
"Saya juga telah mendengar kesulitan yang di alami oleh Desa Daka ini berdasarkan cerita Penjaga Gerbang tadi. Sepertinya kami tau penyebab utama masalah Anda. "
"Benarkah..?!! " Teriak Baron dan Istrinya bersamaan.
"Ya.. Kami tau penyebab utama masalah hilangnya para nelayan yang mencari ikan di Danau dan berkurangnya ikan di sana, itu karena di dasar danau itu sebelumnya terdapat seekor Monster Ular besar yang mendiaminya.. " Ucap Argus.
"Dan alasan mengapa banyak kawanan Monster Elang grígora di hutan, itu di sebabkan oleh munculnya Elang grígora yang kuat yang mampu memanipulasi pikiran mereka dan memerintahkan mereka..
Jadi ada lebih banyak Elang grígora dari pada biasanya.. "
"Apakah yang Anda katakan itu benar.. ? " Tanya Nyonya Margaret
"Itu benar, karena kami kesini tidak melewati Jalur yang biasanya. Tapi kami mengambil rute Hutan agar lebih cepat sampai.. " Ucap Argus.
"Jika memang seperti yang Anda katakan, maka ini mungkin akan menjadi masalah serius.. " Ucap Baron Ivan.
"Monster yang mampu memanipulasi Kawanan Monster Rank B maka ini setidaknya adalah Rank A Monster.. "
"Dan untuk Monster di dasar Danau, karena bahkan Monster Rank C atau B tak ada yang berani mendekati Area sekitar Danau. Maka itu kemungkinan adalah Monster Rank A bukan.. "
"Jika benar, kita mungkin harus menyiapkan banyak dana untuk ini.. Mungkin akan mencapai Sekitar 200 emas untuk menangani masalah ini.. "
"Tapi, Dengan Dana kita saat ini tak mungkin untuk menyiapkan sebanyak itu.
Dan jika kita menaikan pajak, ini sepertinya tak mungkin di lakukan.. " Ucap Nyonya Margaret
"Tuan Argus, apakah Anda tau jenis Monster yang ada di danau itu dan Monster yang memerintahkan para Elang grígora itu.. "
"Itu hanya Ular dengan banyak kepala dan Jenis Elang grígora yang lebih besar saja.. " Ucap Argus.
"Ular dengan banyak kepala..? Bukankah itu Hydra..? " Ucap Nyonya Margaret
"Jika memang Hydra, maka ini bahkan lebih serius. Itu mungkin akan menjadi sekitar satu Koin Platinum.. " Ucap Baron Ivan sambil terlihat lesu.
"Mohon maaf, tapi sepertinya Anda tidak memerlukan untuk melakukan hal ini lagi.
Karena Master telah mengurus mereka semuanya.. " Ucap Lisa memecahkan kekhawatiran Baron dan istrinya.
"Apakah itu benar.. ?" Tanya Baron Ivan
"Tunggu, maksudnya adalah Kalian sudah mengalahkan seekor Monster Rank S..? "
"Ehh.. Ya aku memang sepertinya telah mengalahkan mereka. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan masalah ini.. " Ucap Argus
"Aku juga bisa membagikan tubuh Monster itu dengan Anda, jadi Anda bisa membantu warga di desa Daka ini.. "
"Terimakasih.. Sekali lagi terimakasih.. " Ucap Baron Ivan
"Tapi itu tidak perlu, karena Hydra adalah Monster Rank S yang memiliki banyak material sangat Mahal. Kami tak bisa menerimanya.. "
"Tak perlu di pikiran, lagi pula itu bukan Hydra. Melainkan hanya ular biasa dengan kepala delapan saja..
Dan kami juga memiliki banyak Mayat Elang grígora, jadi tak masalah membagi 10 dengan Anda.. "
"Ini.." Baron Ivan ragu-ragu untuk menerima tawaran Argus karena merasa mereka bahkan baru bertemu dan lagi, apa yang akan Argus lakukan dengan reruntuhan itu juga akan membantu mereka.
