sekitar sini.. " Ucap Argus.


"Bagus.. Kalau begitu.. .. " Ucap Roland namun sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, Argus sudah memotong terlebih dahulu.


"Tapi aku tak ingin menggunakan monster yang terlalu mencolok.. " Ucap Argus dengan cepat.


"Akhh.. Sial.. Mau menghancurkan impianku untuk mengendarai Naga.. " Ucap Roland.


"Sepertinya opsi ketiga jauh lebih cocok, kita bisa melewati jalur hutan dengan mengendarai monster.. " Ucap Dominik.


"Yap.. Itu memang benar, namun yang jadi pertanyaan adalah.. " Ucap Argus sambil melihat ke tiga wanita di sana.


"Ada apa sayang..? " Tanya Levi.


"Apakah kau takut kami tak bisa menunggang binatang..? " Tanya Feniks.


"Bukan itu.. Tapi apakah para monster level rendah tidak akan takut terhadap kalian..?? " Tanya Argus.


"Itu.. " Levi tak bisa menjawab hal ini.


Walaupun mereka sudah menjadi mirip manusia, namun bagaimana pun juga Level mereka terlalu tinggi yang menyebabkan monster level rendah kemungkinan akan ketakutan..


"Sepertinya monster juga tak bisa kita gunakan.. " Ucap Argus.


"Master.. Sebenarnya jika itu monster panggilan, itu masih mungkin.. Karena mereka bisa menuruti pemanggil nya.. " Ucap Marlin.


"Kau tau dari mana..? " Tanya Levi.


"Aku sempat menjumpai orang yang menaiki binatang panggilan di lautan, dan walaupun itu binatang monster level rendah mereka tetap mendengarkan pemanggil nya walaupun sebenarnya mereka takut.. " Ucap Marlin.


"Itu bagus.. Aku akan mencoba memanggilnya nanti.. " Ucap Argus.


"Tunggu.. Apa yang sebenarnya kalian bicarakan..?? Kenapa monster level rendah akan takut pada mereka..? " Tanya Dominik.


"Itu karena.. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2