Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
98


__ADS_3

"Time Stop..!! " Ucap Argus


"Baiklah, waktunya mencari informasi lainnya.. "


Setelah itu Argus menggunakan kemampuan miliknya, dan akhirnya ia mengatahui beberapa hal tambahan lainnya dari organisasi yang disebut Tabut Cahaya itu.


Mereka adalah organisasi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dan tersebar di seluruh kerajinan.


Mereka bahkan sudah masuk ke kalangan bangsawan tiap Kerajaan. Dan tujuan mereka sama, untuk mengumpulkan Dark Mana..


Dan Dark Mana itu akan di gunakan demi tujuan akhir mereka, yaitu untuk menghancurkan dunia ini...


Hal itu di dasarkan pada penemuan mereka pada jaman dulu di dalam reruntuhan, di sana tercatat bahwa penghuni dunia ini telah membuat Dewa marah dan perlu di hancurkan..


Jadi mereka membentuk organisasi Tabut Cahaya demi memenuhi tujuan itu, dan beranggapan bahwa mereka adalah utusan Dewa.


Dan sebenarnya ada metode lain untuk mendapatkan dark mana selain dari kematian, itu adalah sesuatu yang telah mereka teliti.. Namun sayangnya semua orang di sini tak ada yang tau metode apa itu.


Dan informasi itu sendiri Argus dapatkan dari dua orang yang sebelumnya terus mengamati dua benda itu, sepertinya satu untuk membuat celah pada penghalang apapun..


Sedangkan satunya adalah untuk menarik para monster mendekat ke arah benda itu, benda itu mengeluarkan suatu gelombang yang bisa memancing monster dari jarak yang sangat jauh...


Dan Keduanya merupakan hasil penelitian dari organisasi itu..


Mengetahui hal itu Argus kemudian menyimpan benda yang dapat membuka celah pada pelindung. Sedangkan satunya lagi masih Argus butuhkan untuk memancing para monster, pasalnya itu bisa membantu agar mempercepat proses perpindahan para warga..


Untuk korban yang mungkin akan muncul nantinya, Argus tak terlalu munafik untuk menyelamatkan semua orang dan menganggap hal itu masih di perlukan saat ini.


Namun sayangnya Argus masih tidak mendapatkan informasi tempat anggota lainnya atau siapa mereka di kerjaan lain, dan alat yang akan mereka gunakan untuk menghancurkan dunia ini juga tak di ketahui..


Tapi ada satu informasi lainnya yang penting juga yang Argus dapatkan, yaitu masih ada beberapa anggota lainnya di dalam kerajaan ini atau lebih tepatnya di kota Taito..


"Ini menyusahkan.. Sepertinya aku perlu mencari mereka semua agar bisa tenang.." Gumam Argus..


"Tapi... Lupakan lihat saja jika memang mereka muncul di depan ku, maka aku akan membunuh mereka semua.. "


Setelah itu Argus melihat sekeliling dan kemudian ia menghilangkan penghalang di sana, ia tak menghilangkan atau membunuh para Goblin.. Karena mereka akan menjadi alibi meninggalnya semua orang di kediaman Marquez ini..


Lalu Argus pergi dari sana dan saat ia sudah sampai di langit, Argus mengembalikan waktu seperti semula..


Terlihat para Goblin langsung membuat para prajurit di sana terkejut dan mulai panik saat melihat semuanya sudah mati. Kemudian semua prajurit yang menjaga di sana mulai melawan para Goblin agar tak keluar dari lingkungan kediaman Marquez.


"Lupakan aku akan mengurus sisa monster di luar sana dulu.. " Ucap Argus.


Kemudian ia mulai berburu monster yang masih berkeliaran.


karena sebagian monster saat ini sudah membentuk pasang Monster atau gelombang monster yang besar, maka hanya ada sedikit monster tersisa yang tidak ikut dalam rombongan monster itu.


Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan semua monster yang berkeliaran, karena sebagian semut Argus sudah mengikuti setiap Monster. Jadi Argus hanya perlu membuat Gerbang agar sampai di sana saja..


Dan hampir semua monster itu adalah monster tipe burung, di sini Argus mulai memikirkan cara bagaimana agar para semut bisa berevolusi sekali lagi agar bisa terbang..


Karena jika dari segi kekuatan semuanya sudah cukup untuk menaklukkan monster Rank A, tetapi mereka benar-benar tak berdaya melawan monster terbang..


Ini menjadi PR Argus untuk saat ini..


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di tempat Lisa dan Sebastian.


"Tuan, orang yang di tengah itu adalah tetua Dwarf di sini.. Namanya Tetua Basil, semua Dwarf akan mengikuti keputusan dia tentang apakah akan meninggalkan tempat ini atau tidak.. " Ucap Prajurit yang membawa Sebastian dan Lisa.