Jadi jika mereka tetap menerima tawaran Argus, itu sepertinya sangat memalukan. Bahkan jika itu untuk membantu warga di Daka saat ini, Baron Ivan masih merasa tak enak.
"Baiklah, tapi ijinkan Kami menyiapkan Hadiah yang sesuai untuk Anda.. " Ucap Baron Ivan.
"Itu tidak perlu, Aku melakukan ini karena memang membutuhkan mereka. Jadi kalian tak perlu melakukan apapun.. " Ucap Argus
"Apakah tak masalah jika aku mengeluarkan mayatnya di halaman depan..? "
"Ya, itu tak masalah, nanti akan ada yang mengurusnya.
Tapi tetap saja karena kalian telah menyelesaikan masalah Desa kami, maka kami harus memberikan sesuatu sebagai hadiahnya.. " Ucap Baron Ivan, setelah itu mereka mulai berjalan keluar ruangan menuju bagaian depan kediaman Baron.
Setelah sampai di sana, Argus mengeluarkan Sepuluh Mayat Elang grígora dan separuh dari mayat Ular kepala delapan Yamata-no-Orochi .
__ADS_1
"Jika memang seperti itu, maka mungkin Anda bisa memberikan aku beberapa Teh lagi dan juga kalo ada beberapa bibit Teh.. " Ucap Argus.
"Bukankah ini tak pantas untuk kami, hal yang Anda minta terlalu kecil. Sementara itu apa yang anda akan bagikan sangat berharga. . " Ucap Baron Ivan sambil mengamati Mayat Monster yang cukup tinggi menumpuk di sana.
"Walaupun Anda mengatakan itu hanya ular biasa dengan banyak kepala, aku yakin itu masih termasuk Rank S Monster bukan... ? Dan apakah anda yakin ini bukan Hydra..?
Dan untuk sepuluh Monster Rank B, Elang grígora. Itu juga sudah bernilai beberapa Koin Emas. Dan di tambah ular itu bisa saja mencapai beberapa Ratus koin Emas. "
"Sedangkan untuk Daun teh dan bibitnya yang Anda minta, itu bahkan tak melebihi satu Koin Emas, jadi kami tak bisa menerimanya jika seperti ini.. " Ucap Baron Ivan
"Itu benar, jadi tolong minta lah sesuatu yang lebih berharga. Jika tidak, maka kami mungkin akan menjadi pembicaraan bangsawan lain. Dan mungkin bahkan para petualang lainnya akan berfikir bahwa kami memanfaatkan Anda.. " Ucap Nyonya Margaret
"Dan jika seperti ini, maka para petualang mungkin takan mau tinggal di sini lagi. Jadi tolong mintalah sesuatu yang lebih berharga.. "
"Ini..? " Argus ragu-ragu saat ini.
Ini pertama kalinya Argus mengalami hal ini, jika kebanyakan permintaan petualang dianggap terlalu tinggi jadi di minta menurunkan permintaan nya. Maka kasus Argus ini malah sebaliknya.
Argus meminta terlalu rendah, awalnya Argus hanya ingin membagikan secara percuma saja. Namun sekarang sepertinya hal ini tak mungkin.
Argus juga mengerti tentang kekhawatiran Baron dan istrinya, jadi Argus memikirkan cara lainnya..
"Kalo begitu, bagaimana aku menambahkan permintaan tentang informasi. Jika ini informasi, maka takan ada yang bisa komplain lagi bukan..? " Ucap Argus
"Ini mungkin juga berhasil, informasi adalah hal paling berharga. Selama ini tak membahayakan warga kerajaan Illia, maka itu tak masalah.
Jadi kami setuju.. " Ucap Baron Ivan
"Oh benar, bisakah Tuan Argus menjelaskan Monster apa ular ini..? Sepertinya ini pertama kalinya aku melihat yang seperti ini selain Hydra.. "
"Ini adalah Monster Ular Berkepala Delapan Yamata-no-Orochi . Itu tidak memiliki Sayap seperti Hydra dan memiliki delapan Ekor dan satu tubuh. Tak seperti Hydra yang memiliki satu ekor saja..
