
Argus yang masuk ke ruang Bos itu menghadapi Minotaur dengan perlengkapan jauh lebih lengkap, terlihat ia memiliki perisai dan armor di tubuhnya berwarna Emas.
Dan tubuhnya terlihat jelas berwarna metalik, jadi Argus berspekulasi bahwa Minotaur ini mungkin memiliki element Tanah atau bisa membuat dirinya sekeras Logam..
"Mari lihat seberapa keras kulitmu.. " Ucap Argus.
Lalu dia berlari ke arah Munitaur itu dan kemudian saat Minotaur itu mencoba mengayunkan kampak miliknya, Argus melompati Minotaur itu dan saat tepat di atasnya. Argus mengeluarkan Jaring Laba-laba ke arah pundak dari Minotaur itu.
Kemudian Argus menariknya dan membuat Minotaur itu terlempar ke belakang dan menghantam dinding di sana. Argus tak membiarkannya bangkit, ia langsung melesat dan kemudian memenggal kepalanya.
Setelah selesai, ia mengambil Core Dungeon dan kemudian menghancurkannya. Arguse mendapatkan beberapa level saat menghancurkan Coret Dungeon itu namun ia tak memperdulikannya.
Kemudian ia langsung pergi ke Dungeon selanjutnya, kali ini memiliki sekitar lima puluh lantai dengan monster di dalamnya semuanya terbuat dari kayu.
Goblin kayu, orc, org bahkan di lantai terakhir Argus menemukan Naga kayu sebagai penjaganya..
Argus tak menunda dan langsung membunuh semua Monster yang ia temui, ia menggunakan serangan element api untuk melawan mereka.. Jadi sangat mudah bagi Argus melewati semua lantai.
Pada Dungeon yang ke tiga, Argus menemukan itu berbentuk labirin kali ini. Itu tak menganut sistem Lantai seperti lainnya, hanya labirin dengan berbagai lorong yang menyesatkan.
Monster di dalamnya juga sangat bervariasi, dengan monster Rank D sampai C di setiap lokasi.
Dan pada ujung labirin atau pusat labirin di jaga oleh seekor Cerberus dan Chimera..
Karena melihat waktu sudah hampir saatnya makan siang, Argus menggunakan Bind untuk mengikat keduanya dan kemudian menggunakan Shock Wave untuk menghancurkan mereka.
Dan saat Argus menghancurkan core Dungeon itu, ia kembali mendapatkan Level lagi. Dan ada notifikasi lain yang tak ia perduli kan.
Setelah keluar dari labirin atau Dungeon itu, Argus tak lupa mengumpulkan Core monster sebelum ia akhirnya kembali ke kota Baisi.
Ia tak langsung muncul di dekat Lisa dan Olivia, tapi muncul di atas kota. Ia melihat Olivia mulai terbiasa dengan senjatanya dan lambat lain hanya butuh satu tembakan untuk membunuh satu monster.
Walaupun masih membutuhkan bantuan para semut untuk menangani beberapa monster yang lolos dari serangan mereka, terlihat itu tak terlalu banyak.
Jadi Argus tak membantu mereka, namun melihat waktu sudah siang saat ini. Jadi Argus memutuskan untuk menghentikan gelombang pasang monster kali ini.
Jadi Argus turun ke samping keduanya.
"Master..!! Apakah semua Dungeon telah selesai..?? " Tanya Lisa.
"Belum.. Aku hanya baru menyelesaikan Tiga dari sebelas Dungeon.. " Ucap Argus.
"Tiga..?? Secepat ini..?? " Ucap Olivia yang masih belum terbiasa dengan kekuatan Argus.
"Ya.. Karena waktu sudah siang, aku akan menghentikan mereka sekarang.. Setelah makan kalian bisa mulai lagi.. " Ucap Argus. Lalu ia meju ke depan dan kemudian ia meletakkan tangannya di lantai.
"Sihir Alam - The Living forest...!! "
Lalu mulailah muncul akar dari dalam tanah yang langsung mulai mengikat dan menusuk para monster di sana.
Tak butuh waktu lama agar semua monster akhirnya musnah karena akar merambat yang keluar dari tanah itu.
Lalu akar-akar itu mulai membentuk seperti sebuah jaring yang mengelilingi seluruh Kota Baisi. Argus membuat itu hanya untuk memperlambat laju para monster selama mereka akan makan...
"Mari istirahat dan makan dulu.. " Ucap Argus
Lalu ia membukakan gerbang ke sub ruang miliknya.
"Ayah..!! " Teriak Hawa saat melihat Argus masuk. Hawa langsung memeluk Argus saat itu juga.