"Sebenarnya semua Dwarf tak masalah pergi dari sini, selama Tatua Basil setuju. . "


"Baiklah aku mengerti, kamu bisa kembali ke pos jaga mu lagi. . " Ucap Sebastian


"Baik tuan. " Kemudian prajurit itu kembali, sementara Lisa dan Sebastian berjalan menuju tetua Dwarf itu.


"Apakah anda Tetua Basil..?? " Ucap Sebastian.


"Benar, Anda..?? " Tanya Basil.

__ADS_1


"Namaku Sebastian.. Duke Sebastian.. " Ucap Sebastian.


"Aku datang ke sini untuk membicarakan tentang keputusan untuk membawa kalian semua pergi dari sini sekarang.."


"Oh maaf atas kelancangan saya Tuan Sebastian.. " Ucap Basil.


"Anda mengatakan untuk membawa kami pergi dari sini..? Jadi apakah anda mendapatkan cara membuka penghalang ini..?? "


"Tidak.. Penghalang ini akan tetap ada untuk sementara waktu.. " Ucap Sebastian.


"Kami memiliki seorang Yang mampu menggunakan sihir Ruang untuk membawa semua orang pergi ke kota Taito secara langsung.. Jadi kami tak perlu membuka penghalang ini.. "


"Sihir Ruang..?? Itu cukup menarik.. " Ucap Basil tua.


"Namun saya minta maaf, Anda bisa membawa yang lainnya pergi. Tapi saya akan tetap tinggal di sini.. "


"Apakah ada sesuatu yang membuat mu tak ingin pergi..?? " Tanya Sebastian.


"Ya.. Selain karena peralatan kami yang masih tertinggal, saya juga memiliki suatu urusan yang penting di sini.. " Ucap Basil.


"Maaf Tetua Basil.. Tapi bukankah itu akan berbahaya jika tetap di sini.. Selama Anda selamat, Anda bisa memulai lagi semuanya bukan..?? " Ucap Lisa mencoba membujuk juga.


"Anda memang benar Nona, tapi urusanku saat ini tidak bisa di lakukan di luar sana.. Karena apa yang akan aku lakukan hanya bisa dilakukan di sini.. " Ucap Basil.


"Itu.. " Sebelum Lisa mengatakan hal lainnya, ia di dahului oleh Dwarf lainnya..


"Saya minta maaf, tapi bisakah kalian memberikan waktu saya untuk membujuk tetua dulu.. " Ucap Dwarf di samping Basil.


"Baiklah aku mengerti.. Silahkan.. " Ucap Sebastian.


Lalu Basil dan Dwarf lainnya pergi dari sana.


Di tempat lainnya, Basil dan Dua Dwarf lainnya berkumpul.


"Basil.. Kita harus pergi dari sini, aku mendengar gelombang Pasang Monster sedang mendekati kota ini. " Ucap Dwarf satunya.


"Benar Basil.. Jika kita ada di sini, semuanya akan berakhir.. " Ucap Dwarf yang sebelumnya meminta waktu itu.


"Ouga, Sten.. Apa kalian lupa, kita masih harus menemukan Golem itu.. " Ucap Basil.


"Ya. Apa yang dikatakan Ouga benar, kita masih bisa mencari hal itu lain kali selama kita selamat.. " Ucap Dwarf Sten, Dwarf yang meminta waktu sebelumnya.


"Kalian bisa pergi dengan Yang lainnya.. Aku sudah bersumpah akan menemukan Benda itu apapun yang terjadi.. " Ucap Basil


"Kalian tak perlu membujuk ku lagi, aku sudah membuat keputusan..


Lebih baik kalian pergi, jangan sampai semuanya mengikuti ku tetap tinggal di sini.. "


"Haihh dasar orang tua keras kepala.. " Ucap Sten.


"Lupakan Sten.. Kau dan yang lainnya tinggalkan kota ini, biarkan aku tetap di sini bersama Basil.. Orang tua ini aku yakin takan bisa bertahan sehari pun tanpa orang lain, jadi aku akan tinggal.. "Ucap Ouga.


" Kalau begitu aku juga tinggal.. "Ucap Sten Dwarf paling muda diantara ketiganya.


" Tidak.. Dwarf lainnya membutuhkan pemimpin, dan kau adalah yang paling tepat selain kita berdua.. "Ucap Ouga.


" Ini sudah di putuskan.. Mari kita kembali dan jangan biarkan Duke Sebastian menunggu terlalu lama... "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di tempat lain di sisi Argus.


Argus muncul lagi tak jauh dari gerbang kota dan melihat Monster sudah mendekati Tembok.


