
Setelah itu Argus dan Mitchell kemudian memasuki pintu belakang toko dan ternyata di belakang toko itu ada halaman luas..
Dan di sana juga terlihat Renda yang sedang sibuk mencatatkan semua bawaan yang ada di kereta satu persatu.
Argus mengikuti Mitchell masuk kedalam rumah di belakang toko itu. Rumah itu terlihat cukup besar dan luas.. Dan di depan rumah saat ini sudah ada wanita setengah baya bersama dengan Nari.
Sepertinya itu adalah istri dari Tuan Mitchell. Nyonya Ana.
"Sayang.. Aku pulang.. " Ucap Mitchell kepada istrinya.
Setelah berpelukan sebentar, mereka kemudian berbalik ke arah Argus.
"Apakah ini Tuan Argus yang Nari ceritakan..? " Tanya Nyonya Ana.
"Benar, ini Tuan Argus yang membantu kami selama perjalanan ini. Jika bukan karena Dia, kami mungkin sudah mati di makan Death Worms.. " Ucap Mitchell
Mitchell dan anaknya sudah sepakat untuk merahasiakan masalah Bandit yang sebelumnya menghadang mereka di jalan. Karena mereka takut akan menimbulkan masalah untuk Argus jika masalah ini sampai tak sengaja tersebar.
"Halo nyonya Ana.. Salam kenal, namaku Argus Okinawa.. Aku hanya petualang yang kebetulan bertemu dengan Tuan Mitchell..
Jadi itu semua hanya hal kecil.. " Ucap Argus
"Hallo Tuan Argus.. Walaupun anda mengatakan hal kecil. Namun bagi tulang tua seperti kami, itu adalah hal besar karena sudah menyelamatkan suamiku.. " Ucap Nyonya Ana
"Benar, dimana anak mu..? "
"Ohh.. Dia saat ini aku suruh memilih pakaian apapun yang ia suka sebagai hadiah..
Aku jamin jika kau melihat Hawa kecil pasti akan menyukainya. Dia sangat manis.. " Ucap Mitchell
"Benarkah..? Aku tak sabar melihatnya.. " Ucap Nyonya Ana
"Nari.. Cepatlah berikan kami cucu yang lucu juga, jangan sibuk dengan penelitian terus.. "
Nari yang mendengar itu hanya menjulurkan lidahnya kemudian ia berlari masuk ke dalam rumah.
"Anak itu...
Dan kau juga Mitchell, biarkan Renda liburan bersama Nari agar bisa memiliki anak.. Jangan memaksanya belajar bisnis terus menerus..! " Ucap Nyonya Ana
"Ok ok ok.. Aku akan memberikan mereka liburan setelah ini.." Ucap Mitchell
"Jika sampai tahun depan aku tak mendapatkan kabar bahwa aku akan mendapatkan cucu segera, kau bersiaplah untuk tidur di luar.. Jangan harap bisa masuk ke kamar.. " Ucap Nyonya Ana
"Bisakah kau membahas ini nanti, lihat kita ada tamu penting sekarang.. " Ucap Mitchell yang sedikit malu di depan Argus
"Kenapa.. Lihat saja Tuan Argus yang masih muda sudah memiliki anak yang lucu..
Sedangkan Renda yang jauh lebih tua dari Tuan Argus belum memiliki anak sama sekali, ini karena kesalahan mu yang terus memaksanya mewarisi bisnis kita.. " Ucap Nyonya Ana.
"Ya ini salahku.. Tapi bisakah kau memberiku wajah di depan Tuan Argus.. " Tanya Mitchell
"Hemm.. Jika bukan karena Tuan Argus di sini, jangan harap bisa lolos lain kali.. " Ucap Nyonya Ana.
"Maafkan aku Tuan Argus untuk pertunjukan yang memalukan ini.. " Ucap Mitchell
"Tak masalah.. Ini hal yang wajar dalam keluarga..
Kalian terlihat harmonis, aku menyukai keluarga seperti kalian yang terbuka.. " Ucap Argus sambil tersenyum.
Walaupun terlihat bertengkar, namun keduanya jelas-jelas saling menyayangi. Ini adalah keluarga yang memang sudah di bina secara harmonis dalam waktu lama. Dan saling terbuka untuk segalanya.
Melihat keduanya membuat Argus rindu sosok kakek neneknya yang merawat Argus dari kecil setelah kematian ke-dua orang tuanya di kehidupan sebelumnya.