Dan lagi ini tak memiliki kekuatan Regenerasi, hanya kekuatan elemen-elemen di masing-masing kepalanya saja.. " Ucap Argus.
Argus mengatakan seolah itu hanya hal kecil, namun untuk Baron yang cukup berpengetahuan tau betul jika itu tak sesederhana yang Argus katakan.
Jika setiap Kepala memiliki kekuatan yang berbeda, Artinya siapapun yang akan melawannya akan menghadapi Monster yang mempunyai kemampuan delapan Elemen.
Jika di pikirkan lagi, bukankah ini jauh lebih merepotkan dari Hydra..?
Hydra hanya memiliki kemampuan regenerasi dan semburan api, jadi selama bisa memotong semua kepalanya dalam jangka waktu tertentu. Maka regenerasi itu takan bisa mengimbangi nya.
Artinya hanya membutuhkan kemampuan untuk mengalahkan dengan kekuatan yang lebih kuat saja, tidak seperti ular ini yang membutuhkan berbagai macam kemampuan untuk mengimbanginya.
Namun Baron dan istrinya berfikir bahwa Argus mengatakan itu untuk membuat mereka tak terlalu merasa berhutang budi dengan Argus.
Jadi mereka tak mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang Monster ini.
"Bagus.. Kalo begitu, aku hanya menginginkan dua buah informasi. Ini bukan hal besar, jadi aku rasa baik-baik saja. " Ucap Argus
"Pertama, aku ingin informasi lebih rinci tentang Reruntuhan itu.
Ke dua, aku ingin Anda membantu saya mencari sebuah tanaman yang bernama Kopi.. "
"Apakah anda hanya ingin tau dua hal ini..? " Tanya Baron Ivan.
"Untuk yang pertama, itu bukan masalah. Kami memang akan menjelaskan masalah ini kepada Anda tanpa di minta..
Sedangkan untuk yang kedua. Tanaman Kopi,
Aku sama sekali tak pernah mendengar hal ini. Tanaman seperti apa itu.. "
"Ehh kopi itu adalah tanaman yang menghasilkan buah yang kecil dan keras, itu bukan untuk di makan. Hanya bijinya yang yang aku inginkan untuk membuat minuman..
Dan.. Dan.. " Ucap Argus terhenti karena ia tak tau harus menjelaskan seperti apa..
"Lupakan, aku akan menunjukkan saja kepada kalian.. "
Setelah mengatakan itu, Argus kemudian mengubah Mana miliknya untuk membentuk gambar sebuah pohon..
__ADS_1
Argus membuat hal ini karena teringat proyektor, jadi Argus menampilkan apa yang ia bayangkan menjadi sebuah gambar tiga dimensi dengan mana miliknya.
Sebuah pohon dengan tampilan yang sangat mirip pohon kopi muncul di tangan Argus, kemudian Argus mengubahnya menjadi bagian Daun, lalu bagian bunga dan bijinya.
Argus juga menampilkan Biji kopi dari awal saat masih muda berwarna hijau. Kemudian, warnanya berubah menjadi hijau tua, kuning, dan merah tua saat sudah matang.
"Pohon kopi kurang lebih seperti ini yang aku tau, namun jika Anda mengetahui tanaman sejenis ini yang sama. Itu tak masalah.. " Ucap Argus
"Walaupun aku tak pernah melihat yang seperti ini, namun aku akan berusaha mencarikan informasi tentang tanaman serupa.. " Ucap Baron Ivan
"Dan jika ada informasi, kami akan memberitahu lewat Guild petualang.
