Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
33


__ADS_3

Setelah meninggalkan Kediaman Baron. Argus dan Lisa pergi menuju Guild petualang Cabang Daka.


Guild disini cukup kecil daripada Guild lainnya, termasuk dari Guild Soutou sebelumnya yang argus kunjungi pun lebih besar dari Guild Daka ini.


Argus melihat Bangunan Guild Daka ini cukup sederhana. Tapi sepertinya tidak hanya Bangunan Guild saja, namun hampir keseluruhan Bangunan di Desa Daka ini cukup sederhana.


Jika di tempat lain sudah banyak bangunan yang terbuat dari Batu, Beton semen atau sejenisnya. Tapi di Daka Ini hampir di dominasi oleh bangunan dari kayu.


Bahkan sebelumnya di kediaman Baron juga sepertinya kebanyakan tempat terbuat dari kayu. Dan hanya bagian tembok serta pacarnya saja yang sepertinya terbuat dari beton..


Dan saat memasuki Guild, Argus menyempatkan melihat Quest di sana. Dan memang Quest di sini hanya ada untuk Rank C kebawah saja.


Petualang di dalam Guild memperhatikan kedatangan Argus, karena selain Argus terlihat asing. Ia terlihat tak memiliki perlengkapan yang Bagus karena hanya membawa pedang dan memakai pakaian yang tak terlihat seperti Armored layaknya petualang Rank tinggi.


jadi mereka menganggap Argus mungkin petualang baru yang ingin mendaftar di sini.


Mereka terus berbisik, terutama saat melihat Argus datang bersama Lisa, seorang Elf di mata mereka.


Sementara itu Argus tak memperhatikan mereka dan terus memperhatikan papan Quest, di sana Tak ada permintaan untuk level tinggi, dan hanya ada satu Quest Khusus tentang pencarian serta penyelidikan Orang hilang di danau dan alasan mengapa tak ada monster terlihat di sekitar danau yang Baron keluarkan sebelumnya.


Selebihnya hanya permintaan biasa saja, namun banyak Quest penaklukan monster yang sepertinya tak ada yang mau mengambilnya.


Salah satu Quest khusus adalah penaklukan Elang grígora, namun tak ada yang mengambilnya.


Mungkin ini yang sebelumnya di katakan Baron dan Penjaga Gerbang Desa Daka sebelumnya, tentang ketakutan para petualang dan warga terhadap munculnya kawanan Monster Elang grígora yang lebih banyak di Hutan akhir-akhir ini.


Karena Argus tau bahwa kedua Quest ini tak berguna lagi, Argus mengambil kedua Kertas Quest itu. Dia berencana memberitahu bahwa Quest ini telah selesai dan tak perlu di pasang lagi.


Dan setelah Argus mengambil kedua kertas quest di papan Quest, ada Tiga orang petualang yang mendatangi Argus dan Lisa..


sepertinya mereka memiliki job Paladin, Ahli pedang dan penyihir,


"Hai nak, apa kamu baru di sini..? " Tanya Paladin itu.


"Ya, kami baru sampai tadi.. " Ucap Argus


"Sudah berapa lama kamu menjadi petualang..? " Tanya orang itu lagi.


"Jika tidak salah, aku baru menjadi petualang kurang dari sebulan ini..


Apakah ada masalah..? " Tanya Argus


"Hahha ternyata benar dia anak baru bos. . " Ucap sang ahli pedang itu.


"Anak baru, kau harus menjaga kata-kata jika berbicara dengan kami, kami adalah petualang terkuat di sini. Kami adalah Party petualang Rank C.. " Ucap penyihir itu


"Apakah ada aturan seperti itu..? " Tanya Argus


"Sepertinya tak ada aturan seperti itu di Guild manapun.. Dan kalian menghalangi jalan kami, jadi bisakah kalian menyingkir..? "


"Dasar anak yang kurang ajar..! " Teriak ahli pedang itu namun di hentikan oleh Paladin.


"Anak baru, karena kami adalah petualang level 35. Dan petualang terkuat di sini, jadi jika kamu meminta maaf atau kami akan melepaskan mu. Agar orang tidak mengatakan kami menggertak mu.. " Ucap Paladin itu.