Argus tak membunuh mereka semua saat itu tetapi lebih memilih muncul didalam Kota. Ia muncul tak jauh dari lokasi Lisa dan Sebastian.


"Bagaimana..? Apakah semuanya berjalan lancar..?? " Tanya Argus.


"Oh Master. Semuanya lancar, hanya saja masih memerlukan waktu cukup lama karena sebagian dari mereka adalah Dwarf yang memiliki perlengkapan penempaan.. " Ucap Lisa.


"Jadi mereka takut meninggalkan semua alat mereka.. "

__ADS_1


"Ya.. Bagaimana pun juga itu adalah sesuatu yang penting bagi mereka, dan mereka tak mau meninggalkan semuanya di sini.. " Ucap Sebastian.


"Saat ini tentu Dwarf Basil masih merundingkan hal ini bersama Dwarf lainnya.. "


"Apakah tetua setuju untuk pergi. .? " Tanya Argus.


"Sebenarnya dialah yang tak setuju, sedangkan Dwarf lainnya setuju untuk pergi.. " Ucap Sebastian.


"Ini akan merepotkan.. " Ucap Bagas.


Jika itu Dwarf lainnya yang tidak setuju, maka masih mungkin untuk pergi. Namun jika itu tetua maka akan sulit meyakinkannya..


"Memang.. " Ucap Sebastian..


"Itu mereka kembali.. "


Beberapa Dwarf datang ke arah Argus dan lainnya, terlihat Dwarf di tengah-tengah mereka sepertinya adalah tetua Dwarf.. Karena terlihat ia yang memimpin jalan. Pikir Argus.


"Kami sudah membuat keputusan.. " Ucap Dwarf Ouga.


"Ya kami memutuskan untuk membawa semuanya pergi dari sini. Namun Ouga dan Basil akan... " Sebelum Sten melanjutkan perkataannya, Tiba-tiba Basil berlari ke arah Argus.


"Itu Anda.. Aku yakin itu Anda.. " Ucap Basil bersemangat.


"Ehh.. Apa yang anda bicarakan..?? " Tanya Argus bingung.


"Basil.. Apa yang kau katakan Basil..?? " Ucap Ouga.


"Itu dia.. Apa kalian lupa. Ini dia..!! " Ucap Basil bersemangat.


"Dia..?? " Semuanya bingung dengan perkataan Basil.


"Ini dia.. Dia yang mengendalikan Golem itu sebelumnya.. Apa kalian lupa..?? Golem beroda..!! " Ucap Basil.


Lalu Sten dan Ouga mulai memperhatikan Argus juga. Setelah beberapa saat kemudian.


"Oh benar.. Anda adalah orang di dalam Golem itu..!! " Ucap Sten.


"Ya... Itu Anda.. " Ucap Ouga.


"Golem beroda..?? " Argus masih bingung dengan ketiga Dwarf tua di depannya.


"Ya.. Burung pengintai kami di dekat Desa perbatasan Kano melihat Sebuah benda yang sepertinya Golem buatan berjalan menggunakan empat roda, dan Anda ada di dalam golem itu.. "Ucap Basil.


" Jadi bisakah anda memperlihatkan Golem itu kepada kami..? Kami yakin itu bisa di manfaatkan untuk banyak kepentingan,dan kami ingin mencoba mereplikasi golem itu..? Jika boleh, kami akan bersedia pergi sekarang juga tanpa harus mengambil barang apapun lagi.. "


"Itu.. " Argus bingung dan kaget tentang tiga Dwarf tua itu yang mengetahui Mobil Argus.


Ini kesalahan Argus karena tak mengecek semuanya dan hanya memerintahkan para semut mencari orang dan monster saja.


Setelah memikirkan beberapa saat, Argus membuat keputusan.


"Baiklah.. Tapi aku ingin pertukaran.. " Ucap Argus.


"Kalian bisa melihat Mobil milik ku dan aku ingin melihat Burung pengintai kalian.. "


"Itu tak masalah.. Tapi kami butuh waktu untuk membawa kembali Burung itu.. " Ucap Basil.


"Benar, saat ini burung itu masih ada di lokasi untuk memastikan apakah ada monster yang mencoba keluar atau tidak.. " Ucap Ouga.


"Itu tak masalah.. Kalian bisa memberikan gambar burung itu atau ciri khusus miliknya agar aku bisa mengambilnya sendiri.. " Ucap Argus.


"Baiklah.. Biar aku mengambil gambar desainnya dulu.. " Ucap Sten.


Lalu ia pergi dari sana.


"Baiklah.. Untuk mobil, aku akan mengeluarkan nanti di kota Taito agar tak mengganggu yang lainnya.. " Ucap Argus.


"Itu tak masalah.. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2