
Setelah selesai makan mereka kemudian memutuskan untuk mulai berlayar lagi..
"Apakah kapal ini benar-benar bisa berlayar..?? Aku tidak pernah melihat atau mendengar kapal yang terbuat dari logam sebelumnya.. " Ucap Dimitri yang saat ini menggunakan nama Dominik.
Ia saat ini ada di pantai dan baru menyadari kapal Argus itu terbuat dari logam, sebelumnya walaupun ia melihat kapal ini.. Namun Dimitri tak memperhatikan nya karena masih memikirkan masalah sebelumnya.
"Tenang saja.. Kapal ini jauh lebih baik dari pada kapal manapun.. " Ucap Roland.
"Mari naik juga.. "
Setelah itu Dominik dan Roland menaiki kapal itu juga. Sesampainya di atas kapal Dimitri sangat terkejut dengan isinya.
"Apakah ini benar-benar kapal.? " Ucap Dominik
Ia benar-benar di buat kagum dengan kapal itu..
"Apakah ini kapal terbaru dari Kerajaan Illia. ..? "
"Bukan.. Ini bukan milik Kerajaan, melainkan miliknya.. " Ucap Roland sambil menunjuk Argus.
"Jangan bilang Argus yang membuat kapal ini juga. .? " Tanya Dominik
"Siapa lagi kalau bukan dia..?? Mari masuk aku akan menceritakan semua yang aku tau tentang Argus.. " Ucap Roland.
"Tunggu.. Aku tak memperhatikan sebelumnya, tapi.. Bukankah itu Wilona dari hutan Jura..?? " Tanya Dominik.
"Ehh..? Apa kau baru sadar..? " Tanya Roland.
"Ini masalah.. " Ucap Dimitri atau Dominik.
"Masalah..?? Apa yang bermasalah..? " Tanya Roland.
"Sebenarnya beberapa hari sebelum aku berangkat untuk mencari tombak kerjaan, ada kabar bahwa Putri Wilona telah menjadi buronan hutan jura.. " Ucap Dominik.
"Dikatakan bahwa Wilona telah melakukan percobaan untuk membunuh Ratu demi mendapatkan tahta.. "
"Apa..?!! " Teriak Roland.
"Tunggu.. Tunggu.. Kapan berita itu menyebar..?? "
"Jika tidak salah itu tiga hari lalu.. " Ucap Dominik.
"Sepertinya ada masalah dengan kerjaan Jura.. " Ucap Roland.
"Kenapa..? " Tanya Dimitri.
"Wilona sudah ada di wilayah kerjaan Illia cukup lama, jadi tidak mungkin ia membunuh Ratu.. " Ucap Roland.
"Apakah semua kerajaan memiliki masalah seperti ini..?? " Ucap Dimitri.
"Apa kamu juga mengalami masalah yang sama..? "
"Aku..? Tidak.. Aku tidak mengalami hal seperti itu.. "Ucap Roland.
" Mari duduk di dalam, aku ingin minum sekarang..
Setelah ini aku ingin memberitahu yang lainnya masalah Wilona.. "
Setelah itu Roland dan Dimitri atau Dominik sekarang masuk ke dalam dan ia menceritakan semua yang terjadi di Illia. Dominik juga menjelaskan lebih banyak informasi yang telah ia ketahui.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Pada malam harinya saat mereka makan malam bersama Roland menceritakan apa yang ia tau dari Dominik tentang Wilona..
"Apakah maksudnya ibuku telah meninggal..?? " Tanya Wilona.
"Aku tak tau, namun sepertinya belum.. Karena dari informasi yang di berikan itu di jelaskan jika kamu melakukan percobaan pembunuhan bukan membunuh Ratu.. " Ucap Dominik
"Ibu.. " Gumam Wilona.
"Apakah ada informasi lainnya tentang ibuku..?? "
"Tidak.. " Jawab Dominik
"Tak ada informasi lainnya, keadaan Ratu masih di rahasiakan sekarang.. "
"Lalu.. Apakah ada informasi siapa yang memimpin saat ini di Jura..? " Tanya Wilona.
"Aku tak tau soal itu juga.. " Jawab Dominik.
"Selain informasi buronan, tidak ada informasi lainnya lagi.. "
Mendengar itu Wilona terdiam dan memikirkan sesuatu..
__ADS_1
"Jadi.. Apakah artinya Wilona juga harus menyamar..? " Tanya Roland.
"Jika memang seperti itu masalahnya, maka artinya identitas Wilona saat ini tak bisa di pakai lagi.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Aku akan membuat yang lainnya lagi nanti untuk mu jika kau mau.. "
"Emm.. Tolong.. " Ucap Wilona.
