Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
88


__ADS_3

Keesokan Harinya saat Argus bangun, ia sekali lagi merasakan tangannya mati rasa. Dan kali ini bukan salah satu tangannya, melainkan kedua tangannya.


Dan saat ia membuka matanya, ia melihat dua orang wanita tidur di masing-masing tangannya. Itu adalah Lisa dan yang tak terduga Olivia juga ada di sana.


"Lisa..?? Oliv..?? Bukankah semalam mereka tidur di kamar mereka sendiri..? Apa yang terjadi..?? " Gumam Argus.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Pada malam sebelumnya.


"Oliv mari kita pergi ke kamar Master dan tidur di sana.. " Ucap Lisa.


"Apa..??!! Tapi ini terlalu cepat bukan..?? " Tanya Olivia.


"Terlalu cepat..? Tidak juga, sejak pertama bertemu Master aku selalu tidur di sampingnya.. " Ucap Lisa.


"Apakah maksudnya kalian sudah..?? " Ucap Olivia.


"Tidak.. Tidak seperti yang kamu pikirkan.. " Ucap Lisa


"Aku memang selalu tidur dengan Master, tapi ia tak pernah menyentuh ku.. "


"Apakah maksudnya Argus tak tertarik dengan kecantikan mu..?? "Tanya Olivia.


" Entahlah.. Aku awalnya selalu menyelinap setiap malam untuk tidur di samping master, dan kemudian lama-kelamaan master mengijinkan ku tidur dengannya setelah aku sedikit memaksa.. "Ucap Lisa


" Tapi walaupun demikian ia masih tak pernah menyentuh ku.. Ya itu tak maslah sih, yang terpenting aku bisa dekat dengan master.. "


"Tapi.. Tapi.. " Ucap Olivia.


"Apa kau tak ingin dekat dengan master..?? " Tanya Lisa.


"Aku ingin, tapi ini terlalu cepat.. " Ucap Olivia


"Tak ada yang terlalu cepat. Toh kita tak melakukan apa-apa, kita hanya akan tidur bersama saja.. " Ucap Lisa.


"Lagipula jika kau menunggu master memintamu, itu mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama dengan karakter master sekarang.. "


"Itu memang benar sih.. " Ucap Olivia.


"Sudahlah, kau tak perlu ragu seperti itu.. Ini adalah langkah pertama untuk bisa dekat dengan master.. " Ucap Lisa.


"Aku penasaran, kau sudah bukan Budak Argus lagi. Tapi kenapa kau terus memanggilnya Master..?? " Tanya Olivia.


"Itu karena bagiku Argus adalah Master untuk hidupku.. " Ucap Lisa


"Ia adalah orang yang menjagaku dan menganggap ku tak seperti budak walaupun aku budaknya..


Ia juga mengajarkan ku berbagai kemampuan yang tak pernah aku ketahui.. Selain itu aku akan tetap menganggap nya Master agar aku bisa selalu bersamanya apapun yang terjadi.. "


"Entah Master menginginkan ku atau tidak.. Entah master sudah memiliki wanita lain di hatinya atau tidak.. Aku akan terus bersama master sampai kapanpun.. " Ucap Lisa.


"Kau benar-benar mencintai Argus sampai kau benar-benar merelakan semuanya..?? " Ucap Olivia.


"Ya.. Karena di Dunia ini, Master adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang.. " Ucap Lisa.


"Jadi apapun yang terjadi, aku akan selalu mencoba bersamanya. Jika tak bisa menjadi wanitanya, aku akan menjadi pembantunya. Jika tak bisa aku akan menjadi budaknya..


Selama aku bisa bersamanya, aku akan melakukan apapun.. "


"Kalau begitu.. Aku juga akan mencoba melakukan hal yang sama denganmu.. " Ucap Olivia.


"Kalau begitu, mari kita bekerja sama agar master bisa menerima kita.. " Ucap Lisa.


"Emmm.. " Jawab Olivia dengan mengangguk.


"Ayo kita ke kamar master sekarang.. " Ucap Lisa sambil menarik tangan Olivia.


Dan setelah itu mereka berdua tidur di masing-masing sisi Argus, Lisa di sebelah kanan dan Olivia di kirinya.


Olivia awalnya masih ragu dan malu-malu, namun saat melihat Lisa yang ada di sana sepertinya merasa bahagia di samping Argus. Dengan wajah memerah ia juga kemudian tidur dan memeluk Argus seperti Lisa.


.


.


. __________\=Skip\=_________.

__ADS_1


Kembali ke Argus saat ini.


"Jika seperti ini bagaimana aku bangun..?? " Gumam Argus.


"Ayah.. Ayo bangun..!! Katanya mau melatih Hawa...!!! " Tiba-tiba terdengar teriakan Hawa saat ia membuka pintu dan masuk ke kamar Argus.


Dan karena teriakan Hawa lah membuat Lisa dan Olivia terbangun.


"Aah.. Maaf.. " Ucap Olivia dengan wajah memerah saat ia bangun dan melihat wajah Argus dari dekat.


