
"Demonisasi..?? Sepertinya kalian memiliki beberapa barang menarik.. " Ucap Argus.
"Aku tak menyangka akan menggunakan yang satu ini untuk melawan mu.. " Ucap Beast.
"Sepertinya aku harus berterima kasih dengan si tua Rock itu.. "
"Sekarang.. Pertarungan yang sesungguhnya akan segera di mulai.. Kau akan membayar untuk semuanya.. "Ucap Beast yang saat ini sosoknya jauh lebih mirip iblis dalam ingatan Argus.
Setelah itu sosok Beast langsung melesat ke arah Argus, terlihat ia jauh lebih cepat dari sebelumnya..
Namun Argus masih tetap bisa mengimbangi kecepatan milik Beast. Namun jika ada yang melihat pertarungan itu mungkin mereka hanya akan melihat percikan api dari setiap gesekan cakar dan katana Argus.
Tak ada yang terlihat dari mereka berdua, pertarungan kecepatan tinggi itu membuat banyak kehancuran di sana.
Hampir semuanya berubah menjadi kawah besar di setiap bentrokan mereka berdua..
"Ternyata kau masih bisa mengimbangi ku bocah, namun mari kita lihat berapa lama kau akan bisa bertahan.. " Ucap Beast..
"Seharusnya aku yang mengatakan itu, kekuatan yang berasal dari luar aku yakin takan bertahan lama.. " Ucap Argus.
"Dan aku yakin itu memiliki harga untuk menggunakan nya.. "
"Itu bukan masalah.. Selama aku bisa membunuhmu dan memakan mu, maka aku bisa kembali seperti semula.. " Ucap Beast..
Selain cakar Beast juga menggunakan Ekor kalajengking miliknya untuk menyerang Argus..
Argus yang melihat itu langsung memotong ekornya itu.
"Akkhhhh...!!! " Teriak Beast.
Kemudian mereka berdua menjaga jarak lagi. Dan setelah itu terlihat cakar Beast mulai bersinar merah..
"Mati kau bocah..!! Cakar api..!! " Teriak Beast.
Lalu ia mulai menyerang dengan membuat pisau api dari cakarnya itu..
Bagas tak mencoba menghindari serangan itu atau menangkis nya, ia hanya mengulurkan tangannya untuk menahan serangan itu..
"Apa hanya ini..?? " Tanya Bagas.
"Jika hanya ini maka itu sedikit mengecewakan.. "
"Sialan..!!! " Teriak Beast.
Lalu ia terus mencoba menyerang Argus menggunakan serangan itu secara beruntun..
Serangan yang meleset dan tak mengenai Argus itu terlihat membuat celah besar di tanah dengan bagian tepinya terlihat seperti meleleh karena panas.
Namun serangan berbasis panas benar-benar tak berpengaruh terhadap Argus sekarang, Jika itu orang lain mungkin sudah lenyap terkena serangan itu..
"Apakah ada yang lain..?? Jika ada maka keluarkan sekarang, jangan sampai kau berfikir aku tidak memberikan mu kesempatan menggunakannya.. " Ucap Argus.
"Jadi nantinya kau bisa mati dengan tenang.. "
"Sial.. Kau akan menyesalinya bocah.. " Ucap Beast.
"Sial, apa aku harus menggunakan ini..?? "
Beast mengeluarkan sesuatu seperti manik-manik kecil, kemudian ia terlihat sedikit ragu-ragu saat itu. Namun pada akhirnya ia terlihat menelan manik-manik itu..
Lalu terlihat badannya mengeluarkan mana di sekelilingnya, dan mantannya yang pada awalnya masih memiliki iris merah sekarang berubah menjadi putih seutuhnya..
Dan terlihat tubuhnya juga sedikit membengkak, jika sebelumnya tubuhnya seperti tubuh berotot normal maka saat ini ia seperti seorang binaragawan..
Otot-otot miliknya terlihat membengkak kali ini, dan tiba-tiba ia juga mengeluarkan dua tangan tambahan..
Ekor yang sebelumnya di potong juga sudah kembali utuh seperti sebelumnya..
Namun terlihat tubuhnya mulai meneteskan sesuatu seperti cairan merah darah, itu terlihat seperti tubuhnya tak tahan dan mulai hancur setiap waktunya..
Melihat itu Argus sedikit mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pertarungan itu..
"Aku berubah pikiran, aku tak jadi membiarkanmu mengeluarkan apa yang masih kau simpan.. " Ucap Argus.
"Kau sangat menjijikkan sekarang.. "
Setelah itu Argus mulai membuat Rune sihir di tangannya, Rune Sihir yang Argus buat kali ini adalah Rune sihir untuk elemen Angin yang pernah ia gunakan untuk melawan golem.