"Bukan masalah.. " Ucap Argus
"Setelah mengantarkan Roland Dan Dimitri dan mengatasi masalahnya, kita akan berangkat ke Jura.. "
"Terimakasih.. " Ucap Wilona.
"Tenang.. Kami akan membantu mu.. " Ucap Lisa ke Wilona.
Lalu ia mengajak Wilona ke kamar bersama para wanita lainnya.
"Apakah kau punya tebakan soal ini..?? " Tanya Roland.
"Sedikit.. Karena kurangnya informasi, aku tak bisa membuat tebakan pasti.. " Ucap Argus.
"Namun dari apa yang di jelaskan sepertinya ada yang menginginkan tahta dan membuat Wilona sebagai kambing hitamnya.. "
"Kambing hitam..? Dia dari ras elf kenapa di samakan dengan kambing..?? " Tanya Roland.
"Siapa yang mengatakan Wilona kambing sial.. Yang aku maksud dengan kambing hitam itu adalah mengalihkan semua kejahatan ke Wilona.. " Ucap Argus.
"Oh fitnah.. Kenapa harus menggunakan kata-kata yang susah di mengerti..?? " Tanya Roland.
"Katakan saja memfitnah Wilona gampang kan.."
"Ya.. Ya.. Terserah.. " Ucap Argus.
"Namun aku memiliki tebakan liat di sini, sebelumnya di Illia berbagai masalah juga terjadi untuk membunuh Raja atau berbagai bangsawan.. "
"Dan itu sebenarnya di lakukan oleh organisasi tertentu.. Jadi ada kemungkinan jika masalah Dominik dan Wilona juga ada dalang di baliknya yang memiliki motif sama.. "Ucap Argus
"Apa maksudnya ada pelaku yang sama di semua masalah kita..? " Tanya Dominik.
"Ada kemungkinan seperti itu.. " Ucap Argus.
"Apa kau tau organisasi Tabut cahaya..? "
"Tabut cahaya..?? Tidak.. " Jawab Dominik.
"Mereka memiliki tujuan untuk mengakhiri dunia ini.. "
"Apa..? Apakah ada organisasi seperti itu..? Bukankah itu gila.. " Ucap Dominik.
"Ya.. Namun tidak untuk mereka.. " Ucap Argus.
"Aku tak tau bagaimana mereka bisa sampai muncul dengan ide seperti itu pada awalnya.. Yang jelas mereka sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dan tersebar di seluruh kerajinan... "
"Biasanya mereka akan mencoba mengumpulkan Dark Mana.. Dan Dark Mana itu akan di gunakan demi tujuan akhir mereka, yaitu untuk menghancurkan dunia ini..." Ucap Argus
"Aku tak tau pencetus awal ide itu.. Mereka menemukan sesuatu di reruntuhan, dan ada catatan mengatakan bahwa penghuni dunia ini telah membuat Dewa marah dan perlu di hancurkan.. Menurut mereka.. "
"Jadi mereka membentuk organisasi Tabut Cahaya demi memenuhi tujuan itu, dan beranggapan bahwa mereka adalah utusan Dewa. Jadi menurut mereka apa yang mereka lakukan bukan hal gila melainkan hal yang paling benar.. "
"Tapi kenapa tak ada yang mengetahui hal semacam ini sejak lama..? " Tanya Dominik.
"Itu karena semuanya tersembunyi.. Tak hanya rakyat biasa yang menjadi anggotanya, bahkan kalangan Bangsawan juga banyak.. " Ucap Argus.
"Jadi apa kau pikir hal semacam itu akan mudah terekspos..? Lupakan,aku akan istirahat sekarang.. "
"Itu.. " Ucap Dominik. Ia tak tau harus merespon bagaimana..
"Oh benar.. Sekedar informasi untuk mu, semua yang terjadi di Kota Gabo sebelumnya adalah ulah mereka juga dalam mencari Dark Mana.. " Ucap Argus saat ia berjalan ke kabinnya sendiri.
"Apa..! "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Keesokan harinya Argus menyerahkan cincin untuk Wilona, di sana sudah Argus berikan efek penyamaran yang lebih sederhana untuk mengubah tampilan rambut dan telinganya saja..
Karena pada dasarnya tak terlalu banyak ciri-ciri yang perlu di hilangkan dari Wilona, Argus hanya membuat sedikit ilusi optik pada cincinnya itu..
Selain itu Argus juga membuatkan plat identitas lain untuk Wilona sebagai identitas palsu untuk ia gunakan sementara..
Perjalan berlangsung cukup lancar karena mereka sudah memasuki jalur laut antara dua kerajaan sekarang..
Karena kecepatan kapal itu membuat perjalanan jauh lebih cepat dari seharusnya, mereka sudah memasuki wilayah perairan kerajaan Raika saat ini.
__ADS_1
"Master.. Ada banyak kapal di depan kita.. " Ucap Alfred memberi tahu Argus.
