Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
71


__ADS_3

"Ya sepertinya kutukan ini cocok untuk di gunakan.." Gumam Argus


"Time Stop..! "


Kemudian Argus menghentikan waktu lagi, dan setelah itu ia menggunakan Gate untuk muncul di dekat Count Kono.


Argus melihat wanita yang saat ini tergeletak di depannya dalam kondisi yang penuh luka lebam di sekujur tubuhnya .


Argus awalnya ingin mengeluarkan wanita itu, namun saat melihat ada tanda budak di tubuh wanita itu Yang artinya ia adalah budak dari Count Kono. Jadi Argus membatalkan niatnya karena jika ia pergi dari sana mungkin nasibnya takan lebih baik dan mungkin ia akan di tuduh untuk masalah yang akan Argus lakukan.


Jadi Argus akhirnya berjalan kearah wanita itu dan menyembuhkan luka-lukanya saja, namun Argus tak menghilangkan lebam di tubuhnya untuk menghindari kecurigaan Count nantinya.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu, sekarang semoga nasibmu akan lebih baik setelah ini.. " Ucap Argus


Kemudian Argus berbalik dan berjalan ke arah Count Kono yang masih dalam kondisi membeku oleh waktu itu.


"Dan untukmu.. " Ucap Argus sambil membuat Rune yang sama dengan yang ada di Grimoire itu.


Lalu ia memasukkan Rune itu ke dalam tubuh Count.


"Selamat menikmati hadiah dariku.. " Ucap Argus.


"Baiklah, sepertinya semua sudah beres di sini. Aku bisa pergi sekarang.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________


Setelah menyelesaikan semua masalah di tempat kediaman Count, Argus tak langsung membuat waktu berjalan normal terlebih dahulu.


Ia memilih pergi dari sana dan muncul tak jauh dari Lisa dan lainnya, kemudian barulah ia membuat waktu kembali normal.


"Apakah masih belum selesai berbelanja nya..?" Tanya Argus tiba-tiba di belakang Lisa dan Hawa.


"Master/Ayah..! " 2X teriak Lisa dan Hawa bersamaan.


Setelah itu Hawa langsung berlari dan memeluk Argus meminta untuk di gendong.


"Terimakasih sudah mengawasi mereka.. " Kata Argus kepada Alfred


"Sudah menjadi tugas ku Master.. " Ucap Alfred.


"Apakah urusan master sudah beres..? " Tanya Lisa


"Ya.. Sebagian sudah, namun aku masih perlu pergi ke istana lagi besok untuk mengambil komisinya.. " Ucap Argus


"Oh benar, bagaimana masalah rumah. Apakah sudah kalian tanyakan..? "


"Sudah.. " Jawab Lisa.


"Kalo begitu, mari bicara sambil jalan.. " Ucap Argus


"Hai sayang.. Apa saja yang kalian beli.. ? " Tanya Argus ke Hawa.


"Hawa membeli banyak makanan.. Dan juga... " Hawa mulai menceritakan semua yang ia lakukan sepanjang hari ini..


Argus juga memberi kode kepada Lisa agar ia menceritakan masalah pembelian rumah.


"Menurut tuan Mitchell, kita harus pergi ke bagian agen penjualan rumah. Dan kami pun akhirnya ke sana mengikuti arah yang di beritahukan tuan Mitchell.. " Kata Lisa


"Dari sana kami mengetahui bahwa tanah di kota Taito saat ini sudah penuh, dan tak ada yang di jual lagi. Namun jika berniat membeli tanah atau bangunan untuk dagang, masih banyak lokasi yang tersedia.. "


"Namun untuk daerah zona Biru masih banyak lokasi kosong. Tetapi..


Ya seperti yang master tau, Zona itu hanya untuk kaum bangsawan.. "


"Jadi jika ingin membeli rumah hunian hanya tersedia rumah bekas saja. Dan itu hanya di daerah Zona hijau satu yang saat ini tersedia.. "


"Dan kami juga sempat melihat rumah bekas yang tersedia itu, namun kondisinya tak terlalu bagus dan perlu renovasi. Selain itu juga terlalu dekat dengan tempat pembuangan sampah di daerah itu..


Sedangkan untuk rumah lainnya memiliki lokasi yang tidak cocok, karena dekat dengan penginapan dan bar.. "

__ADS_1


"Dan untuk yang lainnya kami belum sempat melihatnya karena orang yang mengantar kami mendapatkan panggilan bahwa ada bangsawan yang ingin membeli tanah lagi, jadi ia harus pergi segera.. "


Setelah mendengar semuanya Argus pun mengerti, sepertinya rumah di kawasan hijau sangat sulit di dapatkan.


