Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
100


__ADS_3

Setelah berjalan melewati rumah-rumah warga, Argus dan Olivia akhirnya sampai di tembok kota. Di sana mereka melihat banyak prajurit sudah mulai kelelahan.


Olivia kemudian mulai membantu menyembuhkan mereka semua dengan penyembuhan area miliknya.


Sementara Argus berjalan menuju Lisa, ia masih melawan para monster di sana. Argus tak mengganggu nya dan dan hanya berdiri tak jauh dari sana.


Melihat para monster berdatangan, Argus berfikir jika benda yang ada di tempat Marquez itu cukup berguna juga. Karena dengan benda itu Argus tak perlu repot mencari para monster lagi, ia hanya perlu diam dan menunggu mereka datang saja.


Argus saat itu melihat Lisa mulai kelelahan karena terlalu banyaknya Monster yang datang pada gelombang kali ini, jadi ia memutuskan akan mengakhirinya agar bisa membuat Lisa beristirahat.


"Lisa.. Kau bisa beristirahat sejenak..


Aku akan mengakhiri gelombang ini.. " Ucap Argus.


"Baik master.. " Ucap Lisa.


Lalu ia terduduk di sana..


Sementara itu Argus melihat ke arah para monster yang berdatangan, lalu ia membuat rune di atasnya dalam jumlah banyak.


Dan dari sana muncul panah mana yang tak terbatas terus menghujani para monster di bawah. Hanya butuh beberapa saat sampai semua monster yang datang ke sana tak tersisa, hal itu membuat banyak petualang dan prajurit melongo di buatnya.


Awalnya mereka mengira Argus hanya seseorang yang mengandalkan orang lain dan hanya bisa memerintahkan saja, tapi sekarang mereka melihat ternyata tak seperti itu.


"Baiklah, gelombang kali ini selesai.. Mari kita Istirahat.. " Ucap Argus.


Lalu ia berjalan pergi dari sana di ikuti Lisa dan Olivia yang telah selesai menyembuhkan semuanya.


Setelah pergi dari sana, Argus membawa Lisa dan Olivia masuk ke sub ruang miliknya dan beristirahat di sana.


Argus sengaja tak kembali ke Baisi dan tetap tinggal di sana selama dua hari berikutnya, ia hanya bermain-main dengan Hawa di sana dan mengamati Gurung pengintai milik tetua Dwarf Basil.


"Ini mirip dengan gabungan alat perekam Guild dan pengirim pesan Guild.. Menarik.. Ini adalah CCTV-nya dunia ini.. " Ucap Argus.


Setelah itu ia mulai menyalin semua Rune di dalamnya dan mereplikasi Rune itu lagi dan memasukannya ke dalam kelinci Hana.


Ya karena itu bukan kelinci biasa jadi tak masalah Argus memodifikasi kelinci itu lagi, itung-itung sebagai kelinci percobaan juga.


Setelah beberapa saat kemudian Argus membuat alat penerima gambar itu, ia membuatnya berada di jam tangannya. Jadi dengan jam miliknya ia akan lebih mudah memantau Hawa.


Lalu terfikir juga untuk membuat beberapa hal serupa dengan Burung hantu ini, karena Argus merasa ini cukup praktis.


Selain para Semut miliknya juga bisa memantau dari bawah hal ini bisa memantau dari atas juga. Jadi ini bisa melengkapi para semut.


Kemudian Argus memikirkan untuk membuat sesuatu yang ukurannya lebih kecil dari ini, dan setelah beberapa saat kemudian Argus akhirnya memutuskan untuk membuat Kelelawar.


Itu kecil dan bisa bergelantungan di manapun, jadi takan memancing kecurigaan siapapun.


Dalam dua hari berikutnya Argus mulai fokus membuat kelelawar pengintai, yang pada akhirnya ia berhasil membuat sekitar limapuluh kelelawar.


"Sepertinya ini cukup.. " Ucap Argus.


"Master.. Apa anda masih belum selesai..?? " Tanya Lisa.


"Ya aku sudah selesai, ada apa..?? " Tanya Argus.


"Ini sudah dua hari sejak kita masuk ke sini, Olivia mengatakan bahwa anda memiliki janji untuk membawa semua orang kembali keluar sekarang.. " Ucap Lisa.


"Oh.. Apakah ini sudah dua hari..?? " Tanya Argus


"Ya.. " Ucap Lisa.


"Aku tak tau kondisi mereka sekarang, karena kita tak membantu mereka menghadapi gelombang pasang Monster lainnya jika memang ada... "


"Biarkan saja.. Aku melihat sebelumnya para monster yang datang seharusnya masih sama seperti sebelumnya.. " Ucap Argus.


"Para semut masih belum mengabari lagi, artinya tak terjadi apapun.. Ya mungkin ada beberapa korban jiwa.. "


"Kalau begitu mari kita keluar, Olivia dan saya sudah menyiapkan makanan untuk anda.. Anda belum makan apapun selama dua hari ini.. " Ucap Lisa.


