
Di kedalam Hutan, sebuah benda melaju sangat cepat membelah rimbunnya pepohonan..
Itu berbentuk panjang dangan warna merah darah, dan Saat di lihat dengan jelas, itu adalah tipe kendaraan yang belum pernah muncul di dunia ini. itu memiliki Roda tanpa ada yang menarik atau mendorongnya..
Melaju kencang tanpa ada suara bising menyertainya, benda itu adalah Artefak Sihir berbentuk Motor yang Argus buat sebelumnya.
Argus dan Lisa saat ini mengendarai kendaraan itu untuk menuju ke Desa Daka, tempat Quest Kenaikan Rank itu berada.
Tujuan Argus adalah reruntuhan Kuno yang di temukan di dekat salah satu danau yang ada di desa Daka.
Reruntuhan itu awalnya di temukan karena ketidaksengajaan. Seorang nelayan yang awalnya hendak beristirahat setelah mencari ikan di sana, Tiba-tiba terjatuh ke dalam lubang.
Dan teryata itu adalah sebuah pintu masuk kedalam reruntuhan, di sekitar pintu itu terdapat banyak ukiran yang tak ia kenal.
Jadi orang itu kemudian melaporkan hal ini ke Guild petualang cabang Daka setempat.
Setelah itu pihak Baron setempat melaporkan hal ini ke kota Isak dan menyerahkan keputusan penjelajah Reruntuhan itu ke Kota.
Hal ini di lakukan karena Guild petualang cabang daerah Daka tak memiliki petualang Rank Tinggi, jadi penjelajahan harus di selesaikan oleh pihak pusat.
Karena setiap reruntuhan kono biasanya di pasang banyak perangkap dan di huni monster yang tak di kenal, jadi Rank untuk menjelajahi reruntuhan kuno biasanya akan di serahkan kepada petualang Rank Tinggi.
.
.
. -----------
.
.
Sebelumnya di Kota Isak, Guild petualang.
.
Argus yang membaca isi Quest ini merasa aneh, dan memutuskan bertanya apa yang harus di lakukan. Karena Tugas Dalam Quest ini hanya menjelaskan untuk menjelajahi reruntuhan itu, dan tak ada penjelasan lainnya tentang harus bagaimana.
"Oh dalam Quest Penjelajahan Reruntuhan Kuno ini, kamu hanya perlu menjelajahi sejauh yang kamu bisa.
Jika memungkinkan, di harapkan agar bisa menjelajahi keseluruhan reruntuhan ini.. " Ucap Ema
"Dan jika kamu menemukan sesuatu yang berharga, kamu akan berhak mendapatkan separuh dari apa yang kamu temukan.. "
"Dan jika terdapat banyak informasi berharga lainnya di dalam reruntuhan itu, kami harap agar kamu bisa membaginya dengan kami.. "
"Lalu apakah kami akan melakukan penjelajahan ini sendirian atau pihak Guild akan menyertakan orang untuk memantau hasil penjelajahan ini..? " Tanya Argus
"Tidak, namun kami akan memberikan alat ini.. " Kata Ema sambil memberikan sebuah alat berbentuk bola kristal. Ini seperti yang di pakai Guild untuk pendaftaran sebelumnya.
Tapi jika di perhatikan ini berbeda, karena tidak memiliki kristal kecil di sekelilingnya.
Dan selain benda itu juga disertai benda lain yang harus di bawa juga. Benda kedua ini berbentuk seperti Anting.
"Benda bulat ini adalah alat transmisi dan penyimpanan memori dari apa yang akan ditunjukkan oleh anting itu, sedangkan Anting ini berfungsi sebagai mata yang akan memberikan gambar dari penjelajahan yang akan kamu lakukan.. " Ucap Ema.
"Bola ini harus di letakan di luar pintu dan di tempat aman. Sedangkan Anting ini harus di kenakan oleh orang yang akan menjadi jelajahi reruntuhan itu.. "
"Apa maksudmu aku harus memakai anting ini..? " Tanya Argus sembari mengamati Anting-anting itu.
"Seharusnya ya, namun karena kamu bersama Lisa kali ini. Kamu bisa menyerahkan Anting itu untuk di pakai Lisa.
