Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
106


__ADS_3

"Master. Kami sudah selesai mengurus semua monster yang tersisa.. " Ucap Lisa.


"Aku merasa sangat lelah.. " Ucap Olivia.


"Ya itu wajar karena kita belum beristirahat sampai sekarang.. " Ucap Lisa.


"Levelku sekarang sudah mencapai delapan puluh empat, dan hanya sedikit lagi sampai aku naik ke delapan puluh lima.. "


"Levelku juga sudah naik banyak, aku sekarang sudah level lima puluh tiga.. " Ucap Olivia.


"Hawa juga.. Sekarang Hawa sudah level sepuluh..!! " Teriak Hawa.


"Itu bagus.. Mari beristirahat sebentar di sini.. " Ucap Argus sambil mengusap kepala kecil Hawa. Kemudian Argus mengeluarkan satu mayat Wyvrin panggang di sana.


"Kita bisa makan yang satu ini.. " Ucap Argus. Ia mulai memotong-motong Wyvrin itu.


"Ini sepertinya masih baru, apakah master baru saja memanggang nya..?? " Tanya Lisa.


"Ya.. Sementara menunggu kalian, aku pergi ke dungeon lain sebelumnya.. Dan mendapatkan beberapa daging panggang dari sana.. " Ucap Argus.


"Apakah anda sudah menyelesaikan semua Dungeon tersisa..?? " Tanya Olivia.


"Tidak.. Masih ada satu tersisa.. " Ucap Argus.


"Itu adalah Dungeon Ular yang jenisnya masih belum di ketahui.. "


"Dari apa yang aku tau, itu memiliki bentuk seperti ular raksasa.. Namun memiliki empat kaki dan tanduk di atas kepalanya.. " Ucap Olivia.


"Dan dari apa yang sudah di ketahui, terdapat dua monster serupa yang masing-masing memiliki element api dan air.. "


"Ular..?? Empat kaki dan tanduk..?? Mungkinkah...?? " Gumam Argus.


"Apakah master tau jenis apa itu..?? " Tanya Lisa.


"Mungkin saja.. Namun aku masih perlu memastikannya.. " Ucap Argus.


"Baiklah.. Habiskan makanan kalian, setelah ini kita akan ke sana.. "


Setelah itu mereka melanjutkan makan kembali, Lisa dan Olivia hanya makan sedikit dan hampir keseluruhan Tubuh Wyvrin itu masuk ke perut Argus.


Sedangkan Hawa yang kemenangan saat ini sudah tertidur pulas, jadi Argus memerintahkan Alfred membawa Hawa ke ruangan miliknya dan membiarkan Alfred menjaganya..


"Oh benar.. Oliv, sekarang seharusnya kau bisa menggunakan sihir serangan bukan..?? " Tanya Argus.


"Emm.. Aku bisa.. " Jawab Olivia.


"Ini bernama - Light of Justice/ Cahaya Keadilan..."


"Itu bagus.. Setelah ini cobalah gunakan skill itu, dan mari lihat seberapa besar kerusakan yang di hasilkan dan seberapa besar biaya yang akan kamu kenakan saat menggunakan itu.. " Ucap Argus.


"Dengan begitu kamu bisa mempertimbangkan apakah itu skill yang hanya bisa di gunakan saat tertentu saja atau bisa kamu gunakan kapanpun.. "


"Emm.. Aku mengerti.. " Ucap Olivia.


Argus yang melihat Lisa tampak berfikir sendiri tau apa yang sebenarnya di pikirkan nya..


"Lisa tak perlu khawatir, setelah dungeon ini seharusnya Rank milikmu sudah cukup untuk membuka kemampuan dan Element milikmu.. " Ucap Argus.


"Emm.. Aku tau, aku hanya khawatir jika nantinya apa yang akan aku dapatkan tak sesuai dengan perkiraan ku.. " Ucap Lisa.


"Itu bukan masalah.. Kita akan tau setelah ini.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu mari kita ke sana sekarang.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sesampainya di lokasi dungeon itu, Argus dan yang lain tak melihat monster berkumpul di sekitar sana.


Artinya ada kemungkinan para monster mungkin telah pergi atau bisa juga telah menjadi makanan dari Monster di dalam..


Karena Argus bisa melihat beberapa noda darah di sekitar pintu dungeon itu. Artinya ada perkelahian sebelum ini.


"Mari masuk.. " Ucap Argus.


"Emm.. " Angguk keduanya.

__ADS_1


Setelah itu mereka masuk ke dalam dan melihat dua ekor monster yang sedang berbaring di sana, dan ada banyak tulang monster lain di sekeliling mereka.


Nampaknya mereka tertidur setelah memangsa beberapa monster di sana.


"Ternyata benar itu mereka.. " Ucap Argus.