"Hawa mau ikut ayah setelah ini.. Hawa tak mau menunggu bersama paman Alfred sendirian di sini lagi.. " Ucap Hawa..
"Apa Hawa sudah menguasai apa yang ayah minta Hawa latih..?? " Tanya Argus.
"Emm.. Ayah bisa bertanya pada paman Alfred.. " Ucap Hawa.
__ADS_1
Argus kemudian melihat ke arah Alfred, dan Alfred terlihat menganggukkan kepalanya menandakan Hawa memang sudah bisa menguasai apa yang sebelumnya ia ajarkan.
"Baiklah.. Setelah ini Ayah akan mengajak Hawa keluar.. " Ucap Argus.
"Dan ini untuk Hawa.. "
Argus kemudian menyerahkan senjata yang sebelumnya ia janjikan. Kerambit..
"Terima kasih Ayah.. " Ucap Hawa.
Lalu ia turun dari pelukan Argus dan langsung mencoba menggunakan senjata itu.
"Hawa berhenti bermain dan mari makan dulu, setelah ini kau bisa mencobanya di luar.. Kita akan berburu monster setelah ini.. " Ucap Argus.
"Benarkah..?? Asyik.. Akhirnya aku akan melakukan hal keren seperti Ayah.. " Ucap Hawa sambil terus mengayunkan kerambit di tangannya.
"Berhenti bermain.. Ayo makan dulu.. " Ucap Argus sambil menggendong Hawa..
Kemudian mereka mulai makan makanan yang telah di siapkan Alfred untuk mereka.
Saat makan Argus menyempatkan melihat peta Dungeon yang menjadi targetnya setelah ini. Diantara terget selanjutnya hampir semuanya Rank S Dungeon dan hanya ada satu Rank A yang tersisa.
Jadi Argus memutuskan untuk menyelesaikan Dungeon Rank A itu bersama Hawa, lalu ia akan menyelesaikan yang lainnya sendiri nantinya..
Sementara untuk Dungeon lainnya yang pecah, Argus bisa mengurusnya nanti terakhir. Jadi setelah selesai makan, Argus membiarkan Lisa dan Olivia kembali melakukan hal yang sama.
Sedangkan ia membawa Hana dan Alfred ke Dungeon Rank A selanjutnya yang menjadi target Argus..
"Ayah.. Tempat apa ini..?? Kenapa banyak mana monster di dalamnya..?? " Tanya Hawa.
"Ini Dungeon.. " Ucap Argus.
"Dungeon..?? " Ucap Hawa.
"Alfred, temani Hawa.. Aku akan maju di depan dan membiarkan satu atau dua monster untuk di selesaikan Hawa. Dan Kau pastikan Hawa tak terluka dalam prosesnya.. "
"Mengerti Master.. " Ucap Alfred.
Kemudian ia mengeluarkan pedang miliknya.
"Hawa.. Tetap dekat dengan paman Alfred, nanti Ayah akan masuk terlebih dahulu dan membiarkan salah satu monster agar bisa Hawa lawan ok.. " Ucap Argus.
"Emm.. Hawa tau. Hawa akan meremukkan semua tulang monster itu nantinya. " Ucap Hawa.
Argus yang mendengar itu membayangkan tubuh kecil Hawa mencoba menghancurkan monster dengan ukuran yang besar dan ia tak bisa menerimanya..
"Tidak.. Cobalah bersikap lembut ok.. " Ucap Argus
Lalu ia melihat ke dalam dan memastikan semuanya akan aman untuk Hawa.
Monster di dalam bervariasi, hampir semua jenis monster bisa di temukan di Dungeon ini.. Karena itulah Argus perlu memastikan semuanya aman.
Argus kemudian mulai memilih satu monster jenis Goblin dan mengikatnya dengan Bind.. Lalu ia membunuh semua monster yang lainnya sepanjang lorong itu..
"Hawa.. Coba kau lawan monster satu ini.. " Ucap Argus sambil menenteng monster itu di tangannya. Lalu Argus melepaskan ikatannya dan melemparkan ke arah lainnya.
"Emm.. " Angguk Hawa.
Kemudian ia memakai senjatanya dan setelah biru ia langsung melompat ke arah Goblin itu.
Pertarungan pertama Hawa cukup membuat Argus puas. Walaupun ia butuh beberapa waktu untuk mengalahkan Goblin itu, tapi ia tak terluka sedikitpun.
Argus mengangguk melihatnya..
"Itu bagus.. Baiklah.. Ayah akan masuk duluan dan menunggu Hawa di ujung tempat ini.. " Ucap Argus.
