Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
92


__ADS_3

"Anda tak perlu khawatir, sebelum kami masuk ke pelindung.. master ku sudah memberitahukan pihak kerajaan akan masalah ini, jadi Anda tak perlu khawatir.. " Ucap Lisa.


"Benarkah..?? Itu melegakan.. Walaupun terlambat tapi itu tak masalah selama mereka bisa datang.. " Ucap Baron.


"Sebenarnya salah satu dari kami sudah mendapatkan misi untuk membantu kalian, dan kami akan membawa kalian keluar.. " Ucap Olivia.


"Jadi bisakah anda menjelaskan apa yang terjadi selama ini..?? " Tanya Olivia.


"Ya.. Sebenarnya ini terjadi sekitar sepuluh hari yang lalu.. ... " Baron kemudian menceritakan semua yang telah terjadi.


Tepat sepuluh hari lalu, entah mengapa tiba-tiba seluruh Dungeon mengalami peristiwa pecahnya Dungeon.


Dan semua monster mulai keluar secara bersamaan yang membuat setiap prajurit dan petualang tak siap, dan karena tiba-tiba Monster sudah ada di mana-mana makan Penguasa Kota memutuskan untuk menutup kota seperti protokol yang ada.


Namun sayangnya ternyata para monster entah bagaimana langsung menargetkan Guil petualang yang mengakibatkan mereka tak bisa mengirim pesan keluar.


Di Dungeon ini terdapat penduduk dari dua Desa yang berbeda, satu dari perbatasan dan satunya lagi desa terdekat dari sini.


Jadi ia memberi perintah untuk urusan keluar kota dan memberikan waktu satu hari sebelum menutup kota serta memberikan pengumuman kepada semua desa sekitar.


Namun sayangnya penyihir yang menyegel kota pun ikut menjadi salah satu korban. Dan itu membuat harapan mereka semakin menipis.


Untungnya ada dua Dungeon yang telah di taklukkan, dimana keduanya adalah Dungeon Rank E dam C.


Dungeon Rank C adalah yang saat ini mereka berada, ini dekat dengan perbatasan dan satu desa lainnya.


Namun sangat di sayangkan Baron dari Desa perbatasan ternyata meninggal oleh pembunuhan seseorang, jadi saat ini yang menjadi pemimpin di sini adalah Baron dari desa satunya lagi.


"Kalian sudah cukup menderita selama ini.. " Ucap Lisa.


"Itu bukan masalah.. Kami dari desa kecil sudah terbiasa.." Ucap Baron.


"Anda tak perlu khawatir, sebentar lagi kalian akan selamat dan keluar dari sini.. " Ucap Olivia.


"Terimakasih sudah menghibur kami.. Tapi kami tahun itu akan sangat sulit.. " Ucap Baron.


"Untuk keluar dari sini kita harus mengalahkan seluruh monster terlebih dahulu sebelum membatalkan penghalang ini.. "


"Dan butuh banyak penyihir cahaya untuk menonaktifkan penghalang ini. Selain itu akan membutuhkan waktu beberapa hari lagi sampai bala bantuan tiba... " Ucap Baron


"Jadi kami sudah tau itu masih akan sangat lama bagi kami keluar dari situasi ini.. "


"Sebenarnya tidak akan lama karena aku akan mengeluarkan kalian sekarang.. " Tiba-tiba suara orang lain terdengar di sana dan mereka melihat seseorang tiba-tiba muncul tanpa mereka sadari.


"Siapa kamu..??!! " Ucap prajurit yang langsung bersiaga.


"Tenang.. Ia yang telah menolong kami sebelumnya.. " Ucap Lexy yang posisinya paling dekat dengan para prajurit itu.


"Oh kalau begitu maafkan kami.. " Ucap prajurit itu.


"Tak masalah.. Aku tau kalian masih dalam kondisi siaga.. " Ucap Argus.


"Jadi kembali ke masalah utama, aku saat ini bisa saja membawa kalian semua pergi dari sini jika kalian mau.. "


"Dengan apa anda ingin membawa kami keluar..?? " Tanya Baron yang penasaran.


