
"Kalian bisa memanggilnya Kuda Troy.. "Ucap Argus.
" Troy..?? Apakah ini sejenis Golem..? " Tanya Dominik
"Walaupun aku tak terlalu paham pembuatan Golem, namun yang aku tau Golem menggunakan Core atau sejenisnya yang di ukir Rune di atasnya sebagai intinya bukan..? "
"Tapi sepertinya kau tak menggunakan Core monster sama sekali.. "Ucap Dominik.
" Ya.. Ini bukan golem namun hampir sama, ini menggunakan mana milikku untuk membuatnya bertahan.. "Ucap Argus.
" Apakah artinya kau akan terus menyalurkan mana kedalam benda ini..?? " Tanya Roland. Sambil mendekati kuda Troy ciptaan Argus.
"Ya. Hampir seperti itu, bisa di bilang benda ini akan terhubung dengan ku untuk bisa bertahan.. " Ucap Argus.
"Apakah hal ini tidak membebani mu..? " Tanya Dominik. Ia juga mendekati kuda itu, namun ia tetap menjaga jarak darinya tidak seperti Roland..
"Ini hanya hal kecil, jadi takan ada masalah.. " Ucap Argus.
"Selain sumber mana, benda ini memiliki kesadaran sendiri sama seperti binatang normal... Jadi kalian harus hati-hati.. "
"Akhhggg..!!" Teriak Roland saat ia di tendang oleh kuda itu ketika ia ingin memegang kuda itu.
"Sial.. Kenapa kau baru mengatakan hal itu sekarang.. ? "Ucap Roland sambil memegang perut nya yang kena tendang.
"Siapa suruh untuk memegangnya tanpa bertanya.. "Ucap Argus.
" Aku masih belum memberikan segel padanya.. "
Lantas Argus mulai menerapkan Rune segel pada kuda itu agar jauh lebih jinak. Setelah selesai ia kemudian membuat dua lagi yang mirip dengan kuda itu.
"Baiklah.. Kalian pilih salah satunya masing-masing, Untuk para wanita silakan naik kereta.. " Ucap Argus.
"Ayah.. Aku ingin naik kuda dengan ayah.. " Ucap Hawa.
"Baiklah.. Apa kau ingin ayah menyimpan Tokki (¹) untuk mu dulu..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Aku akan memegangnya dengan benar, dan tokki takan menganggu.. Benarkan Tokki..?? " Ucap Hawa.
"Baiklah.. Namun jika nanti susah untuk duduk ayah akan menyimpan tokki atau membiarkannya di kereta bersama yang lain.. " Ucap Argus.
"Emm.. " Hawa mengangguk sambil mengelus kepala Tokki.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka melewati hutan, dalam perjalanan mereka menemukan banyak monster..
Menurut Dominik biasanya jalur ini walaupun jalur hutan seharusnya tidak akan ada terlalu banyak monster.. Namun belum jauh mereka memasuki hutan sudah ada beberapa Monster yang telah mereka jumpai..
Terpaksa Argus menyuruh Dominik dan Roland menangani setiap Monster yang mereka temui di sepanjang jalan..
"Apakah benar-benar aman sebelumnya di sini..?? Bukankah ini terlalu banyak hanya untuk wilayah luar hutan..?? " Tanya Roland.
"Aku tak tau, seharusnya walaupun ada monster di sekitar sini namun harusnya tak sebanyak ini.. " Ucap Dominik.
"Jadi apakah ini artinya ada masalah yang membuat para monster semakin banyak..? " Tanya Roland.
"Entahlah.. " Ucap Dominik.
"Apakah di sekitar sini terdapat dungeon..?? " Tanya Argus.
"Dungeon..?? Tidak, di sekitar sini tak ada dungeon.. " Ucap Dominik.
"Karena itu kota atau lebih tepatnya desa ini menjadi pelabuhan utama..
Dungeon terdekat ada di desa selanjutnya, kita seharusnya melewati desa itu agar bisa sampai di tujuan.. "
"Jadi ini bukan karena Dungeon..?? " Gumam Argus.
Awalnya ia berfikir mungkin banyak monster di sini karena mereka keluar dari dungeon, namun sepertinya bukan karena itu.
"Benar.. Aku bisa menggunakan itu.. "Ucap Argus.
Lalu ia mulai memunculkan rune di tangannya yang kemudian mulai berubah menjadi sebuah gambar hologram membentuk lingkaran selebar tiga puluh cm di atas tangan Argus..
Di sana bisa di lihat hologram tiga dimensi dimana bagian tengahnya adalah gambar mereka yang di perkecil..
Semua binatang dan monster serta tumbuhan dapat di lihat di sana. Jaraknya cukup luas jika di bandingkan dengan kenyataan nya..
"Apa itu..?? " Tanya Dominik.
"Ini.. Bukankah itu gambar kita..??! "
Dominik menunjuk ke gambar hologram di bagian tengah. Lalu melihat ke atas namun di atas tak ada apapun..