Tapi ini dalam kasus jika Lisa ikut memasuki Reruntuhan juga. " Ucap Ema
"Ingat, Bola kristal ini harus tetap aman. Jadi jika kamu meminta Lisa memasuki juga.
Kamu mungkin perlu orang lain untuk menjaga bola ini.. "
"Oh itu tak masalah.. " Ucap Argus
Setelah itu Argus dan Lisa memutuskan untuk segera berangkat dari kota Isak. Setelah Argus menyusuri hutan cukup Jauh, ia mengeluarkan kendaraan yang sebelumnya ia buat.
"Wah..!! Master..! Apa ini..? Apakah ini yang master buat sebelumnya saat mengatakan ingin melakukan sesuatu..? " Teriak Lisa yang langsung bertanya saat melihat benda yang tak pernah ia lihat sebelumnya..
"Ya ini adalah Artefak Sihir berbentuk kendaraan bernama Motor.. " Ucap Argus
"Kita akan memakai ini untuk menuju daerah Daka, karena jika kita berjalan kaki itu mungkin akan memakan waktu lebih dari Empat hari kata Ema sebelumnya.. "
"Apakah Artefak ini menggunakan Core Monster juga Master..? " Tanya Lisa.
__ADS_1
"Ya, sebagai bahan bakarnya aku memang memakai Core. " Kata Argus.
"Ayo naik dan segera melanjutkan perjalanan..
Aku harap bisa menempuh setengah perjalanan sebelumnya malam.. "
Setelah itu Argus mengambil posisi menyetir sedangkan Lisa membonceng di belakang.
Karena bentuknya telah di sesuaikan untuk berkendara berdua atau lebih, jok motor itu sudah Argus buat lebih panjang dan nyaman.
Laju Motor itu sangat cepat dan nyaman, suspensi yang Argus buat bekerja dengan sangat baik. Argus cukup puas dengan hal ini, karena salah satu kekhawatiran Argus adalah masalah suspensi yang tidak bekerja dengan baik.
Namun tampaknya pekerjaan Argus cukup baik sebelumnya. Goncangan tak terlalu besar saat menyusuri jalan hutan yang tak rata itu.
"Ini sangat nyaman Master, selain tak ada banyak goncangan. Tempat duduk ini juga empuk.. " Ucap Lisa
"Ya syukur jika kamu menyukainya, kedepannya selma kita berpergian lagi. Kita akan menggunakan ini untuk menyingkat waktu.. " Ucap Argus
"Emm.. " Ucap Lisa sembari memeluk Argus
Perjalanan Argus dan Lisa bisa di bilang cukup Lancar karena mereka tak menjumpai Monster rank Tinggi, hanya ada beberapa Monster kecil yang tak Argus pedulikan selama perjalanan itu.
Saat hari mulai menjelang malam, Argus telah mencapai target perjalanan mereka yakni setengah dari jarak ke Desa Daka.
Argus memutuskan memperlambat laju kendaraan nya, kemudian ia mulai mengawasi lingkungan dan mencari tempat yang cukup datar untuk bermalam.
Dan tak lama ia melihat tempat yang sepertinya cocok, jadi Argus memutuskan untuk berhenti.
"Kita akan bermalam di sini. " Ucap Argus saat berhenti di bawah pohon yang cukup besar dengan tanah yang lumayan datar.
Setelah itu Lisa turun dan mulai mengawasi lingkungan sekitar.
Memastikan tidak adanya Monster yang ada di dekat mereka.
"Emm.. Aku akan mencari kayu bakar dulu master, dan menyimpan alas untuk tidur.. " Ucap Lisa.
"Tak perlu untuk itu.. " Kata Argus
Kemudian ia mulai berjalan ke arah pohon itu, sesampainya di bawah pohon dan memastikan tanahnya cukup datar. Argus kemudian memakai Sihir elemen Tanah untuk membuat tanahnya lebih datar lagi dan membuat tanah lebih keras.
Setelah selesai ia mulai mengeluarkan sesuatu dari penyimpanan miliknya.
"Apa master juga membuat rumah..? " Tanya Lisa yang kembali terkejut.
Namun tak menunggu jawaban Argus, Lisa langsung berlari memasuki Kabin itu dan melihat isinya lumayan komplit.
Walaupun hampir keseluruhan terbuat dari kayu, namun itu di buat dengan indah dan bagus.