"Apakah Master tau jenis Monster ini..?? " Tanya Lisa.


Olivia juga sedikit penasaran dengan jenis Monster itu, karena selama ini masih belum ada yang bisa mengklasifikasikan jenis keduanya.


"Ya.. Mereka Ular Naga atau bisa di bilang Naga timur atau Naga banjir.. " Ucap Argus.


"Satu yang memiliki empat kaki dan berwarna hitam kemerahan, sedangkan satunya yang tidak memiliki kaki namun memiliki tanduk rusa dan badan ular besar itu seharusnya masih termasuk Naga Timur atau Naga Banjir.. "


"Naga timur dan Naga banjir..?? Apakah mereka ular yang menjadi Naga..?? " Tanya Lisa.


"Ya.. Mereka bisa di katakan termasuk jenis Naga.. " Ucap Argus.


"Atau kalian bisa mengatakan itu adalah ular yang berubah menjadi Naga.. "


"Apakah ada hal seperti itu juga..?? " Ucap Olivia.


"Ya.. Aku juga tak yakin.. " Ucap Argus.


"Lupakan soal itu, mari kita selesaikan mereka dulu.. "


"Setelah ini aku akan mengikat mereka agar tidak kabur, sementara itu cobalah serang mereka.. " Ucap Argus.


"Emm.. " Angguk keduanya.


Setelah itu Argus langsung menggunakan rantai mana untuk mengikat keduanya.. Kedua monster yang terkejut itu mulai mencoba membebaskan diri, namun itu percuma..


"Silahkan.. Kalian bisa memilih target masing-masing.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu aku akan mencoba yang memiliki kaki.. " Ucap Lisa.


"Aku ingin mencoba sesuatu yang telah aku pikirkan sejak lama.. "


"Emm.. Kalau begitu aku akan memilih yang satunya.. " Ucap Olivia.


"Mari lakukan bersama.. "


Lalu ia mulai membuat panah mana dalam jumlah banyak, kemudian nampak panah-panah itu mulai menyatu dan berputar dengan cepat membentuk lingkaran mana besar...


Sementara itu Olivia nampak mulai menyiapkan sihirnya juga. Saat itu tiba-tiba keluar cahaya dari atas monster itu dan kemudian pada saat bersaman dengan serangan Lisa.


"Meriam Mana..!! " Ucap Lisa.


"Light of Justice..!! " Ucap Olivia.


Lalu dari cahaya itu tiba-tiba muncul sinar terang yang langsung menyinari Monster itu. Sementara itu Lingkaran yang Lisa buat sebelumnya tiba-tiba mengeluarkan cahaya juga yang langsung mengarah ke arah monster ular Naga yang satunya..


Ledakan keras terjadi akibat serangan keduanya, dan saat serangan itu berhenti terlihat monster yang Olivia serang seperti meleleh. Sedangkan yang Lisa serang tampak seperti kehilangan sebagian tubuhnya..


"Aku seperti sudah membuka Skill dan element milikku.. " Ucap Lisa.


"Itu bagus.. Kalau begitu kita bisa mencobanya lain kali di luar.. " Ucap Argus.


"Lalu bagaimana kondisimu Oliv..?? Apakah ada efek samping penggunaan Skill itu..?? "


"Tidak.. Hanya saja penggunaannya memakan terlalu banyak mana.. " Ucap Olivia.


"Untuk sekarang aku hanya bisa menggunakan sekali sehari.. "


"Itu tak masalah.. Artinya kau hanya perlu menaikan levelmu untuk mengimbangi pengeluaran Mana karena penggunaan Skill itu.. " Ucap Argus.


"Baiklah.. Aku akan menghancurkan Dungeon ini, dan setelah itu kita akan mencoba membersihkan sisa monster di dalam dungeon lainnya agar tidak kembali menyebar.. "


Setelah itu Argus kemudian menghancurkan Core dungeon itu, setelah mereka di transfer keluar mereka kemudian pergi ke lokasi dungeon lainnya guna melakukan pembersihan..


"Oh benar Lisa.. Bukan kah skill bawaan milikmu memiliki peran untuk berkomunikasi dengan tumbuhan..?? " Ucap Argus.


"Benar.. Aku bisa mengetahui semuanya melalui pohon apapun dalam jarak sekitar sepuluh meter di sekitar ku.. " Ucap Lisa.


"Aku juga bisa menggunakan tumbuh yang cukup besar sebagai sarana teleportasi.. "


"Itu cukup berguna..


Lalu bisakah kau mencoba melihat di mana para monster berkumpul paling banyak..?? " Tanya Argus.

__ADS_1


"Aku akan mencobanya.. " Ucap Lisa


Lalu ia meletakkan tangannya ke salah satu pohon, ia kemudian menutup matanya.


