
"Jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya..? " Tanya Argus.
Mereka saling memandang sesaat dan kelihatannya mereka mengambil keputusan yang sama.
"Kami akan melaporkan hasil Quest kami ke Guild apa adanya.. " Ucap Garan.
"Ya itu adalah yang terbaik..
Selain itu, kalian tidak seutuhnya gagal dalam Quest ini.. Karena apa yang kalian temui bukanlah serigala hantu yang biasanya.. " Ucap Lisa
"Ya.. Aku harap pihak Guild bisa mengerti juga.. " Ucap Sasa.
"Oh benar, sebenarnya jika kalian bisa bekerjasama dengan benar. Mungkin kalian takan di kalahkan sampai seperti ini.. " Ucap Argus.
"Formasi kalian benar-benar kacau.. "
"Lain kali jika kalian ingin melakukan penaklukan bersama, coba membentuk formasi yang lebih baik.
Untuk Tank, maksudku Paladin.. Sebaiknya kamu jangan terlalu maju ke dalam area serangan musuh jika sendirian. Dan sebaiknya kamu juga memperhatikan teman setim mu.. "
"Tugas utama Paladin adalah menghalangi serang lawan dan memberikan kesempatan untuk rekan lainnya menyerang. "
"Untuk Mage, kamu seharusnya berada di belakang Paladin atau yang lainnya..
Akan lebih baik jika kamu berada di samping Priest. Namun jika kamu memiliki kemampuan serangan jarak dekat, kamu mungkin juga bisa maju kedepan. Namun tak bisa terlalu jauh masuk sendirian ke dalam area musuh.. "
"Untuk Ahli pedang, ya aku tau kamu mencoba melindungi teman mu yang terluka di belakang.
Tapi alangkah lebih baik jika kamu bisa bekerja sama dengan Paladin atau Mage untuk menimbulkan serangan yang lebih kuat.. "
"Untuk pemanah, aku tak tau gaya bertarung yang kamu miliki karena saat aku datang kamu sudah terluka..
Namun mengingat kamu adalah orang pertama yang terluka, bisa di bilang pasti karena kamu terlalu maju juga... "
"Posisi pemanah sebenarnya hampir sama dengan Penyihir.. Kamu adalah bagian pendukung dan penyerang jarak jauh. Bukan jarak dekat..
Namun dalam kasus kamu memiliki skill jarak dekat, maka kasusnya sama dengan Nona Penyihir ini juga.. "
"Dan terakhir untuk Priest.. Apakah skill Penyembuhan adalah satu-satunya yang kamu miliki.. ? " Tanya Argus.
"Tidak. Aku masih memiliki skill sihir pendukung lainnya yang bisa meningkatkan kekuatan rekan setimku lainnya.. " Jawab Sasa.
"Kalo begitu, daripada mencoba menyembuhkan Luka satu orang sampai sembuh total, lebih baik kamu menyembuhkan orang itu sampai ia bisa bergerak lagi dan kemudian kamu seharusnya fokus membantu yang lain agar tidak terdesak.. " Ucap Argus
"Jika kalian memainkan peran kalian secar maksimal, aku yakin kalian bisa membunuh satu atau dua Serigala hantu besi ini, atau paling tidak kondisi kalian akan lebih baik daripada sebelum ini.. "
Mereka yang mendengar perkataan Argus memikirkan baik-baik dan mencoba membuat bayangan masing-masing jika mereka benar-benar melakukan apa yang Argus lakukan.
Dan masing-masing dari mereka pun membuat kesimpulan bahwa jika memang mereka melakukan hal tersebut, mereka memang mungkin bisa lebih baik dan seperti yang Argus katakan..
"Terimakasih untuk nasehatnya..
Selanjutnya kami akan lebih fokus untuk membentuk formasi kerjasama yang lebih baik daripada memikirkan kenaikan Rank kami.. " Ucap Garan
"Benar. Kami harus membuat kerjasama kami jauh lebih baik.. " Ucap Allen.