"Baiklah, kalo begitu Maaf.. " Setelah mengatakan itu Argus berniat untuk pergi ke meja resepsionis, namun mereka masih menahan Argus di sana.


"Apakah semudah itu meminta maaf kepada kami, dan lagi kami tak menyuruhmu untuk pergi.. " Ucap Paladin itu.


"Bukankah kamu hanya mengatakan untuk minta maaf sebelumnya, aku sudah mengatakan itu bukan.. " Kata Argus.


"Ya tapi jika kamu ingin pergi. Nona ini harus menemani kami terlebih dahulu.. " Ucap Paladin itu.


Sementara dua lainnya tertawa saat mendengar nya.


Sang Paladin mencoba memegang Lisa dengan tangan kiri nya, namun Argus mencegahnya dengan menghentikan tangan orang itu.


Argus memegang pergelangan tangan Paladin sehingga ia tak bisa menyentuh Lisa.


"Anak baru. Kau berani menghentikan ku..? Apa kau tak sayang nyawamu..? " Tanya sang Paladin.


"Tentu saja aku masih sayang nyawaku, aku masih belum memakan banyak bahan lainnya. Jadi mana mungkin aku tak menyayangi nyawaku.. " Ucap Argus sambil melepaskan tangan Paladin itu


"Tapi, Lisa adalah *Orang ku*. Jadi jangan coba coba mengganggu nya.. "


"Wanita ku..? " Gumam Lisa sambil terlihat mukanya semakin memerah.


...#Disini Argus bermaksud mengatakan Orang ku karena Lisa Budak Argus, jadi argus menganggap Lisa seperti keluarganya., namun apa yang di dengar dan di pikirkan orang lain adalah Wanita ku. Dan apa yang di pikirkan Lisa adalah Wanita ku/pacar atau semacam itu. ...


"Sepertinya kau memang ingin di beri pelajaran anak kecil..!! " Teriak Paladin sambil mencoba menyerang Argus dengan pedangnya.


"Party Drag berbuat ulah lagi.. " Bisik petualang lain yang melihat itu.


"Ya anak itu bernasib siap karena menyinggung mereka.. " Ucap yang lainnya


"Aku akan melaporkan hal ini ke Guild.. " Sementara yang lainnya ada yang mencoba melaporkan hal itu

__ADS_1


Sementara itu Argus yang melihat tindakan paladin pun menghela nafas.


"Menyusahkan saja.. " Gumam Argus.


Kemudian Argus menggunakan Mana untuk melapisi tangannya agar lebih kuat, dan kemudian Argus menahan Pedang Paladin dengan tangannya itu.


"Apa..?!! Sialan lepaskan pedangku..!! " Teriak Paladin yang tak bisa menarik pedangnya itu.


Argus kemudian melepaskan pedangnya, namun Paladin itu mulai menyerang argus lagi setelah pedangnya di lepaskan. namun kali ini argus tak mencoba menahannya lagi tetapi menghindari semua serangannya dengan mudah.


Melihat bosnya kesulitan, sang Ahli pedang mencoba membantunya dengan menyerang Argus juga.


"Hentikan...!! " Teriak Sang resepsionis yang melihat perkelahian itu pun mencoba menghentikan mereka.


Namun itu terlambat, Argus terlebih dahulu menangkap kedua pedang orang itu dan kemudian.


"Frost..!! " Ucap Argus pelan.


Kemudian mulai dari ujung pedang yang Argus pegang mulai membeku, dan dengan cepat membekukan Kedua orang itu menjadi patung Es.


Sang resepsionis terpana melihat itu, sementara Sang Penyihir salah satu dari mereka yang melihat itu ketakutan dan terjatuh ke belakang.


"Sihir Es..? Tidak mungkin.. Bagaimana kau melakukannya..? Bukankah kau Ahli pedang..? "


"Ehh..? Sepertinya aku tak mengatakan bahwa aku ahli pedang bukan..? " Tanya balik Argus.


"Tapi kenapa kau membawa pedang...? " Tanya lagi penyihir itu.


