Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
133


__ADS_3

"Itu karena.. "Ucap Roland. Namun ia ragu untuk menjawab dengan jujur gak tersebut.


"Mereka termasuk Ras Demi human yang sudah melewati level 100.." Ucap Argus.


"Karena itu monster akan merasa terintimidasi oleh mereka yang masih memiliki darah dari ras monster di tubuh mereka.


"Apa..?? " Ucap Dominik. Kaget mendengar hal itu.


"Tunggu. Aku baru sadar, bagaimana denganmu..? " Tanya Dominik ke Argus


"Aku..?? Lupakan, lebih baik kau tak tau.. Itu hanya akan membawa masalah untuk mu. " Ucap Argus.


"Tapi.. Haihh.. Baiklah, maaf jika aku menanyakan sesuatu yang tak pantas.. " Ucap Dominik.


"Tak masalah.. " Ucap Argus.


"Lalu kalau boleh tau, mereka dari ras apa..? " Tanya Dominik.


"Levi hampir mirip dengan mu, ia masih memiliki darah Naga di tubuhnya.. Feni dia adalah setelah ras Burung api, sedangkan untuk Marlin ia masih masuk setengah ikan sebenarnya.. " Ucap Argus.


"Apakah itu benar..? Selain Nona Levi mereka berdua sepertinya tak memiliki ciri-ciri Demi human..? " Tanya Dominik.


"Itu karena dia payah.. " Ucap Feniks.


"Hei.! Apa kau ingin berkelahi.? " Tanya Levi.


"Bisakah kalian tidak ribut untuk sehari saja..? " Ucap Argus.


"Anak ayam ini yang memulai duluan.. " Ucap Levi.


"Aku tak perduli siapa, tapi jika kalian masih saja berkelahi. Aku akan meninggalkan kalian di pulau berdua.. " Ucap Argus.


"Jangan..! " Ucap Levi dan Feniks.


"Kalau begitu diam dan jagan membuat masalah.. " Ucap Argus.


"Sebenarnya kami memiliki ciri Ras kami, namun itu ada di bagian yang tak bisa kami perlihatkan.. " Ucap Marlin.


"Oh. Maaf atas ketidaksopanan ku.. "Ucap Dominik.


" Tak masalah.. "Ucap Marlin.


" Baiklah.. Sudah di putuskan kalau begitu besok kita akan memulai perjalanan lagi.. "Ucap Argus.


" Sekarang kembalilah ke kamar masing-masing dan beristirahat untuk malam ini.. "


Setelah itu mereka membubarkan diri dan membiarkan Argus sendirian di kamar itu, karena itu merupakan kamar yang di pesan untuk Argus.


Di saat Argus hendak tidur dan beristirahat, Tiba-tiba ia mendengar keributan di luar kamarnya...


"Haihh.. Kenapa ribut sekali di luar. Apakah mereka tidak tau jam berapa sekarang ini.? " Ucap Argus


"Lupakan.. Selama tidak kesini, aku takan perduli.. "


Argus mencoba tak memperdulikan suara gaduh itu dan mencoba untuk tidur, namun suara itu semakin keras.


"Sial.. Aku hanya ingin tidur sekarang.. " Gumam Argus.


Lalu ia berjalan keluar dan melihat sudah ada beberapa tamu juga di sana yang keluar.


"Hai. Ada apa sebenarnya..? Kenapa sangat ribut..? " Tanya Argus.


"Sepertinya ada beberapa orang yang mengacau di sana dan mengganggu beberapa tamu. " Jawab orang itu. Ia adalah tamu juga di penginapan itu, terlihat sosoknya adalah demi human Kucing.


"Oh.. Siapa yang ia ganggu..?? " Tanya Argus.


"Seorang wanita dengan rambut merah dan seorang wanita yang sepertinya demi human yang memiliki tanduk kecil di atasnya.. " Ucap Orang itu.


"Hemm.. Wanita rambut merah dan bertanduk..?? Itu harusnya Feniks dan Levi bukan..?? "Gumam Argus.


" Lupakan, jika itu mereka maka takan ada masalah.. "


"Baiklah terimakasih.. Aku akan kembali tidur.. " Ucap Argus.


"Ya.. Aku juga ingin tidur.. " Ucap orang itu.


"Apa kau tak ingin membantu para wanita itu..?"


"Tak perlu.. Yang harus di khawatirkan adalah apakah para pengganggu itu bisa selamat atau tidak setelah ini.. " Ucap Argus.


"Sedangkan untuk wanita itu.. Lupakan saja, mereka akan baik-baik saja.. "


Setelah itu Argus kemudian kembali ke kamarnya dan mencoba untuk tidur. Namun sesaat kemudian saat Argus baru saja menutup matanya, Tiba-tiba seseorang terbang menabrak pintu kamarnya hingga Rusak..


"Brengsek.. Apakah begitu sulit untuk hanya sekedar beristirahat.. " Ucap Argus.


Lalu ia bangun dan melihat orang itu mencoba untuk bangun dengan wajah bengkak. Itu ternyata adalah tamu yang sebelumnya Argus tanya.


