Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
116


__ADS_3

Setelah masing-masing memilih apa yang mereka inginkan di sana. Roland menyimpan sisanya ke dalam penyimpanan yang selanjutnya akan ia berikan ke kerajaan.


Setelah itu mereka memutuskan untuk bermain air di pantai sementara Argus mulai meneliti ke dua alat itu lagi, kali ini Argus berniat membuat penerima sinyal itu bisa menangkap sinyal dengan lebih jelas.


Dan Argus juga membuat pengirim sinyal agar jangkauannya jauh lebih luas, di sini Argus menambahkan beberapa modifikasi lainnya..


Di mana ia menambahkan sihir gravitasi ke alat itu yang akan membuatnya melayang di angkasa seperti satelit pada umumnya di bumi.


Karena Argus berpendapat bahwa pengirim sinyal yang di letakan di daratan akan rentan rusak oleh monster dan jangkauannya akan berubah karena pengaruh lingkungan.


Jadi Argus membuat versi yang melayang di angkasa. Argus juga menambahkan sesuatu agar ia bisa membuatnya bisa bergerak sesuai keinginannya di angkasa nanti.


"Hai Argus.. Apa yang kau buat kali ini..?? " Tanya Roland yang penasaran.


"Satelit.. " Jawab Argus.


"Satelit..?? Benda apa itu..?? " Tanya Roland.


"Ini mirip dengan pengirim sinyal kapal, namun aku membuatnya yang bisa melayang di atas langit.. "Ucap Argus.


" Apa..?? Apakah benda itu akan terbang..?? "Tanya Roland.


" Ya.. "Jawab Argus.


" Lalu jika aku menaikinya apakah artinya aku akan terbang juga..? "Tanya Roland.


" Mana mungkin..!! Apa kau tak melihat perbedaan ukuran kalian..?? "Ucap Argus.


" Ehh..?? Aku hanya bertanya kenapa kau marah seperti itu..?? " Tanya Roland


"Itu karena kau yang aneh.. " Ucap Argus.


"Satelit ini sendiri hanya selutut mu, dan kau ingin menaikinya..? Yang ada satelit ini akan hancur sebelum kalian terbang.. "


"Kalau begitu kau hanya perlu membuat sesuatu yang lebih besar bukan..? " Ucap Roland.


"Tak semudah itu juga.. Walaupun aku bisa membuat pesawat, namun aku masih perlu melakukan banyak percobaan terkait aerodinamis pesawat agar bisa terbang dengan lancar. "Ucap Argus.


" Dan lagi, aku belum mempelajari pembuatan turbin dan sistem lainnya.. Aku belum membuat percobaan bagian mana yang perlu aku sesuaikan dengan sihir dan artefak juga.


"Selain itu sistem pemandu GPS saja baru aku buat, mana bisa aku membuatnya dengan mudah sekarang.. "


"Tunggu..!! Tunggu..! Tolong berhenti berbicara sebentar.. " Ucap Roland.


"Bisakah kau berbicara dengan bahasa yang mudah di pahami..??


Aku bukan ilmuan atau sejenisnya, dan setiap kata yang kau ucapkan hampir membuat kepalaku meledak.. "


"Hanya mendengar sedikit saja kau sudah pusing, kau harus tau pembuatannya jauh lebih pusing dari itu.. " Ucap Argus.


"Baiklah.. Baiklah.. " Ucap Roland.


Saat itu Lisa dan yang lainnya sudah kembali dan duduk di sana juga menunggu Argus.


"Tapi dari perkataan mu tadi, apakah pesawat itu adalah semacam alat untuk terbang..??? "


"Ya.. Bisa di katakan pesawat adalah artefak terbang.. " Ucap Argus.


"Tunggu.. Apakah maksudnya kau bisa membuat pesawat sekarang..?? Maksudnya kau sudah memiliki gambaran mengenai cara pembuatannya sekarang..?? " Tanya Roland.


"Ya.. Itu benar, namun seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku masih harus memikirkan masalah aerodinamis pesawat itu dan berbagai hal lainnya lagi.. " Ucap Argus.


"Aku juga perlu memikirkan bahan pembuatannya, itu harus kuat dan tak terlalu berat.


Lalu bagian mesin harus lah kuat dan tahan lama dan juga tahan suhu tinggi tentunya.. "


"Banyak hal yang masih perlu aku persiapkan untuk sekarang..


Namun jika itu hanya pesawat sederhana untuk terbang satu orang, maka paralayang atau pesawat tradisional adalah hal yang mudah.. "


"Benarkah..?? Aku tak tau apa yang kau maksud dengan pesawat tradisional itu, namun selama itu bisa membuatku terbang maka tolong buatkan satu sekarang.. " Ucap Roland sambil mengguncang tubuh Argus.


"Hai.. Tenanglah.. " Ucap Argus.