"Pagi master.. " Ucap Lisa sambil tersenyum seperti biasa.


"Ehh kenapa kaka Lisa dan Oliv ada di sini..?? Hawa juga mau tidur dengan Ayah..!! " Teriak Hawa saat ia berlari dan melompat ke atas tubuh Argus.


"Jangan melompat..! " Teriak Argus namun terlambat karena Hawa sudah melompat dan langsung mendarat di atas Argus.


"Uuggghhh... "


Untungnya fisik Argus saat ini sangat kuat hingga ia tak merasakan sakit saat Hawa melompat ke atasnya.


Argus mencoba bangun dan mendapati tangannya mati rasa saat itu, jadi ia menggunakan skill pengendalian Bayangan untuk mengangkat Hawa di atasnya.


"Ayoo Ayah..!! Kita berlatih sekarang..!! " Ucap Hawa.


"Haihh.. Ini masih terlalu pagi, kita sarapan dulu sebelum latihan ok.. " Ucap Argus.


"Dan.. Bisakah kalian bangun juga, aku tak bisa menggunakan tanganku jika kalian tetap tidur di tanganku.. "


"Hehhehe... " Lisa hanya tertawa sementara itu Olivia wajahnya semakin merah, lalu ia langsung bangun dan berlari keluar dari kamar Argus.


Setelah itu Argus meminta Hawa untuk menunggu sementara ia mandi. Setelah itu mereka kemudian makan bersama-sama karena Alfred sudah menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya...


Setelah itu Argus membawa Hawa ke padang rumput sementara Olivia dan Lisa duduk tak jauh dari sana..


"Sayang. Ayah akan memperlihatkan beberapa gerakan, setelah itu Hawa harus memperhatikan dan menurutnya nanti.. " Ucap Argus.


"Jika Hawa bisa melakukannya, Ayah akan memberikan ini sebagai hadiah untuk Hawa.. "


Argus mengeluarkan senjata yang ia buat sebelumnya, itu adalah pisau melengkung kecil seperti sebuah Cakar. Itu adalah Kerambit..


"Apa itu..?? " Tanya Hawa.


"Senjata baru Ayah, sebelumnya Ayah membuat ini untuk Ayah gunakan dalam pertarungan jarak dekat.. Tapi melihat Job Hawa sekarang, Ayah memutuskan untuk memberikan ini untuk Hawa.. " Ucap Argus.


"Ya master.. " Jawab Alfred.


Lalu Argus memasukkan pengetahuan pemakaian Kerambit kepada Alfred.


"Alfred gunakan kekuatan pertahanan mu dengan maksimal dan pedangmu, aku hanya akan menunjukan kemampuan pertarungan tanpa menggunakan penguatan apapun..


Dan Hawa Perhatikan.. " Ucap Argus


"Baik master.. " Ucap Alfred sambil mengeluarkan pedangnya.


Lalu Argus memperagakan cara penggunaan senjata itu sesuai apa yang ia tau. Cara penggunaan itu seperti pencak silat dari Indonesia.


Gerakannya sedikit aneh di mata Lisa dan Olivia, karena di dunia ini tak ada gerakan seperti itu sebelumnya.


"Itu adalah pisau..?? Tapi kenapa melengkung seperti itu..?? " Tanya Olivia.


"Entahlah.. Ini juga pertama kalinya aku melihat master menggunakan benda itu.. " Ucap Lisa.


"Apakah itu baru ia buat..?? " Tanya Olivia


"Mungkin.. Karena senjata master sepertinya rusak dan tak bisa di gunakan lagi.. " Ucap Lisa.


Di sisi lain Argus menggabungkan cara penggunaan senjata itu dengan beberapa teknik beladiri lainnya agar cocok di gunakan Hawa dalam pertarungan di dunia ini, dimana ada sihir dan skill yang bisa di gunakan.


Argus menunjukkan Skill close Combat dengan sangat lancar seolah-olah ia bukan seorang Mage. Pertunjukan itu bersama Alfred benar-benar seperti sebuah pertandingan yang sangat intens.


Alfred di bekali dengan kemampuan berpedang yang hebat, namun disisi lain Argus menggunakan senjata kecil itu bahkan bisa mengimbanginya tanpa menggunakan skill atau sihir apapun untuk mendukungnya.


Setelah beberapa waktu kemudian Argus menghentikan pertarungan itu dan berjalan ke arah Hawa.


"Hawa pakai ini dan coba berlatih dengan paman Alfred.. " Ucap Argus sambil meberikan tiruan dari senjata miliknya yang telah Argus buat tanpa bagian tajam agar tak melukai Hawa.


"Emm.. " Angguk Hawa saat ia menerima benda itu.


Ia kemudian mulai mengayunkan tinju kecilnya menggunakan sejak kerambit itu.


"Alfred, gunakan pedang untuk latihan agar tak melukai Hawa.. " Ucap Argus.

__ADS_1


"Mengerti Master.. " Ucap Alfred. Lalu ia menggantikan pedangnya dangan pedang kayu.


