
Setelah menunggu untuk beberapa waktu akhirnya Hawa dan Alfred sampai juga di ruangan Bos itu.
Argus sendiri telah menghabiskan seluruh daging yang sebelumnya talah ia panggang itu.
"Ayah.. Aku sudah selesai..!! Ehh..?? Kenapa ada bau daging di sini..?? " Ucap Hawa.
"Ih itu mungkin bau dari Monster yang ayah kalahkan.. " Ucap Argus.
"Benarkah..?? Kenapa rasanya seperti bau daging panggang..?? " Ucap Hawa.
"Ya karena Ayah menggunakan api untuk melawan monster itu, lupakan.. Mari kita keluar, setelah ini kau akan bersama kak Lisa dan Olivia.. "Ucap Argus.
" Ayah akan menuju tempat lain yang sedikit berbahaya.. "
"Ehh.. Tapi Hawa ingin ikut bersama Ayah.. " Ucap Hawa.
"Lainkali ok.. Setelah urusan ini kita akan pergi ke Dungeon lainnya bersama-sama.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Tapi janji ok. " Ucap Hawa.
"Ya.. Ayah janji.. " Ucap Argus.
Setelah itu Argus kembali menghancurkan core Dungeon itu yang membuat Argus, Hawa dan Alfred di transfer keluar secara paksa.
Setelah itu Argus membawa Hawa dan Alfred ke tempat Lisa dan Olivia. Ia kemudian meninggalkan mereka dan pergi ke lokasi Dungeon selanjutnya.
Kali ini Argus ingin menyelesaikan Dungeon Rank S dengan lebih cepat, Dungeon itu sendiri di isi oleh monster jenis serangga.
Ukuran mereka sendiri mencapai beberapa meter yang membuatnya terlihat menyeramkan. Dan lagi selain ukuran, beberapa dari mereka memiliki racun di bagian tubuh mereka yang membuatnya berbahaya.
Selain menggunakan Cakar adamantium, Argus juga menggunakan panah mana dan panah api untuk memusnahkan setiap monster yang menghalangi jalannya.
Argus tak mau berlama-lama atau memikirkan material monster, karena mau bagaimanapun cara argus melawan mereka. Pada akhirnya hanya ada core monster yang tersisa tanpa ada material lain, jadi Argus tak perlu menahan diri.
Ia terus menerus mengeluarkan rentetan serangan panah api dan panah mana secara bergantian sementara ia terus meleset ke dalam Dungeon.
Karena Dungeon ini sendiri mirip dengan Dungeon pada umumnya, maka Argus hanya perlu melewati satu jalan.
Jumlah lantai di Dungeon ini sendiri mencapai seratus yang cukup banyak. Hanya saja semuanya adalah serangga. Monster di dalamnya sendiri sebenarnya tidaklah kuat, hanya saja racun itu yang membuat Dungeon ini berbahaya.
Argus tak menahan diri dan terus mengunakan api untuk membakar semuanya. Di ruangan bos, itu di tempati oleh kelabang raksasa yang memiliki panjang sekitar sepuluh meter.
Setelah itu Argus menjumpai, belalang sembah, tarantula, kalajengking dan berbagai binatang atau serangga beracun lainnya sebagai bos di tiap sepuluh lantai berikutnya.
Dan pada lantai ke seratus ada Chimera tipe serangga. Atau perpaduan berbagai serangga pada satu tubuh.
Setelah selesai pada Dungeon itu, Argus menuju Dungeon selanjutnya, itu juga Dungeon Rank S lainnya. Dungeon kali ini berisikan berbagai Ras Monster di dalamnya.
Dan yang menjadikan Dungeon ini masuk kategori Rank S adalah karena jumlah monster di dalamnya sangatlah banyak..
Argus memperkirakan di lorong atau lantai pertama yang biasanya jika dalam Dungeon normal hanya akan ada sekitar sepuluh monster, di sini ada lebih dari seratus monster yang ia temui.
Dan jumlahnya terus meningkat seiring jumlah lantai/lorong yang Argus lewati. Jumlah lantai Dungeon ini juga mencapai tujuh puluh lantai.
Dimana jumlah monster yang Argus temui di lantai terakhir sebelum ruangan bos di lantai tujuh puluh bahkan mencapai hampir seribu monster.
Argus menduga jika Dungeon ini tak pecah ada kemungkinan jumlah monster di dalamnya akan meningkat lebih banyak. Bos terakhir disana ternyata adalah naga angin..
Walaupun itu termasuk Rank S monster, namun di depan Argus itu masih sama dengan naga muda yang belum benar-benar dewasa.. Jadi argus tak menunda waktu langsung membunuhnya dan menghancurkan Core Dungeon itu.
