
Argus dan yang lainnya kali ini pergi ke Pelabuhan. Di sana mereka menyewa satu perahu dan bersiap untuk berlayar.
Sebelumnya dari Roland Argus mengetahui bahwa cara nelayan di dunia ini masihlah sama dengan yang ada di bumi.
Jadi ia tak perlu mempelajari apapun lagi, dan perbedaannya hanya terkadang mereka menjadikan Core monster untuk menangkap ikan besar saja.
Dan mereka juga memasang pecahan Core monster di setiap jaring yang di tebar agar menarik banyak ikan.
Dalam perjalanan atau berlayarnya kali ini Argus membuat beberapa alat pancing sendiri. Joran ia buat dari Logam Adamantium, untuk senar ia buat dari Logam Mithril yang ia ubah menjadi setipis benang dan sedikit modifikasi agar tidak terlalu kaku. .
Setelah itu ia memberikan masing-masing satu pancingan untuk semuanya, namun Wilona tak mau menggunakannya dan memilih duduk di kapal sendirian.
Argus tak memperdulikannya dan mereka akhirnya berlayar ke lautan.
Dan ternyata ada alat di kapal yang membuat Argus sedikit terkejut dan tertarik, itu adalah sistem Navigasi nya.. Dimana Argus melihat sesuatu yang mirip GPS di sana..
"Hai Roland.. Apa kau tau sesuatu tentang alat ini..?? " Tanya Argus.
"Ehh..?? Oh itu.. Itu Artefak penanda Lokasi kapal.. " Ucap Roland.
"Aku tau itu, yang aku ingin tanyakan adalah apakah kau tau sistem kerjanya atau pembuatnya..? " Ucap Argus.
"Tentu saja aku tau.. " Ucap Roland..
"Apakah kau benar-benar tau..?? " Tanya Argus.
"Haih.. Jangan meremehkan ku..
Biar begini aku membaca banyak buku.. " Ucap Roland.
"Alat ini termasuk artefak, ia... Emm....??
Oh biarkan Olivia melanjutkan penjelasannya.. "
"Katakan saja jika kau tak tau.. " Ucap Argus.
"Heih siapa bilang aku tak tau..?? Aku hanya sedikit lupa, itu saja.. " Ucap Roland.
"Ya.. Ya.. Ya.. " Ucap Argus.
"Ada apa..?? " Tanya Olivia.
"Apa kau tau pembuatan atau cara kerja alat ini..?? " Tanya Argus.
"Emm.. Kalau tidak salah ini penanda lokasi kapal, ini biasanya di pakai oleh kapal agar tidak tersesat atau salah jalur saat berlayar.. " Ucap Olivia.
"Sistem kerjanya sendiri menggunakan dua macam artefak, pertama adalah jenis pengiriman sinyal..
Itu biasanya diletakkan di berbagai tempat di daratan, itu akan mengirimkan gelombang energi tertentu yang akan terus beresonansi dengan pengirim sinyal lainnya.. "
"Jenis satunya adalah penerima Sinyal yang ada di setiap kapal.. Ini memungkinkan setiap kapal menerima sinyal yang dikirim oleh pengiriman sinyal di dataran dan menunjukkan lokasi tepat kapal itu.. "
"Jadi dimana pun kapal berada, maka akan bisa mengetahui lokasinya dan menentukan jalur yang tepat..
Dan jika lokasi tak bisa ditentukan, berarti kapal itu telah keluar dari jangkauan pengiriman sinyal di daratan.. "
"Ini menarik.. Jika aku bisa membuatnya juga maka aku bisa membuat pesawat terbang segera.. " Ucap Argus.
"Satu-satunya persiapan yang kurang untuk membuat pesawat saat ini hanya GPS ini saja.. Dengan ini semuanya akan sempurna, aku hanya perlu mencari tau pembuatannya dan mengubahnya frekuensinya sedikit agar cocok di gunakan pada pesawat.. "
"Apakah cara pembuatan alat ini bisa di pelajari..?? " Tanya Argus.
"Seharusnya bisa.. Banyak catatan tentang ini di jual di beberapa tempat.. "Ucap Olivia.
" Itu bagus.. "Ucap Argus.
Perjalanan mereka terus berlanjut, dan di saat merasa cukup jauh dan Argus melihat banyak burung mencari ikan di sana pun Argus memutuskan mereka mulai memancing di sana.
Argus tau biasanya tempat seperti itu memiliki banyak ikan kecil yang akan menjadi makanan ikan besar. Jadi Argus memilih spot itu untuk memancing...
"Kita akan memancing di sini.. " Ucap Argus.
"Apa kau yakin disini banyak ikannya..?? "Tanya Roland.
" Ya.. Kalian lihat di sana..?? "Ucap Argus menunjuk ke kawanan burung laut.