"Tidak.. Sebelum kau mengatakan akan membuat kan ku pesawat aku takan tenang.. " Ucap Roland.


"Baiklah.. Baiklah.. Bisakah kau tenang, lihat Hawa saja bisa tentang namun kau seperti anak kecil saja.. " Ucap Argus.


"Masa bodoh.. Selama aku bisa terbang.. " Ucap Roland.

__ADS_1


"Dulu bahkan aku pernah naik ketapel raksasa hanya untuk melayang, walaupun akhirnya aku harus tenggelam di dalam air sat mendarat..


Namun itu cita-citaku untuk bisa terbang.. "


"Jadi kau harus membuatkan untuk ku sekarang.. "


"Apakah dia melakukan hal seperti itu..?? " Tanya Argus kepada Olivia di sana.


"Ya.. Aku ingat dulu waktu kecil ia bahkan pernah membuat paman Sebastian marah hanya agar ia bisa terbang.. " Ucap Olivia.


"Pada saat itu ia meminta seseorang prajurit untuk melemparkannya ke udara.. "


"Aku tarik kembali kata-kataku sebelumnya, ternyata kau itu idiots.. " Ucap Argus.


"Aku tak perduli apakah aku idiots atau bukan selama aku bisa terbang.. " Ucap Roland.


"Baiklah.. Kalian tunggu dan jangan mengganggu, aku akan membuatnya sekarang.. " Ucap Argus.


"Kau bisa mengandalkan ku..! Aku akan menjaga sekitar agar tak ada yang mengganggu mu.. " Ucap Roland.


"Baiklah kalian para gadis.. Menjauh dari sini.. "


Argus hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia menyimpan semua eksperimen miliknya yang masih belum selesai itu.


Kemudian ia mulai membuat cetak biru pesawat sederhana yang akan ia buat.


Itu adalah model pesawat pada masa-masa awal di temukan. Itu tanpa mesin dan hanya bisa melayang saja.


Itu mirip paralayang atau layang gantung. Namun Argus menambahkan sedikit prasasti di sana agar pesawat itu bisa melayang tanpa bantuan angin.


Setelah selesai menggambarnya, ia mulai membuatnya. Argus menggunakan kayu adam untuk bahan utamanya karena itu keras dan ringan.


Lalu ia menggunakan bahan kulit sebagai lapisannya. Setelah beberapa saat ia selesai dan hanya perlu menambahkan prasasti di sana.


Pesawat itu memiliki lebar tiga meter dengan panjang hanya dua meter. Dengan pegangan tangan untuk mengendalikan arah dan tempat orang berada.


Setelah semuanya selesai, Argus kemudian mencobanya terlebih dahulu sebelum membiarkan yang lainnya mencoba.


"Aku akan mencobanya dulu, setelah semuanya baik-baik saja baru aku akan membiarkan mu mencobanya juga.. " Ucap Argus.


"Itu bagus.. Cepat lakukan itu segera.. " Ucap Roland yang sudah tak sabar itu.


Setelah itu Argus membawanya ke pantai dan bersiap menggunakannya.


Lalu ia mulai memakainya dan bersiap untuk terbang.


Kemudian ia mulai berlari untuk mengawalinya, stelah berapa saat pesawat itu mulai melayang terbang ke atas.


"Waoo..!! Itu hebat..!! " Teriak Roland melihat Argus bisa terbang tanpa sihir dan hanya menggunakan alat itu.


"Ayah..!! Hawa juga ingin naik..!! " Teriak Hawa yang baru tau itu adalah benda yang bisa membawa orang terbang.


Sementara itu Lisa dan Olivia hanya kagum melihat itu, pasalnya pesawat itu terlihat sederhana namun benar-benar bisa membuat seseorang melayang di udara.


Selama ini belum ada satupun yang memikirkan cara seperti itu, jadi selain penyihir tak ada orang lain lagi yang bisa terbang..


Dan dengan benda itu bahkan orang biasa akan bisa merasakan bagaimana rasanya terbang di udara..


Sementara itu di sisi Argus saat ini ia masih mengamati pesawat itu, ia memastikan setiap bagian akan berfungsi dengan baik..


Jadi saat orang lain menggunakannya nanti ia tak perlu khawatir lagi. Lagipula ini adalah pesawat pertama dan ia masih perlu memperbaiki dan menyempurnakannya lagi nanti..


Setelah terbang beberapa saat ia akhirnya memutuskan untuk mendarat..


"Argus cepat ajarkan aku cepat..!! " Ucap Roland tak sabar.


"Sabar sebentar, aku perlu memperbaiki beberapa bagian terlebih dahulu agar memastikan keamanan nya.. " Ucap Argus.


"Akkhh.. Cepat lakukan segera..!! Aku sudah tak sabar ingin mencobanya juga.. " Ucap Roland.