Argus langsung menunju ke Dungeon tertutup terakhir. Dan kali ini Dungeon ini mendapatkan julukannya benar-benar karena Rank monster di dalamnya yang membuat Dungeon ini mendapatkan predikat Dungeon Rank S.
Dungeon itu sendiri sebenarnya hanya sampai tiga puluh lantai. Namun monster di dalamnya yang membuat Rank Dungeon ini menjadi Rank S.
Karena di dalam Dungeon itu semuanya adalah monster sub dragon. Hampir semuanya yang ada di sana adalah kerabat atau monster yang memiliki darah naga padanya.
__ADS_1
Ada Lizardman, Drake, Wyvrin, kura-kura naga, dan sebagainya lagi. Yang jelas mereka benar-benar termasuk sub dragon yang membuatnya cukup kuat.
Melihat semua monster itu membuat Argus cukup kecewa karena mereka semua pada akhirnya hanya akan menyisakan Coret monster saja tanpa ada daging dan material lainnya..
Argus menyelesaikan semuanya dengan cepat, dan akhirnya setelah menyelesaikan semuanya ia langsung menghancurkan Core dungeon itu dan kembali ke tempat yang lainnya.
Dan saat ia sampai di sana Hawa langsung berlari ke arahnya..
"Ayah.. Aku juga mau yang seperti itu..!! " Teriaknya saat mengarahkan tangannya ke pistol milik Lisa dan Olivia.
"Tidak.. Itu bukan mainan untuk Hawa.. Nanti setelah Hawa cukup besar Ayah akan membuatkan satu untuk Hawa ok.. " Ucap Argus.
"Tapi.. " Ucap Hawa.
"Tidak.. Sekarang masih belum saatnya.. " Ucap Argus. Lalu ia berjalan ke arah lisa dan Olivia..
"Lisa, Oliv.. Kita akan pergi.. Mulai sekarang kita akan membersihkan monster di sekitar dungeon... "
"Apakah semua Dungeon telah master hancurkan..?? " Tanya Lisa.
"Hanya Dungeon tertutup saja, Untuk sekarang kita akan menuju Dungeon terbuka dan menghancurkannya.. " Ucap Argus.
"Berapa banyak Dungeon yang harus kita lawan..?? " Tanya Olivia.
"Masih ada empat Dungeon terbuka untuk sekarang.. " Ucap Argus.
"Di sini di jelaskan itu adalah Dungeon dari Sabertooth , Dungeon lava golem, wyvrin , ular raksasa dan terakhir ada emm..?? Di sini tak ada namanya.. " Ucap Argus.
"Biar aku lihat.. " Ucap Olivia.
"Oh ini monster aneh yang tak ada dalam catatan, jadi belum ada nama atau ras monster ini.. "
"Monster baru kah..?? Menarik.. " Gumam Argus.
"Baiklah.. Mari kita pergi sekarang.. "
Itu adalah dungeon dari harimau gigi pedang. Di dungeon itu terdapat banyak monster jenis ini berkeliaran, ukuran mereka sekitar satu setengah meter tingginya dan panjang sekitar hampir tiga meter.
"Apa kalian ingin mencobanya..?? " Tanya Argus.
"Hawa akan ikut..!! " Ucap Hawa.
"Ya tak masalah, Alfred.. " Ucap Argus.
"Mengerti Master.. " Ucap Alfred yang sudah paham maksudnya.
"Mari bersiap masuk.. " Ucap Argus.
Olivia dan Lisa juga menyiapkan senjata mereka, Argus berjalan ke depan bersama Hawa dan Alfred..
Lalu di sana Argus mengeluarkan Cakar adamantium miliknya dan mulai melawan Monster di sana, Cakar Argus jauh lebih kuat dan tajam dari cakar harimau gigi pedang itu.
Jadi ia bisa langsung memotong mereka dengan mudah. Argus melihat Hawa menghadapi satu monster sementara Alfred akan ada di dekatnya menghalangi monster lainnya mendekati Hawa..
Jika tak ada yang mencoba mendekati Hawa, Alfred akan diam dan memperhatikan Hawa agar tak terluka.
Sementara itu Lisa dan Olivia mulai menembaki semua Monster yang bisa mereka lihat juga. Namun karena kecepatan gerakan Harimau gigi pedang itu membuat Olivia sedikit kesulitan..
Argus sebenarnya bisa saja membatasi gerakan para monster itu baik dengan kemampuannya atau dengan bantuan para semut, namun ia ingin Olivia dan Hawa terbiasa dengan musuh yang bergerak cepat.