"Ya aku membuat ini untuk kemah kita selama kita tinggal di luar. " Ucap Argus yang mengikuti Lisa masuk.
"Aku tak ingin tidur di luar lagi, dan jika membeli tenda untuk tidur kurasa itu tidak nyaman karena terlalu ribet.. "
"Ya ini sangat bagus, walaupun kecil tapi terlihat sangat nyaman dan indah..
Kurasa kita tak perlu menginap di hotel lagi kedepannya dan kita bisa memakai ini untuk tidur setiap hari.. " Ucap Lisa sambil mengamati berbagai hal di dalam sana.
Selain peralatan untuk tidur, Argus juga membuat dapur sederhana di sana, dan tak lupa Argus juga membuat Kamar mandi di sana. Walaupun itu berukuran kecil dan hanya ada wadah untuk air yang hanya pas untuk berendam dengan duduk tanpa berbaring, namun itu sudah cukup komplit menurut Argus.
Setelah itu Argus memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Lalu setelah selesai, Argus membantu mengisi penuh bak itu untuk di gunakan Lisa Mandi. Sementara itu Argus mulai membuat beberapa makanan untuk mereka makan. namun karena itu di dalam kabin kecil, Argus tidak bisa membuat makanan yang besar.
Hanya beberapa tumisan daging dan daging yang di masak dengan di goreng sebagai makanan malam mereka.
Di sini Argus mulai merindukan Beras untuk di buat nasi. Selama ini Argus hanya menjumpai Roti di manapun ia makan.
Argus benar-benar menginginkan Nasi untuk makanan, karena kebiasaan yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya.
Selama kamu belum memakan Nasi walaupun sudah memakan yang lainnya, Artinya kamu belum bisa di sebut makan.
Itu adalah hal yang selalu Ibu Argus tekanan sejak kecil, dan berkembang menjadi kebiasaan Argus.
Setelah mereka sarapan, Argus dan Lisa memutuskan untuk istirahat tidur. Tak lupa sebelum tidur Argus melepaskan beberapa Semut miliknya untuk berpatroli dan berburu beberapa Monster yang ada di sekitar kemah Argus kali ini.
Dan Argus juga memerintahkan Semut Bayangan untuk maju ke depan jalur yang akan Argus lewati agar bisa mengetahui apakah akan menemukan Monster kuat atau tidak di jalan nantinya..
Dan Seperti biasanya, walaupun Argus sudah membuat Dua tempat tidur. Lisa tetap saja tak mau tidur sendirian dan memaksa untuk tidur bersama Argus.
Karena tak bisa membuat Lisa tidur sendiri, Akhirnya Argus menyerah dan memilih tidur bersama Lisa pada akhirnya.
__ADS_1
Keesokan paginya, setelah mereka sarapan pagi dengan makanan yang di buat Lisa seperti biasa.
Mereka keluar dan melihat tumpukan Monster di depan kabin mereka.
Akhirnya Argus sadar kalo ia memerintah para semut nya untuk berburu tanpa memerintah hal lainnya. Pada akhirnya para Semut hanya berburu dan menumpuk mereka di sana tanpa memakannya.
Sebenarnya Argus ingin mereka berburu dan tangkapan itu bisa mereka gunakan sebagai makanan, dan hanya memberikan separuh sisanya untuk di simpang Argus.
Namun itu sudah terlambat, setelah memasukkan semua semut kedalam ruangan hewan peliharaan Argus, Argus kemudian memasukkan semua mayat Monster itu tanpa mengecek jenis dan jumlahnya.
Kemudian Argus dan Lisa memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka lagi dengan kendaraan sebelumnya.
Sampai tengah hari, Argus berhenti untuk istirahat di dekat danau dekat dengan Daerah Daka.
"Kita akan istirahat di sini sebentar.. " Ucap Argus
"Baik Master.. " Ucap Lisa yang kemudian mulai menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
Sebenarnya alasan Argus memilih berhenti di sini ada dua alasan, pertama adalah karena Para semut yang sebelumnya Argus keluarkan untuk mengintai jalan telah menemukan dua spesies yang baru menurut Argus sendiri.