Itu adalah Bola mana angin dari serangan Shock Wave miliknya, Kemudian Argus meremas Bola itu. Dan saat Argus meremasnya, ada efek hisapan yang sama seperti sebelumnya kembali terjadi di sekeliling Argus saat ini.
efek redupnya cahaya di sekeliling, itu bagaikan semua cahaya menghilang dan ikut terhisap ke arah Argus kembali muncul juga.
Setiap kali Argus meremasnya, setiap kali itu juga hisapan terjadi. Argus terus meremasnya sampai tangannya benar-benar mengepal dan membuat Bola mana itu terkompresi sampai sangat kecil..
__ADS_1
Argus sengaja tidak langsung menggunakan serangannya karena ingin melihat apakah akan ada perubahan lainnya pada sosok Beast atau tidak, namun sepertinya ia malah semakin hancur perlahan-lahan..
"Lupakan.. Mari selesaikan sekarang juga
Sihir Angin..! Shock Wave...!!" Ucap Argus.
Untuk sesaat Semuanya terasa berhenti, baik udara, suara cahaya. Semuanya benar-benar berhenti sampai sesaat kemudian ledakan sangat keras terdengar dan gelombang kejut yang kuat menyapu ke arah dua sosok Beast di sana itu.
Dan gelombang kejut itu benar-benar menghancurkan segalanya di arah Argus, untungnya posisi menyerang Argus itu kesamping ke arah lautan bukan ke arah kota atau desa lainnya..
Karena bisa di lihat dari posisi Argus berdiri sekarang ini, ia bisa melihat selokan di depannya benar-benar sampai ke lautan di kejauhan.
Artinya jika itu mengarah ke ibukota kemungkinan ia bisa menghancurkan nya tanpa ia sadari..
"Sial.. Sepertinya lain kali aku harus hati-hati, atau aku bisa membuat limiter nantinya untuk membatasi kekuatanku.. " Ucap Argus.
"Sial, Hai Argus apa yang kau lakukan lagi kali ini..!! " Teriak Roland.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Beberapa saat sebelumnya..
"Akhirnya selesai juga.. " Ucap Roland.
"Ya.. " Ucap Dominik
"Namun sepertinya Argus masih membuat banyak kehancuran di sana.. "
"Kau benar, mengingat sosok itu sepertinya bukan orang sembarangan dari organisasi Tabut kegelapan maka itu wajar saja.. " Ucap Roland.
"Mari kita kesana.. " Ucap Levi.
"Tidak.. Itu berbahaya, kita hanya akan membuat Argus membagi konsentrasi miliknya.. " Ucap Olivia.
"Itu benar.. " Ucap Ana.
"Kita mungkin hanya akan menjadi beban jika kesana.. "
"Baiklah.. " Ucap Levi.
Lalu sesaat kemudian mereka mendengar raungan keras di sana dan tiba-tiba sebuah suara yang sangat keras terdengar dari arah Argus.
Tak hanya itu, bahkan banyak pohon terlihat berterbangan ke atas, dan asap debu mengepul mulai dari posisi Argus dan Beast berada mengarah ke arah lautan..
"Sial.. Apa itu..?? " Ucap Roland yang terkejut.
"Sepertinya aku ingat Master pernah menggunakan serangan itu.. " Ucap lisa.
"Kalau tidak salah itu serangan element Angin yang master namakan Gelombang Kejut.. "
"Sihir macam apa yang menciptakan suara seperti itu..? Itu benar-benar sangat keras bahkan dari sini.. " Ucap Dominik.
"Itu sihir Angin terkompresi, lebih detailnya aku tak paham.. " Ucap Lisa.
"Lupakan.. Mari kita kesana sekarang.. " Ucap Roland.
Lalu mereka langsung melesat ke arah Argus sementara Hawa bersama Alfred menunggu di sana.
Dan sesampainya di sana mereka di buat melongo dengan apa yang ada di sana, hampir semuanya yang ada di depan Argus telah menghilang..
Jika sebelumnya hanya selokan besar dan panjang, maka kali ini adalah cekungan yang sangat panjang..
Dan di samping cekungan juga terlihat mengalami kehancuran ekstrim.. Tak ada sedikit pun yang tersisa..
"Sial, Hai Argus apa yang kau lakukan lagi kali ini..!! " Teriak Roland.
"Eh..?? Ini kecelakaan, kecelakaan.. " Ucap Argus. Saat melihat mereka semuanya datang ke tempat Argus berada.
"Demi dewa.. Apa kau ingin menghancurkan kerjaan ini..? " Ucap Roland.
"Sepertinya semua kemampuan milikmu terlalu berbahaya, aku sedikit ragu meminta bantuan mu.. "
"Aku tak ingin nantinya kau malah menghancurkan semua yang ada di ibukota Raika.. " Ucap Roland.
"Sudah aku katakan ini hanya kecelakaan.. " Ucap Argus.
"Aku bisa menahan diri nantinya.. "
"Haih.. Aku meragukanmu.. " Ucap Roland.
