
Setelah mereka berdua mengobrol sambil menyelesaikan kapal itu, Argus kemudian mencoba menjalankan kapal itu dan mengajak Roland untuk berkeliling pulau..
Kapal itu terlihat sangat nyaman saat bergerak tanpa ada suara berisik seperti kapal biasanya.. Dan Argus juga mencoba kecepatan tinggi dan hasilnya cukup memuaskan..
"Hai Argus, apakah benda ini bisa di produksi masal..?? " Tanya Roland.
"Mungkin.. Namun aku takan membiarkan orang lain membongkar nya atau aku juga takan membuat yang lainnya lagi.. " Ucap Argus.
"Aku memiliki banyak hal yang ingin aku buat, jadi jika ada yang ingin menirunya silakan saja selama mereka bisa.. "
"Kalau begitu apakah ada cetak birunya juga..?? " Tanya Roland.
"Tidak.. Aku tak membuatnya.. " Ucap Argus.
"Lupakan itu sekarang, mari kembali dan katakan pada yang lainnya jika dalam beberapa hari lagi kita akan berangkat.. "
"Baiklah.. Sepertinya aku masih harus bersabar untuk memiliki kapal seperti ini.. " Ucap Roland.
"Hei Roland.. Siapa nama Raja kerajaan Raika..?? Dan apa ras miliknya..? " Tanya Argus.
"Namanya adalah Raja Reinhard Dragonewt, ia berasal dari Rasa dragon-man atau weredragon.. " Jawab Roland.
"Manusia Naga kah..?? Lalu apakah ia memiliki kemampuan Naga..? " Tanya Argus.
"Hampir.. Mereka terkenal memiliki pertahanan dan kekuatan sekuat Naga, namun jika di bandingkan Naga yang sebenarnya masih jauh sih.. " Ucap Roland.
"Sebenarnya mereka Ras lebih tinggi dari Lizardman yang masih ada sampai sekarang.. Bisa di katakan mereka ras tertutua yang masih hidup.. "
"Owh. Apakah ada hal seperti itu..?? " Ucap Argus
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah kembali Argus melihat para wanita masih asyik mengobrol sendiri jadi dia memutuskan membuat beberapa bagian dari kendaraan selanjutnya yang ingin ia buat..
Namun ia hanya membuat bagian tiap bagian dan belum menyusunnya.
"Apalagi yang ingin kau buat..?? "Tanya Roland.
" Apa kau ingin membuat pedang besar..?? "
"Bukan.. Ini bukan senjata tapi bagian dari kendaraan lain yang ingin aku buat.. " Ucap Argus.
"Bagian kendaraan..?? Kenapa bentuknya seperti pedang..?? " Tanya Roland.
"Sudah aku katakan, ini hanya salah satu bagian saja.. Masih banyak bagian lain lagi, tapi ini adalah bagian terpenting.. " Ucap Argus.
Di tengah pembuatan itu Argus terfikir sesuatu, jadi ia menghentikan pembuatan kendaraan itu dan mulai membuat yang lainnya..
"Ehh..? Kau tak jadi membuatnya..?? Kenapa ganti lagi..? " Tanya Roland.
"Aku penasaran dengan yang sebelumnya, kendaraan apa yang memiliki pedang besar dan panjang seperti itu.. "
"Itu untuk lain kali lagi, aku ingin membuat sesuatu yang bisa di pakai banyak orang dengan mudah.." Ucap Argus.
Tak butuh waktu lama untuk Argus menyelesaikan benda itu, karena tak ada mesin dan bagian-bagiannya juga sederhana..
"Apa itu...?? " Tanya Roland.
"Kau terlalu banyak tanya, kau tau..?? " Ucap Argus.
"Ini namanya sepeda.. "
Apa yang Argus buat kali ini adalah sepeda, namun jenis yang biasa di naikin permpuan dimana terdapat keranjang depan dan boncengan di belakang.
"Bolehkah aku mencobanya..? " Ucap Roland.
"Memangnya kau tau cara memakainya..?? " Tanya Argus yang penasaran.
"Hehehehe.. Tidak.. Kan kau yang akan mengajariku.. " Ucap Roland.
"Lupakan.. Lihat saja aku memakainya, setelah itu kau bisa mencoba.. " Ucap Argus.
"Kau hanya perlu mengayuh bagian pedal ini saja sambil menjaga keseimbangan..
Perhatikan.. "
Setelah itu Argus mulai menaiki sepeda itu dan mulai berputar di halaman..
"Oh itu mudah..!! Biarkan aku mencobanya.. " Ucap Roland..
"Silakan.. Ingat..! Disini ada Rem tangan untuk berhenti.. Ini untuk roda depan dan yang ini untuk belakang.. " Ucap Argus..
"Aku tau aku tau..! " Ucap Roland.
__ADS_1
Kemudian ia mulai mencobanya. Namun terlihat ia bergerak sangat lamban dan berkelok-kelok..
