Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
126


__ADS_3

Setelah beberapa waktu akhirnya Argus melihat Dungeon itu. Itu terletak diantara terumbu karang.


Walaupun itu terletak jauh di dasar laut, namun terumbu karang di sana sangat baguus dan terjaga..


Setelah itu Argus memasuki Dungeon itu, dan ternyata di dalamnya juga berisikan air laut.. Tak ada daratan di sana hanya gua laut panjang.


Argus menyusuri Dungeon itu dan akhirnya ia melihat monster pertama..


Itu adalah manusia ikan, perpaduan manusia dan ikan namun bukan seperti mermaid yang Argus kenal di Bumi..


Melainkan sosok dengan kepala ikan atau lebih tepatnya ikan Lentera atau Lanternfish yang memiliki gigi panjang ke luar dari mulut mereka dan sebuah lampu menggantung di kepalanya..


Badannya sendiri mirip manusia namun bersisik dengan tangan dan kaki mirip manusia, namun ia memiliki sirip di punggungnya dan ekor di belakangnya..


Ia terlihat memegang tombak trisula di tangannya dan berenang dengan sangat cepat ke arah Argus.


Melihat itu Argus mengeluarkan Katana miliknya, lalu ia menahan serangan manusia ikan itu. Namun apa yang Argus tak duga adalah ketika tombak manusia ikan itu mengenai Katana Argus, itu langsung terpotong menjadi dua.


Dan tanpa sengaja Argus langsung memotongnya juga.


"Apakah tombak mereka terlalu rapuh..?? " Gumam Argus melihat itu.


"Biarlah.. Ini jauh akan mempermudah semuanya.. " Ucap Argus.


Lalu ia mulai memasuki lebih dalam Dungeon itu dan terus membunuh setiap monster yang Argus temui. .


Namun setelah masuk cukup lama Argus masih belum menemukan ruang Bos Dungeon ini, sementara monster yang ia bunuh sudah sangat banyak sekarang..


"Apakah tak ada bos di sini..?? Atau di sini hanya ada satu bos di ujung lorong ini..?? " Ucap Argus melihat ke belakang. Jika di bandingkan Dungeon biasa, seharus Argus sudah mencapai ruang Bos pertama..


Atau bahkan mungkin seharusnya sudah mencapai setengah dari jumlah Dungeon..


"Ini masih belum siang, lebih baik aku melanjutkan dan melihat sampai mana Dungeon ini.. " Ucap Argus.


Lalu ia kembali melanjutkan perjalanannya di dalam Dungeon itu.


Dan pada akhirnya setelah lebih dari dua jam menyusuri Dungeon itu Argus melihat Ruang Bos Dungeon itu..


"Seberapa jauh sebenarnya ini..?? Jarak ini seharusnya hampir sama dengan Dungeon seratus lantai.. "Ucap Argus.


" Baiklah, mari lihat Bos apa di dalam sini.. "


Lalu Argus membuka pintu itu dan melihat monster di dalamnya. Ternyata itu adalah sosok monster yang mirip Ubur-ubur dengan tentakel yang sangat panjang seperti gurita dan badan seperti Slime..


"Apakah ini perpaduan Slime dan Kraken..?? " Gumam Argus.


Lalu Monster itu langsung menyerang Argus begitu melihat Argus masuk.


Ia menyemburkan Tinta hitam yang membuat seluruh ruangan itu menjadi gelap..


Setelah itu tentakel monster itu mulai menyerang Argus, Argus tak hanya diam saja. Ia memotong setiap tentakel yang mendekatinya..


Kemudian Argus membuat pelindung di seluruh ruangan itu, kemudian Argus mencoba sesuatu..


"Mari hilangkan seluruh air di sini.. " Ucap Argus


Lalu ia mengeluh api berwarna hitam yang secara langsung menguapkan seluruh air di sana tanpa tersisa..


Dan terlihat pelindung itu juga mulai retak karena api Argus tersebut. Melihat itu Argus menghilangkan kembali Api miliknya..


"Sepertinya terlalu berbahaya menggunakan ini di sini.. " Ucap Argus.


Lalu ia melihat monster itu menggeliat di lantai yang sudah tak ada air lagi di sana.


"Karena sepertinya kau memiliki kemampuan penyembuhan diri, maka Aku butuh bantuan mu untuk sebuah eksperimen.. "Ucap Argus.


Lalu ia mengeluarkan rantai mana untuk mengikat monster itu. Kemudian ia mendekatinya dan memotong setiap tentakel miliknya.


Terlihat monster itu ketakutan namun ia juga terlihat mulai menumbuhkan kembali tentakelnya yang telah di potong.


Saat tentakel itu tumbuh, maka akan ada rantai lain yang akan mengikatnya lagi dan membuat monster itu tak bisa bergerak.