Lalu Hawa mulai menyerang Alfred. Alfred yang sudah memiliki pengetahuan penggunaan kerambit dan ia telah melihat langsung penggunaan kerambit dari Argus bisa membimbing Hawa dengan baik.


Sementara itu Argus berjalan sedikit menjauh lalu ia mulai membuat sesuatu. Itu adalah berbagai bentuk aneh dari logam dan karet. Lalu ia mulai merakit nya membentuk sebuah benda mirip kereta.


Lalu Argus juga membuat kaca dari pasir, dan memasangkannya. Tak lupa Argus membuat prasasti yang akan ia pasangan untuk melengkapi benda itu.


Dan ia menggunakan kulit harimau yang ia dapatkan sebelumnya untuk membuat tempat duduk nya.


"Apa yang Argus buat di sana..?? " Tanya Olivia


Saat ia melihat benda aneh di depan Argus.


"Itu mirip kereta tapi tak memiliki tempat untuk kuda.. "


"Entahlah.. Master pernah membuat sesuatu yang lebih kecil yang ia sebut sebagai motor. Itu juga tak menggunakan kuda untuk menariknya, tetapi prasasti dan beberapa benda yang master sebut mesin di dalamnya.. " Ucap Lisa


"Mungkin itu versi lainnya lagi.. "


"Sebuah teknologi sihir baru..?? " Olivia terkejut saat melihat Argus dengan mudah membuat sebuah tekhnologi sihir di depannya dengan sangat cepat tanpa melihat cetak biru atau catatan apapun.


Yang artinya hanya ada dua kemungkinan, Argus sudah pernah membuatnya atau pernah mempelajarinya dari seseorang atau ia membuat ini untuk pertama kalinya jadi tak ada catatan untuk membantunya.


"Mari kita lihat.. " Ucap Lisa.


"Emm.. " Jawab Olivia.


Lalu mereka berdua berjalan ke arah Argus dan mengamati benda itu. Itu seukuran kereta kuda mereka sebelumnya.


"Apa yang master buat kali ini..?? " Tanya Lisa.


"Ini Mobil.. " Ucap Argus sambil terus menyelesaikan pembuatan mobilnya.


"Mobil..?? Apakah ini artefak sihir juga..?? " Tanya Olivia.


"Sejenisnya.. Ini adalah tekhnologi sihir yang aku ciptakan.. " Ucap Argus.


"Ya di kurang lebih sih jika di dunia ini. " Gumam Argus menambah ucapan sebelumnya.


"Selesai.. Apa kalian ingin mencobanya..?? " Tanya Argus.


"Tentu.. " 2x ucap Lisa dan Olivia bersamaan.


Lalu mereka menaiki mobil itu, Argus membuat Mobil dengan model Offroad tapi mewah. Agar dapat di kendari di medan hutan dan berbatu namun masih akan memberikan kenyamanan untuk penumpangnya.


Argus berputar-putar di sana dan mencoba semuanya, baik akselerasi dan pengereman tentunya.


Di kejauhan Hawa yang melihat itu pun tertarik ingin ikut juga..


"Ayah..!! Hawa juga ingin naik..!!! " Teriak Hawa saat ia berlari meninggalkan Alfred di sana dan berlari mengejar mobil itu.


Argus yang melihatnya berhenti dan kemudian berbalik ke arah Hawa dan membiarkan naik juga. Hawa meminta naik di bagian depan bersama Argus.


Mobil itu Sendiri Argus buat agar mampu menampung enam orang agar nyaman. Setelah menguji untuk beberapa saat, Argus memutuskan membawanya keluar dari sana dan melanjutkan perjalanan dengan mobil itu.


Argus memacu kendalanya dengan cepat, namun mereka masih merasa nyaman dan tak terlalu banyak goncangan..


"Hai.. Pakai sabuk pengaman kalian..!! " Ucap Argus.


"Sabuk pengaman..?? " Lisa dan Olivia tak paham.


"Sabuk yang ada di samping kalian.. " Ucap Argus.


Kemudian Argus menghentikan kendaraannya dan memakaikan Sabuk pengaman untuk Hawa. Lalu membantu Lisa dan Olivia juga.


"Ini agar kalian tetap aman dan tak terbentur jika aku berhenti mendadak atau berakselerasi.. " Ucap Argus.


"Ini hal baru.. Mungkin ini bisa di terapkan di kereta untuk menjaga keamanan penumpangnya.. " Ucap Olivia.


"Biasanya jika kereta mendadak berhenti, setiap penumpang di dalamnya akan terjatuh atau berbenturan.. "


"Dengan benda seperti ini, aku rasa akan lebih bagus..


Apakah tak masalah jika aku mengatakan hal ini kepada ayahku..?? " Tanya Olivia.


"Ya aku tak keberatan.. " Ucap Argus.


Lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan itu menuju daerah Baisi dengan kendaraan baru tersebut yang membuat mereka merasa lebih nyaman..


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2