
Ayah.. Kenapa mana milik ayah sangat banyak dan mana milik hawa hanya sedikit..?? Dan kenapa warna mana Ayah berbeda dengan Hawa dan kak lisa..?
Dan Apakah semua hal di dunia ini memiliki mana..???" Tanya Hawa.
Argus yang mendengar itu awalnya sedikit terkejut. Karena ini pertama kalinya ia mendapatkan pertanyaan seperti ini.
Namun apa yang benar-benar membuat Argus terkejut bukan masalah pertanyaan Hawa, namun kata-kata dalam pertanyaannya itu.
Dari kata-kata Hawa barusan, itu mengartikan sesuatu yang sangat penting untuk Argus.
Pertama, Hawa bisa merasakan perbedaan Mana orang lain dalam hal ini jumlahnya..
Kedua, Hawa bisa melihat perbedaan jenis atau karakteristik mana orang lain..
Jadi dari dua hal ini membuktikan bahwa Hawa mungkin memiliki kepekaan terhadap Mana yang jauh melebihi orang lainnya. Atau mungkin Hawa memiliki kemampuan deteksi Mana.
Argus langsung menggunakan kemampuan Mata wawasannya untuk memastikan Hal ini dan apa yang Argus lihat adalah..
Nama : Hawa Okinawa
Umur : 6 (0) Ras : Terran (Homonculus)
Job : - Lv : 1/100
MP : 1.000/1.000
HP : 1.000/1.000
Skill :
- Mana deteksi
- Mata Elemental
Elemen : Angin
Status : Sehat (Aktif.)
Ya ternyata memang benar, kemampuan Hawa mulai terbangun dan ternyata Hawa memiliki kemampuan deteksi mana dan kemampuan mata yang memungkinkannya melihat Elemen-elemen yang di miliki orang lain.
"Hawa, sebelum Ayah menjawab pertanyaan Hawa. Bolehkah Ayah bertanya dulu..? Apakah Hawa bisa merasakan adanya makhluk lain yang memiliki mana di sekitar sini selain kita..? " Tanya Argus.
"Itu... Ada banyak yang memiliki mana, tapi itu tak besar.. Oh benar, ada satu yang lumayan besar di arah depan kita... " Ucap Hawa.
Argus mengangguk mendengar jawaban Hawa, lalu ia melepaskan beberapa Semut untuk memastikan hal ini. Dan saat itu ia melihat memang ada makhluk yang cukup besar di depan mereka.
Jaraknya ada sekitar dua kilometer dari jarak rombongan Argus saat ini. Alasan para semut bisa langsung tau adalah Argus telah terlebih dahulu melepaskan banyak semut sebelumnya untuk memastikan jalan yang akan dia lewati.
Jadi para semut hanya tinggal saling berkomunikasi dari jarak tertentu untuk mengetahui situasi terkini.
"Hawa.. Bisakah kamu merasakan jarak terjauh dari semut ayah..? " Tanya lagi Argus.
"Emm.. Ada sekitar lima kilometer di depan kita, itu batasan yang bisa hawa rasakan dari semut Ayah.. " Ucap hawa.
Sepertinya jarak maksimal deteksi Hawa adalah sekitar Lima kilometer jauhnya. Itu cukup membuat Argus senang. Dengan ini Argus tak akan merasakan kesulitan jika ada masalah deteksi, dan Hawa bisa menggunakan ini untuk melindungi dirinya sendiri suatu saat nanti.
"Master, apakah Hawa bisa merasakan kehadiran Monster..? "
Lisa yang sedari tadi penasaran akhirnya ikut bertanya..
"Sebenarnya akan lebih tepat jika kita menyebutkan itu adalah kemampuan merasakan Mana.. Atau bisa di bilang semua makhluk yang memiliki mana.. " Ucap Argus
"Benarkah..? Itu sangat hebat.. " Ucap Lisa sambil memeluk Hawa.
"Memang, kemampuannya akan sangat berguna dalam situasi di mana panca indra kita terbatasi.. " Ucap Argus.