Kemudian Argus mengambil tentakel yang telah di potong sebelumnya dan mulai memanggang nya dengan sihir api miliknya..


Dan setelah itu ia mulai memakannya.


"Tak ada perbedaan dengan monster di luar, sepertinya sekarang aku tau cara memakan daging monster di dalam Dungeon sebelum mereka menghilang dan berubah menjadi Core saja.. "Ucap Argus sambil memakan tentakel itu


Dari eksperimen ini Argus tau, selama monster itu tidak mati maka bagian yang ia potong takan menghilang.

__ADS_1


Artinya jika Argus ingin memakan daging monster dari Dungeon, maka ia hanya perlu memotong beberapa bagian tubuhnya namun juga harus membiarkan monster itu tetap hidup..


Jadi bagian yang ia potong takan menghilang, terutama untuk monster yang memiliki kemampuan regenerasi..


Itu artinya di mata Argus adalah sumber makanan tak terbatas, ia bisa terus memotongnya terus dan memakannya sebelum monster itu mati..


Argus terus mengulangi hal itu, ia akan memotong tentakel monster itu dan memasaknya sementara menunggu tentakel selanjutnya tumbuh..


Dan terus seperti itu sampai tiba-tiba monster itu tak lagi beregenerasi. Dan tiba-tiba menghilang dari sana meninggalkan Coret do sana.


Dan juga tentakel yang sedang di panggang dan di makan tiba-tiba juga menghilang.


"Sial.. Apakah ia kehabisan Mana..?? " Ucap Argus.


"Sepertinya lain kali aku juga harus memperhatikan jumlah mana monster itu jangan sampai ia mati kehabisan mana.. "


Saat Argus berfikir untuk kembali, ia melihat pintu lainnya di belakang Monster itu sebelumnya..


"Apakah masih ada ruang selanjutnya..?? Jadi seberapa dalam sebenarnya Dungeon ini..?? " Ucap Argus.


"Mari lihat sebentar dan setelah itu kembali dulu.. Lain kali aku bisa meneruskan Dungeon ini.. "


Lalu Argus menghilangkan pelindung di sana dan membuka pintu itu, di sana masih sama dengan lorong Dungeon sebelumnya..


Terlihat sangat panjang, namun kali ini apa yang ada di sana selain manusia ikan sebelumnya.. Ada juga monster mirip belut laut..


Argus hanya menjelajahi sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali dulu, karena saat ini Argus melihat sudah siang..


Ia muncul di samping kapal yang ia buat sebelumnya, lalu Argus kembali melanjutkan membuka perabotan di dalamnya agar tidak kosong.


Terakhir ia membuat Rune pada Core untuk di jadikan prasasti penggerak kapal itu nantinya..


"Sepertinya cukup.. " Ucap Argus.


"Aku hanya perlu menyiapkan penerima sinyal dan kemudian semuanya beres.. "


Saat Argus membuat penerima sinyal itu, Roland tiba-tiba datang kesana.


"Ternyata kau disini.. " Ucap Roland.


"Ada apa..? Apakah ada masalah..?? " Tanya Argus.


"Para wanita sedang asyik mengobrol bersama, dan saat aku ingin mendengar juga tadi.. Mereka malah mengusir ku.. "


"Jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan saja, tadinya aku ingin memancing. Tapi aku melihatmu di sini jadi aku kesini.. "


"Oh.. Apa yang mereka bicarakan..?? " Tanya Argus sambil melanjutkan membuat penerima sinyal.


"Entahlah.. Mereka mengusir ku sebelum aku mendengar apa yang mereka biasakan.. " Ucap Roland.


"Ngomong-ngomong apa yang kau buat sekarang..?? "


"GPS atau penerima sinyal.. " Ucap Argus.


"Apakah kita akan berangkat setelah kapal ini selesai..? " Tanya Roland.


"Mungkin." Ucap Argus.


"Jadi apakah kau akan ikut pergi bersama ku ke kerajaan Raika atau kau akan langsung ke hutan Jura..? " Tanya Roland.


"Aku akan ikut bersamamu dulu, aku penasaran dengan gurun Gabo.. " Ucap Argus.


"Sementara ke kerajaan Jura bisa di tunda, toh itu bukan hal mendesak dan wilona juga tak menuntut untuk segera kembali.. "


"Itu bagus.. Aku akan memperkenalkan mu dengan wanita incaran ku nanti.. " Ucap Roland.


"Tapi aku peringatkan jangan menggodanya mengerti.. "


"Apakah menurutmu aku tipe seperti itu..?? " Ucap Argus.


"Katakan itu jika kau tak memiliki banyak Wanita.. Siapa yang akan percaya kata-katamu jika kau saja memiliki banyak wanita.. " Ucap Roland.