Stelah beberapa saat kemudian, Lisa membuka matanya lagi.


"Untuk saat ini tak ada monster yang berkumpul, mereka semua kebanyakan berpencar di berbagai lokasi.. " Ucap Lisa.


"Sepertinya tak ada lagi Pasang monster yang terjadi, namun aku melihat ada beberapa monster yang saat ini sudah memasuki kota. Terutama goblin yang keluar dari kediaman marquez.. "


"Oh aku melupakan yang satu itu.. " Ucap Argus.


"Lupakan... Karena semuanya mulai normal, artinya kita hanya perlu membersihkan dungeon yang tersisa.. "


"Seharusnya ada sebelas Dungeon bukan..?? Dimana tujuh dungeon tertup dan empat terbuka, dan dua dungeon tertup yang sudah ditaklukkan.. " Ucap Argus.


"Artinya kita harus membersihkan sembilan Dungeon lagi.. "


"Itu benar.. " Ucap Olivia.


"Baiklah.. Aku akan menyelesaikan semua dungeon tertup, dan kalian akan bekerja sama menyelesaikan dungeon terbuka lainnya.. " Ucap Argus.


"Apakah itu tidak berbahaya..?? " Tanya Olivia.


"Tidak.. Jika sebelumnya maka ya, tapi sekarang aku rasa tidak.. " Ucap Argus.


"Selain kalian telah membangkitkan kekuatan kalian, dungeon berbuka kali ini hanya dungeon Rank D sampai B saja bukan..?? Seharusnya itu bukan hal sulit.. "


"Baiklah aku akan mencobanya.. " Ucap Lisa.


"Itu bagus.. " Ucap Argus.


"Aku akan mengantar kalian ke dungeon pertama.. "


Setelah itu Argus membuka gerbang dan mengantarkan mereka ke dungeon terbuka pertama.. Itu hanya dungeon Rank D berisi monster Orc saja.


Argus meninggalkan mereka di sana dan mulai membereskan dungeon lainnya.. Apa yang argus hadapi hanya dungeon Rank C.


Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, ia kemudian ke dungeon lainnya.. Dan hampir semua hanya dungeon Rank Rendah antara Rank D sampai B saja..


Jadi Argus memutuskan membiarkan para semut mengurus semuanya, sementara ia kembali ke tempat Lisa dan Olivia..


Argus tak membantu mereka, ia melihat dari kejauhan saja. Di sana terlihat kerjasama Lisa dan Olivia. Dimana Lisa akan bertindak sebagai penyerang sementara Olivia mensupport Lisa.


Ia akan membantu meningkatkan serangan Lisa atau menghalangi monster mendekati mereka dengan kemampuan miliknya. .


Dan akhirnya mereka bisa menyelesaikan dungeon itu berdua walaupun butuh waktu lumayan lama dan melelahkan. Tapi mereka tak terluka dalam prosesnya, itu membuat Argus cukup senang melihat itu.


"Ya sepertinya semuanya berjalan lancar.. " Ucap Argus.


"Ya master.. Kami berhasil.. " Ucap Lisa.


"Itu bagus.. Mari kita istirahat, karena hari sudah hampir malam sekarang di luar.. " Ucap Argus.


"Dan ini untuk mu Lisa.. Itu adalah catatan untuk penggunaan kemampuan Alam. Kau bisa mempelajarinya nanti.. "


"Lalu satu ini untumu Oliv, itu kemapuan Angin dan Cahaya yang aku sesuaikan untuk mu juga.. Pelajari semua yang ada di catatan itu nanti.. "


"Emm.. Terimakasih... " Ucapan Olivia.


"Mari kita kembali.. " Ucap Argus.


Lalu mereka kembali ke sub ruang milik Argus. Karena kelelahan, lisa dan Olivia tak mandi dan makan. Mereka langsung tertidur sesampainya di kamar mereka.


Sementara itu Argus memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya, karena setelah semua ini di Baisi selesai.. Ia tak tau harus bagaimana, pasalnya niatan Argus ke sini adalah untuk membuat senjata..


"Apakah aku harus meminta tolong ke Basil saja untuk di buatkan senjata..?? " Gumam Argus.


"Oh benar.. Mobil ku masih di sana, aku sepertinya perlu membuat yang baru agar bisa mereka teliti..


Aku tak ingin mobil itu di bongkar untuk sekarang.. "


Setelah itu Argus kembali membuat mobil lainnya, namun itu hanya mobil sederhana saja. Tanpa ada bagian yang istimewa, Argus mengunakan bahan seadanya karena ia berfikir fungsi mobil ini hanya akan sebagai bahan praktek saja..


Jadi tak perlu membuat sesuatu yang terlalu mewah atau terlalu bagus. Cukup mobil yang memenuhi standar saja.


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2