"Jadi untuk pertanyaan Hawa tadi. Kenapa mana milik ayah sangat banyak dan mana milik Hawa hanya sedikit..?? Dan kenapa warna mana Ayah berbeda dengan Hawa dan kak Lisa..?
Dan Apakah semua hal di dunia ini memiliki mana..???"
"Pertama itu karena kapasitas Mana setiap orang berbeda-beda, semakin tinggi level seseorang. Maka kapasitasnya akan semakin besar, jadi jumlah mana setiap orang akan berbeda-beda.. "
__ADS_1
"Lalu masalah warna mana.. Itu karena terpengaruh oleh elemen-elemen yang di milik. Dan kecocokan mana setiap orang dengan berbagai elemen yang membuat warna mana akan berbeda.. "
"Contohnya warna mana Hawa akan berwarna lebih ke arah Hijau karena kedekatan Hawa dengan element Angin.. Dan jika itu Api maka akan lebih condong ke merah, Tanah coklat, Air biru. "
"Dan untuk warna lainnya juga sama, itu akan terpengaruh oleh element lainnya...
Lalu pertanyaan terakhir, Apakah semua hal di dunia ini memiliki mana..???"
"Jawabannya Ya, binatang, tumbuhan manusia, Elf, Dwarf dan lainnya juga akan memiliki mana. namun jumlahnya berbeda-beda... Ada yang banyak ada yang sangat sedikit hingga sulit di deteksi.. "
"Namun pada dasarnya semua makhluk hidup akan memiliki mana.. Alam juga sama, di alam ada Mana, kita bisa menyerap mana dari Alam untuk memulihkan kekurangan mana kita.."
"Walaupun sampai sekarang belum ada yang bisa merasakannya atau bahkan menyerapnya. Namun memang benar bahwa di alam ada Mana juga, Hawa mungkin bisa melihat Mana di lingkungan sekitar benar..? "
Hawa mengangguk sebagai jawabannya, ia memang melihat Mana ada di mana-mana. Karena itulah Hawa bertanya apakah setiap Makhluk memiliki mana.
"Hawa harus ingat.. Jangan mengatakan kepada siapapun bahwa Hawa bisa melihat mana ok.. " Ucap Argus
"Emm... " Walaupun tak mengerti, namun hawa tetap mengangguk.
"Di dunia ini. Konsep menyerap mana dari lingkungan adalah konsep yang belum pernah terjadi..
Ayah juga belum menemukan cara untuk melakukan hal seperti itu, namun Ayah akan mencari tau hal ini.. "
"Apakah Mana di lingkungan bisa di manfaatkan master..? " Tanya Hawa
"Secara Teori bisa.. Namun kita masih harus mencobanya dan mencari cara terbaik untuk menggunakannya.. " Ucap Argus
"Baik penggunaan secara langsung, atau mencampur dengan mana kita..? Itu yang perlu kita cari tau.. "
Dalam berbagai cerita, energi alam adalah energi terkuat. Dan juga energi yang sangat sulit untuk di kendalikan. Namun jika kita bisa mengendalikan kekuatan Alam, maka itu akan memberikan peningkatan kekuatan yang sangat besar..
Argus memiliki banyak konsep serupa yang ia ambil dari berbagai pengetahuan dari komik dan video yang ia lihat di kehidupan sebelumnya..
Namun konsep itu belum pernah ia coba terapkan di sini, selain belum ada referensi untuk hal ini. Juga karena Argus belum pernah memiliki kesempatan untuk mencobanya.
Mungkin nanti jika ada kesempatan Argus akan mencoba menyerapnya. Apakah akan memiliki efek positif atau negatif.
"Ada banyak hal di dunia ini yang masih belum Ayah ketahui.. Dari mana asal mana itu..? Bagaimana tubuh makhluk hidup bisa menghasilkan mana..? "
"Bagaimana Ada Mana di alam..?
Bagaimana cara menggunakan Mana di alam..?
Dan banyak lainnya yang masih menjadi misteri.. Tujuan Ayah di dunia ini adalah untuk mencari tau semua kebenaran yang ada di dunia ini.. Termasuk juga tentang sihir.. "
"Mari kita cari tau bersama-sama ok.. " Ucap Argus
"Emm.. Hawa akan mencari tau juga bersama Ayah.. " Ucap hawa kecil.