Melihat semuanya baik-baik saja, Argus memutuskan untuk mempercepat dan masuk lebih dalam. Ia membunuh sebagian besar dari monster di sana dan menyisakan sedikit untuk di hadapi yang lainnya..
Saat itu Argus memperhatikan sepertinya akan membutuhkan waktu sedikit lama agar mereka sampai di sana, jadi Argus memutuskan untuk menyelesaikan dungeon lainnya dulu..
Argus memutuskan untuk menyelesaikan Dungeon Wyvrin terlebih dahulu yang jaraknya tak terlalu jauh dari sana..
__ADS_1
Saat ia sampai di pintu masuk, ia melihat banyak monster di sana yang sepertinya tertarik dengan Dungeon itu.
Argus langsung menggunakan Panah mana dalam jumlah banyak untuk menghujani semua monster di sana.
Setelah itu ia mulai mengumpulkan semua mayat dan core yang tergeletak di sana. Ternyata tak semuanya adalah monster alami tetapi sebagian adalah monster dari dungeon yang keluar juga..
Setelah selesai, ia memutuskan masuk ke dalam, dan di dalam sana ternyata terdapat cukup banyak Wyvrin yang saat itu sedang tertidur.
Argus langsung menyiapkan bola api berwarna putih..
"Sepertinya ini cukup.. " Gumam Argus.
Para Wyvrin di sana yang merasakan perubahan suhu di sana akhirnya terbangun dan melihat ke arah Argus..
Mereka mulai panik dan mencoba menyerang Argus. Melihat itu Argus langsung melemparkan bola api itu kearah mereka.
Semua Wyvrin itu langsung tertelan oleh bola api itu dan membuat mereka semuanya terpanggang di sana. Bau daging bakar tercium setelah api itu menghilang.
"Ya.. Sepertinya aku tak perlu susah-susah mengolahnya lagi sekarang.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai memasukkan semua daging itu, dan tak lupa ia memotong satu kaki dari Wyvrin itu untuk di makan..
Lalu Argus menghancurkan dungeon itu yang langsung membuatnya di transfer ke luar sana.
"Sepertinya masih ada sedikit waktu sampai Hawa dan yang lainnya sampai di ujung dungeon..
Baiklah, mari lanjutkan ke dungeon selanjutnya.. " Ucap Argus.
"Diantara dungeon tersisa aku sebenarnya ingin menuju ke dungeon yang berisi ular itu, tapi.. Sepertinya akan lebih baik jika aku ke dungeon golem lava lebih dulu.. "
Lalu Argus kembali pergi ke dungeon selanjutnya dan muncul di depan dungeon Lava Golem. Lingkungan di sana sekarang nampak mulai terpengaruh dengan banyaknya tumbuhan yang mulai layu dan mati.
Terlihat tanah di sana sekarang juga sudah mulai kering dan sepertinya ada beberapa bagian yang sudah menjadi lingkungan berpasir juga..
"Sepertinya perubahan di sini jauh lebih parah dari dungeon lainnya.. " Ucap Argus.
"Ya memang benar ini keputusan yang lebih baik untuk memusnahkan beberapa dungeon, atau kota ini akan menjadi kota gurun tak lama lagi.. "
Argus kemudian memasuki Dungeon itu, kali ini dungeon itu tak seperti lorong panjang melainkan sebuah ruangan luas denagn lantai yang terlihat tertutup oleh lava.
Dan terlihat hanya ada satu Golem yang nampaknya seperti sebuah gunung jika tak di perhatikan dengan seksama..
"Mari akhiri dengan cepat..
Pertama sihir Air - Gelombang Tsunami..! " Ucap Argus menciptakan Air dalam jumlah besar untuk mendinginkan lingkungan di sana.
*Ggrrroowwww..!!!
Sang Golem langsung meraung dan marah merasakan serangan Argus itu.
Ia langsung bangkit dan mulai berlari ke arah Argus.
"Maaf aku tak bermaksud bermain-main dengan mu jadi...
Absolute Zero - Nafas Naga Es..!! " Teriak Argus.. Ia kemudian menyemburkan nafas beku ke arah Golem dan membuatnya berubah menjadi patung Es seketika.
Lalu Argus menggunakan manipulasi bayangan untuk membentuk kepalan tangan besar dan menghancurkan patung es itu.
"Mari kembali segera.. " Ucap Argus saat melihat waktu di jam miliknya.
Argus menghancurkan Core dungeon dan kemudian langsung kembali ke dungeon yang sebelumnya.
Dan saat ia sampai di sana, terlihat Hawa dan yang lainnya juga sudah hampir sampai di sana..
.
__ADS_1
.
. Bersambung.