"Kenapa aku tak bisa membawa pedang..?? Tak ada aturan mengatakan penyihir dilarang membawa pedang bukan..? " Ucap Argus


"Cukup..!! Grag, kamu dan party Drag akan mendapatkan hukuman kali ini karena mencoba menyerang Anggota petualang lainnya.. " Ucap sang resepsionis.


"Dan untuk kalian, Sepertinya ini pertama kalinya aku melihat kalian..? " Tanya resepsionis Demi human itu.


"Ya, kami datang dari Kota Isak, dan ingin melapor tentang Quest kami yang akan kami lakukan di Daka. " Ucap Argus.


"Jika seperti itu, silahkan datang ke meja resepsionis di sana, saya akan menangani mereka terlebih dahulu.. " Ucap resepsionis itu


"Baiklah.. " Jawab Argus kemudian ia mencoba pergi ke meja resepsionis itu.


"Tunggu..! " Resepsionis itu menghentikan Argus


"Apakah ada yang lain..? " Tanya Argus


"Tak perlu terburu-buru, aku hanya menggunakan sedikit mana. Jadi mereka akan bebas dalam Lima menit lagi..


Dan tak perlu khawatir, mereka takan terluka. " Ucap Argus


"Mungkin hanya demam sedikit.. " Gumam Argus


Resepsionis itu mendengar kata-kata Argus merasa lega. Dia kira mereka akan tetap seperti itu selamanya.


Karena ia tak tau detail sihir Es. Atau lebih tepatnya tak ada yang tau sihir es yang dianggap hilang itu.


Jadi saat mendengar bahwa mereka akan terbebas sendiri setelah lima menit, ia lega.


Sedangkan untuk gumaman Argus tentang mereka mungkin demam, ia tak perduli.


Bagaimanapun itu bisa memberikan mereka pelajaran untuk tidak bersikap arogan lagi.


Sedangkan Argus saat ini sudah berjalan ke arah resepsionis lainnya di sana.


Ternyata yang bertugas di sana adalah seorang Demi human kelinci, Ia mempunyai sosok wanita cantik namun memiliki telinga kelinci diatasnya.


"Selamat datang.. Nama saya Bell, dan yang sebelumnya bernama Mia.


Jadi Apakah ada yang bisa saya bantu..? " Tanya Bell.


"Nama ku Argus, dan Ini Lisa.


Kami datang dari Kota isak bermaksud menginformasikan Bahwa kami akan melaksanakan Quest penjelajahan reruntuhan itu.. " Ucap Argus


"Reruntuhan..? Tunggu.. Apakah kamu Petualang yang dikirim untuk menyelesaikan penjelajah Reruntuhan itu..? " Tanya Bell


"Ya, dan kami juga sudah bertemu dengan Baron Ivan dan membahas tentang ini sebelumnya..


Karena kami juga di beritahu untuk melapor terlebih dahulu saat sampai di sini, jadi kami kesini.. " Ucap Argus


"Ya baiklah, kalo begitu aku akan mencatat ini..


Apakah anda membawa kertas Quest itu..?


Dan bisakah Anda memberikan Kartu Petualang Anda sebentar..?" Tanya Bell


"Ya aku membawa nya.. " Ucap Argus sambil memeberikan Kertas Quest itu dan kartu petualang miliknya.

__ADS_1


Bell kemudian melihat kertas itu dan kemudian mengecek Kartu petualang Argus.


Dan di sana memang tertera pengambilan Quest ini. Namun saat ia memperhatikan Poin penaklukan, Bell sedikit terpana.


Karena jumlahnya sudah hampir mencapai setandar Rank S petualang, Itu Artinya Argus bisa saja mengambil Quest kenaikan Rank S dalam waktu dekat.


Namun Bell tak membahas ini karena merasa itu urusan Argus sendiri.


Sebenarnya sebagian besar poin itu, selain dari penaklukan Rank S Monster. Itu juga berkat para Semut yang selalu berburu. .


"Jadi apakah ada yang lain yang kalian butuhkan..? " Tanya Bell..


"Oh benar, ini tentang Dua Quest ini.. " Ucap Argus sambil memberikan dua kertas Quest.