"Dengan ini.. " Ucap Argus sambil membuat Rune sihir Gerbang.


Lalu sebuah Gerbang muncul di samping Argus yang mengejutkan mereka semua.


"Ini akan membawa kalian keluar dari sini, namun aku belum tau lokasi pasti untuk menempatkan banyak orang.. Jadi mungkin akan butuh waktu untuk mencari tempat.. " Ucap Argus.


"Jadi bisakah perwakilan kalian ikut dengan ku ke kerajaan dan sebagain lagi menyiapkan semua orang untuk bersiap keluar dari sini..?? "


"Baiklah.. Kalau begitu aku akan ikut denganmu, Jene dan yang lainnya bisakah aku meminta tolong untuk menyampaikan pesan ke penduduk lainnya untuk bersiap..? " Ucap Baron.


"Emm.. Tak masalah.. " Ucap Jene.


"Serahkan semua warga pada kami.. " Ucap Lexy.


"Kalian juga akan tinggal di sini untuk membantu, atau Oliv apa kau ingin kembali dulu..?? " Tanya Argus.


"Tidak.. Aku akan tetap si sini bersama Lisa saja.. "Ucap Olivia.


" Baiklah.. Tuan Baron mari masuk.. "Ucap Argus


" Emm.. "Lalu Baron memasuki Gerbang itu di ikuti Argus dan saat keduanya masuk, Gerbang itu langsung tertutup.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di istana.


Argus dan Baron muncul di ruang biasa Argus bertemu dengan raja dan yang lainnya. Namun kali ini ruangan itu kosong.


" Di mana Ini..?? " Tanya Baron.

__ADS_1


"Ini ada di ruang pertemuan raja di istana..


Tapi tumben di sini kosong.. " Ucap Argus.


"Apa..??! " Baron berteriak karena terkejut.


Pasalnya walaupun ia percaya Argus akan membawanya ke istana, tapi dalam pikirannya sebelum ini adalah mereka akan muncul di kota atau tak jauh dari istana.


Tapi ini selain muncul langsung di istana, apalagi Argus langsung masuk ke ruang pertemuan Raja.


Bukankah ini terlalu berlebihan.


"Mari kita keluar tanya orang dimana Raja sekarang.. " Ucap Argus.


Lalu ia berjalan keluar dari sana.


Baron yang masih terkejut hanya mengikuti di belakang tanpa bisa berkata apapun. Ia masih mengamati sekeliling dan masih tak percaya ia ada di ruang pertemuan Raja.


"Maaf dimana Raja atau Tuan Sebastian sekarang..? " Tanya Argus ke salah satu prajurit di sana.


"Oh tuan Argus.. Saat ini Raja dan ratu ada di ruang sebelah sana.. " Ucap prajurit menunjuk ke salah satu ruang tak jauh dari sana.


"Sedangkan tuan Sebastian saat ini ada di pinggiran kota sebelah timur memimpin prajurit lainnya menyiapkan lahan..


Dan Anda bisa langsung masuk saja ke ruangan Raja sekarang.. "


"Oh.. Kalau begitu aku akan bertemu Raja sekarang.. " Ucap Argus.


"Ya silahkan.."ucap prajurit itu.


Lalu ia berjalan lagi untuk berpatroli di sekitar lorong istana.


Baron yang melihat reaksi dan tanggapan prajurit itu kepada Argus sangat sopan benar-benar terpana. Ia mulai memikirkan siapa sebenarnya Argus ini.


Lalu ia mengikuti Argus ke ruangan yang sebelumnya di tunjukkan oleh prajurit itu.


"Permisi.. " Ucap Argus lalu ia masuk ke sana bersama Baron.


Baron yang melihat Raja dan ratu langsung bersujud di sana.


"Oh Argus.. Kau kembali..?? " Ucap Raja Rodrike.


"Dan siapa yang kau bawa.. "


"Ini Baron dari salah satu desa di Baisi.. Namanya..?? Maaf aku lupa bertanya.. " Ucap Argus.