Jadi Argus sama sekali tidak keberatan melihat pertengkaran keduanya.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Beberapa saat kemudian Saat Argus dan Tuan Mitchell serta Nyonya Ana sedang mengobrol, Hawa terlihat berjalan dengan Lisa kearah Argus sambil membawa banyak pakaian.
Kemudian Hawa langsung berlari ke pelukan Argus dan meminta di gendong oleh Argus.
"Ayah, Hawa mendapatkan banyak pakaian..
Hawa juga memilih pakaian untuk ayah.. " Ucap Hawa sambil tersenyum senang.
"Benarkah..? Terimakasih Putri kecil ayah.. " Ucap Argus sambil mencubit hidup mungil Hawa.
Hawa hanya tertawa menanggapi Argus.
"Apakah ini Hawa kecil..? Kemari lah.. Nenek ingin melihat Hawa juga.. " Ucap Nyonya Ana saat melihat Hawa.
Kemudian Argus menurunkan Hawa dan membiarkannya berjalan ke arah Nyonya Ana.
"Anak yang lucu.. Siapa namamu gadis lucu..? "
"Hawa.. Nama ku Hawa Okinawa.. " Ucap Hawa
__ADS_1
"Nama yang cantik, secantik anaknya..
Ayo ikut nenek kedalam, nenek punya banyak permen di dalam. Biarkan Ayahmu dan kakek berbicara soal bisnis.. " Ucap Nyonya Ana.
Kemudian ia membawa Hawa dan Lisa ke dalam rumah.
"Maafkan istriku.. Ia sudah lama mendambakan seorang cucu.. " Ucap Tuan Mitchell
"Ya tak masalah, hanya saja.. Aku harap Hawa tak membuat masalah nantinya, dan untuk baju ini aku harap bisa di potong saja dari pembayaran sebelumnya.. " Ucap Argus
"Tak masalah..
Jadi mari masuk dan duduk di dalam saja, di sini sudah mulai panas dan tak cocok untuk mengobrol.. " Ucap Tuan Mitchell
"Oh benar, karena hari sudah mulai sore.
lebih baik kalian tinggal di sini malam ini.. Dan biarkan Hawa bersama Ana untuk beberapa saat agar ia bisa mengobati kerinduan akan cucu yang ia inginkan.. "
"Dan besok jika kalian ingin pergi, aku akan membiarkan pembantu ku untuk menunjukkan arah kepada kalian.. " Ucap Tuan Mitchell
"Baiklah.. Aku rasa itu tak masalah selama tidak merepotkan anda.. " Kata Argus.
Bagaimana pun juga saat melihat cara Nyonya Ana melihat Hawa memang terlihat jelas jika ia benar-benar menginginkan seorang cucu.
Jadi Argus juga tidak tega jika membawa Hawa pergi sekarang dan tinggal di penginapan, jadi Argus memilih menerima tawaran dari Tuan Mitchell untuk tinggal di kediamannya.
Setelah sampai di dalam, mereka membicarakan pembayaran untuk dua jam tangan itu. Dan kemudian di sepakati dengan 2koin platinum dan 100 koin emas.
Lalu untuk Death Worms itu di hargai dengan sembilan koin emas dan 20 koin silver setelah Argus ngotot untuk membayar pakaian yang Hawa ambil, dan hanya menerima dua pakaian sebagai hadiah saja.
Setelah itu ada seorang pelayan yang mengatakan makanan sudah siap, jadi tuan Mitchell mengajak Argus untuk ikut makan bersama. Dan di tempat makan Argus melihat Nyonya Ana saat ini sedang memberikan makan untuk Hawa.
Argus tak ingin menganggu mereka jadi ia hanya menyuruh Lisa untuk ikut duduk dan makan, dan menjelaskan kepada tuan Mitchell tentang kebiasaannya.
Dan setelah mendengar hal itu, Tuan Mitchell dan yang lainnya pun akhirnya setuju dan membiarkan Lisa ikut bergabung bersama mereka.
Saat dalam acara makan itu mereka mulai mengobrol bersama. Sekali lagi di sana Mitchell menceritakan masa lalu miliknya terutama saat pertama ia bertemu istrinya..