"Ayah.. Hawa juga ingin mencobanya.. Hawa ingin terbang juga.. " Ucap Hawa.


"Sabar sayang.. Setelah ini Ayah akan membuat satu lagi dan setelah itu ayah akan mengajakmu untuk terbang nanti ok.. " Ucap Argus.


"Emm.. " Angguk Hawa.


Setelah itu Argus mulai membuat beberapa pesawat lagi dan melakukan perbaikan dengan semuanya dan menyesuaikan agar lebih mudah di kendalikan.


Setelah beberapa saat kemudian Argus selesai membuat seluruh pesawat itu dan kemudian membagikannya ke yang lain.

__ADS_1


"Ambil lah masing-masing satu, ini sangat mudah di kendalikan.. Kalian lihat benda kecil di sini..??


Ini untuk mengaktifkan prasasti di pesawat ini agar bisa melayang di udara.. " Ucap Argus.


"Kalian hanya perlu menekannya maka pesawat itu akan melayang ke atas, dan jika kalian ingin turun maka kalian hanya perlu melepaskan secara perlahan saja.. "


"Lalu bagaimana jika melepaskannya secara langsung..?? " Tanya Roland.


"Jika ada angin itu tak masalah.. Namun jika kondisi tak ada angin dan kamu melepaskannya secara langsung maka itu akan membuatmu langsung terjun bebas.. " Ucap Argus.


"Aku akan mengingat itu.. " Ucap Roland..


"Artinya bahkan jika aku tak memegangnya selama ada angin benda ini akan tetap melayang bukan..? "


"Ya.. " Jawab Argus.


"Baiklah.. Mari kita kembali menggunakan ini saja, bagaimana..?? " Tanya Roland.


"Kalian kembalilah sendiri.. Aku akan pergi ke pulau naga terlebih dahulu.. " Ucap Argus.


"Aku ingin memetakan lokasinya agar kita bisa ke sana dengan mudah lain kali.. "


"Apakah ini aman..?? " Tanya Olivia.


"Itu aman.. Lagipula kalian akan terbang di atas air.. " Ucap Argus.


"Dan lihat di bagian sini..! Itu adalah penunjuk lokasi seperti yang ada di kapal, jadi kalian takan tersesat.


Selama kalian tidak bodoh.. "


"Hei..!! Apa-apaan kau mengatakan bodoh sambil melihat ku..?? " Tanya Roland.


"Apa kau bodoh..?? " Tanya Argus.


"Tentu saja tidak..!! " Ucap Roland.


"Kalau begitu kau tak perlu tersinggung bukan..?? " Tanya Argus sambil tersenyum.


"Itu..


Akh kau sialan, lebih baik aku segera mencobanya.. "Ucap Roland.


Lalu ia mulai mencobanya.. Setelah itu ia mulai berputar di atas sambil terus berteriak kegirangan..


" Kalian cobalah..!! Ini menyenangkan..!! "Teriak Roland.


" Coba saja.. Ini aman.. "Ucap Argus.


Lalu Lisa dan Olivia juga mulai mencobanya namun sebelum itu Lisa mengambil perahu di sana agar di kembalikan nanti dan kemudian mereka mulai terbang juga.


" Ayah..!! Ayo kita terbang juga.. "Ucap Hawa..


" Tunggu sebentar.. "Ucap Argus.


Lalu ia melepas beberapa benda seperti tong yang langsung meleset ke atas awan.


Setelah itu Argus membawa Hawa terbang juga, di pesawat itu Argus mengubahnya agar nyaman di gunakan berdua.


Mereka mulai bermain-main di atas langit setelah itu mereka berpisah. Argus terbang menuju ke arah pulau Naga.


Apa yang sebelumnya Argus lepaskan adalah satelit buatannya. Karena satelit telah mengudara dan menetap lokasi sekitar pulau Naga jadi Argus memutuskan untuk terbang ke sana.


Selain itu Argus juga memodifikasi salah satunya agar bisa menunjukkan lokasi makhluk hidup.


Dan kenapa Argus buru-buru ke sana itu karena ada salah satu tanda makhluk berukuran besar tak jauh dari lokasi Argus saat ini dan terlihat bergerak ke arah Argus yang lainnya.


"Ayah.. Ada monster besar di depan..!! " Teriak Hawa.


"Ya ayah tau.. " Ucap Argus


Dari kejauhan Argus bisa melihat wujud monster itu, itu terlihat seperti ular Naga air besar.


Warnanya Biru seperti lautan, ia memiliki kepala Naga dengan beberapa sayap kecil seperti sirip ikan di tubuhnya.


Ia terlihat memiliki gigi yang sangat tajam yang bisa memakan apa saja, panjangnya sendiri mungkin mencapai puluhan meter sampai sekitar seratus meter.


"Leviathan..?? " Gumam Argus


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2