Jika tak memiliki jabatan memang sulit untuk mencari rumah di ibukota, namun Argus menduga itu takan bekerja di daerah kumuh Zona Hitam.


Namun Argus tak berniat untuk mencari di zona hitam sama sekali, karena ia sudah mendapatkan sebuah pulau dari raja.


"Baiklah aku paham sekarang.. Kau tak perlu lagi bertanya soal itu, karena aku sudah mendapatkan tanah yang mungkin cocok.." Ucap Argus


"Ohh di mana itu master..? " Tanya Lisa.


"Pulau Naga.. " Jawab Argus.


"Pulau Naga. Pulau naga? " Gumam Lisa.


"Tunggu..! Apakah maksud Master pulau terlarang itu.? " Tanya Lisa.


"Ya benar sekali.. " Ucap Argus


"Tapi master. Bukannya itu tempat yang sangat berbahaya..? Sampai-sampai di hapus dari peta.? " Tanya Lisa.


"Ya, namun bagiku itu bukan masalah. Kita bisa mengurusnya nanti. " Ucap Argus


"Ee.. Baiklah jika itu keputusan Master.." Ucap Lisa.


Setelah itu mereka terus berjalan bersama ke arah penginapan.


.


.


. __________\=Skip\=_________


Sehari setelahnya Argus kembali pergi ke istana. Kali ini ia membawa Lisa dan lainnya ke sana.


Berbeda dengan sebelumnya, saat Argus sampai di depan gerbang istana. Sudah ada yang menunggu dan menyambut Argus untuk membawanya ke tempat tunggu.


Dan kali ini tempat untuk menunggu lebih besar dari sebelumnya. Di dalam ruangan itu juga sudah di sediakan beberapa buah untuk mereka.


Dan saat bertanya kepada lisa tentang buah itu, ternyata di dunia ini bernama buah madu. Mungkin ini karena rasanya yang sangat manis hingga di namai seperti itu.


Setelah beberapa saat kemudian, Sebastian dan Raja Rodrike datang menemui Argus sendiri. Argus sedikit bingung, biasanya atau seharusnya orang lain lah yang harus menemui Raja jika ingin berkunjung atau bertemu. Bukan sebaliknya Raja yang akan datang menemui orang itu.


Tak hanya itu, kali ini yang datang tak hanya keduanya. Tapi juga pangeran Roland putri Olivia dan Ratu Silvia dan Juga Viscount bagian keuangan sebelumnya juga ikut datang.


"Selamat pagi Argus, apakah kamu terkejut melihat kami semua berkumpul di sini menemui mu dan bukan memintamu menemui kami..? " Ucap Sebastian sambil tersenyum.


"Ya.. Ini sedikit aneh bagiku.. " Ucap Argus.


"Tak perlu bingung begitu, kami hanya ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepada mu saja.. " Jelas Sebastian.


Dan saat melihat Argus ingin mengatakan sesuatu, Sebastian kembali berkata dan memotong omongan Argus.


"Aku tau ini Hanya Quest yang kamu ambil, jadi merupakan kewajiban mu bukan..?


Tapi bagi kami itu berbeda, kau telah menyelamatkan salah satu keluarga kami. "


"Benar sekali, jika kamu tidak menolong Roland tepat waktu. Mungkin ia takan bisa duduk di sini sekarang.. " Ucap Raja Rodrike.


"Ya aku benar-benar ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepadamu yang telah menyelamatkan ku..


Haihh.. Di dalam Dungeon itu tadinya aku kira akan menjadi pemakaman ku. Tapi saat aku sadar kembali, aku sudah ada di kamar ku dan ibu Ratu telah menjelaskan semuanya. " Ucap Roland


"Bahwa kaulah yang telah menyelamatkan ku dari mimpi buruk itu, karena itulah aku ingin bertemu dengan mu secara langsung.. "


"Sebenarnya itu tidak perlu sampai seperti ini, bagaimana pun juga itu hanya sebuah pekerjaan yang aku ambil. Jadi Anda tak perlu sampai berterimakasih seperti ini. " Ucap Argus


"Tidak, inilah yang harus kami lakukan.. Kau telah menyelamatkan keluarga kami dan juga calon penerus tahta Kerajaan Illia..