"Master..!! Sepertinya ada Monster di depan yang menghalangi jalan kita..!! " Teriakan Alfred terdengar dari depan kereta saat itu yang menghentikan pembicaraan Argus dan Hawa.
"Sepertinya kita sudah sampai di tempat Monster yang Hawa rasakan sebelumnya.. " Kata Argus.
"Lisa, tetap di dalam bersama Hawa, aku akan menanganinya.. "
Setelah mengatakan itu Argus langsung keluar dan melihat dikejauhan memang sudah terlihat seekor naga. Atau lebih tepatnya Hydra yang menghalangi jalan yang di lalui kereta Argus..
Saat sudah dekat, di sana terlihat bahwa sepertinya Hydra itu baru saja selesai membunuh sekelompok pedagang. Karena di bawah Hydra ada gerbong kereta yang sudah hancur dengan berbagai barang yang berserakan.
Sedangkan mayat orang di sana sepertinya sudah habis di makan, dan saat ini sang Hydra tengah memakan kuda yang di gunakan untuk menarik kereta itu.
Terlihat Hydra itu hanya memiliki Enam kepala kali ini, ada kemungkinan Hydra ini masih muda dan belum benar-benar menumbuhkan sembilan kepala.
Masing-masing kepala berebut daging kuda yang sudah mati dan nampak mereka masih belum cukup puas, sepertinya sang Hydra itu belum melihat kedatangan Argus. Karena walaupun sudah dekat, mereka masih sibuk dengan makanan mereka saat ini dan belum memperdulikan Argus.
"Alfred hentikan keretanya di sini.. " Ucap Argus memerintah agar kereta kuda itu berhenti.
"Apakah perlu aku tangani monster ini master..? " Tanya Alfred.
"Tidak perlu, Teman-teman kita sudah lama menganggur. Aku ingin mereka sedikit berolahraga kali ini.. " Kata Argus.
__ADS_1
Kemudian ia mengeluarkan semua semut yang masih ada di dalam ruang hewan peliharaan miliknya, selain semut bayangan yang saat ini di beri tugas untuk mengikuti banyak terget.
Ketiga jenis semut lainnya yang saat ini sudah mencapai jumlah sekitar ±10.000' itu Argus keluarkan semuanya. Dan saat mereka keluar, mereka sepertinya tau apa yang harus di lakukan.
Para semut itu tanpa menunggu perintah apapun langsung berlari menuju sang Hydra. Mereka langsung menyerangnya bersamaan.
Karena ukurannya yang kecil membuat sang Hydra tak menyadari mereka sampai saat mereka mulai menyerangnya baru ia sadar bahwa saat ini ia telah di kelilingi oleh semut-semut itu.
Para semut sepertinya tau apa yang menjadi sasaran pertama mereka. Mereka langsung menggigit sayap Hydra sehingga sang Hydra tal bisa lagi terbang.
Walaupun ukuran semut hanya sekitar 3 atau 4 inci, namun kekuatan mereka sendiri tak bisa di remehkan. Tak butuh waktu lama untuk benar-benar memotong sayang Hydra itu.
Karena kekuatan Eksoskeleton milik semut yang sekuat Naga, mereka tak mengalami kesulitan dengan serangan Hydra itu.
Dan serangan Api dari Hydra benar-benar tidak mempan terhadap semut milik Argus itu.
Walaupun Hydra memiliki kemampuan regenerasi, namun itu membutuhkan waktu, sedangkan jumlah semut yang mencapai 10.000 itu benar-benar membuat Hydra kewalahan.
Para semut menargetkan bagian dalam dari Hydra, mereka mulai memasuki lubang tubuh Hydra. Dari mulut dan hidung Hydra lalu mereka mulai menyerang organ dalamnya yang membuat Hydra tak bisa bertahan.
Akhirnya walaupun memiliki kemampuan pemilihan, namun selama mereka di serang dari dalam tubuh ternyata Hydra tak mampu bertahan juga.