"Itu bagus, jadi apa yang akan kalian lakukan dengan Mayat para serigala itu..? " Tanya Argus
Mereka sekali lagi saling memandang dan pada akhirnya mereka membuat keputusan bersama.
"Karena kalian lah yang mengalahkan para Serigala Hantu Besi itu, maka kami akan menyerahkan semuanya kepada kalian..
Kami takan mengambil satupun dari itu.. " Ucap Cron yang selama ini selalu diam.
"Kalo begitu, kami hanya akan mengambil satu, dan kalian bisa mengambil sisanya..
Kami tak terlalu membutuhkan mayat serigala ini, aku hanya penasaran dengan rasa serigala itu.. " Ucap Argus.
"Ini tidak mungkin, kami tidak melakukan apapun dalam penaklukan ini, mereka seutuhnya di kalahkan oleh kalian... " Ucap Milia
"Tak usah, kami benar-benar tak membutuhkan ini, kalian bisa mengambilnya dan menjualnya ke Guild.. " Ucap Argus
"Ini.. " Garan Ragu-Ragu untuk menerimanya.
"Terimalah, kami benar-benar tak membutuhkan mereka..
Kami hanya kebetulan lewat setelah menyelesaikan Quest kami saja.. " Ucap Lisa.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih untuk semuanya.. " Kata Garan.
"Tak usah di pikirkan.. Kami akan duluan kalo begitu.. " Ucap Argus.
Kemudian Argus memandang lisa dan mengangguk, lisa mengerti maksud Argus kemudian ia berjalan ke arah salah satu serigala dan menyimpan salah satunya..
Setelah itu, ia mengikuti Argus pergi dari sana. Menyisakan Lima orang itu.
__ADS_1
"Item Box benar-benar nyaman.. " Ucap Milia
"Apakah menurut kalian mereka itu petualang Level tinggi..? " Tanya Sasa.
"Ya menurut ku mereka pasti petualang rank A atau S mungkin.. " Ucap Allen
"Aku yakin Wanita Elf tadi setidaknya sudah ada di level 50. dan untuk laki-laki itu pasti lebih tinggi.. " Ucap Garan.
"Ya benar, teknik memanah menggunakan Mana murni seperti itu membutuhkan pengendalian Mana yang sangat tinggi..
Itu bukan hal yang bisa di lakukan oleh orang dengan Level rendah.. " Ucap Cron
"Dan aku tak pernah melihat seorang Penyihir bertarung dengan pedang seperti itu.. " Ucap Milia
"Dan teknik pedang serta pedang itu sendiri aku baru kali ini melihatnya..
Aku tak pernah melihat jenis pedang itu sebelumnya.. " Kata Allen.
"Lupakan.. Kami harus membawa para serigala ini ke guild dan melaporkan segera..
Jika tidak, akan ada banyak monster yang datang karena mencium bau Darah itu.. " Ucap Garan.
.
.
. -----------------------
.
.
Sementara itu di Kota Taito, ibukota kerajaan Illia. Rombongan yang di naiki Tuan Putri dan Para kesatria kerjaan baru saja memasuki kerajaan.
Selain putri dan kepala kesatria Sebastian yang memasuki Istana, yang lainnya beristirahat di barak para kesatria.
Banyak warga yang melihat jumlah Rombongan yang berkurang banyak membuat banyak spekulasi, ada yang berfikir misi gagal, ada yang berfikir mereka berhasil dengan mengorbankan banyak nyawa kesatria dalam prosesnya.
Namun semua itu hanya ada dalam desas-desus dan pembicaraan rahasia, tak ada yang berani berbicara keras. Karena ini menyangkut keluarga kerajaan.
Sementara itu, Sebastian langsung membawa materialnya ke para alchemist untuk membuat Obat yang di butuhkan..
Sementara itu, sang putri langsung menuju Ruang atau kamar tempat Raja beristirahat..
Di dalam Ruangan itu hanya ada seorang laki-laki setengah baya yang mirip dengan Sebastian sedang terbaring di ranjang. Dan ia di temani seorang wanita di samping nya yang memiliki wajah mirip dengan Olivia.
