
Di jalan hutan, beberapa orang mengendarai kuda dengan cepat melewati jalan hutan..
Diantara mereka yang paling depan adalah Dimitri, dan di sampingnya adalah sosok yang sepertinya berasal dari tas yang sama dengannya..
"Paman.. Apakah anda yakin bahwa Tombak pusaka itu ada di tangan bajak laut itu..? " Tanya Dimitri kepada seseorang yang ada di sampingnya.
"Ya.. Dari informasi yang saya dapatkan, pencuri tombak kerajaan kita telah menjualnya kepada bajak laut dua hari lalu.. " Ucap orang itu yang sebelumnya di panggil Paman oleh Dimitri.
"Dan dari informasi para bajak laut itu saat ini bersembunyi tak jauh dari pulau terlarang biasa bajak bersembunyi, Jadi kita akan bisa menemukan Tombak itu jika kita mengejar para bajak laut itu.. "
"Apakah paman sudah menyiapkan kapalnya..?? " Tanya Dimitri.
"Semuanya sudah selesai di siapkan..
Namun kali ini tindakan kita tidak di ketahui oleh semua orang termasuk ayahmu, kau harus ingat itu.. " Ucap orang itu.
"Jadi setelah mengantarkan kalian aku akan langsung kembali agar tidak mengundang kecurigaan.. "
"Aku mengerti paman.. " Ucap Dimitri.
Lalu salah satu orang menyusul rombongan dan berniat memberikan informasi..
"Tuan Diazo, rencana sudah kita laksanakan.. Setelah ini orang suruhan kami sudah menunggu di pelabuhan dan akan mengantarkan anda ke tempat lain untuk alibi anda.. " Ucap prajurit itu.
"Emm aku mengerti.. " Ucap orang yang di panggil paman oleh Dimitri yang bernama Diazo..
"Baiklah.. Tuan Diazo, pangeran Dimitri.. Saya akan pergi sekarang untuk menyiapkan hal lainnya.. " Ucap prajurit itu.
"Silakan.. " Ucap Dimitri.
Setelah itu prajurit tersebut langsung berpisah dengan rombongan itu dan mengarah ke arah lainnya..
"Paman.. Anda harus hati-hati setelah ini.. " Ucap Dimitri.
"Kau tak perlu khawatir.. Justru kau yang harus hati-hati, jangan sampai kau terluka nantinya.. " Ucap Diazo.
"Aku mengerti.. " Jawab Dimitri.
Kemudian mereka terus melaju melewati Hutan, perjalanan memakan waktu sekitar dua hari sampai mereka meninggalkan area hutan..
Mereka terus melaju sepanjang waktu dan hanya istirahat malam hari untuk makan dan tidur, mereka hanya istirahat di siang hari untuk mengistirahatkan kuda mereka sejenak..
Akhirnya mereka meninggalkan hutan pada hari ke dua dan mereka menuju wilayah pantai, mereka tidak menuju wilayah dermaga agar menghindari ada yang mengetahui apa yang mereka lakukan..
"Kalian harus hati-hati.. Walaupun tombak itu berharga, namun nyawamu sangat penting.. " Ucap Diazo.
"Aku mengerti.. " Jawab Dimitri.
"Seharusnya semua perbekalan sudah di siapkan di dalam di kapal, jadi jangan khawatir.. Dan ingat jalur yang harus kalian lewati nanti jangan sampai melenceng.. " Ucap Diazo.
"Baik.. Aku mengerti, kalau begitu kami akan berangkat sekarang agar tidak kehilangan mereka.. " Ucap Dimitri.
"Silakan.. " Ucap Diazo.
"Kalian jaga pangeran baik-baik.. Apakah kalian mengerti..!! "
"Kami mengerti Tuan..!! " Teriak para prajurit yang mengikuti pangeran Dimitri.
Setelah itu kapal mulai melaju meninggalkan pantai, dan mulai berlayar dengan kecepatan tinggi ke arah lautan..
Diazo melihat kepergian kapal di sana sampai kapal tak terlihat lagi, lalu ia berbalik dan kemudian mengendarai kudanya lagi. Di saat ia berbalik ia terlihat tersenyum..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Kapal yang dinaiki Dimitri melaju dengan cepat, perjalanan berlangsung selama lima hari di lautan sebelum akhirnya mereka menemukan pulau terlarang yang ternyata itu adalah pulau bajak laut yang sebelumnya Bagas temukan.
Mereka berhenti di sana dan berniat menunggu para bajak laut lewat sana. Karena mereka berlayar dari pantai yang lebih dekat, jadi mereka bisa mendahului para bajak laut..
Dimitri berdiri di anjungan kapal dan melihat sekeliling.. Lalu ada salah satu prajurit mendekati nya
"Pangeran, makanan sudah siap.. Silakan makan dulu, biarkan saya yang menggantikan anda mengawasi di sini.. " Ucap prajurit demi human Banteng itu.
