Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
97


__ADS_3

"Memang ada masalah apa di dalam kota..?? " Tanya Lisa.


"Sepertinya komplotan para penculik itu ada di kota juga.. Dan mereka bukan hanya sekedar warga biasa, tetapi Bangsawan setempat.. "Ucap Argus.


" Lalu apa yang akan Master lakukan.. ?? " Tanya Lisa.


"Sebenarnya aku ingin membunuh mereka, tapi mengingat keadaan saat ini mungkin akan menyebabkan masalah.. " Ucap Bagas.


"Aku perlu memikirkan cara mengeluarkan semua orang dari sana dan membunuh mereka tanpa di ketahui oleh warga.. "


"Benar aku bisa menghentikan waktu, aku bisa saja melakukan sedikit sabotase.. " Gumam Argus.


"Lisa.. Aku akan membuka gerbang dan meminta Baron Radit nantinya untuk bersaksi agar meyakinkan para warga untuk pindah.. " Ucap Argus.


"Sementara itu aku perlu mengurus beberapa monster nantinya, jadi kau temani Baron dan tunggu aku datang.. "


"Emm.. Aku mengerti, namun bagaimana dengan komplotan penculik yang master katakan sebelumnya..?? " Tanya Lisa.


"Tenang saja, aku akan mengurus mereka juga.. " Kata Argus.


Kemudian ia membuat gerbang dan kembali ke kota Taito, di sana dia bertemu Sebastian.


Karena ada Sebastian Argus akhirnya memilih Sebastian saja yang meyakinkan para Warga, dengan statusnya pasti akan lebih mudah.


"Ehh..? Tuan Sebastian.. " Ucap Lisa saat melihat Sebastian datang bersama Argus bukannya Baron.


"Lisa, kau pergi dengan tuan Sebastian saja.. Karena ada dia, aku yakin akan lebih cepat untuk meyakinkan para warga.. " Ucap Argus.


"Baiklah master, aku mengerti.. " Ucap Lisa.


"Jadi apakah ada hal lain yang perlu aku bantu lagi di sini..?? " Tanya Sebastian.


"Tidak, Anda hanya perlu meyakinkan mereka.. Aku akan mengurus sesuatu yang lainnya dulu, jadi anda bisa bersama Lisa.. " Ucap Argus.


"Oh benar, setelah ini Rodrike ingin bertemu denganmu. Sepertinya ia ingin memintamu melakukan sesuatu lagi.. " Ucap Sebastian.


"Baiklah.. Stelah urusan warga di sini selesai, aku akan ke istana.. " Ucap Argus.


"Emm.. Dimana Hawa dan Alfred.. ?? " Tanya Sebastian.


"Aku menyuruhnya untuk menunggu di tempat lain, dan Hawa juga punya latihan sendiri untuk ia lakukan.. " Ucap Argus.


"Latihan..?? Mau sudah mulai melatih Hawa sekarang..? " Tanya Sebastian.


"Ya.. Apakah ada masalah..?? " Tanya Argus.


"Tidak.. Hanya saja latihan apa yang ingin kau ajarkan..?? Apakah Hawa sudah mendapatkan job miliknya..?? " Tanya Sebastian.


"Hanya latihan pertarungan biasa, dan Ya Hawa sudah mendapatkan Job miliknya.. Ia saat ini adalah seorang Monk.. " Ucap Argus.


"Monk maksudnya seorang seniman beladiri..?? " Tanya Sebastian.


"Sesuatu seperti itu.. " Ucap Argus.


"Ya jika itu adalah jenis Job itu, maka memang lebih baik di latih sejak awal.. Namun kau tak bisa memaksakan Hawa untuk berlatih, bagaimanapun Hawa masih kecil.. " Ucap Sebastian


"Aku tau itu, aku masih memiliki takaran untuk hal itu.. Sebenarnya aku lebih suka jika Hawa menjadi penyihir atau sejenisnya, itu jauh lebih cocok dengan penampilannya.. " Ucap Argus.


"Ya aku setuju dengan hal itu, keimutan miliknya benar-benar tak cocok untuk memukul seseorang dengan tangan mungilnya.. "Ucap Sebastian.


" Haih.. Lupakan.. Aku akan pergi sekarang, dan jika memungkinkan mintalah semua warga bergegas berkemas.. "Ucap Argus


" Aku melihat ada pasang monster yang menuju ke sini tak lama lagi.. "


"Pasang Monster..?? " Ucap Sebastian.


"Jika memang benar, maka keputusanmu membawaku jauh lebih tepat..


Mari Lisa kita pergi ke kota segera.. "


"Emm.. Kalau begitu, aku pergi dulu Master.. " Ucap Lisa.


"Silahkan.. " Ucap Argus.


Lalu Lisa dan Sebastian pergi menuju kota, sementara itu Argus memikirkan apa yang akan ia lakukan..