"Ibu.. Bagaimana kondisi ayah..? " Tanya Olivia begitu ia memasuki ruangan itu.
"Oliv, kau sudah kembali..? Apakah kamu terluka..? Dan Bagaimana Ekspedisi yang kalian lakukan. Apakah berjalan lancar..? " Tanya Sang Ratu Silvia saat melihat Anaknya kembali.
"Ekspedisi kami gagal ibu.. " Kata Olivia.
"Ya tak masalah, selama kamu baik-baik saja..
Kami masih bisa mencobanya lain kali. " Kata sang Ratu Silvia.
"Ibu tak perlu khawatir, walaupun kami gagal. Tapi material yang di butuhkan untuk pembuatan obat telah kami dapatkan..
Dan saat ini paman sedang mencari para Alchemist untuk membuat obat penawarnya.. " Kata Olivia.
"Benarkah..? Itu bagus... itu bagus, ayahmu bisa segera di selamatkan.. " Ucap sang ratu sambil meneteskan Air matanya..
Melihat ibunya menangis Olivia Kemudian menenangkan ibunya, sambil memperhatikan Sang Raja yang saat ini masih terbaring di ranjangnya..
Tak berselang lama kemudian, Sebastian memasuki Ruangan itu.
"Paman.. Apakah obatnya sudah selesai..? " Tanya Olivia saat melihat Sebastian memasuki ruangan itu.
"Sebas, kau kembali... " Ucap Sang Ratu.
...#Note....
...Setting karakter yang thor buat adalah Sebastian de Illia sebagai saudara/adik dari Raja saat ini, Rodrike De Illia. Lalu sang Ratu bernama Silvia De Illia. ...
...Raja dan Ratu memiliki satu Anak, yaitu Putri Olivia de Illia....
... Sedangkan untuk Pangeran Roland De Illia. Ia adalah anak dari Sebastian. ...
"Ya.. Bagaimana kondisi Rodrike..? " Tanya Sebastian
"Kondisinya masih stabil sejauh ini.. " Kata Sang Ratu.
"Itu bagus.. Ini adalah obat penawaran yang telah kami buat dengan Bahan dari Monster Rank A itu.. " Ucap Sebastian sambil memberikan sebotol cairan berwarna merah ke Sang Ratu.
Kemudian sang Ratu mulai membantu meminumkan Cairan itu ke mulut Raja..
__ADS_1
Tak butuh waktu lama saat cairan itu memasuki mulut Raja, wajah pucat Raja mulai menunjukkan warna kemerahan yang menunjukkan bahwa obat itu bekerja dengan baik.
"Sepertinya kondisi dari Rodrike sudah membaik.. " Ucap Sebastian.
"Bagaimana dengan penyidikan penyebab terjadi pecahnya Dungeon itu yang menyebabkan Raja terkena racun..? Apakah sudah di temukan..? "
"Belum di ketahui apa penyebabnya, namun saat ini Roland sudah mengurus masalah ini setelah ia tiba dari Kerajaan Raika.." Ucap sang Ratu.
"Haihh anak itu.. Aku harap ia menggunakan otaknya kali ini.. " Ucap Sebastian.
"Tenang saja, setelah kembali dari Kerajaan Raika. Aku lihat Roland sudah sedikit lebih dewasa.. " Ucap sang Ratu sambil tersenyum.
Pangeran Roland, Sebastian sebagai ayahnya sangat akrab dengan dia.
Ia adalah tipe otak otot, yang mirip dengan Sebastian.
Karena itulah ia bisa mencapai level 90 saat ini walaupun ia masih muda. (Umur Roland adalah 25 tahun)
Walaupun sejak muda sudah di latih menjadi penerus raja, ia masih saja memiliki kecenderungan bertarung dan menggunakan ototnya..
Ini mirip dengan saat masih kecil Sebastian. Yang lebih tertarik menjadi kesatria daripada menjadi bangsawan.
"Apakah seperti itu.. ? Apa anak itu mendapatkan hidayah di sana..? " Tanya Sebastian.