Satu tentang penyelidikan hilangnya orang dan monster di sekitar danau.


Yang kedua tentang penaklukan Monster Elang grígora.


"Quest penyelidikan dan Quest penaklukan..? " Ucap Bell saat melihat kertas itu.


"Benar, kami ingin menginformasikan bahwa kedua Quest ini sudah tak di perlukan lagi.


Karena kami kebetulan telah menyelesaikan hal ini saat dalam perjalanannya kami.. " Ucap Argus.


"Apa..?? Apakah itu benar..?? " Tanya bell


"Ya, seperti yang saya katakan sebelumnya. Kami telah bertemu dengan Baron Ivan, jadi kami juga telah menjelaskan tentang hal ini.. " Kata Argus


"Jadi Quest ini tidak di perlukan lagi, dan Guild juga tidak perlu menyiapkan hadiahnya. Karena kami telah mendapatkan nya dari Baron Ivan.. "


"Tunggu..!! Apakah maksudnya kalian telah menaklukkan kawanan Elang grígora itu di hutan berdua saja..?? " tiba-tiba tanya Mia yang mendengar tentang itu.


"Ya benar. Apakah ada masalah..? " Tanya Argus yang telah memulai kebiasaan nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Tidak.. Tapi mereka adalah kawanan Monster Rank B dan pemimpinnya adalah Monster Rank A bukan..


Dan kalian hanya berdua mengalahkan mereka..?? " Tanya Mia


"Ya benar, totalnya mereka ada 47 ekor dan 1 Ekor Adalah pemimpin Eagle grígora.. " Ucap Argus


"Kalo begitu, bisakah kamu menceritakan semuanya.. Kami membutuhkan informasi terperinci tentang dua hal ini jika memungkinkan.. " Tanya Bell


"Ya tak masalah.. Pertama pemimpin kawanan Elang grígora itu sebenarnya adalah Bloody Eagle grígora yang mempunyai skill untuk mengendalikan pikiran, jadi karena itu ada lebih banyak elang grígora yang di jumpai akhir-akhir ini.. Dan untuk... " Ucap Argus namun di hentikan oleh Mia.


"Tunggu..! Maksudnya adalah pemimpin para kawanan Elang grígora itu bukan Elang grígora Rank A melainkan Rank S Monster Bloody Eagle grígora..? " Tanya Mia.


"Ya benar sekali. Ia memiliki 6 sayap dan kaki serta tangannya berwarna merah.. " Ucap Argus


"Apakah kamu membawa bukti penaklukan nya..? " Tanya Bell


"Ya.." Kata Argus.


Kemudian Ia mengeluarkan Kulit(dan Bulunya) serta Cakar Adamantium milik Elang Berdarah grígora itu.


Bell dan Mia kemudian memperhatikan dua barang itu secara teliti.


"Ini memang Bulu Elang Berdarah Grígora.. " Ucap Mia


"Ini juga Cakarnya, aku yakin karena ini sepertinya terbuat dari Adamantium.. " Ucap Bell..


Kemudian mereka mengembalikannya kepada Argus.


"Terimakasih telah menunjukkan nya.. "Ucap Bell.


" Lalu bagaimana dengan masalah hilangnya orang dan Monster di sekitar Danau..? Apakah kamu juga menyelesaikan penyelidikan hal ini..? " Tanya Mia.


"Ya. Kami memang menyelesaikan masalah ini juga.. " Ucap Argus


"Bisa ceritakan masalah ini juga..? " Tanya Mia.


"Tentu.. Monster di sana adalah Ular berkepala Delapan..


Ia memiliki... " Lagi-lagi sebelum Argus menyelesaikan kata-kata nya, ia di hentikan oleh Mia.


"Tunggu..!! Ular kepala Delapan..? Apakah Hydra..? " Tanya Mia


"Bukan.. Ini Bukan Hydra, tetapi ular berkepala delapan Yamata-no-Orochi. Ia memiliki... " Lagi dan lagi Mia menghentikan Argus


"Yamata-no-Orochi..? Monster apa itu..? " Tanya Mia.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2