Argus kali ini tak berniat menyimpan tubuh Hydra itu dan membiarkan mayatnya menjadi santapan para semut. Karena sebelumnya Argus pernah berniat membagikan daging dari Typhon namun sepertinya para semut tak bisa memakannya.
Mereka sepertinya takut dengan daging itu, dan karena alasan ini juga Argus belum mengeluarkan daging Typhon itu.
Tak butuh waktu lama untuk tubuh Hydra yang cukup besar itu benar-benar habis tak tersisa di makan oleh kawanan semut itu.
Argus memperhatikan bahwa para semut kembali mengalami evolusi kali ini. Mereka mengalami perubahan bentuk tubuh, di mana enam kakinya saat ini hanya Empat yang berfungi sebagai kaki.
Dua lainnya saat ini lebih berfungsi sebagai tangan daripada kaki. Dan tubuh bagian depan semut saat ini lebih seperti tubuh humanoid. Dimana itu tegak berdiri bagaikan tubuh humanoid, namun kepalanya masih kepala semut dan tidak berubah.
Sedangkan perubahan lainnya terjadi pada ukuran mereka, bukannya bertambah besar. Para semut justru kali ini bertambah kecil.
Awalnya mereka memiliki ukuran sekitar 3 atau 4 inci, namun kali ini mereka hanya berukuran sekitar satu inci. Dan tinggi satu inci juga.
Argus mengecek para semut dengan mata wawasan namun di sana tak di sebutkan apapun dan masih sama saja.
Sepertinya perubahan ini hanya ada pada fisik mereka saja. Tanpa adanya perubahan pada kemampuan atau hal lainnya. Tubuh fisik para semut saat ini sepertinya mulai condong pada evolusi humanoid.
Argus membayangkan jika mereka terus berevolusi apakah mereka akan menjadi seperti manusia kecoa pada Terra Formars..
Argus sedikit penasaran dengan arah evolusi para semut ini, namun melihat ukuran tubuh mereka yang mengecil. Argus juga cukup bingung kali ini.
Apakah tubuh mereka akan membesar lain kali atau tetap kecil..? Atau malah akan semakin mengecil..?
Saat Argus memikirkan hal ini, para semut sepertinya sudah selesai menghabiskan seluruh Hydra tanpa sisa saat ini.
Dan mulai kembali lagi kepada Argus, argus memperhatikan jika jumlah mereka saat ini sepertinya bertambah lagi, jadi semakin banyak mereka makan maka jumlah mereka juga akan semakin banyak..?
Sekarang argus mulai bingung lagi, apakah para semut sekarang berkembang biak dengan membelah diri tidak bertelur lagi..?
Karena penasaran Argus akhirnya memperhatikan sang ratu semut. Dan Tenarnya, sang ratu masih memiliki kemampuan untuk bertelur dan menghasilkan keturunan, dan lagi keturunannya akan memiliki kesempatan untuk terjadi varian lainnya.
Namun perkembangannya akan lambat, jadi para semut lainnya memang mengembangkan kemampuan membelah diri untuk berkembang biak atau menambah jumlah mereka setiap kali mereka memakan monster.
Namun hasil dari perkembangan biakan dengan cara ini hanya akan menghasilkan jenis dan kemampuan yang sama, takan ada varian yang di hasilkan.
Seperti semut bayangan contohnya hanya akan lahir dari sang ratu saja, takan di jumpai oleh pembelahan seperti lainnya. Mungkin jika level para semut meningkat lagi semut bayangan juga bisa membelah diri untuk memperbanyak jumlahnya.
Untuk sekarang Argus cukup puas dengan kemampuan yang di miliki para semut, hanya butuh waktu setengah jam untuk menaklukkan Hydra dan satu jam untuk menghabiskan seluruh tubuhnya.
Apa yang Argus tak tau adalah, kemampuan membelah ini di dapatkan dari sang Hydra. Dimana kemampuan regenerasi milik Hydra berubah menjadi membelah diri.
Sedangkan semut bayangan yang tidak ikut serta dalam pembantaian ini dan tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kemampuan membelah itu.
.
.
. Bersambung
__ADS_1