"Aku memang sudah lapar,ya walaupun aku selalu lapar sih... " Ucap Argus.


"Mari kita makan sekarang.. "


Kemudian mereka mulai makan bersama-sama, setelah itu Argus membawa Lisa dan Olivia kembali ke Baisi.

__ADS_1


Sesampainya di sana mereka melihat Tembok kota sudah banyak berlubang, dan ada banyak prajurit yang saat ini terluka dan tewas.


"Oliv.. " Ucap Argus.


"Emm aku mengerti.. " Ucap Olivia.


Lalu ia mulai mencoba menyembuhkan mereka satu persatu terutama yang terluka parah duluan.


Sementara itu Argus datang ke atas tembok kota dan melihat saat ini pasang baru saja selesai. Argus kemudian meletakkan tangannya di tembok kota itu, lalu banyak batu mulai muncul dari tanah menambal semua lubang di dinding kota itu.


Setelah itu tanah di sekitar tembok juga mulai menurun dan membentuk parit mengitari tembok, Argus membuat parit agar bisa memperlambat para monster jika datang lagi.


"Aku akan pergi ke alun-alun sekali lagi, apa kamu mau ikut atau tinggal..?? " Tanya Argus.


"Aku akan tinggal bersama Olivia di sini.. " Ucap Lisa.


"Tunggu Argus.. Ini adalah surat dari Ayah untuk mu.. " Ucap Olivia memberikan Sebuah surat dengan tanda kerajaan di atasnya. Kemudian Argus membaca isinya beberapa saat dan kemudian ia menyimpannya lagi.


"Baiklah aku paham.. Aku akan pergi sekarang.. " Ucap Argus.


"Oh benar.. Untuk kalian semua yang menjaga tembok kota ini, terimakasih sudah berusaha..


Setelah para warga yang mau meninggalkan Kota dan mengungsi telah pergi, maka kalian akan meninggalkan Kota Baisi ini juga.. "


"Tunggu.. Apakah artinya kita akan menyerahkan kota ini begitu saja..?? " Tanya Salah satu prajurit.


"Jika kalian mengartikan seperti itu, maka silahkan saja.. Tapi yang pasti, setelah ini aku takan melindungi kota ini lagi dan mulai memburu semua monster.. " Ucap Argus.


"Jadi baik kota ini aman atau tidak, baik penduduk kota ini akan bertahan atau tidak.. Maka itu bukan urusanku lagi.. "


"Apa kau tak punya hati nurani..?? " Tanya seorang petualang.


"Ya.. Kau kuat jadi kau harus melindungi semuanya.. " Ucap petualang lainnya lagi.


"Apakah menurut kalian seperti itu juga.. ?? " Tanya Argus.


Argus melihat sebagian besar setuju seperti mereka.


"Kalau begitu silahkan tetap tinggal bersama mereka yang egois dan memperlambat penyelamatan orang lainnya..


"Jika kalian tetap tinggal.. Maka siapa yang akan menyelesaikan monster di luar sana..??


Jika kalian tinggal.. Maka bagaimana dengan warga miskin yang sakit dan kelaparan..?? "


"Kalian ingin memaksakan tinggal di sini mempertahankan harta kalian..? Sampai kapan..?? " Tanya Argus.


"Gelombang pasang monster ini adalah sesuatu yang berasal dari Dungeon, artinya gelombang pasang ini takan ada habisnya jika kalian tak menyelesaikan Dungeon itu.. "


"Jangan Egois.. Aku tak punya waktu menjaga orang-orang keras kepala seperti kalian..


Aku sudah mendapatkan tugas untuk menyelesaikan Masalah disini.. " Ucap Argus.


"Jadi... Jika kalian masih ingin tinggal, maka silahkan tinggal.. Itu bukan urusanku..


Toh siapa kalian bagiku..?? Baik hidup atau matinya kalian itu takan mempengaruhi ku, jadi aku tak memiliki kewajiban menolong kalian.. "


"Dan jika kalian masih berfikir akun tak berperasaan.. Maka pikirkan baik-baik, kenapa aku masih menunggu orang-orang keras kepala seperti mereka..?? "


"Dan lihat baik-baik orang-orang yang menghasut warga lainnya untuk tinggal itu..!! Apakah orang seperti mereka yang ingin kalian jaga..?? Lihat tingkah mereka sekarang di saat kalian berjuang..!!" Ucap Argus sambil menunjuk ke arah warga yang terlihat santai, bahkan ada yang mengambil barang orang lainnya. Hal itu terlihat jelas dari atas tembok kota.


"Dan Jika kalian jeli, maka kalian akan melihat tato yang sama di setiap leher mereka.. Apakah menurut kalian ini kebetulan..??!! " Ucap Argus.


Para prajurit dan petualang di atas tembok melihat mereka sekali lagi, beberapa menggunakan kemampuan mata mereka untuk mengamati bagian leher mereka.