Dan yang kedua adalah untuk menunda waktu sebentar agar tak terlalu cepat saat sampai di daerah Daka, karena pihak Guild sudah mengabari Cabang di Daka bahwa ada petualang yang akan mengambil Quest penjelajahan.
Jadi jika Argus sampai di Daka hanya kurang dari dua hari sejak informasi itu di turunkan mungkin akan menimbulkan sedikit masalah..
Karena argus belum siap memperlihatkan kendaraan yang ia buat di depan umum.
Argus belum menyiapkan alasan jika di ketahui oleh orang lain, walaupun Argus sebenarnya tak perlu harus menjawabnya. Namun tetap saja menjauhi masalah akan lebih baik.
Setelah mereka istirahat dan makan
Argus kemudian mengeluarkan senapan Sniper miliknya, lalu menyetel nya pada kekuatan pada 2/10 kali ini..
"Master, apakah Master akan berburu..? " Tanya Lisa yang melihat Argus mengeluarkan senapan miliknya itu.
"Ya.. Dan lebih baik kamu juga siapkan senjata milikmu, aku rasa pistol itu akan lebih cocok saat ini karena sepertinya jumlah mangsanya lumayan banyak.. " Kata Argus
*kiiiaaaaakkkkk.....
*kiiiaaaaakkkkk....
Kemudian tak berselang lama teriakan burung terdengar sangat keras dan banyak.
Dari suaranya bisa di bilang paling tidak ada puluhan ekor kali ini.
Lisa yang mendengar suara itu kemudian mengeluarkan pistol miliknya, saat ini ia memegang dua pistol di tangannya.
Argus sebelumnya memberikan satu lagi untuk Lisa agar bisa memperluas jangkauan serangannya.
Dan saat melihat titik-titik hitam di langit semakin dekat, Lisa semakin gugup melihatnya. Terutama saat ia melihat dengan jelas Ras Burung yang datang itu.
"Ini bukankah kawanan Elang grígora..?!! " Teriak Lisa.
Ya benar sekali, salah satu mangsa yang Argus tunggu adalah Monster Rasa Burung bernama Elang grígora
Ras Elang besar berbentuk Humanoid berkepala Elang dengan bulu di seluruh tubuhnya, dan memiliki 4 sayap di belakang punggungnya yang memberikan akselerasi dan kecepatan terbang sangat cepat
Selain itu baik tangan dan kakinya di lengkapi dengan cakar yang sangat tajam dan kuat untuk merobek mangsanya.
"Tunggu. Bukankah Elang jenis ini termasuk tipe Monster yang tidak berkelompok sampai sebanyak ini..?
Dan lagi pemimpin kawanan Elang grígora itu adalah Monster Rank S ..? " Ucap Lisa saat melihat salah satu Elang grígora yang memiliki ukuran lebih besar dan memiliki sayap lebih banyak.
"Ohh apakah ada perbedaan Rank antara kawanan Burung ini..? " Tanya Argus
"Ya, untuk kawanan Elang grígora ini sudah termasuk Monster Rank B tiap ekornya.
Dan pemimpin Elang grígora biasanya itu adalah Monster Rank A yang memiliki ukuran lebih besar dan kecepatan nya lebih tinggi dari yang lainnya namun sayapnya masih sama ada Empat, dan biasanya kelompok Elang grígora ini hanya akan ada paling banyak 10 ekor saja.
Namun kali ini selain jumlahnya lebih banyak juga pemimpinnya sepertinya adalah Monster Rank S.. " Ucap Lisa
"Selain ukurannya yang jauh lebih besar dari yang lainnya, Ia juga memiliki 6 sayap di punggung nya, dan memiliki Tangan dan kaki Elang berwarna Merah yang membedakannya dengan pemimpin Garuda Rank A yang Biasanya memiliki cakar hitam...."
"Dan kalau tidak salah namanya seharusnya adalah Bloody Eagle grígora.. Selain kecepatannya, monster ini terkenal dengan kekuatan cakarnya yang seperti terbuat dari Adamantium."
"Sepertinya ini memang Monster yang sesuai dengan Namanya, Grígora (γρήγορα) dalam bahasa Yunani yang berarti Cepat..
Dan untuk Elang Berdarah Grígora mungkin karena kakinya yang berwarna merah darah bukan.." Ucap Argus
. Bersambung
__ADS_1