"Salam Raja dan Ratu Illia.. " Ucap Baron dengan Formal. Ini adalah pertama kalinya bisa bertemu Raja dan Ratu secara langsung.


" Ya namanya Radit.. Jadi aku datang kemari ingin bertanya sesuatu.. Aku sebelumnya lupa menanyakan di mana harus mengantarkan para warga kota Baisi.. "Ucap Argus.


" Aku paham.. Saat ini Sebastian sudah menyiapkan lahan untuk itu di sebelah timur.. "Ucap Raja Rodrike.


" Bagaimana Oliv, apa ia masih tak mau kembali..? "


"Ya masih sama seperti sebelumnya.. " Ucap Argus


"Haihh.. Aku mulai bertanya, apakah anak itu sebegitu ingin mandiri atau ia sebenarnya ingin menjauh dari ku.. " Ucap Raja Rodrike.


"Oliv..?? Olivia..?? Putri Olivia..?? " Gumam Baron Radit saat mendengar mereka membicarakan Olivia.


Ia baru ingat bahwa nama putri adalah Olivia sama dengan gadis yang sebelumnya mereka temui. Artinya saat itu ia sudah bertemu dengan seorang Putri..??


Pikiran Baron semakin kacau saat memikirkan hal ini. Dan ia semakin penasaran dengan Argus di depannya, ia bisa membawa putri keluar dari kerjaan dan memperlakukan Tuan putri seolah orang biasa.


Argus juga sepertinya bisa keluar masuk kerajaan sesukanya, dan lagi saat ia berbicara dengan Raja.. Argus menggunakan bahasa biasa tak ada sikap sopan atau apapun. Belum lagi Raja dan ratu sepertinya juga menganggap hal ini adalah hal biasa.


"Sepertinya yang pertama adalah yang benar.. Ia berkata ingin mandiri dan tak beruntung lagi dengan kalian.. " Ucap Argus.


"Lupakan.. Jadi apakah kau masih belum mau bertunangan juga..?? " Tanya Raja Rodrike.


"Tunangan..?? " Gumam Baron semakin terkejut dengan apa yang ia dengar..


"Maaf.. Untuk saat ini masih belum.. " Ucap Argus.


"Ia masih menolak..?? "Gumam Baron semakin terkejut saat semakin banyak hal yang ia dengar. Ini seperti ia di sambar petir sekarang.


Jika sebelumnya ia masih berfikir siapa Argus ini sebenarnya hingga bisa berbicara dengan status sama dengan Raja.. Tapi sekarang ia berfikir bahwa sepertinya Argus di sini statusnya lebih tinggi dari Raja.


Raja menawarkan Putri kerajaan untuknya namun ia masih menolak..?? Konsep apa menolak menikahi seorang Tuan Putri kerjaan. .??


"Sayang sekali.. " Ucap Raja Rodrike sambil menghela nafas.


"Apakah kau tak mendengar Argus sayang..?? Di berkata untuk saat ini, jadi artinya suatu saat ia akan menerima Oliv.. " Ucap sang Ratu.


"Oh.. Apakah seperti itu..? Hahahaa itu bagus itu bagus.. " Ucap Raja sambil tertawa.


"Raja dan Ratu malah senang dan tak tersinggung..?? Demi Dewa..!! Dengan siapa sebenarnya aku bertemu sekarang ini.. " Gumam Baron semakin lemas anggota tubuhnya sebelum ia akhirnya tak tahan dan pingsan di sana.


"Ehh.. Apakah orang yang kau bawa sakit..? " Tanya Raja.

__ADS_1


"Entahlah.. Mungkin ia kelaparan karena menderita hampir sepuluh hari.. " Ucap Argus.


"Aku akan menyembuhkan nya.. "


Lalu Argus menyembuhkan Baron Radit menggunakan sihir penyembuhan. Dan terlihat Baron mulai siuman.


"Apa kau baik-baik saja.. "Tanya Argus.