__ADS_1
"Aku mohon jangan menggunakan serangan seperti ini atau sebelumnya di ibukota nantinya.. " Ucap Dominik.
"Aku tak ingin kau membunuh semua orang yang ada di sana.. "
"Tak perlu khawatir, aku akan membuat limiter.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Aku akan memperbaiki ini dulu sekarang.. "
Lalu Argus mulai memperbaiki semuanya yang telah ia hancurkan, namun tidak dengan binatang atau Monster yang mati..
Setelah selesai mereka kembali ke tempat sebelumnya di desa yang telah hancur itu..
Di sana Dominik meminta Argus untuk mengubur seluruh desa dengan kemampuan element tanah miliknya..
Karena tak ada yang selamat dan tak ada mayat yang tersisa, maka Dominik ingin membuat desa itu terkubur saja dan menjadikannya kuburan masal..
Sebenarnya Argus sedikit menyesal melakukan hal sebelumnya, karena ia tanpa sadar menghilangkan kesempatan mengetahui lebih dalam organisasi tabut cahaya dari Beast..
Namun mengingat masih ada yang lain maka ia akan menunggu kesempatan lainnya lagi.
Setelah mengurus semua yang ada di sana Argus dan yang lainnya kemudian melanjutkan perjalanan lagi, mereka masih perlu melewati satu desa lagi untuk menyebrang ke kota selanjutnya..
Karena kota mania sebenarnya terpisah oleh sebuah sungai yang cukup besar, jadi untuk sampai ke sana mereka masih perlu menyebrang menggunakan perahu lagi..
Perjalanan berlangsung lancar karena tak ada ancaman apapun lagi dari Monster. Kali ini butuh waktu dua hari untuk sampai di tujuan dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya.
Jika melakukan perjalanan dengan santai mungkin akan butuh sekitar tiga hari, namun kali ini di hari kedua mereka telah sampai di sana..
Mereka masih perlu membayar biaya masuk ke sana, itu adalah Desa Toiko perbatasan kota pelabuhan Fista dengan Kota Kuo.
Namun kali ini mereka tidak bisa langsung menyebrang karena belum ada kapal yang kembali dari Kuo.
Jadi mereka perlu menginap di penginapan desa Toiko itu. Namun kejadian hampir sama terjadi lagi, ada beberapa pengganggu datang untuk mengganggu mereka..
Namun kali ini Levi langsung memukuli mereka semua dan membuat mereka babak belur, hal ini membuat yang lainnya takut untuk mengganggu mereka lagi..
Pada keesokan harinya masih belum ada kabar, balik ada kapal yang kembali juga..
"Ini aneh.. Biasanya kapal akan selalu ada setiap harinya, keterlambatan biasanya juga takan sampai satu hari.. " Ucap Dominik.
"Apakah ada yang sengaja melakukan ini..?? " Tanya Olivia.
"Entahlah.. " Ucap Dominik.
"Atau mungkin ada kecelakaan atau masalah di sebrang..? " Ucap Ana.
"Sepertinya ada yang menginginkan kita tidak bisa menyebrang.. " Ucap Argus.
"Kenapa kau bisa mengatakan itu..?? " Tanya Roland.
"Saat ini hampir tak ada yang mengenali kita di sini selain aku.. Namun sepertinya tak ada alasan membuatku tak bisa menyebrang bukan.? "
"Apa kau lupa sosok Beast sebelumnya..?? " Tanya Argus.
Mereka semua kemudian memandang Argus untuk mendengar penjelasan Argus.
"Beast mengatakan sebelumnya jika ia sepertinya tau aku akan datang dan telah kemasukan ku ke dalam daftar pembunuhnya.. " Ucap Argus.
"Dan selain dia masih ada orang lainnya lagi yang sepertinya tau tentang kedatangan ku.. Jadi menurutku ada kemungkinan ia tak ingin aku menyebrang.. "
"Apakah artinya ada orang setingkat sosok Beast sebelumnya di ibukota..? " Tanya Dominik.
"Itu mungkin saja.. Sepertinya ia sedang mengulur waktu kita.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu mari kita gunakan perahu milikmu saja.. "Ucap Dominik.
" Kita tak perlu menunggu lagi.. "
"Tidak perlu.. Biarkan ia atau mereka menyiapkan apa yang ingin mereka lakukan dulu.. " Ucap Argus.
"Tidak menyenangkan mengganggu rencana mereka untuk ku di tengah jalan. "
"Apa kau tak takut akan ada masalah.. " Ucap Dominik.
"Untuk apa takut.. Aku menghindari satu masalah maka masalah lain akan datang, jadi lebih baik menyelesaikan semuanya sekaligus.. " Ucap Argus.
"Jadi bersabar saja untuk sekarang dan tunggu pertunjukan selanjutnya.. "
.
.
. Bersambung
__ADS_1