"Haahaa.. Apa yang terjadi dengan mu..? Kenapa kau seperti kepala babi..? " Tanya Argus.


"Sial.. Ini karena para pengganggu itu, aku hanya mencoba memberitahu mereka agar tidak membuat masalah di sini karena banyak orang ingin istirahat.


Aduhh.. Ini benar-benar menyakitkan.." Ucap orang itu.


"Tapi ia malah marah kepada ku dan memukuliku.. "


"Kemarilah.. " Ucap Argus.


"Minum ini.. Ini adalah Elixir.. "


"Apa tak masalah.. Ini sangat mahal bukan. " Ucap Tamu itu.

__ADS_1


"Apakah Elixir di sini sangat mahal..? " Tanya Argus.


"Ya.. Sebelumnya harganya masih normal dan sama dengan di Kerajaan lain, namun entah apa yang terjadi beberapa waktu lalu Harganya tiba-tiba naik sangat banyak.. " Ucap orang itu


"Apakah ada hal seperti itu..


Itu Tak masalah.. Terima saja, Ini sebagai ucap Terima kasih karena mencoba melakukan sesuatu.. " Ucap Argus.


"Baiklah Terima kasih.. " Ucap orang itu, lalu ia meminumnya dan semua luka di wajahnya mulai menghilang..


Kemudian Argus dan orang itu keluar dari kamar, di sana Argus bisa melihat beberapa orang mengelilingi Feniks dan Levi.


"Kalian tak perlu menolak.. Ayo ikut bersama kami saja, kami bisa menjamin kalian akan senang.. " Ucap salah satu dari mereka.


"Itu bener.. " Ucap yang lainnya..


"Jika kalian tak ingin mati pergilah.. " Ucap Levi.


"Jangan terlalu galak seperti itu.. " Ucap salah satu dari mereka.


"Ya.. Mari bersenang-senang bersama kami saja.. Aku jamin kalian akan puas.. " Ucap orang lainnya.


Sementara itu Argus melihat ada total delapan orang di sana yang membuat masalah..


"Hai. Yang mana yang memukulmu sebelumnya..?? " Tanya Argus.


"Ehh..?? Itu yang gemuk itu..! " Ucap tamu yang sebelumnya di pukuli itu menunjuk ke demi human sapi atau banteng yang memiliki perut buncit di antara salah satu pengganggu di sana.


"Itu..? Kau di pukuli oleh babi gemuk itu..? " Tanya Argus.


"Itu dari ras banteng, bukan Babi.. " Jawab orang itu.


"Jadi apa..? Toh sama-sama gemuk, bagiku sama saja seperti babi. " Ucap Argus.


"Aku ini seorang pedagang sejati dari kecil dan tak pernah belajar bertarung, jadi wajar jika aku tak bisa melawan dan di pukuli oleh nya.. " Ucap orang itu.


"Lupakan.. " Ucap Argus.


Lalu ia berjalan melewati orang orang di sana.


"Permisi.. " Ucap Argus terus melewati mereka.


"Hai.. Apa yang kau lakukan..? Pergi dari sini sekarang..! " Teriak salah satu pengganggu itu ke Argus saat Argus melewatinya.


"Aku tak punya urusan dengan mu.. " Ucap Argus.


"Hei gendut.. "


Argus menepuk pundak demi human kerbau itu.


"Apa..??!! " Ucap Demi human itu.


" Lupakan.. Ada salam dari demi human kucing yang kau pukuli.. Ini dia salamnya.. "


Lalu Argus memukul perut demi human kerbau itu hingga terpental dan melesat melewati orang-orang di sana dan terbang menembus dinding penginapan..


Ia juga menabrak tiga temannya yang ikut terbang dari sana juga..


"Sayang..!! " Teriak Levi begitu melihat Argus.


"Aku harap dia tidak menabrak rumah orang.. " Gumam Argus.


"Sial.. Mati kau Brengsek.. !! " Teriak orang yang sebelumnya Argus lewati. Ia mengeluarkan pedangnya dan mencoba memotong Argus.


Namun dengan mudah Argus menangkap pedang itu dengan dua jaringannya.


"Apa kau ingin ikut dengan mereka..?? " Ucap Argus.


"Kalau begitu silahkan..! "


Lalu Argus melemparkan orang itu hingga terbang menembus Tembok menyusul yang lainnya..


"Sial.. Serang dia..!! " Teriak tiga sisanya.


Mereka mengeluarkan senjata masing-masing dan mencoba menyerang Argus.


Namun saat senjata mereka mengenai tangan Argus, itu semua patah menjadi dua dan mengeluarkan bunyi seperti mengenai Logam keras.


"Apa..!! " Teriak mereka.


"Sial kabur..!! "


"Tak semudah itu.. " Ucap Argus kemudian ia melesat dan menendang ketiganya sekaligus terbang dari sana..


Pemandangan itu membuat semua orang di sana terkejut, pasalnya Argus tak hanya memukul mereka namun membuat mereka terbang..


Dan bahkan senjata tak bisa melukai kulit Argus, itu benar-benar kejutan di mata mereka..