"Benar, aku bisa membuat Dungeon terbuka di dalam rumah itu. Jadi itu bisa menjadi alasan yang tepat untuk kematian mereka.. " Ucap Argus

__ADS_1


"Dan aku perlu membuat Dungeon monster lemah, atau itu akan berbalik membahayakan para warga..


Baik, waktunya bertindak sekarang.. "


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di dalam Kota Baisi.


Di sebuah rumah megah yang terletak di tengah kota, ada beberapa orang yang saat ini berkumpul di sana.


"Tuan Marqus, apakah kita perlu menunggu semua orang mati sebelum kita keluar dari Baisi..?? " Tanya seseorang di sana.


"Kau tak perlu khawatir tentang itu, Aku dan Tuan Marqus sudah menyiapkan semua rencana agar kita bisa keluar dengan selamat.. " Ucap orang lainnya.


"Ya.. Seperti yang Count Hito katakan, Kau hanya mengurus anak buahmu saja.. Bereskan para pengganggu yang bisa membuat rencana kita gagal.. " Ucap Marqus.


"Hemm.. Itu benar, jangan terlalu sibuk mencari barang dagangan.. Jangan sampai itu menghalangi rencana kita.. " Ucap Count Hito.


"Anda tenang saja Tuan Hito dan Tuan Gin.. Anak buah milikku semuanya sudah tau aturannya, lagipula salah satu orang kepercayaan ku ada di sana mewakili ku. Jadi semuanya akan aman terkendali.. " Ucap orang itu.


"Hemm bagus.. Dan kalian, apa yang kalian lakukan dengan mengamati dua benda itu terus..?? " Ucap Marqus Gin.


"Apa kamu tak tau, dua benda ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk rencana kita selanjutnya..?? " Ucap salah satu orang yang sedang duduk di depan sesuatu seperti tabung dengan cairan di dalamnya dan rune di sekitarnya.


"Benar, ini adalah benda yang akan membuat kita bisa keluar dari kota ini.. Dan ini adalah benda yang akan menarik monster mendekat, jangan sampai kita tertukar nantinya..


Atau rencana kita bisa gagal untuk mengisi wadah itu.. " Ucap orang satunya lagi.


"Kalau begitu kenapa salah satu dari kalian tidak memisahkan dua benda itu agar tidak tertukar dan kalian bisa mengamati apakah Tabut itu sudah penuh atau belum daripada kalian duduk di sana.. " Ucap Marqus Gin.


"Tidak perlu, kami sudah memperhitungkan bahwa Tabut itu akan penuh dengan Dark mana setelah lebih dari setengah penduduk mati, jadi kami tak perlu menunggu di ruang bawah tanah yang gelap itu terus.. " Ucap salah satu orang itu.


"Benar, kami juga tak bisa memisahkan dua benda ini sekarang.. Jika tidak efek penarikan monster bisa melemah.. " Ucap yang satunya.


"Ya terserah kalian saja, asal ingat jangan membuat masalah.. " Ucap Marqus.


"Hai Ban, cek bawahau di ruang bawah tanah ada apa di sana..? Hati-hati jangan sampai merusak Tabut nantinya.. "Ucap Count.


" Baik tuan.. "Ucap orang itu.


" Tunggu aku juga akan ikut, aku perlu memastikan keamanan Tabut itu.. "Ucap salah satu orang yang dari tadi mengamati dua benda itu.


Lalu keduanya pergi bersama ke arah pintu menuju ruang bawah tanah, dan saat mereka membukanya... Tiba-tiba sesosok makhluk melompat dari sana dan menusuk dua orang itu dengan tombak batu dan kampak batu miliknya.


Sosok itu kecil dan berwarna Hijau, mereka juga memakai sedikit kain di tubuhnya dan membawa senjata batu di tangan mereka.


"Itu adalah Goblin.. " Teriak Marqus Gin.


"Bagaimana Goblin bisa ada di ruang bawah tanah ku..?? "


"Lupakan soal itu untuk sekarang, mari kita kabur dari sini saja.. " Ucap Count Hito.


"Itu benar.. Kita harus pergi dari sini.. " Ucap orang lainnya.


Lalu mereka bertiga mencoba kabur dari sana namun..


" Apa yang terjadi..?? "Ucap Marqus Gin.


Mereka tak dapat keluar dari rumah itu karena ada pelindung tak terlihat yang menghalangi mereka keluar.


" Akhh tidak.. Selamatkan aku..!! " Triak Count Hito yang saat ini sedang di keroyok oleh para Goblin.


"Sial, tolong.. Hai kalian prajurit tolong kami.. Akhhh....!! " Teriak Marqus Gin dan orang satunya lagi namun suara mereka tak bisa sampai ke para prajurit bahkan para prajurit tak bisa melihat keanehan di dalam rumah itu.