__ADS_1
"Alfred lindungi Hawa, jika ada masalah kau bisa menghubungi ku.. "
"Di mengerti master... " Ucap Alfred.
"Hawa, ayah akan masuk duluan.. Hati-hati saat menghadapi monster nantinya.
Ayah akan menyusahkan satu atau dua monster untuk Hawa lawan, jika tak sanggup katakan kepada paman Alfred ok.. "Ucap Argus
" Hawa mengerti.. "Ucap Hawa.
Setelah itu Argus kembali masuk ke dalam dan mulai mengalahkan semua monster di sana, dan kembali hanya akan menyisakan satu monster untuk Hawa.
Untuk kali ini monster yang Argus susahkan adalah jenis Kobold. Lalu setelah meninggalkan Kobold itu di sana, Argus kembali melanjutkan perjalanan di dalam Dungeon itu.
Untuk semua monster Rank D ke atas, semuanya Argus bunuh dan hanya akan menyisakan satu monster Rank F sampai E saja..
Terkadang satu terkadang juga dua monster yang argus susahkan..
Itu untuk melatih Hawa menghadapi pertempuran yang berbeda. Di lorong terakhir sebelum memasuki ruang Bos Argus menyusahkan Kobold Mage untuk di lawan Hawa.
Argus melakukan itu agar Hawa belajar juga menghadapi musuh yang memakai sihir. Sebenarnya ada beberapa jenis Monster yang menggunakan Sihir sebelumnya, namun Argus menganggap itu terlalu cepat untuk Hawa.
Jadi ia hanya menyisakan satu di akhir saja yang memiliki sihir.
Bos Dungeon itu sendiri ternyata adalah seekor monster yang masih masuk dalam Jenis Naga yang memiliki ukuran kecil..
Ia memiliki bentuk yang sangat mirip Naga, hanya saja ukurannya hanya sekitar tiga meter. Selain itu hampir semua cirinya mirip dengan Naga biasa..
"Drake..?? " Gumam Argus, ia mengenali monster jenis ini.
Drake, monster Sub Dragon.. Biasanya Drake memliki bentuk mirip Naga, kadal. Dan sebagainya. Dan tak semuanya memiliki sayap di punggungnya.
Dan untuk yang ada di depan Argus kali ini adalah jenis Drake yang mirip Naga. Ia memiliki tubuh Naga dengan sayap Naga.
Jika orang yang tidak tau mungkin akan menganggap ini sebagai Naga muda atau Naga kecil. Tapi ini jelas bukan Naga melainkan seekor Drake.
"Ya.. Ini pertama kalinya aku melihat Drake secara langsung.. Mari lihat seberapa mirip kamu dengan Naga asli.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai menyerang Drake itu, namun Argus tak bertujuan membunuhnya segera. Ia ingin tau perbedaan Drake ini dengan Naga lainnya.
Dan ternyata selain ukurannya itu, ia benar-benar mirip dengan Naga dari segi serangannya. Terlebih lagi terlihat jelas karena ukurannya yang kecil itu, hal ini membuat Drake itu memiliki pergerakan yang jauh lebih gesit dari Naga ukuran besar.
"Sayangnya kau itu monster Dungeon.. Jika tidak aku benar-benar ingin mencicipi daging mu.. " Ucap Argus dengan kecewa.
"Lupakan, mari kalahkan saja dia dan tunggu Hawa sampai di sini.. "
Setelah itu Argus mulai bersungguh-sungguh melawan Drake itu, dan hanya butuh satu serangan dari Argus untuk membuat drake itu mati dan meninggalkan Core monster di sana.
Setelah mengambil Core itu, ia kemudian mengambil Core Dungeon dan kemudian duduk di sana menunggu Hawa sampai.
Sambil menunggu, Argus memilih mengeluarkan salah satu Daging Monster yang masih ia miliki dari hutan Orasis sebelumnya. Ia kemudian memanggang nya di sana..
"Setelah ini aku akan menuju Tiga Dungeon Tertutup lainnya, dan sisa empat lagi adalah Dungeon terbuka.. " Gumam Argus saat ia mulai makan daging itu.
"Tunggu.. Ada sembilan Dungeon terbuka di sini, jadi kemana Monster Dungeon itu pergi..?? Kenapa semua yang aku bunuh di luar hanya menyusahkan Core saja..? "
"Apakah mungkin Monster dari rumah monster itu tak ikut tertarik dengan benda yang menarik gelombang pasang Monster dan masih ada di dalam Dungeon..?? "
"Jika itu benar, maka aku masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan stok daging lainnya lagi nanti.. "
.
.
. Bersambung.
__ADS_1