
"Apakah Argus baru saja menggunakan kemampuan api dari Ras Naga..?? " Tanya Olivia
"Ya sepertinya seperti itu.. " Ucap Lisa.
Ia juga terkejut dengan itu.
"Ayah hebat...!!! " Teriak Hawa.
Mereka saling memandang tak percaya, pasalnya belum ada satupun manusia atau ras lain kecuali Naga yang bisa menyemburkan Api dari mulut mereka.
Bahkan mage Api terhebat sekalipun hanya bisa mengeluarkan dengan cara lain, tak pernah lewat mulut mereka..
Sementara itu Argus yang melihat itu langsung menggunakan kemampuan Manipulasi bayangan untuk menangkap kedua mayat monster itu agar tak jatuh ke dalam Air.
Lalu ia meletakkan di rerumputan di sampingnya. Dan ia bisa mencium bau daging panggang dari keduanya.
"Sepertinya aku tak membutuhkan panci besar lagi, bahkan aku mendapatkan Burung panggang juga.. " Ucap Argus.
"Untung saja aku bisa mengendalikan api ku, kalau tidak bisa-bisa keduanya sudah gosong dan tak bisa di makan lagi.. "
"Saatnya makan kura-kura dan burung panggang.
Apa kalian ingin makan juga..?? " Tanya Argus.
"Tidak... Master bisa memakannya.. " Ucap Lisa.
"Aku sudah kenyang.. " Ucap Olivia.
"Hawa mau.. Hawa mau makan juga..!! "Ucap Hawa.
" Hawa sudah makan banyak.. Jadi jangan makan lagi ok.. Nanti Hawa bisa sakit perut.. "Ucap Lisa.
" Tapi Ayah bisa makan banyak..? Hawa juga ingin seperti Ayah.. "Ucap Hawa.
" Tidak.. Ayo kita ke kereta, kaka sudah membeli banyak manisan sebelumnya.. "Ucap Lisa.
" Manisan..?? Ayo ayo Hawa mau manisan.. "Ucap Hawa.
Sementara itu Argus sudah mulai memakan daging dari kura-kura dan burung itu. Namun kali ini ia tak mendapatkan kemampuan apapun dari kura-kura dan burung Hering itu.
Setelah beberapa saat kemudian Olivia dan Lisa serta Hawa keluar dari kereta, mereka melihat di depan Argus saat ini bukan lagi dua tubuh monster panggang. Melainkan dua tumpukan tulang yang menggunung.
" Apakah kamu menghabiskan semuanya secepat ini sendirian..?? " Tanya Olivia.
"Ya.. Lumayan juga bisa mengisi sedikit perut ku.. " Ucap Argus.
"Sedikit..??" Ucap Olivia sambil melihat gunung tulang di sana.
"Ini sedikit..?? "
"Ya.. Karena aku bahkan belum setengah kenyang sekarang. . " Ucap Argus.
"Lupakan.. Mari kita lanjutkan, kita masih jauh dari tujuan.. "
Lalu Argus kembali ke kereta dan siap melanjutkan perjalanan lagi.
"Kau harus terbiasa.. " Ucap Lisa.
"Apakah Argus benar-benar bisa makan sebanyak ini dan masih belum merasakan kenyang..?? " Tanya Olivia.
"Sejauh yang aku tau, Master memang belum pernah merasakan kenyang selama ini.. " Ucap Lisa.
"Jadi seberapa banyak kapasitas perutnya..? Dan kemana semua makanan itu pergi..?? " Tanya Olivia.
Lisa hanya mengangkat bahunya sebagai tanda kalau ia juga tak tau.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Dalam perjalanannya karena sepi Argus terfikir sesuatu yang sebelumnya pernah ingin ia buat namun tak jadi di buat.
Argus ingin membuat sebuah mobil agar lebih nyaman dan cepat, karena saat ini Argus membawa banyak orang.
Namun Argus tiba-tiba merasa ada yang aneh, pasalnya ini adalah jalan utama dimana di katakan sebagai jalur yang sering di lalui orang.
Tapi sejak kepergian mereka, Argus masih belum menjumpai satu orang pun..
"Oliv, apakah jalan ini sering di lalui oleh orang-orang..?? " Tanya Argus.
__ADS_1
"Ya biasanya memang banyak orang yang akan melewati jalan ini untuk keperluan penjualan senjata atau sejenisnya.. " Ucap Olivia.
"Lantas kenapa kita belum menjumpai satupun orang sampai sekarang..?? " Tanya Argus.
"Itu.. " Olivia tak tau harus menjawab apa. Karena ia juga baru menyadari hal itu.
Dari awal mereka meninggalkan gerbang, mereka sama sekali tak menjumpai satu orang pun atau rombongan pun dalam perjalanan ini.