" Aku baik-baik saja.. "Ucap Baron.


" Baguslah.. Kalau begitu mari kita pergi ke lokasi yang sudah di siapkan.. "Ucap Argus.


" Aku akan pergi lagi membawa Baron ke lokasi agar ia bisa menyambut dan mengatur warganya nanti di sana.. "


"Emm silahkan.. Tapi tolong sampaikan pada Oliv agar ia menemui kami terlebih dahulu sebentar saja, Silvia sudah tak tahan ingin bertemu.. " Ucap Raja.


"Siapa yang tak tahan..? Lalu siapa yang semalam sampai menangis ingin bertemu.. " Ucap Ratu Silvia sambil tersenyum.


"Ehh.. Argus, cepat bawa Baron ke sana. Sepertinya ia sudah tak tahan lagi.. " Ucap Raja mengalihkan pembicaraan dengan Ratu.


Argus hanya tersenyum sebelum akhirnya ia membuka gerbang lagi untuk pergi dari sana.


Setelah melihat Argus pergi, Raja dan Ratu mulai mengobrol kembali.


"Sayang.. Bisakah kau memberikan aku wajah di depan Argus..?? " Ucap Raja Rodrike.


"Untuk apa..? Toh dia akan menjadi menantu kita nanti, lagipula apa yang aku katakan adalah kebenarannya.. " Ucap Ratu Silvia.


"Tapi.. " Ucap Raja Rodrike, namun sebelum ia melanjutkan perkataannya. Ia melihat wajah tersenyum Ratu dan akhirnya ia menelan kembali kata-kata yang akan ia katakan.


"Tak ada.. Kau benar.. "


"Emm bagus.. " Ucap Ratu sambil tersenyum penuh kemenangan.


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu Argus sampai di gerbang timur kota Taito.


Di sana ia melihat banyak prajurit sedang sibuk membuat banyak bangunan kayu. Lalu ia mendatangi salah satu prajurit itu.


"Hallo.. Dimana tuan Sebastian..?? " Tanya Argus.


"Oh Tuan Argus.. " Ucap Prajurit itu.


"Ia ada di sebelah sana.. "


"Terimakasih.. " Ucap Argus. Lalu ia berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh prajurit itu.


Di sana ia melihat Sebastian sedang memberikan arahan ke para prajurit di sana.


"Itu bawa ke sebelah sana..!! "Teriak Sebastian


" Kau.. Cari tau keseluruhan Rumah yang sudah siap segera.. "


Lalu ia melihat Argus mendekati dari kejauhan, ia langsung berjalan ke arah Argus untuk menyambutnya.


"Apa kau sudah siap membawa mereka..?? " Tanya Sebastian.


"Ya namun hanya penduduk dua Desa terlebih dahulu.. " Ucap Argus.


"Itu tak masalah.. Karena sekarang kami juga belum selesai membuat tempat tinggal sementara untuk mereka.. " Ucap Sebastian.


"Kalau begitu bagaimana jika aku membantu membuatnya..?? " Tanya Argus.


"Itu tak perlu, kau bisa fokus membawa warga ke sini saja.. Tak perlu repot-repot.."ucap Sebastian.


" Ini takan lama.. "Ucap Argus.


" Bisakah anda meminta mereka menyingkir sebentar..?? "


Lalu Sebastian meminta prajurit untuk menyampaikan agar semua yang ada di sana menyingkir.


Lalu setelah itu Argus berjalan ke depan dan kemudian..


"Sihir Alam- The Living forest..!! " Teriak Argus.


Kemudian banyak tanaman mulai terlihat menggeliat dan bergerak dari dalam tanah. Lalu pemandangan itu tak berhenti sampai sana.


Tanaman itu mulai menggeliat dan menyatu membentuk banyak bangunan rumah di sepanjang tempat itu.


Pemandangan itu membuat semua orang melongo di buatnya..


"Siapa Argus sebenarnya..?? " Gumam Baron yang sekali lagi pingsan di tempat.


.

__ADS_1


.


. Bersambung.


__ADS_2