"Baiklah.. " Ucap Dimitri.
Lalu ia masuk dan mulai makan bersama prajurit lainnya, suasana makan berlangsung tenang mungkin karena mereka sedang menunggu pertempuran yang mungkin akan terjadi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba para prajurit yang sedang makan itu mulai jatuh satu persatu dan pingsan di sana.
"Ini.. Ini..? Racun..? " Ucap Dimitri yang mulai sempoyongan..
"Sial.. Siapa..!! "Teriak Dimitri.
" Hohoho.. Teryata kau lumayan tahan juga pangeran.. "Suara seseorang terdengar dari arah tangga.
Lalu terlihat sosok demi human mirip anjing dengan bekas luka di mata kirinya datang dari sana..
Lalu ada banyak orang lagi masuk ke sana yang ternyata kapal itu telah di masuki banyak penyusup.
" Ternyata fisik Dragonewt benar-benar luar biasa, kau tak mati walaupun sudah terkena racun.. "Ucap orang itu
" Kau..! Jakel..??! "Teriak Dimitri saat ia melihat sosok itu.
" Itu benar, pangeran ku.." Ucap Jakel.
"Bagaimana kau bisa masuk ke sini..?? Dan bagian kau bisa menaruh racun di sini.. " Tanya Dimitri.
"Apa kau ingin tau pangeran..?? " Tanya Jakel, lalu sosoknya mulai berubah menjadi demi human Banteng yang sebelumnya menyuruh Dimitri untuk makan di atas sana..
"Kau..??!! Ternyata kau sudah menyelinap masuk sejak lama..?? " Tanya Dimitri.
"Itu benar.. Hahahaaa... " Jawab Jakel yang kembali berubah menjadi wujudnya lagi..
"Apa kau terkejut pangeran ku..?? "
"Tunggu..! Jika kau ada bersama kami, lalu dimana kau menyembunyikan tombak itu sekarang..? " Tanya Dimitri.
"Tombak apa..?? Sejak awal tombak itu tak pernah ada padaku.. " Ucap Jakel.
"Sial.. Apakah ada yang memalsukan informasi.. " Ucap Dimitri.
"Itu bukan urusanku.. Kau bisa memikirkan hal itu di neraka bersama para prajurit mu.. " Ucap Jakel.
Lalu para bajak laut bawahan jakel mulai menyerang Dimitri, namun terlihat jika Dimitri bisa menangani mereka..
Jadi jakel memutuskan untuk melakukan sendiri.
Lalu ia mengeluh belati dari balik bajunya dan langsung mencoba menyerang Dimitri. Namun walaupun terlihat kekanak-kanakan, namun dalam pertempuran Dimitri tak kalah dari Jakel walaupun dia terkena racun.
Setelah itu Dimitri menjaga jarak dari jakel saat mendengar perkataan Jakel. Walaupun tak ingin mengakuinya, namun Dimitri tau apa yang dikatakan jakel benar adanya..
Memikirkan kembali ia takan beruntung jika pertarungan terus berlarut-larut, Dimitri membuat keputusan yang mungkin akan membuatnya terluka atau mati.
"Kalau begitu.. Mari kita menuju alam bawah bersama-sama..!! " Teriak Dimitri.
"Kemampuan bawaan..! Mana Bomb..!! "
Kemudian terlihat tubuh Dimitri mulai bersinar terang saat ia menggunakan kemampuannya itu.. Jakel yang melihat itu mempunyai firasat buruk..
"Ini buruk.. Mati kau Pangeran..!! " Teriak Jakel..
Lalu ia langsung meleset menuju Dimitri namun sebelum ia sempat menusuknya, tiba-tiba tubuh Dimitri bersinar jauh lebih terang dari sebelumnya dan kemudian..
"Bbboooommmm....!!! "
Ledakan yang berasal dari tubuh Dimitri terjadi meledak semuanya yang ada di kapal itu..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Kembali ke masa saat ini..
"Setelah itu, aku tak tau apa yang terjadi sampai aku sadar di sini.. " Ucap Dimitri
"Jadi pada dasarnya kau di jebak..?? " Tanya Roland.
"Entahlah.. " Ucap Dimitri.
"Benar.. Dimana ini..?? "
"Ini adalah pulau bajak laut, atau mungkin di kerjaan mu di sebut pulau terlarang yang ada di ujung tepi luar jalur laut.. " Ucap Roland.
"Sedang apa kalian ada di disini..?? " Tanya Dimitri.
__ADS_1
"Ya sebenarnya kami kebetulan ingin pergi ke Raika, namun secara kebetulan melihatmu mengambang di lautan.. Jadi kami membawamu ke sini.. " Ucap Roland.
"Bagaimana kalian bisa ada di sini..?? Bukankah jalur laut jauh dari sini jika ingin pergi ke Raika..?? " Tanya Dimitri.
"Itu benar jika kami dari Illia langsung ke Raika.. Namun kami sebenarnya dari pulau Naga.. Dan aku hanya menumpang dengannya, dia juga yang menyelamatkan mu.." Ucap Roland.