" Biasanya tempat mencari makan kawanan burung laut terdapat banyak ikan kecil-kecil.. Dan tempat dimana banyak ikan kecil, maka di sana biasanya banyak ikan besar yang mencari makan ikan kecil-kecil itu.. "
"Aku baru tau itu.. " Ucap Roland.
"Kalau begitu mari kita berlomba siapa yang akan mendapatkan ikan terbesar nantinya.. "
"Itu menarik.. Mari berlomba kalau begitu.. " Ucap Argus.
__ADS_1
Dan benar saja, mereka mulai mendapatkan banyak ikan di sana dengan berbagai ukuran..
Namun kesenangan mereka tak berlangsung lama, karena Hawa mengatakan banyak orang mendekati mereka dari arah lautan..
Argus kemudian mengetahui jika mereka ternyata adalah kawanan Bajak laut..
"Hai Roland, apa kau ingin terus memancing ikan atau kau mau ikut dengan ku memancing keributan..?? " Ucap Argus.
"Heh..?? " Roland menengok ke arah kapal bajak laut tak jauh dari mereka. Lalu ia berfikir sebentar.
"Tidak.. Aku menemukan hiburan baru sekarang, jadi aku akan terus memancing ikan saja..
Bajak laut atau yang lain masih bisa aku lakukan lain kali, tapi waktu memancing adalah sesuatu yang sulit ku lakukan di Kerajaan.. "
"Kau tau, orang tua itu selalu saja memberikan ku makan dokumen yang membuatku gila.. Aku tak pernah punya waktu untuk hal semacam ini. "
"Kalau begitu kenapa kau tak mencoba membuat kolam ikan di dekat istana..?? Dengan begitu kau bisa menghabiskan waktu di sana jika tidak sibuk..
Kau tak perlu lagi jauh-jauh ke laut hanya untuk memancing.. " Ucap Argus.
"Oh itu ide yang bagus..
Aku akan membuat yang sangat besar setelah aku pulang.. " Ucap Roland..
"Tunggu.. Aku ingat ada danau besar di belakang istana, kenapa aku tak memikirkan nya..?? "
"Baiklah.. Kalian lanjutkan saja, aku akan menangani mereka.. " Ucap Argus melihat kapal Bajak laut sudah semakin dekat..
"Benar, kau ingin mereka hidup atau mati..?? "
"Terserah kau saja, mau hidup atau mati saat ini tak terlalu penting.. Namun usahakan agar kau bisa mendapatkan informasi tentang tempat persembunyian mereka, itu akan lebih baik.. "Ucap Roland.
" Tak masalah.. Apa kau lupa kemampuan ku mencari informasi..?? "Ucap Argus. Lalu ia melompat ke kapal bajak laut itu
" Itu benar, kalau begitu aku mengandalkan mu..
Oh.. Sepertinya Aku mendapatkan ikan besar kali ini..!! "Ucap Roland..
" HAhhahaha.. Aku yakin aku akan menang kali ini.. "
"Boommm..!! "
Namun beberapa saat kemudian sebuah serangan api mengenai ikan pancing miliknya yang membuat ikan itu terlepas..
"Demi Dewa..!!
"Ini konspirasi namanya..!! "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Beberapa saat sebelumnya di kapal Bajak laut..
"Kapten.. Sepertinya mereka tak mencoba kabur.. " Ucap salah satu ABK itu..
"Hahaha itu bagus.. Sepertinya Kita akan mendapatkan mangsa yang mudah kali ini.. " Ucap kapten itu.
"Hahaha. Itu benar.. Kita akan berpesta sekali lagi.. " Ucap ABK lainnya..
"Hai..!! Lihat..!! Ada sesuatu mengarah ke sini..! " Ucap ABK lainnya lagi..
Mereka mengarahkan pandangan mereka ke arah kapal yang dinaiki Argus dan yang lainnya.. Dan dari sana ia melihat sesuatu terbang ke arah mereka..
"Dasar Bodoh..!! Itu bukan sesuatu tapi seseorang..!! Cepat serang dia..!!! " Teriak Kapten.
"Serang..!! Serang..!! Cepat serang jangan biarkan dia sampai di kapal..!! "
"Bola api..!! "
"Bola api..!! "
"Meriam air..!! "
"Tombak batu..!! "
Berbagai serangan mereka gunakan untuk menyerang Argus, dan mencoba mencegahnya sampai di kapal.
Sementara itu Argus yang melihat serangan itu sebenarnya tak perlu menghindar atau membuat pertahanan apapun.
" Itu benar, kalau begitu aku mengandalkan mu..
__ADS_1
Oh.. Sepertinya Aku mendapatkan ikan besar kali ini..!! "Ucap Roland..
" HAhhahaha.. Aku yakin aku akan menang kali ini.. "
Namun saat mendengar kata-kata Roland ia mengingat di belakangnya ada kapal sewaan, ia tak ingin serangan mereka mengenai kapal..