"Hei.. Aku tak menggoda mereka atau mendekati mereka..


Mereka yang tiba-tiba saja mendekati ku dan secara paksa membuat mereka menjadi wanita ku.. " Ucap Argus.


"Aku tau, tapi aku tak perduli siapa yang mendekati siapa..


Yang jelas kau itu seperti magnet wanita, jadi kali ini aku mohon jangan sampai dia juga suka padamu.. " Ucap Roland..

__ADS_1


"Akan aku usahakan.. " Jawab Argus..


"Jawabanmu sedikit meragukan.. " Ucap Roland.


"Hanya itu yang bisa aku katakan.. Memang apa lagi yang ingin kau dengar.. " Ucap Argus.


"Entahlah.. Aku juga tak tau.. " Ucap Roland.


"Benar.. Aku belum bertanya, siapa sebenarnya wanita yang kau sukai itu..?? " Tanya Argus.


"Namanya Sisilia.. Ia adalah kepala prajurit di Kerajaan Raika.. " Ucap Roland.


"Kepala prajurit..?? Apa kau tak mendekati putri atau keluarga kerajaan..?? " Tanya Argus.


"Hei.. Anak raja Raika itu laki-laki, mana mungkin aku suka padanya..! " Ucap Roland.


"Oh..? Apakah tak ada Putri..? " Ucap Argus.


"Apa kau mengincar putri kerjaan Raika..?? " Tanya Roland.


"Tidak juga.. Aku kira kau akan melakukan pernikahan politik.. " Ucap Argus.


"Pantas saja kau ngotot ingin membuat jasa sebelumnya..


Ternyata kau mengincar kesatria wanita.. "


"Ya kau tau.. Aku tak boleh terlihat lemah, dan juga dengan begitu aku bisa terlihat lebih baik di matanya.. " Ucap Roland.


"Tunggu. Bukankah kebanyakan warga kerajaan Raika demi Human..? Apakah Sisilia itu juga sama..? "Tanya Argus.


" Tidak.. Sisilia sebenarnya adalah seorang Elf.. " Ucap Roland.


"Keluarganya telah lama tinggal di kerjaan Raika seja dulu, dan merupakan keluarga kesatria turun temurun di sana.. "


"Elf kah..?? Pantas kau tergila-gila padanya.. " Ucap Argus.


"Apakah raja dan ratu serta paman Sebastian mengetahui hal ini..?? "


"Mereka tau.. Alasan mereka mengijinkan ku pergi dengan mu juga karena hal ini.. " Ucap Roland.


"Kau tidak mengharapkan ku membantu mu di sana bukan..?? " Tanya Argus.


"Sebenarnya ada satu permintaan yang aku harap kau bisa membantu ku.. " Ucap Roland sambil tersenyum.


"Lupakan.. Jadi apa yang kau ingin aku lakukan..??" Tanya Argus.


"Sebenarnya ada sebuah tradisi di kerjaan Raika untuk bangsawan dan kesatria di sana.. Dimana jika orang luar terutamanya yang ingin menikahi wanita bangsawan atau kesatria kerjaan Raika, maka mereka harus melawan prajurit terkuat di sana.. " Ucap Roland.


"Namun untungnya hal itu tak harus di lakukan oleh laki-laki itu secara langsung, tapi bisa di wakilkan oleh pihak lain yang masih memiliki hubungan keluarga.. "


"Jadi karena aku tak mungkin meminta Ayah ku turun tangan, dan aku juga tak bisa karena status ku sebagai Pangeran.. Maka kau adalah satu-satunya yang bisa aku mintai tolong.. " Ucap Roland.


"Tapi aku bukan anggota keluarga kerjaan..?? " Ucap Argus.


"Tapi kau calon suami Olivia yang artinya kau juga calon anggota kerjaan..


Ya walaupun kau tak menginginkan status, namun bagaimana pun juga hal itu tak bisa di hindarkan.. " Ucap Roland.


"Masuk akal juga.. Jadi apa kau tau siapa lawan yang akan aku hadapi..?? " Tanya Argus.


"Sepertinya itu adalah salah satu keluarga Sisilia, walaupun sebenarnya keluarga jauh.. " Ucap Roland.


"Karena itu adalah seorang demi human singa yang berhasil menikahi salah satu keluarga.. Aku tak tau keluarga yang mana pastinya.. "


"Ya itu tak masalah.. Lalu apakah ada peraturan untuk pertandingan itu..?? " Tanya Argus.


"Hanya ada dua peraturan, pertama membuat lawan menyerah atau mati. Kedua, keluarkan lawan dari arena..


Itu saja.. " Ucap Roland.


"Jadi penggunaan senjata atau yang lainnya tak di larang..?? " Tanya Argus.


"Itu benar.. " Jawab Roland.


"Maka itu akan mudah.. "


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2