Dan benar, banyak warga memiliki tato di leher mereka yang sama. Dan kebanyakan dari orang itu bahkan terlihat mencuri, merampas dan bahkan tak segan melukai mereka yang ingin pergi.


"Apakah semua yang kita lakukan selama ini salah..?? " Ucap salah satu prajurit itu.


Dan setelah Orang di sekitarnya mendengar perkataan orang itu pun akhirnya memikirkan kembali keputusan mereka saat ini.


Mereka mulai ragu dengan keputusan untuk mempertahankan kota ini.


"Keputusan kalian tak salah..


Hanya saja tidak tepat sasaran.. " Ucap Argus

__ADS_1


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku mengucapkan terimakasih karena sudah melindungi semuanya di sini..


Namun itu sudah cukup, kalan bisa pergi setelah ini karena tugas kalian sudah selesai.. "


"Ya.. Anda benar, aku minta maaf atas perkataan ku sebelumnya.. " Ucap orang yang sebelumnya mengatakan keberatan dengan keputusan Argus.


"Aku akan berkurang untuk terkahir kalinya sebelumnya aku meninggalkan kota ini. "


"Ini bukan yang terakhir.. Kalian hanya akan beristirahat saja.. Karena setelah semuanya selesai, kalian akan kembali ke sini menjaga kota ini lagi.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu.. Aku akan pergi sekarang.. "


Lalu Argus berjalan pergi dari sana, sementara semua prajurit dan petualang di sana membungkukkan setengah badan mereka sebagai ucap terimakasih dan maaf kepada Argus.


Setelah itu salah satu dari mereka berdiri di tempat yang lebih tinggi dan kemudian ia berteriak.


"Dengar kalian semuanya..!! Mari kita keluarkan kekuatan kita sekali lagi untuk yang terkahir kalinya..!! " Ucap Orang itu.


"Tidak, bukan yang terakhir.. Tapi untuk awal dari tekad kita yang baru..!! Setelah ini kita akan pergi sebentar dan coba memperkuat setiap kekuatan kita..!! "


"Dengan begitu kita bisa mempertahankan kota kita ini dengan lebih baik di lain waktu..


Terus berjuang bukan untuk terkahir kali.. !! Tapi untuk awal dari hidup kita yang baru..!! "


"Ya...!!!! " Teriak yang lainnya bersemangat.


Olivia hanya tersenyum melihat itu, awalnya ia juga sedikit kesal dengan semua orang di sini. Namun setelah melihat hasil akhirnya, ia akhirnya tersenyum.


"Walaupun cara master sepertinya keras dan seperti tak perduli, namun ia memiliki tujuan dari setiap tindakannya.. " Ucap Lisa.


"Ya kau benar.. " Ucap Olivia


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu Argus telah sampai di alun-alun.


"Tuan Sebastian.. " Ucap Argus.


"Oh Argus.. Kau kembali tepat waktu. Semua orang sudah menunggu di sini, kali ini mungkin akan sedikit lebih lama karena jumlahnya mungkin lebih banyak.. " Ucap Sebastian.


"Tak masalah.. Aku akan membuka gerbang jauh lebih besar kali ini.. " Ucap Argus.


"Persiapkan saja semua orang.. Aku akan membuka gerbang sampai siang Hari, setelah itu aku akan pergi untuk membukakan gerbang untuk para prajurit dan petualang yang saat ini masih di tembok kota.. "


"Emm.. Terimakasih sekali lagi.. " Ucap Sebastian.


Setelah itu Sebastian memerintahkan para prajurit di sana sekali lagi mengatur semua orang agar antri dengan tertib.


Kemudian Argus membukakan gerbang dengan ukuran yang sangat besar kali ini dan membiarkan semuanya masuk perlahan-lahan.


Setelah lebih dari lima jam kemudian semuanya sudah masuk ke sana, lalu di ikuti oleh prajurit yang menjaga ketertiban di sana.


"Terimakasih.. Aku akan pergi sekarang, tolong jaga Olivia.. " Ucap Sebastian.


"Tak masalah.. " Ucap Argus.


Lalu setelah Sebastian masuk, Argus langsung muncul di tembok kota. Dan sekali lagi membukakan gerbang untuk petualang dan prajurit di sana.


"Sekarang waktunya membereskan mereka. . " Ucap Argus sambil melihat ke arah warga yang masih keras kepala untuk tinggal di sini.


"Tunggu.. Apakah anda ingin membunuh para warga di sana..?? " Tanya Olivia. Walaupun Olivia tau mereka telah menghasut banyak warga dan membahayakan nyawa orang lainnya.


Olivia masih berfikir membunuh mereka sedikit berlebihan.


"Ya.. Kau akan tau apakah mereka warga biasa atau bukan setelah ini.. " Ucap Argus.


"Dan kau akan melihat wajah mereka yang sesungguhnya.. "


.


.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2