Argus memperhatikan kapal-kapal di depan mereka sepertinya mengarah tepat ke arah kapal Argus.
"Apa kalian kenal kapal itu..? " Tanya Argus.
"Aku tak tau.. " Ucap Roland.
"Aku tau.. Itu kapal bajak laut Jakel.. " Ucap Dominik.
"Kapten mereka adalah orang yang sebelumnya mencoba membunuhku seperti yang telah aku ceritakan.. "
"Jadi itu hanya sisa dari anggota bajak laut Jakel..?? " Tanya Argus.
"Kemungkinan seperti itu. " Jawab Dominik.
"Mereka terkenal karena memiliki jumlah anggota yang lumayan banyak..
Anda bisa melihat dari jumlah kapal di depan sekarang.. "
"Kalau begitu, akan aku jadikan kelinci percobaan saja mereka.. " Ucap Argus.
Lalu ia berjalan ke arah kemudi kapal dan menekan beberapa tombol di sana.
"Akan aku perkenalkan senjata utama kapal ini meriam Atomik milikku.. "
Lalu kapal mulai mengalami perubahan, bagian depan tempat kolam kecil biasanya di gunakan untuk berenang terbuka dan memunculkan sebuah meriam besar di sana.
Lalu terlihat meriam itu selain besar juga memanjang ke depan, Argus kemudian kembali menekan beberapa tombol lainnya lagi dan meriam kecil lainnya muncul di sekeliling kapal..
"Kalian tutup telinga kalian dan mari lihat kembang api Bersama-sama.. " Ucap Argus.
"Bersiap.. "
Lalu tiba-tiba meriam besar mulai bersinar terang di ikuti meriam kecil lainnya..
"Tiga.. Dua.. Satu.. Waktu nya menyaksikan kembang api.. " Ucap Argus sambil menekan tombol di sana.
Dan kemudian setiap meriam mengeluarkan tembakan meriam Mana ke arah kapal-kapal di depan..
Dan yang membuat kagum adalah meriam besar di kapal itu.. Saat menembak itu langsung membuat lautan terbelah dua..
Hal itu langsung menghancurkan setiap kapal di jalurnya tanpa tersisa. Sedangkan meriam kecil hanya meledakkan setiap kapal yang terkena saja tanpa menguapkan nya seperti meriam utama Atomik.
Dari sekian banyak kapal sebelumnya di sana saat ini hanya tersisa puing-puing saja sebagai bukti keberadaan kapal bajak laut jakel sebelumnya..
Semuanya yang ada di atas kapal terpana melihat itu kecuali Lisa. Karena ia telah melihat kekuatan Senapan Argus sebelumnya jadi tak terlalu mengherankan melihat senjata lainnya..
"Hai Argus.. Apa kau berencana menghancurkan dunia dengan benda itu..?? " Tanya Roland.
"Aku yakin mereka mati tanpa tau penyebab kematian mereka.. "
"Tidak mungkin.. Meriam Atomik ini tak kurang sekuat itu.. Namun mungkin aku bisa membuatnya suatu saat nanti jika ada bahan yang cocok.. " Ucap Argus.
"Meriam Dewa.. Kedengarannya bagus juga.. "
"Jangan..!! " Teriak semuanya bersamaan.
"Apa kau gila.. Aku hanya bercanda barusan.. " Ucap Roland.
"Tapi aku serius, jika ada bahan sesuai aku mungkin bisa membuatnya.. " Ucap Argus.
"Namun daripada membuat senjata lebih baik membuat kemampuan serupa saja jauh lebih praktis.. "
"Atau aku bisa memodifikasi senapan ku saja yah..? Tidak.. Aku bahkan belum sempat menguji kekuatan maksimalnya.. " Ucap Argus mulai berbicara sendiri.
"Aku belum menemukan target yang sesuai sampai sekarang.. Seharusnya aku gunakan saja senapan saat melawan kraken atau megalodon itu sebelumnya.. " Ucap Argus
"Sial aku melupakan hal ini.. "
"Tunggu..!! Apa kau mengatakan barusan jika kau telah mengalahkan Monster lautan itu..? " Tanya Dominik.
"Eh..?? Kraken atau megalodon maksudnya..?? " Tanya Argus.
"Ya.. " Ucap Dominik.
"Jika itu mereka maka jawabannya ya.. Aku masih menyimpan sedikit sisa dagingnya, namun aku takan membaginya karena tinggal sedikit.." Ucap Argus.
"Itu.. " Dominik tak tau harus mengatakan apa sekarang.
Ia memandang ke arah Roland dan yang lainnya, dan melihat mereka mengangguk sebagai jawaban jika apa yang Argus katakan benar adanya.
.
.
. Bersambung.
__ADS_1