Bahkan sebenarnya aku ingin memberikan penghargaan yang lebih meriah untuk berterimakasih kepada mu.. " Ucap Raja Rodrike


"Namun Sebas mengatakan bahwa kamu takan menyukai hal itu dan malah akan membuatmu semakin tidak nyaman.

__ADS_1


Jadi kami akhirnya hanya memutuskan untuk menemukan mu bersama-sama sebagai ucapan terimakasih. "


"Baiklah, aku akan menerima ucapan terimakasih kalian. Jadi bisakah kita lupakan saja hal ini dan berhenti membahasnya di sini.. " Ucap Argus.


"Baiklah.. Oliv.. " Kata Raja Rodrike


Kemudian Putri Olivia berjalan kedepannya dan kemudian menyerahkan sebuah gulungan yang terikat pita di tengahnya.


"Ini..? " Argus tak tau isi dari gulungan itu.


"Itu adalah sertifikat tanah dari pulau Naga yang kau minta, dan sekarang pulau itu adalah milikmu.. " Ucap Raja Rodrike.


"Benarkah..? " Lalu Argus membuka gulungan itu dan memang isinya adalah hak kepemilikan Pulau Naga.


Terlebih lagi di sana juga di jelaskan bahwa Argus tak akan perlu membayar pajak apapun ke kerajaan manapun. Itu seperti memiliki kerjaan pribadi.


Argus cukup senang akan hal ini, karena itu tidak akan mempersulit Argus kedepannya untuk mengirimkan pajak ke ibukota setiap tahunnya.


Setelah selesai membaca isinya, Argus menyerahkan gulungan itu kepada Lisa untuk di simpan terlebih dahulu.


"Sepertinya tak ada masalah dengan isinya..


Jadi sekarang kita bisa berbicara tentang hadiah dari Quest penyelamatan Roland.. " Ucap Raja Rodrike.


"Oh benar, Nina mengatakan bahwa kamu juga merupakan pemilik material Adamantium yang di lelang Guild bukan..? "


"Aku sama sekali tak menyangka ada seseorang yang mampu mengalahkan Monster sebesar itu seorang diri... Aku tak tau pencapaian apa lagi yang akan kau raih selanjutnya.. " Ucap Raja Rodrike


Lalu ia melihat ke arah Viscount Nana. Dan memberikan tanda kepadanya.


"Untuk uang dari pembayaran lelang karena terlalu banyak, jadi saya hanya bisa menyiapkan di dalam gerbong kereta di bagian gudang dan tak bisa membawanya ke sini. Jadi saya mohon maaf untuk itu jika anda harus pergi ke gudang untuk mengambil uang itu. . " Ucap Nana


"Aku mengerti.. Aku akan kebagian gudang setelah ini.. " Ucap Argus.


"Kalo boleh tau, memang berapa banyak hasil penjualan yang Argus Terima..? " Tanya Roland yang penasaran.


"Itu sekitar 14 juta koin platinum dan hampir mencapai 15 juta.. " Ucap Nana.


"Waoo.. Uang keseluruhan tabungan ku saja tak lebih dari dua juta..


Kau sepertinya menjadi orang paling kaya di Kerajaan Illia ini.. " Ucap Roland sambil mengamati Argus.


"Sepertinya jika adikku jadi bersamamu ia takan menderita.. Akhh.. Kenapa kau mencubit ku..??"


Kata Roland.


Ia berteriak karena Olivia mencubit nya.


"Aku tak pernah mengatakan itu, lagipula Tuan Argus sepertinya sudah menikah dan memiliki anak.. " Ucap Olivia.


"Ehh.. Tapi Ibu Ratu mengatakan bahwa kau menyukai Tuan Argus bukan..?


Jika demikian, maka kau harus memperjuangkannya benar kan Saudara ku Argus..? " Ucap Roland.


"Lagipula laki-laki bisa menikah dengan beberapa wanita..


Akhhh... Kenapa ibu memukul kepala ku.. "


"Kau ini, apakah ini yang kau dapatkan setelah hampir mati..? " Ucap Ratu Silvia


"Ehh..? " Roland bingung mau mengatakan apa saat itu.


"Aku tak tau dari siapa kau mewariskan pikiran seperti itu.. " Ucap Sebastian sambil menutupi wajahnya.


"Kalian kenapa..?


Lupakan, Hai gadis kecil.. Siapa namanya..? " Tanya Roland yang tak memperdulikan keluhan keluarganya.


"Hawa.. Nama ku Hawa Okinawa.. " Ucap Hawa sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih kecilnya.


.


.

__ADS_1


. Bersambung.


__ADS_2