"Bagaimana kau melakukannya..?? " Tanya Dominik.
"Ini adalah sesuatu yang aku buat.. Namanya Mata langit.. "Ucap Argus.
" Saat ini aku hanya bisa menjangkau sekitar tiga kilometer dari ku.. "
__ADS_1
"Hai Argus.. Kau ini benar-benar mesum membuat sesuatu seperti itu...
Apa kau menggunakan ini saat di kota..?? " Ucap Roland.
"Heh..? Apa maksudnya..? " Tanya Argus.
Namun segera ia menyadari maksud Roland.
"Sial.. Apa kau pikir aku menggunakan ini untuk mengintip wanita..?? " Ucap Argus.
"Aku membuat ini saat membereskan monster sebelumnya di pulau, jadi mana mungkin aku melakukan hal seperti itu.. "
"Ya.. Mana aku tau.. " Ucap Roland.
"Lupakan.. Hei Lihat..! Sepertinya semua monster ini bergerak dari depan, apa mungkin ada yang membuatnya bergerak ke sini..? "
Setelah mendengar perkataan Roland, Argus dan Dominik juga melihat ke arah Hologram itu dan memperhatikan pergerakan monster di sana.
"Bukankah ini mirip banjir monster..?? " Ucap Dominik saat ia melihat hologram, di sana dapat di lihat semakin banyaknya monster yang bergerak ke arah mereka..
Terlihat para monster bergerak bersamaan menyapu pepohonan di hutan, mereka menghancurkan apapun di depan jalan mereka tak perduli baru atau pohon atau binatang lainnya..
"Memang.. " Jawab Argus.
"Jadi.. Apakah kalian ingin menangani ini atau bagaimana..? "
"Tentu saja kita harus mengurusnya, walaupun ini bukan wilayah Illia.. Namun tak mungkin kita membiarkan para monster menyerang Desa itu.. " Ucap Roland.
"Ok baiklah.. Kalau begitu kalian Bersiaplah.. " Ucap Argus.
"Sayang, kau masuk ke kereta dulu, Ayah akan membereskan kekacauan ini sebentar.. "
"Emm.. " Hawa mengangguk.
Lalu Argus menurunkan Hawa dan membiarkan dia pindah ke dalam kereta kuda bersama yang lainnya.
"Kalian tak perlu keluar, tetap di dalam saja. " Ucap Argus.
"Hati-hati.. " Ucap Olivia.
"Tak masalah.. "Ucap Argus.
Lalu ia kembali berjalan ke arah Roland dan Dominik.
" Aku akan membuat tembok untuk mencegah mereka berpencar.. Jadi mereka hanya akan berpusat ke arah kita.. "Ucap Argus.
Apa yang Argus buat bukan tembok, melainkan ia menaikan keseluruhan tanah di belakangnya dan menurunkan tanah di depan mereka agar jauh lebih kuat saat tertabrak para monster..
"Baiklah.. Panggung pertunjukan telah siap.. " Ucap Argus.
"Kenapa kau tak membuat tembok untuk memblokir mereka saja..?? " Tanya Dominik
"Jika aku membuat tembok datar maka mereka akan memutar arah, sedangkan dengan ini mereka akan menjadi satu arah tepat kesini.. " Ucap Argus.
"Sial.. Bagiamana cara kita menanganinya jika terlalu banyak sekaligus..?? "Tanya Roland.
" Aku pikir kau akan memblokir mereka dan kami akan mulai menyerang mereka, namun jika begini yang ada kami akan tertabrak oleh mereka.. "
"Itu benar.. Jika begini bukankah artinya kita akan melawan mereka saat masih berlarian bersama-sama..?? Kita takan bisa menghentikan mereka sekaligus.. " Ucap Dominik.
"Jika kita melawan mereka satu persatu itu mungkin, namun jika seperti ini.. "
"Haihh.. Apa susahnya.. Kalian tinggal membunuh sebanyak-banyaknya saja.. " Ucap Argus.
"Itu benar, namun jika lokasinya terlalu sempit itu artinya akan ada terlalu banyak.. Apa kau kira kami pengguna sihir atau serangan jarak jauh..?? " Ucap Roland.
"Ya.. Aku dan Roland adalah tipe jarak dekat, jika terlalu sempit dan terlalu banyak itu akan menyulitkan.. "Ucap Dominik.
" Kalian terlalu manja.. "Ucap Argus.
" Kalau begitu biar aku yang mengurusnya.. "
Setelah itu Argus maju ke depan dan kemudian mengeluarkan senapan sniper miliknya.
"Ini mungkin kesempatan untuk menggunakan ini.. " Ucap Argus.
"Hei Argus.. Apa itu..? "
"Ini Senapan Sniper milik ku, senjata yang sebelumnya aku katakan di kapal.. " Ucap Argus.
"Aku akan mencoba kekuatan maksimalnya kali ini.. "
"Jangan..!!" Teriak Roland dan Dominik bersamaan.
"Apa kau gila..!! Apa kau ingin menghancurkan kerajaan Raika..?!! " Ucap Roland.