Biasanya akan ada banyak orang lewat jalan ini untuk keperluan mencari peralatan yang terbuat dari logam.
Tapi ini..
"Apakah maksudnya ada sesuatu yang membuat orang tak bisa melewati jalan ini..?? " Ucap Olivia.
"Atau mungkin ada sesuatu yang telah terjadi di Baisi.. "
"Kemungkinan itu bisa saja terjadi, karena aku bahkan tak menemukan satupun petualang sampai sekarang.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu, apakah kita harus kembali..?? " Tanya Olivia.
"Tak perlu, kita akan tetap kesana dan memeriksanya.. " Ucap Argus
"Lagi pula aku penasaran, apa yang bisa membuat semua orang menghilang sebenarnya.. "
Setelah itu mereka mempercepat laju keretanya dan kemudian saat sore Hari Argus memutuskan untuk beristirahat.
Lisa mulai menyiapkan semua perlengkapan untuk mereka berkemah, ia juga mengeluarkan kabin kecil yang membuat Olivia terkejut dengan kapasitas penyimpanan milik Lisa.
Lisa juga mengatakan kemungkinan alat penyimpanan yang di berikan Argus untuknya juga sama besarnya dengan milik Lisa..
"Lisa, kau tak perlu menyiapkan kemah di luar, kita akan masuk ke dalam nanti.. " Ucap Argus.
"Apa master Yakin..?? " Tanya Lisa.
Lisa bertanya karena tau maksud Argus adalah membawa mereka ke dalam dimension home. Yang artinya Argus akan membagikan salah satu rahasianya kepada Olivia.
"Ya.." Ucap Argus.
"Ada apa..?? " Tanya Olivia.
"Master akan membawa kita ke satu tempat miliknya, itu adalah tempat yang telah master buat dan tak ada yang bisa masuk atau keluar dari sana tanpa izin Master. " Ucap Lisa.
"Sebentar lagi kau akan tau.. " Ucap Lisa.
Lalu mereka melihat lingkaran Rune yang terus berputar dan kemudian membentuk sebuah gerbang, dan terlihat di belakang itu adalah sebuah Rumah di tengah padang rumput luas.
"Mari masuk.. Alfred urus kuda-kudanya seperti biasa.. " Ucap Argus.
Hawa langsung berlari masuk dan ia langsung masuk ke dalam rumah bersama kelincinya, Lalu Argus mengikuti masuk kedalam lingkaran sihir itu di ikuti Lisa dan Olivia.
"Ini.. Dimana ini..?? Aku tak pernah melihat tempat seperti ini.. " Ucap Olivia.
"Ini adalah Dimension Home yang sudah aku rubah sedikit Rune nya agar bisa menjadi tempat kami beristirahat dengan nyaman.. Atau kau bisa mengatakan ini adalah Subspace milik ku.."Ucap Argus.
"Ini artinya kau bisa membuat dunia kecil sendiri..?? " Tanya Olivia.
"Kurang lebih seperti itu.. " Ucap Argus.
Ia saat ini melihat Hawa berlarian di padang rumput yang luas mengejar kelincinya.
"Hawa berhenti berlarian, kita akan istirahat.. " Ucap Argus, lalu ia mengejar Hawa yang malah semakin kencang larinya saat Argus mengejarnya.
"Hahahaaa ayah tak bisa menangkap Hawa...!! " Ucap Hawa sambil berlarian bersama kelincinya.
"Fisik sekuat Knight dan warior, keahlian pedang yang lebih kuat dari Ahli pedang.. Sihir untuk semua element, kemampuannya yang sama dengan Naga.. Pengetahuan yang tak terbatas, dan sekarang Dunia kecil..?? Aku tak tau harus berkata apa sekarang.. " Ucap Olivia saat ia terduduk di rumput.
"Sudah ku katakan bukan, kau harus menyiapkan diri karena apa yang akan kau lihat mungkin akan menjungkirbalikkan akal sehat kita.. " Ucap Lisa sambil mengulurkan tangannya ke Olivia untuk membantunya berdiri.
"Ya.. Aku takkan terkejut lagi jika ia bahkan saat ini ia mengatakan bahwa ia adalah dewa..
Karena kemampuannya itu sudah seperti layaknya seorang dewa.. " Ucap Olivia.
"Dan bahkan kekuatan penghancur yang ia perlihatkan mungkin bisa membuat orang berfikir ia ada Iblis.. "
"Baik dewa atau Iblis sekalipun.. Aku akan selalu mengikuti master.. " Ucap Lisa sambil mengamati Hawa dan Argus yang masih berlarian.
"Ya.. Kau benar, baik dewa atau Iblis sekalipun.. Ia tetap Argus yang aku sukai.. " Ucap Olivia.