"Hati-hati.. Jangan merusaknya..! " Ucap Argus.
"Aku tau.. Aku tau..! " Ucap Roland namun tiba-tiba roda depan menabrak gundukan tanah dan ia terjatuh..
"Sial.. Ini terlalu susah.. "
"Ehh..? Ada apa..?? "
"Benda apa itu..?"
"Hai.. Gantian aku juga mau naik..! " Teriak Levi ia mulai berebut dengan Roland dan Feniks.
Para wanita yang mendengar keributan mulai keluar dan melihat Sepeda yang sedang di naikin Roland.
"Master.. Apa itu..? " Tanya lisa.
"Sepeda.. " Ucap Argus.
"Apa kalian mau juga..? "
"Ya..!! " Teriak mereka bersamaan.
"Ayah.. Hawa juga mau..! " Teriak Hawa.
"Baiklah.. Aku akan membuatkan untuk kalian juga.. " Ucap Argus.
"Hei Roland..! Jangan berebut dengan wanita, kemari lah.. Aku akan membuat sepeda yang cocok untuk laki-laki.. "
"Oh baiklah.. Silahkan kalian bisa berebut sendiri, aku akan naik sepeda laki-laki.. " Ucap Roland.
Lalu ia berlari ke arah Argus dengan bersemangat.
"Hei Argus. Apakah ada model yang cocok untuk anak laki-laki..? " Tanya Roland
"Ya.. Aku akan membuat sesuatu yang cocok sebentar.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai membuat satu persatu sepeda di sana, ia membuat sepeda untuk para wanita dengan model yang sama agar tak berebut..
"Dan ini untuk Hawa.. Cobalah.. Ini terdapat roda samping jadi tak perlu takut jatuh ok.. " Ucapan Argus.
"Emm.. " Angguk Hawa lalu ia mulai mencobanya bersama yang lainnya.
Untuk Hawa Argus membuat sepeda mini ukuran duapuluh dengan dua roda tambahan di sampingnya agar mempermudahkan Hawa belajar sepeda dan lebih aman tentunya..
Untuk yang lainnya Argus membuat dengan ukuran dua puluh enam masing-masing nya.
" Sabar.. Apa kau ingin berebut dengan wanita..? "Ucap Argus.
" Aku akan mulai membuatnya.. "
Setelah itu Argus mulai membuat untuk Roland dan dirinya sendiri. Argus membuat model MTB atau sepeda Gunung.
"Oh benar, yang mana yang lebih kau suka.. Sepeda seperti ini atau ini..? " Tanya Argus sambil membuat miniatur sepeda dari logam di dua tangannya.
Itu adalah jenis MTB cross country dimana MTB jenis cross country atau XC di desain untuk melibas jalan off road ringan. MTB jenis ini juga dirancang untuk jalur on road, karena itu MTB cross country menggunakan frame hard tail.
Sedangkan satunya adalah jenis MTB All Mountain MTB ini diciptakan untuk melibas trek pegunungan. Karena itu sepeda jenis ini seharusnya nyaman digunakan untuk melahap berbagai varian jalan.
"Aku memilih yang ini saja.. " Ucap Roland memilih jenis cross country.
Melihat pilihan Roland, Argus mulai membuatnya tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan sepeda itu dan kemudian Argus menyerahkan ke Roland.
Setelah itu ia membuat untuk dirinya sendiri, Argus memilih tipe AM atau All Mountain. Karena dari dulu ia lebih menyukai jenis ini apalagi kebanyakan jalan di dunia ini bukan aspal..
Jika rada dan beraspal mungkin Argus akan lebih memilih Fixi atau balap.. Namun medan di sini tak memungkinkan dua jenis itu.
Setelah selesai Argus mencobanya bersama dengan yang lainnya di sana, namun melihat mereka kesulitan karena jalan yang tak rata membuat Argus berfikir untuk mengubah beberapa medan di sana.
Ia membuat membuat miniatur pulau itu lagi kemudian mulai mengubah medan di sana menjadi jalan raya dengan kemampuan element tanah miliknya.
Argus membuat tanah di sana tersusun dari batuan yang rata dan membuat jalur mengitari pulau. Lalu ia membuat GPS kecil dan ia pasang di sepeda dan membuat pengiriman sinyal di pulau itu.
"Kalian bawa sepeda kalian ke sini sebentar..! " Ucap Argus.
"Ada apa..?? " Tanya Roland.
"Aku akan memberikan masing-masing sepeda alat penerima sinyal, jadi kalian bisa tau jalur di pulau ini.. " Ucap Argus mulai memasang GPS di masing-masing sepeda.
"Ok selesai, sekarang kalian bisa menyusuri sepanjang pulau ini.. Aku telah membuat banyak jalan yang nyaman, kalian hanya perlu melihat di sini.. " Ucap Argus sambil memperlihatkan jalur berwarna hijau di peta pulau Naga.