"Itu benar, jika seperti apa yang kau katakan sebelumnya saat di kapal. Maka itu terlalu berlebihan di sini.. " Ucap Dominik.
__ADS_1
"Tolong jangan mengunakan benda itu. "
"Baiklah.. Baiklah.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu bagaimana aku panggang saja mereka sekaligus..? Itu mungkin bisa menjadi stok makanan lainnya.. "
"Tunggu.. Apa kau ingin menggunakan serangan berbasis api dalam tier tinggi..?? " Tanya Dominik.
"Ehh.. Tidak juga.. Aku hanya akan menggunakan nafas api saja.. " Ucap Argus.
Tiba-tiba Roland ingat sesuatu dan kemudian ia menjadi panik.
"Sial.. Apa kau ingin menggunakan api putih mu lagi..?? " Tanya Roland.
"Ohh.. Kau sudah tau, Memang ada masalah..?? "Tanya Argus.
" Sial.. Para peneliti dari reruntuhan telah mengabarkan informasi itu sebelumnya, jangan pernah menggunakan api itu brengsek.. Aku belum menikah dan tak ingin mati menjadi abu.. "Ucap Roland.
" Api putih..?? Api apa itu..? " Tanya Dominik.
"Itu api ciptaan orang aneh ini, itu adalah api yang berada jauh di atas api yang telah ada selama ini.. " Ucap Roland.
"Dari pemberitahuan para peneliti, api itu kemungkinan bisa menghanguskan dan mengubah apapun menjadi abu dalam sekejap mata.. "
"Apa..!! " Teriak Dominik.
"Argus.. Tolong jika itu benar maka jangan gunakan itu juga.. "
"Sial, Kalian ini benar-benar bawel seperti emak-emak saja.. Terlalu banyak larangan.. Tidak boleh ini tidak boleh itu.. "Ucap Argus.
" Tentu saja.. Karena apapun yang berkaitan dengan mu semuanya aneh dan berbahaya.. "Ucap Roland.
" Aku bahkan yakin jika si Tokki milik Hawa itu bukan kelinci biasa bukan..? "
"Oh.. Kau bisa tau hal itu juga..?? " Tanya Argus.
"Brengsek, jadi itu benar..?? " Ucap Roland.
"Aku hanya berkata asal dan ternyata kau memang membuat sesuatu yang aneh dengan kelinci itu..?? "
"Tidak.. Tidak.. Tidak.. Aku hanya sedikit membuat asuransi kecil saja untuk hawa.. Bukan hal besar.. " Ucap Argus.
"Demi dewa.. Sebenarnya apakah tak ada hal normal yang bisa aku hubungkan dengan mu..?? Sepertinya semua hal berkaitan denganmu adalah hal-hal aneh dan tak masuk akal semuanya.. " Ucap Roland.
"Kata siapa..? Aku masih normal.. Aku masih menyukai wanita, makan seperti kalian.. Minum tidur.. Ya walaupun aku sebenarnya tak terlalu membutuhkan hal seperti itu sih.. " Ucap Argus.
"Lupakan.. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang..
Sepertinya para monster sudah dekat.. " Ucap Roland.
Dari tempat mereka saat ini sudah bisa di dengar suara langkah kaki seperti gempa mendekati mereka dengan cepat..
Itu adalah para monster dengan berbagai ukuran dan jumlah yang sangat banyak bergerak menjadi satu barisan lurus menuju ke arah Argus dan yang lainnya..
"Kalau begitu aku akan menggunakan pedang ku saja.. " Ucap Argus.
"Sebenarnya aku ingin mencoba membuat meteorit yang besar untuk menghantam mereka, aku ingin tau apakah dampak meteorit akan menyebabkan bencana atau tidak.. "
"Tapi aku yakin kalian akan melarangnya.. Jadi aku akan menggunakan hal ini saja.. " Ucap Argus sambil mengeluarkan pedang katana miliknya.
"Apa kau akan melawan mereka satu persatu..?? " Tanya Dominik.
"Tidak.. Aku akan mencoba memusnahkan mereka sekaligus.. " Ucap Argus.
"Kau bisa menggunakan serangan area dengan pedang kecil itu..?? " Ucap Dominik.
"Ya.. Kau lihat saja dari sana.. " Ucap Argus.
Lalu mereka melihat asap debu yang di sebabkan para monster mengepul tak jauh dari mereka..
Itu tandanya para monster sudah dekat dengan posisi mereka saat ini.
"Bersiaplah.. Aku akan mulai.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengangkat pedangnya ke atas, pedang itu mulai bersinar saat Argus memasukan mana ke dalamnya.
Dan di saat monster mulai terlihat di depan Argus. Lalu ia langsung menghunus pedang itu ke arah bawah..
"Full attack....!!!! "
.
.
. Bersambung
# (¹) Tokki. Kelinci hasil percobaan Argus sebelumnya di Chapture awal.
__ADS_1
(²) ada di chapture 120-121