"Tunggu Pulau Naga..?? Pulau yang di kabarkan saat ini di miliki oleh seseorang itu..?? "Tanya Dimitri.
" Benar.. "Ucap Roland.
" Benar.. Aku ingin bertanya masalah ini sejak mendengarkan berita itu, kenapa kalian memberikan pulau itu..?? " Tanya Dimitri.
"Maksudnya itu adalah pulau yang terlalu berbahaya sampai-sampai di hapus dari peta, jadi kenapa malah di jadikan hadiah..?? Orang seperti apa yang menginginkan pulau seperti itu..?? "
"Orang seperti dia..!! " Ucap Roland sambil menujuk ke Argus.
"Ehh..?? Maksudnya dia pemilik pulau itu..?? " Tanya Dimitri.
"Itu benar.. " Ucap Roland.
"Jadi apa yang kau inginkan sampai mau menerima pulau itu..?? " Tanya Dimitri ke Argus.
"Aku hanya ingin tempat yang tenang untuk membangun rumah.. " Ucap Argus.
"Tempat tenang untuk membangun rumah..?? Tapi bukankah terlalu berbahaya..?? Ada banyak monster kuat di lautan dekat pula itu, dan banyak bahaya lainnya di dalam pulau itu..?? " Tanya Dimitri.
"Jadi kenapa kau tetap memilih nya..? Bukan kah masih banyak tempat lainnya yang lebih cocok..? "
"Itu karena bagiku monster itu bukan masalah serius, dan lagi dengan adanya mereka maka pulau Naga bisa jauh lebih aman.. " Ucap Argus.
"Aku tak tau apa kau ini gila atau apa sampai mengatakan hal seperti itu.. "Ucap Dimitri.
" Tapi Terima kasih karena telah menyelamatkan ku.. "
"Tak masalah.. " Ucap Argus.
"Ngomong-ngomong, sebelumnya kau mengatakan sedang mencari tombak kerajaan bukan..?? "
"Ya.. Tombak itu hilang dari penyimpanan kerajaan kami yang di jaga ketat oleh para pasukan setiap saat.. Itu adalah pusaka turun temurun yang sudah ada sejak awal didirikannya kerajaan Raika, dan telah menjadi simbol dari seorang Raja.. " Ucap Dimitri.
"Namun entah bagaimana tombak itu menghilang dari penyimpanan.. "
"Dan kau mendapatkan informasi jika tombak itu sudah ada di tangan bajak laut..?? " Tanya Argus.
"Benar.. Pencuri itu menjual tombak itu ke bajak laut berdasarkan informasi yang pamanku katakan.. " Ucap Dimitri.
"Aku tak tau kau bodoh, idiot atau benar-benar polos.. " Ucap Argus.
"Apa maksudmu berkata seperti itu..?!! " Teriak Dimitri.
"Kau percaya bahwa ada pencuri yang bisa masuk ke ruang penyimpanan kerajaan yang di jaga ketat tanpa di ketahui, dan pencuri itu menjual tongkat itu ke bajak laut..?? Hanya karena paman mu mengatakan itu..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Itu yang di katakan pamanku.. Tunggu, apa kau mengatakan jika pamanku berbohong..?? " Tanya Dimitri.
" Jika tidak apa lagi..?? "Ucap Argus.
" Pertama itu berlokasi di penyimpanan kerjaan yang sangat rahasia seharusnya, lalu bagaimana pencuri itu bisa mengetahui lokasinya..??
Kedua.. Itu di jaga ketat namun tak ada yang menyadarinya..?
Ketiga.., setelah mencurinya, pencuri itu menjual ke bajak laut..?? Uang dari mana bajak laut itu sampai bisa membeli tombak kerajaan Raika..?? "
"Ya anggap saja karena telan mendapatkan banyak uang dari rampokan, namun untuk apa mereka membelinya..? Padahal kebanyakan bajak laut akan menukar barang mereka dengan uang atau makanan, lalu kenapa di sini mereka malah menjadi pembeli bukan penjual..?? " Ucap Argus.
"Itu.." Dimitri tak tau harus menjawab apa, karena apa yang di katakan Argus benar adanya.
"Dan lagi kau mengatakan jika jakel atau bajak laut itu ternyata sudah ada bersama mu sepanjang waktu sejak awal bukan..?? " Dan itu adalah pasukan yang di miliki pamanmu, serta semua itu di lakukan tanpa di ketahui siapa pun bukan..?? "Ucap Argus.
" Lalu bagaimana dia bisa masuk dan menyamar padahal tak ada yang tau..?
Walaupun tau kau akan ke laut, apa untungnya..?? Dia mengatakan bahwa dari awal tombak itu tak ada padanya, laku kenapa repot-repot sampai ingin membunuhmu..?? "
"Itu.. Itu.. "
.
.
. Bersambung
__ADS_1