"Kau..! Kemari lah.. "Ucap Argus memanggil pelayan demi human kelinci.


" Ia tuan.. "Ucap demi human itu dengan gemetaran karena ketakutan.


" Tak perlu takut begitu. "Ucap Argus.


"Katakan pada manajer hotel ini bahwa Semua kerusakan di sini masukan saja ke tagihan ku, besok saat aku pergi dari sini.


Aku akan membayar semua biaya kerusakan itu..!! Tapi tidak dengan pintu kamarku.. "


"Baik.. " Ucap pelayan itu, lalu ia berlari dari sana.


Melihat itu Argus hanya menggelengkan kepalanya. Lalu ia melihat Levi dan Feniks.

__ADS_1


"Kau ini benar-benar biang masalah.. " Ucap Argus.


"Apa..? Itu bukan salahku, mereka yang membuat masalah.. " Ucap Levi.


"Lupakan.. Dimana yang lainnya..? " Tanya Argus.


"Mereka masih tidur, kebetulan aku memasang penghalang suara di kamar.. Jadi keributan tak sampai di sana.. " Ucap Feniks.


"Terima kasih.. Kau benar-benar bisa diandalkan, tidak seperti.. " Ucap Argus sambil melihat Levi.


"Hei sayang.. Itu kejam kau tau. " Ucap Levi.


"Itu kenyataan.. " Ucap Argus.


"Apa kau juga memasang penghalang di kamar Roland dan Dominik..? "


"Tidak.. " Ucap Feniks.


"Dominik tadi juga terbangun, namun aku menyuruhnya menyingkir agar tidak menimbulkan masalah lain yang tidak perlu..


Sedangkan Roland.. "


"Aku tak tau, dia tak keluar sama sekali.. " Ucap Feniks.


"Dia tidur seperti kerbau saja.. Biarkan saja.. " Ucap Argus.


Lalu di saat semuanya pergi berpencar setelah melihat semuanya, demi human kucing yang Argus bantu mendekati Argus.


"Aku tidak menyangka Anda benar-benar sangat kuat.. " Ucap Orang itu.


"Hanya hal kecil.. " Ucap Argus.


"Benar.. Siapa namamu..?? "


"Ehh..? Maaf aku melupakan hal itu, ini benar-benar tidak sopan.. " Ucap orang itu.


"Namaku fredik, aku seorang pedagang keliling.. "


"Emm.. Namaku Argus.. Ini Levi dan Feniks.. " Ucap Argus.


"Mereka wanita-wanita mu..?? " Tanya Fredik.


"Itu benar.. Kami istrinya.. " Ucap Levi sambil merangkul tangan kanan Argus.


"Anda benar-benar sangat beruntung.. " Ucap Fredik.


"Tapi kenapa Anda tidak langsung membantu mereka tadi..?? "


"Seperti yang aku bilang, itu sebenarnya tidak perlu.. " Ucap Argus.


"Namun setelah berpikir lagi aku berubah pikiran.. "


"Sayang.. Apa kau mengkhawatirkan kami..? " Tanya Levi.


"Tidak.. " Ucap Argus.


"Yang aku khawatirkan adalah hotel ini..


Aku tak ingin kau menghancurkannya saat berkelahi, jadi aku memukul mereka keluar dari sini.. "


"Kau ini benar-benar tidak romantis.. " Ucap Levi.


"Masa bodo.. " Ucap Argus.


"Hei Fredik, dari mana saja kau telah berdagang..?? "


"Aku selalu keliling kerajaan, dan bahkan aku keliling kerajaan lain juga.. " Ucap Fredik.


"Setelah ini aku ingin pergi ke Illia, di sini semakin sulit mendapatkan bahan.. Aku perlu mencari stok yang lebih murah atau aku takan mendapatkan untung nantinya.. "


"Kalau begitu apa kau tak keberatan me ceritakan semua yang kau tau tentang apa yang aneh selama ini di Raika..?? Aku kebetulan baru datang ke sini.. " Ucap Argus.


"Tak masalah.. Aku bisa memberitahu mu semuanya.. " Ucap Fredik.


"Toh kau telah membantu ku.. "


"Kalau begitu besok pagi kita bertemu di bawah saat sarapan.. " Ucap Argus.


"Sekarang aku benar-benar ingin istirahat.. "


"Ok.. Kalau begitu sampai jumpa besok pagi.. " Ucap Fredik.


"Ok.. " Jawab Argus.


"Kalian kembalilah ke kamar kalian sendiri.. "


"Bukankah kamar mu rusak sayang..? Kalau begitu bagaimana jika kau tidur di kamar kami saja.. " Ucap Levi.


"Itu benar.. Biarkan Levi tidur di lantai nantinya.. " Ucap Feniks.


"Hai.. Kau saja yang tidur di lantai.. " Ucap Levi.


"Berhenti berkelahi.. Ini sudah malam.. " Ucap Argus.


"Kalian kembali saja tak perlu mengkhawatirkan ku.. Aku akan tidur di tempat lain.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2