"Mana Shield..!! " Ucap Argus membuat pertahanan di depannya.
Namun apa yang tak ia kira adalah serangan api salah satu ABK perompak itu ternyata meleset dan mengarah ke bawah..
Dan kemudian..
"Bboommm..!! Suara ledakan terdengar dan Argus melihat itu mengenai pancing Roland.
"Demi Dewa..!! Sialan.. Argus apa kau sengaja tak menangkis serangan itu agar aku tak menang..??!! Kenapa tepat terkena pancing ku..?? " Teriak Roland.
"Ini konspirasi namanya..!! "
Argus hanya tertawa dalam hati saat melihatnya.. Ia tak memperdulikan ucapan Roland dan fokus pada para perampok di depannya..
"Mengikat..!! Blind..!! " Ucap Argus.
Lalu banyak rantai mulai muncul dan mengikat semua orang di kapal itu.
Setelah itu Argus mendarat di sana dan memperhatikan sekeliling kapal itu, ia memperhatikan sepertinya kapal mereka lumayan bagus juga..
Ada beberapa meriam sihir sebenarnya di sana, dan sepertinya penggerak kapal ini juga menggunakan alat terbaru..
Banyak bagian yang terlihat baru di ganti juga. Argus tak memperdulikan perkataan para bajak laut di kapal itu dan mulai menjelajahi seluruh tempat..
Kemudian ia kembali ke depan dan mulai menanyakan sesuatu kepada para perampok itu.
"Aku akan bertanya kepada kalian, dan jika kalian menjawab dengan jujur maka aku akan mempertimbangkan untuk membiarkan kalian di tangkap hidup-hidup.. " Ucap Argus.
"Tapi jika tidak.. Aku akan langsung membunuh kalian.. "
Argus kemudian mengeluarkan katana miliknya dan berjalan ke arah kapten kapal.
"Dimana kalian menyembunyikan hasil rampasan kalian..?? Dan apakah ada perampok lainnya yang masih bersembunyi atau berkeliaran..?? " Tanya Argus.
"Lebih baik aku mati daripada... " Sebelum kapten menyelesaikan Kata-kata nya tersebut tiba-tiba pandangannya berputar dan ia bisa melihat tubuhnya berdiri tanpa kepala dan kemudian ia tak sadarkan diri alias mati.
"Sesuai keinginan mu.. " Ucap Argus.
"Kau tak perlu berterima kasih kepada di neraka sana.. Aku hanya membantu mu.. "
Pemandangan itu mengagetkan semua ABK di sana.. Mereka awalnya berfikir jika Argus akan menyiksa mereka dulu, namun Argus tak bermain seperti rutinitas normal biasanya.
Dimana seharusnya Argus akan kesal dan menyiksa kapten dan setelah itu ia akan memilih target lainnya..
Karena biasanya jika mereka di tangkap memang seperti itu.. Kebanyakan mereka takan langsung membunuh karena mereka akan memberikan para perampok untuk hadiah uang.
Dan para perampok itu sudah memiliki koneksi di daratan, jadi mereka tak takut jika di tangkap..
Paling hanya akan di tahan beberapa saat sebelum mereka bisa bebas lagi..
Namun di sini Argus langsung membunuh kapten mereka begitu kapten mereka tak mau menjawab.. Bahkan ia belum menyelesaikan Kata-kata nya..
Itu membuat mereka ketakutan.. Walaupun mereka perampok dan selalu membuat keselamatan mereka berada di ujung tanduk, namun mereka masihlah takut dengan kematian yang ada di depan mata mereka..
"Baiklah.. Siapa lagi selanjutnya..?? " Ucap Argus. Lalu ia mengarahkan pandangannya ke orang lain yang tak jauh darinya..
"Baiklah.. Kau selanjutnya.. Jadi apa kau.. ... "
Sebelum Argus sempat bertanya lagi, Saat itu tiba-tiba di sana Argus mendengar pertanyaan Roland.
"Hei Argus.. Apakah ikan di sini bisa hidup di danau..?? " Tanya Roland.
"Tentu saja tidak..!! Apa kau tak pernah belajar masalah mudah seperti itu..?? Ikan air asin takan bertahan di air tawar..!! " Teriak Argus menjawab pertanyaan Roland.
"Baiklah.. Maaf membuatmu menunggu..
Jadi mari kembali ke bisnis kita.. " Ucap Argus.
"Apa kau akan.. "
"Aku akan mengatakannya.. Aku akan menjawab semua pertanyaan Anda.. " Ucap ABK di depan bagas segera. Bahkan sebelum Argus selesai mengucapkan pertanyaan miliknya..
"Oh.. Itu bagus..
Itu akan menyelesaikan banyak waktu ku.. "
.
__ADS_1
.
. Bersambung