Argus tersenyum menanggapi cerita itu. Karena ini kedua kalinya Tuan Mitchell menceritakan hal itu, dan di sini terlihat jelas hubungan keluarga tuan Mitchell yang terlihat harmonis. Canda tawa menyertai acara makan mereka.
Lalu tiba-tiba Nyonya Ana bertanya kepada Argus.
"Tuan Argus.. Anda terlihat masih sangat muda namun sudah memiliki anak. Dan anda membesarkannya seorang diri, dimana ibu Hawa..?" Tanya Nyonya Ana
"Sebenarnya Hawa bukan anak kandung ku, dia adalah anak yang di titipkan oleh seseorang yang sudah meninggal sekarang.
Jadi aku merawatnya seperti anakku sendiri dan memberikan nama belakang untuk nya.. " Ucap Argus
"Ternyata seperti itu.. Maaf sudah bertanya.. " Ucap Nyonya Ana
"Tak masalah.. " Ucap Argus
"Oh benar, sebenarnya apa Job yang di miliki Tuan Argus ini.. Aku sama sekali tak bisa menebak melalui penampilan anda.. " Tanya Nyonya Ana
"Saya seorang penyihir.. " Jawab Argus.
Argus tak ingin mengatakan jobnya saat ini, karena terlalu banyak pertanyaan yang akan keluar jika ia mengatakan yang sebenarnya. Dan Penyihir juga tak sepenuhnya bohong, karena ia memang masih termasuk kelas penyihir.
"Penyihir kah..? Anda sama sekali tak mirip dengan kebanyakan penyihir.. Anda tak memakai jubah dan juga tak membawa tongkat sihir sepertinya.." Ucap Nyonya Ana
"Sihir Tuan Argus sangat kuat, dia juga hebat dalam pertarungan tangan kosong dan sangat kuat.
Aku yakin ia adalah orang terkuat yang pernah aku lihat. " Ucap Renda.
"Benarkah..?? " Ucap Nyonya Ana
"Oh kalo begitu, Sayang bagaimana jika kita memberikan benda itu.. "
"Benda itu..?
Apakah maksud mu benda itu..?? " Tanya Tuan Mitchell
"Benar.. " Kata Nyonya Ana
Argus hanya diam melihat percakapan keduanya, pasalnya ia tak tau apa yang di maksudkan dan bahkan terlihat jelas Rendah dan Nari juga tak mengerti apa yang di maksud kedua nya.
"Baiklah, Tuan Argus ayo ikut denganku.. " Kata Tuan Mitchell.
Namun sebelum dia sempat berdiri, ia sudah di pukul duluan oleh istrinya.
"Kau ini...! Kita sedang makan sekarang, lakukan hal itu nanti setelah selesai makan.. " Ucap Nyonya Ana
"Ohh.. Maaf salah ku.. salahku. Aku terlalu bersemangat..
Ayo lanjutkan, setelah ini aku akan membawa Anda ke satu tempat.. " Ucap Tuan Mitchell
.
.
. __________\=Skip\=_________
__ADS_1
.
.
. __________\=Skip\=_________
Setelah mereka selesai makan, Tuan Mitchell membawa Argus ke salah satu gudang di dalam rumah itu.
Di sana Argus melihat banyak koleksi barang berharga milik Tuan Mitchell. Argus bertanya-tanya apa yang ingin di tunjukkan oleh Tuan Mitchell.
Lalu setelah berjalan beberapa saat Argus dan Tuan Mitchell akhirnya berhenti di depan sebuah kotak yang di tutup dengan kain hitam.
"Apa yang ingin anda tunjukkan..? " Tanya Argus.
"Ini adalah salah satu koleksi keluarga kami, ini sudah di simpang sangat lama dan merupakan barang warisan keluarga.. " Ucap Tuan Mitchell
Lalu ia mulai membuka kain hitam yang menutupi kotak itu.
Dan di dalamnya terlihat ada sebuah Kotak kaca dengan isi di dalamnya adalah sebuah Jubah sihir.
Namun gayanya sedikit berbeda dengan kebanyakan jubah penyihir lainnya. Pasalnya Itu lebih seperti perpaduan antara jubah dan Zirah milik warior. Atau bahkan lebih mirip Jubah assasin.
Karena kebanyakan Mage hanya memakai jubah yang longgar dan menutupi tubuhnya, itu seperti Jubah Mage klasik hanya dengan sentuhan warna berbeda saja yang membuatnya lebih menarik. dan mereka biasanya akan membawa tongkat sihir bersama mereka atau buku sihir.