Seolah-olah penghalang itu juga membuat mereka melihat keadaan baik-baik saja, ini seperti ilusi menutupi seluruh rumah itu.


Lalu setelah itu semua orang di sana pun akhirnya meninggal oleh para Goblin. Dan sosok seseorang muncul di sana.


"Time Stop..!! " Ucap orang itu.


Itu adalah Argus yang sudah ada di sana sejak lama..


.

__ADS_1


.


. __________\=Skip\=_________.


Beberapa waktu sebelumnya, Argus sampai di atas kediaman Marqus Gin.


"Aku perlu masuk ke sana untuk memastikan semuanya adalah anggota Tabut cahaya.. " Ucap Argus.


"Sihir Cahaya, Ilusi optik.. "


Argus menggunakan Element cahaya untuk membuat tubuhnya tak terlihat. Lalu ia turun dan masuk ke sana, dan ternyata hanya ada Lima orang di dalam ruangan itu.


Dan ada beberapa orang lagi di dalam ruangan bawah tanah, para semut sudah mendeteksi semuanya jadi Argus sudah tau jumlah mereka.


Argus melihat tiga orang masih asyik mengobrol sedangkan dua lainnya mengamati dua benda di depan mereka..


"Tuan Marqus, apakah kita perlu menunggu semua orang mati sebelum kita keluar dari Baisi..?? " Tanya seseorang di sana.


"Kau tak perlu khawatir tentang itu, Aku dan Tuan Marqus sudah menyiapkan semua rencana agar kita bisa keluar dengan selamat.. " Ucap orang lainnya.


"Ya.. Seperti yang Count Hito katakan, Kau hanya mengurus anak buahmu saja.. Bereskan para pengganggu yang bisa membuat rencana kita gagal.. " Ucap Marqus.


"Hemm.. Itu benar, jangan terlalu sibuk mencari barang dagangan.. Jangan sampai itu menghalangi rencana kita.. " Ucap Count Hito.


"Anda tenang saja Tuan Hito dan Tuan Gin.. Anak buah milikku semuanya sudah tau aturannya, lagipula salah satu orang kepercayaan ku ada di sana mewakili ku. Jadi semuanya akan aman terkendali.. " Ucap orang itu


"Sepertinya mereka semua ada kelompok Tabut cahaya, jadi aku tak perlu khawatir membunuh orang yang tak bersalah di ruangan ini.. " Gumam Argus. Alasan ia tau di sini ada kelompok Tabut cahaya adalah para semut melihat tato yang sama di lengan Count.


Jadi Argus berfikir kemungkinan tak hanya dia saja, dan ternyata benar bahwa bahkan Marqus juga anggota Tabut Cahaya.


"Time Stop..!! "Ucap Argus


Argus menghentikan waktu di sana agar memberinya waktu untuk merencanakan semuanya.


" Baiklah, mari periksa ruang bawah dulu.. "Ucap Argus


Lalu ia memasuki ruang bawah tanah dan melihat banyak orang yang sedang duduk dan minum di sana, sementara itu ada sebuah benda mirip Kotak di tengah ruangan itu dengan Rune mengita kotak itu.


Di dalamnya terdapat sebuah bola dengan Rune aneh lainnya, dan terlihat Bola itu berisi cairan hitam. Namun baru setengahnya dan belum penuh.


"Apakah ini benada itu..?? " Ucap Argus.


"Aku akan menyimpan benda ini dan menelitinya nanti.. "


Setelah itu Argus menyimpan benda itu, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah orang di sana.


"Aku tak perlu membunuh mereka, biarkan saja mereka mati oleh monster.. " Ucap Argus


"Dan untuk sekarang..


Dungeon Creation..!! " Ucap Argus.


Lalu sebuah dungeon terbuka mulai muncul di sana, dan banyak Goblin terlihat memenuhi Dungeon itu.


Namun mereka juga masih terkena efek penghentian waktu, jadi mereka masih belum bergerak.


"Dan untuk sekarang.. " Argus kemudian mengangkat tangannya ke atas dan sebuah Rune muncul di sana.


Kemudian Rune itu mulai meluas sampai menutupi seluruh rumah itu.


Itu adalah barier sederhana dengan ilusi, hal itu bertujuan agar orang tak dapat keluar dan orang luar tak dapat melihat apa yang terjadi di dalam.


"Aku rasa ini cukup.. Mari menonton pertunjukan di atas.. " Ucap Argus


Lalu ia kembali ke atas dan membuat waktu kembali berjalan normal, sementara ia duduk tak jauh dari sana melihat semuanya berjalan sesuai rencananya.


Setelah melihat semuanya mati..


"Time Stop..!! " Ucap Argus


"Baiklah, waktunya mencari informasi lainnya.. "


.


.


. Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2