Olivia yang mendengar itu hanya tersenyum, ia juga sangat dekat dengan Roland.
Ia selalu menganggap Roland sebagai kakaknya sendiri.. Karena itu Olivia sangat pham dengan watak Roland yang selalu saja suka berkelahi dan menaikan levelnya.
"Sepertinya Roland Menemukan seorang yang ia sukai di sana..
Aku mendengarnya dari para pendamping yang mengikutinya ke kerajaan Raika... " Kata Ratu.
"Anak ini.. Ia menjalankan tugas kerjaan menuju kerajaan Raika tapi ia malah mencari jodoh.. Aku akan memukulnya saat bertemu nanti.. " Ucap Sebastian marah, namun ia terlihat bahagia dan tersenyum saat mengatakan itu.
Olivia dan ibunya Silvia tau bahwa apa yang dikatakan Sebastian berbeda dengan apa yang ia rasakan..
Itulah cara ia mendidik Roland sejak kecil.
Sebastian ingin menjadikan Roland sebagai Bangsawan yang hebat. Namun ia malah mirip seperti Sebastian yang suka berpedang. Karena saat istri Sebastian hamil, ia menginginkan Anak perempuan..
Namun yang lahir adalah Laki-laki. Walaupun demikian mereka tetap menyayangi Roland.
Nama Roland sendiri di berikan oleh sang Raja, kaka dari Sebastian yang menginginkan anak Laki-laki.
Sayangnya, istri Sebastian meninggal saat umur Roland masih 2 tahun. Jadi sejak umur 2 tahun, Roland di asuh oleh Ratu dan raja.
Selain itu, ia juga di pilih sebagai penerus tahta selanjutnya sebagai calon Raja saat itu yang membuat Sebastian semakin yakin untuk mendidiknya sebagai mana seorang bangsawan pada umumnya bukan prajurit.
Pemilihan ini karena sang raja saat itu Rodrike dan Ratu belum memiliki anak, dan mengingat mereka sudah mengangkat Roland sebagai anak mereka..
Dan selain itu, Anak Raja setelah itu Olivia lahir adalah perempuan.
Jadi mereka akhirnya menetapkan Roland sebagai penerus yang sah.
Walaupun demikian, kebiasaan yang di turunkan oleh Sebastian sebagai seorang prajurit membuat mereka sakit kepala..
Roland cenderung ke arah kesatria daripada Bangsawan umumnya.
"Oh benar.. Aku juga menemukan calon menantu yang cocok untuk Olivia dalam perjalanan kali ini.. " Ucap Sebastian.
"Paman..!! " Teriak Olivia sambil menutup mulut Sebastian.
"Benarkah..? Sepertinya Oliv kecil kita sidah dewasa.. " Ucap Ratu Silvia.
"Hahhaa.. Itu adalah pemuda yang hebat, aku jamin kalian akan setuju jika melihatnya sendiri..
Mari kita tunggu Rodrike bangun dan membahas ini bersama.. " Kata Sebastian
"Selama Oliv kecil menyukainya juga, aku akan menyetujuinya.. " Kata Ratu Silvia.
"Jadi sudah di putuskan kalo begitu.. " Ucap Sebastian.
"Siapa bilang kalo yang menyukai Argus.. " Teriak Olivia
"Hahhaha.. Apakah aku mengatakan tentang Argus..? Tapi mengingat kamu mengatakan itu, artinya kamu memang menyukainya bukan..? " Ucap Sebastian main-main.
"Akhh.. Aku benci paman..! " Teriak Olivia sambil lari dari sana.
Melihat Olivia memerah dan kabur, Sebastian dan Ratu Silvia tersenyum melihatnya.
"Jadi namanya Argus..? " Tanya Ratu Silvia
"Ya, ia bernama Argus Okinawa..
Jadi seperti ini ceritanya... " Sebastian kemudian menceritakan semua yang mereka alami dalam perjalanan itu kepada sang Ratu.
__ADS_1
. Bersambung.