Sedangkan yang ada di depan Argus, ia percaya itu lebih mirip Assassin. Pakaian dengan jubah dan tudung kepala, bagian badan pas tak terlalu kecil atau longgar yang mempermudah pergerakan.
Itu benar-benar mirip jubah Assassin.
"Ini adalah Jubah yang di temukan di dalam reruntuhan bersama dengan sebuah catatan dulu sekali oleh kakek ku.
Dan karena entah kenapa tak ada yang sanggup memakainya sampai sekarang. Jadi kami memutuskan menyimpan jubah ini. " Ucap Tuan Mitchell
"Saya melihat Anda sangat pandai sihir dan pertempuran jarak dekat, jadi aku pikir jubah ini cocok dengan Anda.. "
"Berapa harga untuk jubah ini..? " Tanya Argus
"Tidak.. Anda salah paham di sini.
Saya tidak bermaksud menjualnya kepada Anda, melainkan memberikannya secara percuma.. " Ucap Tuan Mitchell
"Tapi bukankah ini koleksi keluarga dan barang dagangan..? " Tanya Argus.
"Memang benar, namun untuk apa di pertahankan jika tak ada yang cocok memakainya..? " Ucap Tuan Mitchell..
"Dan aku rasa ini sangat cocok untuk anda.. Jubah ini hanya dapat dipakai oleh mage namun juga memerlukan Fisik yang kuat. "
"Entah mengapa setiap mage yang ingin memakai jubah ini merasakan kelelahan yang berlebihan saat mereka menyentuh benda ini. Dan saat orang lain selain mage mencobanya, mereka merasa bahwa mana mereka akan terkuras habis..
Jadi aku rasa Anda yang seorang mage dan memiliki fisik kuat adalah satu-satunya kandidat yang cocok. "
"Dan lagi, ini bukan barang dagangan.. Ini adalah warisan yang di turunkan oleh keluarga kami agar menemukan pemilik yang sesuai..
Jadi ini benar-benar gratis.. " Kata Tuan Mitchell
"Baiklah aku akan mencobanya.. " Kata Argus
Kemudian Argus menyentuh pakaian itu namun ia tak merasakan apa yang di katakan Oleh Tuan Mitchell tadi, lalu Argus mencoba memakainya dan selain tidak merasakan efek seperti yang di katakan.
Argus justru merasa nyaman dan merasakan kekuatannya seperti berlipat ganda. Argus merasa aneh tentang ini.
Dan saat ia masih mengamati jubah itu, ia melihat Tuan Mitchell ternyata sudah terduduk dan menundukkan kepalanya.
"Apa yang Anda lakukan Tuan Mitchell.. " Tanya Argus
"Terimakasih.. Akhirnya aku benar-benar memastikan bahwa anda adalah Tuan Magus dalam ramalan.. " Ucap Tuan Mitchell
"Magus..? Ramalan..? Apa maksudnya..? " Tanya Argus
"Sebenarnya Jubah ini di temukan bersama sebuah catatan.. Dimana isi catatan itu adalah menceritakan ramalan akan munculnya seorang Magus yang akan mengubah dunia ini.. " Kata Tuan Mitchell
Kemudian ia menjelaskan apa yang dimasukkan dengan Magus itu kepada Argus sama seperti saat ia menceritakan kepada Renda sebelumnya.
"............. Dan Jubah ini adalah jubah yang hanya bisa di pakai oleh orang dalam ramalan itu. Seorang Magus.. " Ucap Tuan Mitchell
"Magus..? Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu.. Tapi jika itu benar, bisakah Anda merahasiakan hal ini..?
Aku sama sekali tak ingin ada yang mengganggu ku nantinya gara-gara hal ini.. " Ucap Argus
"Tak masalah, karena hal ini hanya di ketahui oleh keturunan dan keluarga kami saja.. Tak ada orang lain yang mengetahui fakta ini.. " Ucap Tuan Mitchell
"Oh benar.. Masih ada satu barang lagi..
Tunggu sebentar di sini, aku akan mengambilnya.. " Ucap Tuan Mitchell.
Setelah itu ia berjalan masuk lebih dalam ke gudang itu meninggalkan Argus menunggu di sana.
"Seorang Magus kah..?? " Gumam Argus
.
.
__ADS_1
. Bersambung