"Mari kita masuk ke dalam dan menyiapkan makan malam, kita mengobrol di dalam saja.. " Ucap Lisa sambil tersenyum dan menarik tangan Olivia.
Sementara itu Argus akhirnya bisa menangkap Hawa.
__ADS_1
"Haihh kau ini.. Ayah merasa Hawa semakin cepat sekarang.. " Ucap Argus.
"Heheheh.. Hawa sekarang merasa bisa berlari sangat cepat seperti angin wuss.. Wusss.... " Ucap Hawa sambil memperagakan gerakannya dengan tangan kecilnya.
"Apakah Jobnya mulai terbangun..?? " Gumam Argus.
Lalu ia melihat menggunakan mata wawasan miliknya dan melihat ternyata status Hawa telah berubah sekarang.
Nama : Hawa Okinawa
Umur : 6 (0) Ras : Terran (Homonculus)
Job : Monk Lv : 1/100
MP : 1.000/1.000
HP : 3.000/3.000
Skill :
- Mana deteksi
- Mata Elemental
- Monkey Step
- Iron Skin
Elemen : Angin
Status : Sehat (Aktif.)
"Ternyata benar, Hawa sudah membangunkan Job miliknya sekarang.. " Ucap Argus.
"Dan lagi apa-apaan dengan Job Monk ini..?? Apa artinya ia akan berkelahi dengan tinjunya..?? Langkah kera..?? Dan apa-apaan dengan Nama Skill ini..? "
"Apa dewa menganggap Hawa seperti kera..?? Sialan.. "
Monk adalah Job yang sering bertarung dengan tangan kosong dan beberapa senjata yang mereka gunakan terdiri dari cakar dan buku-buku jari yang diikatkan ke tangan mereka.
Setelah belajar untuk menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai senjata mereka, Monk dapat menangani kerusakan sebanyak kelas fisik lainnya seperti Warior dan Knight atau kelas fisk lainnya..
Karena berkat kekuatan fisik mereka yang besar dan dalam beberapa kasus memiliki kemampuan yang memungkinkan mereka untuk bertarung dengan tangan kosong, itu setara dengan pekerjaan menggunakan senjata lainnya..
Para Monk Untuk menebus kurangnya perlindungan diri biasanya Job Monk memang memiliki HP yang tinggi, dan ini mungkin penyebab HP Hawa saat ini naik tiga kali lipat dari sebelumnya.
Terlebih lagi terlihat ia sudah memiliki Skill tambahan berupa Iron Skin dan Monkey Step..
Monkey step adalah apa yang Hawa gunakan sebelumnya untuk menghindari kejaran dari Argus.. Itu menambah kegesitan dan reflek pergerakan Hawa.
Sedangkan Iron Skin atau Kulit Besi ini mungkin adalah Skill yang bisa menyelimuti tubuh dengan Mana sebelum serangan apapun bisa menyentuhnya, membuatnya sekuat baja.
Dan Semakin terampil penggunaannya maka akan semakin keras kulitnya yang mungkin akan menyamai atau melebihi kekerasan dari Adamantium..
"Lupakan.. Mungkin lebih baik aku mulai melatih Hawa sejak dini agar ia bisa menjadi seorang Monk yang sangat kuat.. " Ucap Argus
"Ada apa Ayah..?? " Tanya Hawa yang tak mengerti dengan semua perkataan Argus.
"Tidak ada.. Mulai besok Ayah akan mencoba melatih Hawa bertarung ok.. " Ucap Argus
"Benarkah..?? Apa Ayah serius..?? " Tanya Hawa.
"Benar.. Ayah serius.. " Ucap Argus
"Hore.. Hawa akan berlatih dan akan menjadi kuat.. Hawa akan memukuli semua orang yang jahat kepada Ayah.. " Ucap Hawa sambil melompat-lompat..
"Apa karena kebiasaannya melompat-lompat hingga ia mendapatkan Monkey Step..?? " Gumam Argus.
"Lupakan tentang nama skill jelek itu, setidaknya itu akan membantu Hawa.. Aku hanya perlu melatihnya untuk menggunakan gerakan lain agar ia tak perlu memakai langkah Monyet yang tak sesuai dengan penampilannya.. " Ucap Argus.
Kemudian mereka kembali ke dalam kabin bersama, dan melihat Lisa, Olivia dan Alfred sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.
Setelah mereka makan, mereka pun memutuskan beristirahat. Kali ini Argus tidur sendirian di kamarnya sementara Lisa dan Olivia tidur bersama di kamar lainnya.
Sedangkan Hawa sudah memiliki kamar sendiri di kabin itu jadi tak perlu tidur di tempat Argus.
.
.
. Bersambung
__ADS_1