"Yang berwarna Hijau adalah jalur yang aku buat, kalian bisa kemana pun sekarang.. Namun jangan terlalu jauh, sekarang sudah sore.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Mari kita balapan dan melihat siapa yang tercepat mengitari pulau Naga..! " Ucap Levi.
"Siapa takut.. " Jawab Feniks.
__ADS_1
"Hawa juga ikut..! " Teriak Hawa.
"Jangan.. Mari bersepeda bersama Ayah saja.. "Ucap Argus
" Mari bersepeda di pantai.. "
"Baiklah.. Ayo aku akan di depan..! " Teriak Hawa langsung melaju.
"Kau tak ikut bersama mereka..?? " Tanya Argus ke Wilona dan Lisa.
"Tidak.. Aku akan ikut dengan master saja.. " Ucap Lisa.
"Aku tak suka balapan.. " Jawab Wilona dengan cuek namun wajahnya memerah saat ia memalingkan wajahnya..
"Baiklah.. Kalau begitu mari kita jalan di pantai bersama.. " Ucap Argus.
Lalu mereka bertiga mulai bersepeda di sepanjang pantai mengikuti Hawa di depan dengan senang bersepeda sendirian..
"Bolehkah aku bertanya..?? " Ucap Wilona tiba-tiba bertanya setelah sekian lama diam di sepanjang jalan.
"Silahkan.. " Ucap Argus.
"Kenapa kau sepertinya sangat membenciku..? " Tanya Wilona.
"Aku tak membenci mu. Aku hanya sedikit tak menyukai mu saja.. " Ucap Argus.
"Bukankah itu sama saja.. " Ucap Wilona.
"Tidak.. Jika aku membencimu, terlepas dari status atau apapun juga. Aku pasti sudah membunuhmu sejak lama.. "Ucap Argus.
" Apa yang tak aku suka hanya sikapmu saja.. Kau tau, cara pandang mu terhadap orang lain atau apapun itu membuat banyak orang tak menyukaimu.. "
"Kau harus belajar menghargai orang lain sebelum kau bisa di hargai..
Tak semua orang takut dengan ancaman status atau sejenisnya, jika kau lebih sopan dan bersikap lebih baik.. Kau itu sebenarnya cukup manis kau tau.. "
"Hawa..!! Jangan terlalu dekat air laut..!! " Teriak Argus langsung mengejar Hawa di depan yang terlalu dekat dengan lautan.
"Apakah seperti itu..? " Gumam Wilona.
"Benar bukan..? Aku sudah mengatakan sejak lama agar kau mengubah sikapmu, kau itu cantik putri.. Dan aku yakin Master tak benar-benar membencimu, jadi cobalah berteman dan lebih terbuka dengan yang lainnya.. " Ucap Lisa.
"Aku akan mencobanya.. " Ucap Wilona.
"Dan.. Dan maaf untuk yang sebelumnya.. "
"Jangan pikirkan.. " Ucap Lisa.
Lalu Lisa mulai mengejar Argus dan Hawa. Sementara Wilona masih di bersepeda di belakang sambil mengamati Argus dan yang lainnya.
Lalu ia mulai tersenyum dan mengejar mereka di depan. .
.
. __________\=Skip\=_________.
Keesokan harinya mereka mulai mengemasi setiap barang yang ingin di bawa, masing-masing membawa sepeda yang mereka miliki. Mereka sangat menyukai sensasi bersepeda, itu adalah kali pertama mereka menaikinya dan berniat menaiki sepeda nanti..
"Apakah semuanya siap..?? " Tanya Argus.
"Semuanya sudah beres.. Mari berangkat.. " Ucap Roland.
"Marlin, apa kau benar-benar ingin tinggal di sini..?? " Tanya Argus.
"Kau tau.. Aku tak melarang mu ikut bersama kami.. "
"Tidak apa master.. Aku masih perlu mengawasi para hiu itu dan juga, aku akan menjaga pulau.. " Ucap Marlin.
"Sebenarnya itu tak perlu, aku bisa menutup seluruh pulau dengan pelindung agar tak ada yang bisa masuk.. " Ucap Argus.
Bagaimana pun Argus tak tega membiarkan Marlin sendirian di pulau kosong ini..
Jika ia masih dalam bentuk Monster ikan maka itu tak masalah, namun sekarang ia mengambil bentuk wanita. Jadi rasanya sedikit bersalah jika membiarkan Marlin sendirian.
"Itu.. " Ucap Marlin ragu.
"Ayo ikut saja bersama kami.. Bagaimana pun kau tak pernah pergi ke dunia luar bukan..? " Ucap Levi.
"Itu benar.. Mari pergi bersama.. " Ucap Olivia.
"Pulau ini kosong, jadi tak perlu di jaga.. " Ucap Feniks.
"Lagipula masih ada Buaya lava yang menjaga pulau.. Jika sampai ia membiarkan ada yang masuk dan merusak pulau, aku akan memakannya beserta seluruh keturunannya nanti.. "
"Baiklah.. Aku akan ikut juga.. "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.