Jadi pesan itu bisa langsung di berikan kepada mu lewat Cabang Guild.. "
"Baiklah, terimakasih.. " Ucap Argus
"Baik, jadi aku akan mulai menjelaskan tentang Reruntuhan itu menurut apa yang telah kami ketahui.. " Ucap Baron Ivan
Kemudian ia menjelaskan bahwa Reruntuhan ini tepatnya ditemukan Dua minggu lalu.
Setelah mengetahui tentang Reruntuhan itu, pihak Guild mengabarkan kepada Baron.
Saat mendengar hal ini, Baron dan Viscount setempat memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut karena mereka berpendapat bahwa masalah ini mungkin bisa menjadi jalan keluar saat ini untuk wilayah Daka.
Setelah itu Baron memerintahkan para prajurit untuk menyelidiki lebih lanjut dan menjaga tempat itu agar tidak di masuki sembarangan orang.
Dan dari penyelidikan luar Reruntuhan, didapatkan beberapa informasi.
Dari beberapa gambar sebuah benda yang sepertinya kendaraan, sampai gambar yang sepertinya menunjukkan tentang Makhluk besar yang tak di kenal.
Lalu saat mereka memasuki reruntuhan itu, sepertinya terdapat banyak jebakan di sana. Karena para prajurit yang masuk mengatakan mereka terkena berbagai perangkap dan jebakan.
Serta sepertinya ada beberapa jejak Monster di dalam reruntuhan itu, jadi para prajurit tak berani meneruskan menjelajahi Reruntuhan itu.
Jadi pilihan satu-satunya adalah mengirim Quest penjelajahan ke Guild pusat di Kota Isak.
"Apakah ada gambar spesifik tentang Kendaraan serta Makhluk itu..? " Tanya Argus
"Untuk kendaraan itu, itu mirip sebuah burung. Karena terdapat sayap di sampingnya.
Kami mengatakan kendaraan karena ada gambar lain yang memperlihatkan tempat dimana ada gambar orang di dalamnya... "
"Sedangkan untuk makhluk itu sendiri terlihat seperti sosok humanoid, namun sepertinya ukuran makhluk itu cukup besar.. "
"Dari perkataan Anda, saya mungkin bisa menebak sedikit.. " Ucap Argus
"Benarkah..? " Tanya Baron.
Lisa dan Nyonya Margaret juga memperhatikan Argus.
"Ya, gambar yang mirip kendaraan itu serta gambar Makhluk humanoid. Maka ada kemungkinan reruntuhan itu adalah tentang Tekhnologi Sihir. Atau Artefak sihir tentang kendaraan dan Golem.. " Ucap Argus.
"Teknologi Sihir..? Jika seperti ini, mungkin takan ada Harta di dalam sana yang bisa membantu Daka. " Ucap Baron Ivan
"Sebenarnya jika ini adalah informasi tentang Tekhnologi Sihir, ini justru mungkin bisa menjadi perubahan besar untuk daerah Daka.. " Ucap Argus
"Jika di manfaatkan dengan benar, maka Daerah Daka bisa menjadi Pusat tekhnologi Kerajaan Illia.. "
"Ini.. Ini mungkin benar, kalo begitu aku akan menyiapkan beberapa peneliti nanti untuk menunggu hasilnya.. " Ucap Baron Ivan
"Kalo begitu, bisakah anda menyiapkan pemandu untuk menunju reruntuhan itu berada..? " Ucap Argus
"Apakah anda tak ingin menunggu sampai besok pagi saja, dan beristirahat terlebih dahulu..? " Tanya Baron Ivan.
"Tidak perlu, sejujurnya kami sebelum telah beristirahat terlebih dahulu di Hutan saat dekat dengan Desa Daka. " Ucap Argus
"Jadi kami tak membutuh istirahat lagi, kami bermaksud menjelajahi reruntuhan sesegera mungkin.. "
"Baiklah kalo begitu saya akan menyiapkan pemandu segera.. " Ucap Baron Ivan
__ADS_1
"Baiklah, kami akan menunggu di Guild petualang terlebih dahulu. Karena kami masih perlu untuk melapor di sana.. " Ucap Argus
. Bersambung.